Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Kualitas Pembangunan Jalan Setapak Sangat Rendah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 19 Agt 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Sejumlah warga Desa Sundutan Togo, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) meminta Kepala Dinas Pekerjaan Umum Madina meninjau pembangunan jalan setapak sepanjang 180 meter yang mempunyai kualitas yanga sangat rendah sebab campuran semen dan pasir sudah bias dicakar ayam.

“Harapan warga atas sebuah pembangunan dari Pemkab Madina selama ini dengan terbangunnya sebuah jalan setapak di tengah-tengah perkampungan warga dan saat ini sudah terwujud. Akan tetapi pembangunan jalan tersebut diduga tidak akan berumur panjang karena kontraktor yang memegang kuasa penyedia jasa punya niat yang tidak baik. Sebab kualitas bangunan tersebut sangat rendah karena campuran semen dengan pasir sangatlah rendah sehingga bangunan tersebut dipijak anak-anak saja sudah hancur,” sebut Fahruddin (53) salah seorang tokoh masyarakat Sundutan Tigo, Selasa (16/08/2011) lalu.

Dikatakannya, sebelumnya warga sudah menegur pihak pemborong yang melakukan pembanunan jalan setapak diperkampungannya agar memperhatikan kualitas dan kuantitas suatu bangunan sebab pembangunan jalan setapak ini akan dipergunakan warga secara jangka panjang, namun pihak pekerja dan pemborong tidak mengupris apa yang telah disampaikan warga sehingga bangunan yang sudah selesai sudah banyak yang rusak karena dilewati anak-anak.

“Baru berumur satu minggu, pembangunan jalan setapak tersebut sudah hancur, ini diduga akibat dari pemborongan yang ingin mencari keuntungan sebanyak-banyaknya karena jauh dari pantauan berbagai elemen yang melakukan social kontrol, karena dari awal saja niat baik dari pihak pemborong (kontraktor) sudah tidak baik karena plank merek yang memberikan informasi dari mana sumber dana pembangunan tersebut dan berapa besar anggarannya, berapa volumenya, siapa perusahaan yang mengerjakannya serta berapa lama tenggang waktu pekerjaan tersebut tidak diketahui, hanya saja dating membangun jalan setapak dengan anggaran pemerintah,” sebutnya.

Fahruddin juga mengatakan, pihak pengawas hingga hari ini belum terlihat melihat kondisi pembangunan jalan setapak tersebut di desa kami, karena pembangunan ini kami anggap hanya membuang uang Negara saja karena tidak lama daya tahan bangunan tersebut dan keuntungan sepihak akan di dapat oleh pemborong.

“Pengawas lapangan atau PPTK jangan coba-coba untuk merekomendasikan pekerjaan ini sesuai dengan Bestek, sebab warga tidak terima dengan bangunan yang tidak mempunyai kualitas sebab uang yang digunakan untuk membuat pembangunan tersebut juga uang rakyat yang di berikan kepada pemerintah melalui pajak yang dikembalikan lagi kepada rakyat,” sebutnya.

Anggota DPRD Madina dari Fraksi Golkar Plus, Arsidin Batubara yang juga purta Pantai Barat Barat Madina mengatakan, fungsi pengawasan terhadap setiap pembangunan harus segera dimaksimalkan oleh Pemkab Madina sebab pengawasan yang lemah inilah yang menjadi setiap temuan selama ini.

“Pejabat yang berwenang melakukan fungsi pengawasan terkait pembangunan jalan setapak di Desa Sundutan Tigo, Kecamatan Natal harus benar-benar menjanlankan fungsinya, jangan mengedepankan kepetingan pribadi di atas kepentingan rakyat banyak, sebab selama ini lemahnya fungsi pengawasan akibat dari del-del antara kontaktor dengan pengawasan demi untuk memuluskan segala proses admintrasi di lapangan,” sebutnya.

Kepala UPT Dinas PU Bagian Pantai Barat Madina Firman Lubis mengatakan, setiap pembangunan dari Dinas PU Madina di wilayahnya akan diawasi, baik kualitas dan kuantitas, sebab di pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati yang baru ini, harus ada sebuah perubahan tugas dan fungsi serta kewengan dalam menjalankan tugas sebab setiap pembangunan yang sedang dan akan berjalan harus mengedepankan kualitas demi untuk mewujudkan pembangunan yang jujur dan bersih.

“Setiap bangunan harus sesuai dengan ketentuan yang ada dalam kontrak yang diterima oleh setiap perusahaan yang menawarkan jasanya sebab dalam kontrak tersebut juga sudah terhitung keuntungan yang didapatkan, sehingga tidak selalu warga yang dikorbankan,” katanya. (BS-026)
Sumber : beritasumut.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kadin Madina : Mendorong Pelaku Usaha Hingga Penguatan Ekonomi Kreatif

    Kadin Madina : Mendorong Pelaku Usaha Hingga Penguatan Ekonomi Kreatif

    • calendar_month Rabu, 25 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Malam ini, Rabu (25/10/2017) Kadin Madina akan dilantik bertempat di aula Hotel Rindang, Panyabungan. Lalu, apa langkah-langkah dan program yang akan dicuatkan Kadin (Kamar Dagang dan Industri) ke depan? Ketua Kadin Madina, Sobir Lubis dalam satu wawancara dengan wartawan, Rabu padi mencuatkan berbagai item program yang akan disiapkan dan disusung Kadin ke depan dalam […]

  • BAHASA DAN AKSARA MANDAILING (bagian 1)

    BAHASA DAN AKSARA MANDAILING (bagian 1)

    • calendar_month Senin, 2 Apr 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : ASKOLANI NASUTION Budayawan    Pengantar Bahasa Mandailing adalah bahasa yang digunakan sebagai bahasa adat dan budaya di wilayah bekas Asisten Residen Angkola Mandailing atau di wilayah Tapanuli Bagian Selatan. Penyebutan Tapanuli Bagian Selatan dalam konteks ini, hanya untuk menjelaskan satu kawasan yang berbeda dengan Tapanuli lainnya, baik dari sisi bahasa maupun budaya. […]

  • Varietas Padi Siganteng Kalahkan Produksi Nasional

    Varietas Padi Siganteng Kalahkan Produksi Nasional

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Demplot tanaman padi varietas lokal bernama Siganteng mampu memproduksi gabah 8,1 ton per hektar. Sementara produksi nasional masih sekitar 6 hingga 7 ton per hektar. Demplot dilakukan di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) yang dilakukan kelompok tani Desa Maju kerjasama Kodim 0212/TS dan Dinas Pertanian Madina, musim ini. […]

  • Survey: Mayoritas Warga Nilai Kepala Desa Tidak Kompeten

    Survey: Mayoritas Warga Nilai Kepala Desa Tidak Kompeten

    • calendar_month Selasa, 1 Agt 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Mayoritas responden, atau sebesar 29 persen merasa persoalan pembangunan dan ekonomi desa terletak pada kepala desa dan aparaturnya tidak kompeten. Demikian dilansir Kompas.com, Senin (31/7/2023). Jajak pendapat Litbang Kompas periode Juli 2023 merekam pendapat publik soal berbagai persoalan utama dalam meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat desa. Kemudian, sebanyak 24,3 persen responden […]

  • Produk Legislatif Bikin Galau

    Produk Legislatif Bikin Galau

    • calendar_month Senin, 5 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Riani, S.Pd.I Guru tinggal di Medan Pemuda merupakan generasi penerus masa depan. Arus politik yang berkembang di negeri ini, tentunya tidak luput dari sorotan generasi. Maju atau tidaknya suatu negeri dapat dilihat dari kesadaran politik generasi mudanya. Hasil survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan, sebanyak 64,7 persen anak muda menilai partai politik atau politisi di […]

  • Komunitas Pengusul Willem Iskander Pahlawan Nasional Garap Dokumen

    Komunitas Pengusul Willem Iskander Pahlawan Nasional Garap Dokumen

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komunitas Pengusul Willem Iskander Pahlawan Nasional menggelar rapat, Kamis (11/6/2026) di Panyabungan. Rapat membahas langkah-langkah ke depan, diskusi beberapa tajuk. Dokumen-dokumen pendukung juga digarap, seperti naskah dan buku yang diperoleh secara langsung dari ahli waris maupun dari hasil pencarian lainnya. Komunitas ini melibatkan akademisi, budayawan, ahli waris, dan kalangan profesional. […]

expand_less