Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

“Vaksinasi” Ideologi Juga Penting di Era Covid-19

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
  • print Cetak

Moechtar Nasution, Sekretaris Dewan Pakar MPC PP Madina menyerahkan cindramata kepada narasumber dari usur kepolisian diwakili kapolsek Panyabungan di acara talk show “Refleksi G30S/PKI”, Jum’at (08/10/2021).

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pandemi virus Corona (covid-19) berpotensi memicu kebangkitan ideologi radikal.

Hal tersebut sampaikan oleh Moechtar Nasution, Sekretaris Dewan Pakar MPC PP Madina dalam sesi tanya jawab saat talk show “Refleksi G30S/PKI ; Membumikan Nilai-nilai Pancasila, Merajut Kolektifitas, Membangun Solidaritas Ditengah Pandemi Covid-19”

Talk show ini dilaksanakan Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal, di Cafe Kopinta, Panyabungan, Jumat  (08/10/2021).

“Patut diwaspadai  potensi bangkitnya nilai-nilai, paham individualisme, komunisme, intoleransi, separatisme, radikalisme, terorisme, dan etnonasionalisme di tengah ketidakpastian akibat pandemi covid-19,” sebutnya.

Oleh karena itu, Moechtar berharap perang terhadap pandemi covid-19 jangan hanya penguatan tubuh dengan vaksinasi, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan ketahanan ideologi masyarakat.

“Vaksinasi” ideologi Pancasila secara massif, gradual, dan terpadu menjadi urgen sehingga potensi ancaman, ganguan, hambatan yang ingin menggantikan Pancasila sebagai ideologi bangsa dapat secara dini dideteksi, ditangkal, dan dicegah.

Lebih lanjut, Moechtar yang juga ASN di Badan Kesbangpol Mandailng Natal ini menyebutkan, melalui “vaksinasi” ideologi tersebut akan dapat merekatkan kembali persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa.

“Sesungguhnya hal ini yang sangat dibutuhkan bangsa dewasa ini, apalagi kita tengah dihadapkan pada kompleksitas permasalahan bangsa dan juga perubahan dunia yang semakin cepat akibat revolusi industri 4.0 dan juga Society 5.0.” sebutnya serius

“Saya  percaya, wabah covid-19 justru akan semakin memperkuat ketahanan ideologi Indonesia. Karena, covid-19 tidak hanya menjadi tantangan, tetapi menjadi peluang baru bagi Indonesia” paparnya.

Dihadapan forum itu, Moechtar juga menjelaskan bahwa tidak selamanya yang menganut paham komunisme itu hanya orang atheis, namun belajar dari sejarah justru banyak juga orang yang memiliki pengetahuan agama yang mumpuni menjadi pengikutnya.

“Ini jelas terekam dalam sejarah, bagaimana kemudian Sarekat Islam (SI) berhasil disusupi paham komunisme sehingga pecah menjadi Sarekat Islam Putih dan Sarekat Islam Merah. Dan banyak juga perlawanan terhadap kolonialisme Belanda diaktori mereka yang terkontaminasi paham komunis itu, diantaranya H.Misbach di Surakarta yang kemudian akhirnya dibuang ke Papua dan seterusnya dan seterusnya”.

“Untuk itulah, melalui forum seperti ini kita ingin mengintrodusir pemahaman kebangsaan khususnya kepada generasi milineal sehingga tercipta kesadaran bersama bahwa ancaman terhadap anasir-anasir yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa itu akan tetap terjadi di masa ini dan di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saatnya Mobil Pemadan Disediakan di Pantai Barat

    Saatnya Mobil Pemadan Disediakan di Pantai Barat

    • calendar_month Senin, 16 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    4 Unit Rumah Tak Terselematkan di Natal NATAL (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) didesak menempatkan mobil pemadam kebakaran di wilayah Pantai Barat. Sebab, hingga kini satu unit pun belum ada mobil pemadam di kawasan yang memiliki 6 kecamatan itu. Dan selama ini, jika ada kebakaran, kehadiran mobil pemadam tepat waktu masih jauh dari […]

  • DCS Dapil 3 PPP Madina

    DCS Dapil 3 PPP Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 PPP Madina

  • 7 Tersangka Penambang Ilegal di Kotanopan Dituntut Pasal UU Minerba

    7 Tersangka Penambang Ilegal di Kotanopan Dituntut Pasal UU Minerba

    • calendar_month Jumat, 26 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Kejaksaan Negeri Mandailing Natal (Kejari Madina) menerima pelimpahan tahap II kasus Penambangan Tanpa Izin (PETI) Kecamatan Kotanopan. Pelimpahan ini diterima oleh Kepala Seksi Pidana Umum, Sintong Purba, Kamis (25/07/2024) sore dari Penyidik Reskrim Polres Madina. Sintong menyebut 7 tersangka dituntut dengan tuntutan primer Pasal 158 Undang-undang Nomor 3 tahun 2020 […]

  • Dana Pemilukada Sidimpuan Putaran II Cuma Rp44 Juta

    Dana Pemilukada Sidimpuan Putaran II Cuma Rp44 Juta

    • calendar_month Minggu, 1 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padang Sidimpuan, Lembaga Institut Pemberdayaan Rakyat Untuk Pemantau Demokrasi (Interupsi) Kota Padang Sidimpuan menilai ada kejanggalan dan keanehan dalam penetapan anggaran Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Kota Padang Sidimpuan oleh DPRD setempat. Faktanya, dalam sidang paripurna penetapan RAPBD menjadi APBD Padang Sidimpuan TA 2102 di aula rapat kantor dewan, Selasa (27/12/2011) malam, DPRD bersama pemerintah […]

  • Jaringan Seluler Ambruk Tahun 2013

    Jaringan Seluler Ambruk Tahun 2013

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta. Pertama Anda sulit mengunduh video dalam YouTube. Bosan menunggu unduhan tak kelar-kelar, Anda beralih ke Twitter, dan ternyata ini pun lamban. Anda lalu menoleh e-mail, dan ya ampun, lagi-lagi “loading”-nya lama banget. Itu semua terjadi ketika jaringan telepon seluruh dunia ambruk. Bulan-bulan berikutnya, Anda bahkan akan sangat sulit untuk sekadar menelepon. Ini tiga tahun […]

  • Lima Penganiaya Wartawan Divonis Rendah, Kuasa Hukum Korban Surati JPU dan Pengadilan

    Lima Penganiaya Wartawan Divonis Rendah, Kuasa Hukum Korban Surati JPU dan Pengadilan

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Vonis 8 bulan yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Panyabungan kepada lima terdakwa pelaku pengeroyokan dan penganiayaan wartawan dianggap terlalu ringan dan jauh dari ancaman pasal 170 jo 351 yang diancam dengan 5 tahun 6 bulan. Demikian dikatakan Irvan Fadly Lubis, SH kuasa hukum Jeffry Barata Lubis korban pengeroyokan dan penganiayaan yang diduga […]

expand_less