Kamis, 17 Sep 2026
light_mode

HUTA DAN BANUA MANDAILING

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Jan 2019
  • print Cetak

Kampung di Mandailing tempo dulu

 

OLEH : EDI NASUTION (in memorial)

Dikutip dari sebagian artikel berjudul “Banua dan Alak Mandailing” di http://edi-nasution.blogspot.com

 

Wilayah pemukiman orang Mandailing disebut Luat atau Banua. Sedangkan kehidupan sosial budaya orang Mandailing berlangsung di dalam suatu huta yang memiliki satu kesatuan wilayah dengan batas-batas tertentu. Setiap huta berada dibawah sistem pemerintahan sendiri yang demokratis dan bersifat otonom yang dipimpin oleh seorang raja.

Oleh karena yang memimpin pemerintahan adalah seorang raja, maka huta atau banua tersebut dapat disebut harajaon (“kerajaan kecil”) sesuai dengan cakupan wilayahnya yang umumnya tidak begitu luas.

Menurut tradisi, yang diangkat menjadi raja hanyalah kaum laki-laki saja, dan adanya sejumlah huta di Mandailing disebabkan oleh kepindahan orang-orang Mandailing dari huta asal ke tempat-tempat lain untuk mendirikan atau membuka tempat pemukiman baru (disebut mamungka huta). Biasanya sekelompok orang yang akan mencari tempat pemukiman baru tersebut terdiri dari kelompok kekerabatan mora, kahanggi dan anak boru.

Suatu tempat pemukiman baru tidak bisa langsung menjadi sebuah huta, karena di samping luas daerahnya yang masih relatif sempit, juga jumlah penduduknya pun masih sedikit dan tempat pemukiman baru ini disebut banjar. Daerah pemukiman baru yang memiliki wilayah yang lebih luas dari banjar dinamakan pagaran. Dalam prosesnya, biasanya banjar lama-kelamaan dapat menjadi pagaran apabila warga dan luas wilayahnya bertambah.

Sedangkan pagaran yang semakin tumbuh berkembang akan menjadi lumban. Tapi adakalanya banjar dapat langsung menjadi lumban apabila terjadi suatu perkembangan penduduk dan wilayah yang begitu pesat. Jadi dalam keadaan normal, sejalan dengan perkembangan jumlah warga dan luas wilayahnya, tempat pemukiman terkecil yang berstatus banjar lama-kelamaan menjadi pagaran, kemudian berubah status menjadi lumban, dan terakhir menjadi huta.

Sampai sekarang masih terdapat beberapa desa di Mandailingyang memiliki nama-nama tempat pemukiman penduduk yang demikian itu seperti: Banjar Pining, Banjar Sibaguri, Pagaran Tonga, Pagaran Sigatal, Lumban Pasir, Huta Dangka, Huta Pungkut, Huta Godang, Huta Siantar, dan Huta Bargot. Dahulu, semasa tempat pemukiman itu masih berstatus sebagai banjar, pagaran ataupun lumban tidak diperbolehkan memiliki raja dan wilayahnya sendiri yang otonom.

Dengan demikian ia masih bergantung kepada huta atau banua asal karena dianggap belum mampu menyelenggarakan pemerintahan sendiri. Untuk itu mereka dipimpin oleh seseorang yang dinamai Raja Ihutan yang tidak berfungsi sebagai kepala pemerintahan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perempuan Ini Islamkan Ribuan Warga Belgia

    Perempuan Ini Islamkan Ribuan Warga Belgia

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS — Seorang wanita muda mualaf Belgia, Veronique Cools mengubah rumahnya menjadi pusat kajian Islam bagi orang Belgia lainnya yang ingin belajar tentang Islam. Ia pun telah membantu seribu orang yang baru menerima ajaran Islam alias yang membutuhkan pembelajaran lebih lanjut soal Islam. Veronique menjadi mualaf di usia yang sangat muda. Keputusannya memeluk Islam […]

  • Tiang Pancang Pembangunan RSUD Kembali Berlebih, Kadis PUPR: Saya Juga Bingung

    Tiang Pancang Pembangunan RSUD Kembali Berlebih, Kadis PUPR: Saya Juga Bingung

    • calendar_month Kamis, 19 Mei 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiang pancang pembangunan gedung RSUD Panyabungan di Panatapan untuk tahun anggaran 2021 kembali berlebih. Ini merupakan kali kedua setelah pada tahun 2019 lalu juga terjadi hal serupa. Menanggapi hal tersebut Kepala Dinas PU-PR Mandailing Natal (Madina) Rully Andriadi mengaku bingung. “Mengenai tiang pancang yang berlebih, saya juga bingung kenapa tiap tahun […]

  • Apakah Tapian Siri-siri Bisa Hanyut? : Dari Dila Ni Aek Hingga Persatuan Batu-Batu

    Apakah Tapian Siri-siri Bisa Hanyut? : Dari Dila Ni Aek Hingga Persatuan Batu-Batu

    • calendar_month Senin, 25 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Catatan : Dahlan Batubara Pemimpin Redaksi Mandailing Online Ada istilah di dalam tataran sifat arus sungai : “manjalaki na toruk, mangkojar na lampas” (mencari yang rendah, mengejar yang tinggi). Itu istilah bagi para  “parsaba na i topi aek” (petani yang bertani di tepi sungai) dalam memahami sifat-sifat arus sungai. Suatu pemahaman yang diwariskan secara turun […]

  • Kalapas Panyabungan: Napi Pesan Sabu Lewat Telepon

    Kalapas Panyabungan: Napi Pesan Sabu Lewat Telepon

    • calendar_month Rabu, 24 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online ) – Kalapas Kelas IIB Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumut Mustafa Kamal Simamora akui kebobolan atas tindakan salah seorang penghuni Lapas atas nama Alpin Frio Majid Tanjung ( 24 ) yang memesan narkotika jenis sabu sabu lewat telepon selular yang kasusnya saat ini ditangani Polres Madina. “Kami kecolongan adanya penghuni lapas yang […]

  • BATUAN BESAR RERUNTUHAN TAMBANG HUTA BARGOT

    BATUAN BESAR RERUNTUHAN TAMBANG HUTA BARGOT

    • calendar_month Selasa, 12 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Batuan Besar – Material bebatuan yang menimbun korban di dalam tambang emas Huta Bargot, Mandailing Natal, berukuran besar-besar. Tim Basarnas diperkirakan harus memecah bebatuan ini agar mudah disingkirkan untuk mengangkat tubuh korban dari reruntuhan. Foto ini hasil jepretan tim Basarnas ketika tim sudah mampu mencapai titik reruntuhan di kedalam 150 meter di bawah tanah, tempat […]

  • Pemkab Madina: Gedung Penangkaran Walet di Panyabungan Tak Berizin. Satpol PP Akan Lakukan Penertiban

    Pemkab Madina: Gedung Penangkaran Walet di Panyabungan Tak Berizin. Satpol PP Akan Lakukan Penertiban

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) mengaku belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) terkait gedung penangkaran sarang burung walet. Namun Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2021 tentang Standar Usaha dan Standar Produk ada. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Satu Pintu Pemkab Madina Ahmad Faisal Lubis mengatakan, hari ini senin […]

expand_less