Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

HUTA DAN BANUA MANDAILING

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Jan 2019
  • print Cetak

Kampung di Mandailing tempo dulu

 

OLEH : EDI NASUTION (in memorial)

Dikutip dari sebagian artikel berjudul “Banua dan Alak Mandailing” di http://edi-nasution.blogspot.com

 

Wilayah pemukiman orang Mandailing disebut Luat atau Banua. Sedangkan kehidupan sosial budaya orang Mandailing berlangsung di dalam suatu huta yang memiliki satu kesatuan wilayah dengan batas-batas tertentu. Setiap huta berada dibawah sistem pemerintahan sendiri yang demokratis dan bersifat otonom yang dipimpin oleh seorang raja.

Oleh karena yang memimpin pemerintahan adalah seorang raja, maka huta atau banua tersebut dapat disebut harajaon (“kerajaan kecil”) sesuai dengan cakupan wilayahnya yang umumnya tidak begitu luas.

Menurut tradisi, yang diangkat menjadi raja hanyalah kaum laki-laki saja, dan adanya sejumlah huta di Mandailing disebabkan oleh kepindahan orang-orang Mandailing dari huta asal ke tempat-tempat lain untuk mendirikan atau membuka tempat pemukiman baru (disebut mamungka huta). Biasanya sekelompok orang yang akan mencari tempat pemukiman baru tersebut terdiri dari kelompok kekerabatan mora, kahanggi dan anak boru.

Suatu tempat pemukiman baru tidak bisa langsung menjadi sebuah huta, karena di samping luas daerahnya yang masih relatif sempit, juga jumlah penduduknya pun masih sedikit dan tempat pemukiman baru ini disebut banjar. Daerah pemukiman baru yang memiliki wilayah yang lebih luas dari banjar dinamakan pagaran. Dalam prosesnya, biasanya banjar lama-kelamaan dapat menjadi pagaran apabila warga dan luas wilayahnya bertambah.

Sedangkan pagaran yang semakin tumbuh berkembang akan menjadi lumban. Tapi adakalanya banjar dapat langsung menjadi lumban apabila terjadi suatu perkembangan penduduk dan wilayah yang begitu pesat. Jadi dalam keadaan normal, sejalan dengan perkembangan jumlah warga dan luas wilayahnya, tempat pemukiman terkecil yang berstatus banjar lama-kelamaan menjadi pagaran, kemudian berubah status menjadi lumban, dan terakhir menjadi huta.

Sampai sekarang masih terdapat beberapa desa di Mandailingyang memiliki nama-nama tempat pemukiman penduduk yang demikian itu seperti: Banjar Pining, Banjar Sibaguri, Pagaran Tonga, Pagaran Sigatal, Lumban Pasir, Huta Dangka, Huta Pungkut, Huta Godang, Huta Siantar, dan Huta Bargot. Dahulu, semasa tempat pemukiman itu masih berstatus sebagai banjar, pagaran ataupun lumban tidak diperbolehkan memiliki raja dan wilayahnya sendiri yang otonom.

Dengan demikian ia masih bergantung kepada huta atau banua asal karena dianggap belum mampu menyelenggarakan pemerintahan sendiri. Untuk itu mereka dipimpin oleh seseorang yang dinamai Raja Ihutan yang tidak berfungsi sebagai kepala pemerintahan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • UMK Kota Medan direvisi Rp2 juta

    UMK Kota Medan direvisi Rp2 juta

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Upah Minimum Kota Medan (UMK) 2013 yang baru saja ditetapkan oleh Dewan Pengupahan Kota Medan senilai Rp1.460.000,- akan segera direvisi. Hal ini dilakukan setelah sejumlah elemen buruh yang tergabung di dalam Mejelis Pekerja Buruh Sumatera Utara, dipimpin oleh Minggu Saragih, melakukan demo unjuk rasa dengan cara damai di Balai Kota Medan, hari […]

  • Ibu-ibu DPRD Madina Kunjungi LP Panyabungan

    Ibu-ibu DPRD Madina Kunjungi LP Panyabungan

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan. Rukun keluarga anggota DPRD (Rukad) Mandailing Natal (Madina) melakukan kunjungan ke Lembaga Pemasyarakat (LP) Sipaga-Paga, Panyabungan, Jumat (13/1). “Sebagai organisasi ibu-ibu anggota DPRD Madina yang juga punya peran untuk memberikan pengayoman terhadap masyarakat, baik itu yang berkelakukan baik juga buruk.Anak-anak yang berada di LP perlu mendapat perhatian khusus,” kata Ketua Rukad Madina Marayani Siregar, […]

  • Proyek Dek Sungai Rantopuran, UPT dan Kontrakror Beda Pendapat 

    Proyek Dek Sungai Rantopuran, UPT dan Kontrakror Beda Pendapat 

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak kontraktor beda pendapat dengan pihak UPT SDA Batang Gadis tentang material yang digunakan untuk pembangunan  dek penahan banjir Sungai Rantopuran di titik Desa Manyabar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Pasalnya, pihak kontraktor memakai pasir uruk untuk campuran semen. Sedangkan pihak UPT SDA Batang Gadis-Batang Natal selaku perpanjangan tangan […]

  • Alumni Musthafawiyah Purba Baru Dukungan Paslon SAHATA

    Alumni Musthafawiyah Purba Baru Dukungan Paslon SAHATA

    • calendar_month Sabtu, 26 Okt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Dukungan untuk kemenangan pasangan calon (Paslon) bupati dan wakil bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2, H. Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi Nasution (SAHATA) terus mengalir. Kali ini tekad memenangkan SAHATA ditegaskan oleh para alumni Ponpes Musthafawiyah Purba Baru yang berdomisi di Kecamatan Siabu dan Kecamatan Bukitmalintang. Mereka menyatakan […]

  • Jurnalis di Madina Minta Polri Usut Pembunuhan Pimred LaserNews

    Jurnalis di Madina Minta Polri Usut Pembunuhan Pimred LaserNews

    • calendar_month Senin, 21 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kalangan jurnalis di Mandailing Natal meminta Kapolri dan Kapoldasu mengusut tuntas pembunuhan Pimred Lassernewstoday, Mara Salem Harahap. Tuntutan itu disampaikan sekitar 80 wartawan dalam aksi unjukrasa di DPRD Mandailing Natal, Senin (21/6/2021). Selain pengusutan, tuntutan juga meminta negara melindungi pers dalam menjalankan fungsinya sebagai pilar keempat dalam suatu negara. Poin lain, […]

  • Lumban Pasir Berhasil di Bawang Merah

    Lumban Pasir Berhasil di Bawang Merah

    • calendar_month Jumat, 17 Jan 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Desa Gunungtua Lumban Pasir Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal berhasil memproduksi bawang merah dengan bagus. Panen kali kedua di hamparan Saba Pasir, Kamis (16/1/2020) mampu memproduksi sekitar 2 ton bawang merah di lahan seluas 1/3 hektar. Dalam 1 Kg bibit mampu menghasilkan rata-rata 12 Kg bawang merah. Capaian itu meningkat […]

expand_less