Bupati Madina Saipullah Serahkan 34 Alsintan di Siabu, Pemerhati Ingatkan: Jangan Hanya Seremonial, Petani Harus Rasakan Manfaat Nyata
- account_circle Muhammad Hanapi
- calendar_month 1 jam yang lalu
- print Cetak

Bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada Brigade Pangan di Desa Hutaraja, Kecamatan Siabu, Kamis 5/11/2026 ( ist )
PANYABUNGAN, (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (Alsintan) kepada Brigade Pangan usai kegiatan Tanam Serentak Pertanian Modern (PM-AAS) di Desa Hutaraja, Kecamatan Siabu, Kamis (5/11/2026).
Sebanyak 34 unit Alsintan diserahkan untuk 6 Brigade Pangan di Kecamatan Siabu. Bantuan tersebut merupakan dukungan dari Kementerian Pertanian melalui Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Medan.
Dalam sambutannya, Bupati Saipullah menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, khususnya Polbangtan Medan, atas perhatian dan dukungan yang diberikan kepada sektor pertanian di Kabupaten Madina.
“Kegiatan yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan merupakan bagian dari langkah nyata untuk memperkuat pembangunan pertanian, meningkatkan produksi pangan, serta mendorong transformasi pertanian dari sistem konvensional menuju pertanian yang lebih modern, produktif, efisien, dan berdaya saing,” ujar Saipullah.
Ia menjelaskan, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian terus mendorong percepatan penerapan budidaya padi model Pertanian Modern atau PM-AAS (Modern Advanced Agriculture System).
Program ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produktivitas padi melalui penerapan teknologi budidaya, penggunaan benih unggul bermutu, pengaturan sistem tanam, mekanisasi pertanian, pemupukan berimbang, serta penguatan pendampingan kepada petani.
Di balik apresiasi atas bantuan tersebut, menurut Sulhan Nasution seorang pemerhati pertanian di Madina mengatakan, bantuan 34 unit Alsintan untuk enam Brigade Pangan di Siabu patut diapresiasi. Namun, jangan hanya bangga dengan jumlah alat yang diserahkan.
“Yang lebih penting adalah manfaat nyata yang dirasakan petani,” kata Sulhan, Kamis (5/11/2026).
Sulhan menegaskan, jangan sampai petani tetap membayar jasa bajak dan panen dengan harga pasaran, sementara Alsintan yang diberikan pemerintah justru dikelola tanpa transparansi.
“Jangan sampai alatnya bantuan pemerintah, tetapi manfaat ekonominya tidak jelas bagi petani,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Brigade Pangan bukan sekadar kelompok penerima bantuan, melainkan penggerak efisiensi dan kesejahteraan petani.
“Modernisasi pertanian bukan hanya soal mesin yang semakin canggih, tetapi juga soal biaya produksi yang semakin murah, pengelolaan yang transparan, dan keuntungan yang benar-benar dirasakan petani,” tambahnya.
Tuntutan transparansi itu sangat wajar kata Sulhan , sebab sebelum sebelumnya hasil Alsintan baik mesin sabit itu di tarip Rp.450.000 per bunbun, bajak tangan Rp 400.000 satu bunbun, culivator Rp.450.000 perbunbun, jonder Rp.450.000 per bunbun.
Ia berharap, Pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian jangan hanya mengukur keberhasilan dari berapa unit Alsintan yang dibagikan, tetapi ukur juga berapa rupiah biaya petani yang berhasil dihemat.
“Petani jangan hanya menjadi pengguna jasa, sementara mereka sendiri tidak tahu ke mana aliran uang dari Alsintan bantuan pemerintah tersebut,” pungkasnya.(*)
- Penulis: Muhammad Hanapi




