Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

HUTA DAN BANUA MANDAILING

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Jan 2019
  • print Cetak

Kampung di Mandailing tempo dulu

 

OLEH : EDI NASUTION (in memorial)

Dikutip dari sebagian artikel berjudul “Banua dan Alak Mandailing” di http://edi-nasution.blogspot.com

 

Wilayah pemukiman orang Mandailing disebut Luat atau Banua. Sedangkan kehidupan sosial budaya orang Mandailing berlangsung di dalam suatu huta yang memiliki satu kesatuan wilayah dengan batas-batas tertentu. Setiap huta berada dibawah sistem pemerintahan sendiri yang demokratis dan bersifat otonom yang dipimpin oleh seorang raja.

Oleh karena yang memimpin pemerintahan adalah seorang raja, maka huta atau banua tersebut dapat disebut harajaon (“kerajaan kecil”) sesuai dengan cakupan wilayahnya yang umumnya tidak begitu luas.

Menurut tradisi, yang diangkat menjadi raja hanyalah kaum laki-laki saja, dan adanya sejumlah huta di Mandailing disebabkan oleh kepindahan orang-orang Mandailing dari huta asal ke tempat-tempat lain untuk mendirikan atau membuka tempat pemukiman baru (disebut mamungka huta). Biasanya sekelompok orang yang akan mencari tempat pemukiman baru tersebut terdiri dari kelompok kekerabatan mora, kahanggi dan anak boru.

Suatu tempat pemukiman baru tidak bisa langsung menjadi sebuah huta, karena di samping luas daerahnya yang masih relatif sempit, juga jumlah penduduknya pun masih sedikit dan tempat pemukiman baru ini disebut banjar. Daerah pemukiman baru yang memiliki wilayah yang lebih luas dari banjar dinamakan pagaran. Dalam prosesnya, biasanya banjar lama-kelamaan dapat menjadi pagaran apabila warga dan luas wilayahnya bertambah.

Sedangkan pagaran yang semakin tumbuh berkembang akan menjadi lumban. Tapi adakalanya banjar dapat langsung menjadi lumban apabila terjadi suatu perkembangan penduduk dan wilayah yang begitu pesat. Jadi dalam keadaan normal, sejalan dengan perkembangan jumlah warga dan luas wilayahnya, tempat pemukiman terkecil yang berstatus banjar lama-kelamaan menjadi pagaran, kemudian berubah status menjadi lumban, dan terakhir menjadi huta.

Sampai sekarang masih terdapat beberapa desa di Mandailingyang memiliki nama-nama tempat pemukiman penduduk yang demikian itu seperti: Banjar Pining, Banjar Sibaguri, Pagaran Tonga, Pagaran Sigatal, Lumban Pasir, Huta Dangka, Huta Pungkut, Huta Godang, Huta Siantar, dan Huta Bargot. Dahulu, semasa tempat pemukiman itu masih berstatus sebagai banjar, pagaran ataupun lumban tidak diperbolehkan memiliki raja dan wilayahnya sendiri yang otonom.

Dengan demikian ia masih bergantung kepada huta atau banua asal karena dianggap belum mampu menyelenggarakan pemerintahan sendiri. Untuk itu mereka dipimpin oleh seseorang yang dinamai Raja Ihutan yang tidak berfungsi sebagai kepala pemerintahan.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Lebih Pas di Mandailing Julu

    Monumen Jenderal Abdul Haris Nasution Lebih Pas di Mandailing Julu

    • calendar_month Selasa, 16 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah tokoh Madina meminta agar pembangunan monumen Jenderal Abdul Haris Nasution berlokasi di Mandailing Julu, bukan di Panyabungan. Pilihan Mandailing Julu sebagai lokasi monument berpijak pada sejarah kelahiran sang jenderal, karena Ulu Pungkut Jae yang berada di kawasan Mandailing Julu merupakan kampung halaman Jenderal Abdul Haris Nasution. Hal itu disampikan para […]

  • UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

    UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

    • calendar_month Selasa, 3 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alghif Aruni Nur Rukman, S.P Mahasiswa Magister Sains Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor   Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah bagaimana kita bisa keluar dari sebutan negara berkembang menjadi negara yang dapat sejajar dengan negara maju. Persoalan ini menjadipentingkarenapotensi Indonesia menjadi negara majumasihterbukaluas, sehingga Indonesia perlumempertahankanpotensi yang adasekaligus juga […]

  • Atika Ajak Masyarakat Pelihara Anak Yatim

    Atika Ajak Masyarakat Pelihara Anak Yatim

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      SIABU (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengajak masyarakat untuk ikut serta memelihara anak yatim sebagaimana yang diperintahkan agama. Seruan itu disampaikan Atika saat menyantuni anak yatim dan piatu di Masjid Al-Abror Kelurahan Pasar Simangambat, Kecamatan Siabu, Kamis (12/3/2026). Saantunan ini merupakan agenda rutin Pemkab Madina di bulan […]

  • Poin Capaian Madina di 2021

    Poin Capaian Madina di 2021

    • calendar_month Sabtu, 1 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setidaknya terdapat 7 poin capaian Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) di tahun 2021. Capaian-capaian itu berada di berbagai bidang, antara lain bidang kesehatan, narkoba, persampahan, dan terutama pembaharuan tata birokrasi yang dilakukan Ja’far Sukhairi Nasution (bupati) dan Atika Azmi Utami Utami Nasution (wakil bupati). 1) Di sektor inovasi pemerintahan daerah […]

  • Hidayat Batubara Segera Non Aktif Sebagai Bupati

    Hidayat Batubara Segera Non Aktif Sebagai Bupati

    • calendar_month Jumat, 27 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 9Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Jika nantinya Bupati Madina Hidayat Batubara memasuki persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, maka statusnya akan menjadi terdakwa. Sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, status terdakwa ini akan berlanjut pada penonaktifan sementara Hidayat Batubara dari jabatan Bupati Mandailing Natal (Madina). Dimikian dikatakan Ketua Perhimpunan Advokad Indonesia (Peradi) wilayah Tabagsel, Ridwan Rangkuti, SH.MH kepada wartawan, […]

  • Ical Mengaku Didatangi Banyak Tokoh

    Ical Mengaku Didatangi Banyak Tokoh

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Untuk Melamar Jadi Cawapres JAKARTA (Mandailing Online) – Calon presiden yang juga Ketua Umum DPP Partai Golongan Karya Aburizal Bakrie, tampaknya, masih menutup rapat-rapat sosok calon wakil presiden Partai Golkar. Ical -sapaan akrab Aburizal Bakrie- tidak risau dengan sosok cawapres. Alasannya, para tokoh yang akan menjadi pendamping dirinya dalam pemilu presiden itu sudah datang dengan […]

expand_less