Senin, 20 Jul 2026
light_mode

“Vaksinasi” Ideologi Juga Penting di Era Covid-19

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 9 Okt 2021
  • print Cetak

Moechtar Nasution, Sekretaris Dewan Pakar MPC PP Madina menyerahkan cindramata kepada narasumber dari usur kepolisian diwakili kapolsek Panyabungan di acara talk show “Refleksi G30S/PKI”, Jum’at (08/10/2021).

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pandemi virus Corona (covid-19) berpotensi memicu kebangkitan ideologi radikal.

Hal tersebut sampaikan oleh Moechtar Nasution, Sekretaris Dewan Pakar MPC PP Madina dalam sesi tanya jawab saat talk show “Refleksi G30S/PKI ; Membumikan Nilai-nilai Pancasila, Merajut Kolektifitas, Membangun Solidaritas Ditengah Pandemi Covid-19”

Talk show ini dilaksanakan Pemuda Pancasila Kabupaten Mandailing Natal, di Cafe Kopinta, Panyabungan, Jumat  (08/10/2021).

“Patut diwaspadai  potensi bangkitnya nilai-nilai, paham individualisme, komunisme, intoleransi, separatisme, radikalisme, terorisme, dan etnonasionalisme di tengah ketidakpastian akibat pandemi covid-19,” sebutnya.

Oleh karena itu, Moechtar berharap perang terhadap pandemi covid-19 jangan hanya penguatan tubuh dengan vaksinasi, tetapi juga harus dibarengi dengan peningkatan ketahanan ideologi masyarakat.

“Vaksinasi” ideologi Pancasila secara massif, gradual, dan terpadu menjadi urgen sehingga potensi ancaman, ganguan, hambatan yang ingin menggantikan Pancasila sebagai ideologi bangsa dapat secara dini dideteksi, ditangkal, dan dicegah.

Lebih lanjut, Moechtar yang juga ASN di Badan Kesbangpol Mandailng Natal ini menyebutkan, melalui “vaksinasi” ideologi tersebut akan dapat merekatkan kembali persatuan dan kesatuan sebagai sesama anak bangsa.

“Sesungguhnya hal ini yang sangat dibutuhkan bangsa dewasa ini, apalagi kita tengah dihadapkan pada kompleksitas permasalahan bangsa dan juga perubahan dunia yang semakin cepat akibat revolusi industri 4.0 dan juga Society 5.0.” sebutnya serius

“Saya  percaya, wabah covid-19 justru akan semakin memperkuat ketahanan ideologi Indonesia. Karena, covid-19 tidak hanya menjadi tantangan, tetapi menjadi peluang baru bagi Indonesia” paparnya.

Dihadapan forum itu, Moechtar juga menjelaskan bahwa tidak selamanya yang menganut paham komunisme itu hanya orang atheis, namun belajar dari sejarah justru banyak juga orang yang memiliki pengetahuan agama yang mumpuni menjadi pengikutnya.

“Ini jelas terekam dalam sejarah, bagaimana kemudian Sarekat Islam (SI) berhasil disusupi paham komunisme sehingga pecah menjadi Sarekat Islam Putih dan Sarekat Islam Merah. Dan banyak juga perlawanan terhadap kolonialisme Belanda diaktori mereka yang terkontaminasi paham komunis itu, diantaranya H.Misbach di Surakarta yang kemudian akhirnya dibuang ke Papua dan seterusnya dan seterusnya”.

“Untuk itulah, melalui forum seperti ini kita ingin mengintrodusir pemahaman kebangsaan khususnya kepada generasi milineal sehingga tercipta kesadaran bersama bahwa ancaman terhadap anasir-anasir yang ingin memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa itu akan tetap terjadi di masa ini dan di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Editor: Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Unjukrasa Karyawan PT.RMM Berlanjut

    Unjukrasa Karyawan PT.RMM Berlanjut

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Aksi unjukrasa sekitar 500 karyawan dan karyawati PT.RMM (Rimba Mujur Mahkota) sejak selasa lalu belum berakhir hingga Jum’at (17/4). Aksi unjukrasa pertama pada selasa berlangsung di kantor distrik PT.RMM Kebun Sikarakara, Kecamatan Natal, Mandailing Natal (Madina). Tak mendapat jawaban sesuai dengan tuntutan, aksi berlanjut ke lapangan kantor Dinas Kependudukan Catatan […]

  • Kongres PSSI Utusan FIFA Cuma Diam Saat Agum Gumelar Minta Maaf

    Kongres PSSI Utusan FIFA Cuma Diam Saat Agum Gumelar Minta Maaf

    • calendar_month Minggu, 22 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Usaha agar FIFA tak menjatuhkan sanksi kepada PSSI terus dilakukan Ketua Komite Normalisasi Agum Gumelar. Sehari setelah Kongres PSSI di Golden Ballroom Hotel Sultan Gagal, Agum menemui utusan FIFA, Thierry Regennas untuk meminta maaf agar Indonesia tak dijatuhi sanksi. “Saya memohon pengertian bahwa Komite Normalisasi sudah bekerja keras, tapi ternyata seperti itu hasilnya. […]

  • Tirta Madina Siapkan Air Bersih untuk KEK

    Tirta Madina Siapkan Air Bersih untuk KEK

    • calendar_month Selasa, 18 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Tirta Madina menyatakan telah mempersiapkan rencana infrastruktur air bersih bagi kebutuhan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Batahan. Titik sumber air hingga peta jalur pipa telah dimatangkan oleh Tirta Madina. Sebab, pasokan air sangat urgen untuk semua aktivitas industri, perkantoran hingga pemukiman di kawasan KEK. Itu diungkapkan Direktur Perusahaan Daerah Air […]

  • DCS Dapil 4 PAN Madina

    DCS Dapil 4 PAN Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 PAN Madina

  • Pemkab Tapteng Siapkan Peralatan Antisipasi Kecelakaan

    Pemkab Tapteng Siapkan Peralatan Antisipasi Kecelakaan

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      Pandan – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng), melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud), telah menyiapkan berbagai peralatan guna mengantisipasi bencana atau kecelakaan yang mungkin terjadi di berbagai lokasi objek wisata di Tapteng. Peralatan yang disediakan guna memberikan kenyamanan dan keamanan kepada para wisatawan. Di beberapa objek wisata yang kita miliki, seperti Pantai Bosur, […]

  • Proyek Asal Jadi

    Proyek Asal Jadi

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Proyek Asal Jadi : Dek jalan di desa Parmompang kecamatan Panyabungan Timur yang baru beberapa minggu selesai kini, sudah terkelupas. Diharapkan kepada Dinas PU dan DPRD Madina untuk meninjau ulang proyek pembangunan jalan di Panyabungan Timur. Foto : MO

expand_less