Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Uning-uningan ni Ompunta (2-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 7 Agt 2014
  • print Cetak

Oleh: Edi Nasution

Alat musikal ini disebut juga uyup-uyup yang terbuat dari selembar bulung tarutung bolanda (daun pohon sirsak) atau terbuat dari sepotong bulung pisang (daun pohon pisang) yang digulung membentuk kerucut, lalu dimasukkan ke dalam mulut untuk ditiup dengan cara dan teknik tertentu. Di samping itu, adakalanya sang kakak (perempuan) menyanyikan nina bobok bue-bue (lublaby) sembari mengayun-ayun adiknya untuk menidurkannya.

Di puncak tor (bukit-bukit kecil) tidak jauh dari huta dapat pula ditemukan sebuah alat musikal yang disebut pior (kincir angin). Selain berguna untuk menunjukkan arah hembusan angin, ternyata pior ini pun dapat menghasilkan bunyi yang cukup merdu. Di masa lalu, suara pior ini dimanfaatkan oleh para pemuda dengan memakai mantra-mantra tertentu, disebut pitunang, untuk menaklukkan hati anak gadis yang didambakannya.

Nyanyian tradisional yang disebut ende sesungguhnya tidak banyak ditemukan di Mandailing. Ende yang dikenal luas di Mandailing Godang adalah sitogol, sementara di Mandailing Julu adalah ungut-ungut, sedangkan jenis ende yang disebut jeir biasanya dinyanyikan dalam upacara adat perkawinan sebagai salah bagian terpenting dari kegiatan tortor (manortor) yang diiringi dengan ensambel gondang boru.

Sama seperti keadaan ende, bentuk sastra lisan pun amat sedikit ditemukan di Mandailing.Sastra lisan yang cukup dikenal luas adalah ende-ende atau pantun dan turi-turian (cerita bertutur). Turi-turian yang cukup dikenal luas antara lain Raja Gorga Di Langit dan Nan
Sondang Milong-ilong. Seseorang yang memiliki keahlian menuturkan turi-turian ini disebut parturi, yang sekarang ini sudah langka ditemukan di Mandailing, bahkan mungkin saat ini tidak ada lagi. Sewaktu melakukan penelitian di Maga Lombang, saya masih sempat
menyaksikan keahlian marturi yang disajikan oleh Abdul Hakim Lubis, beliau ini juga seorang
datu, yang telah berusia 51 tahun.

Artifak peninggalan sejarah orang Mandailing yang berkaitan dengan seni patung dan pahat adalah tagor, yang di masa lalu ditempatkan pada areal pemakaman kuno yang disebut lobu atau huta lobu. Dan ada pula patung yang disebut pangulu balang, yang ditempatkan di empat sudut huta. Kedua patung batu ini dipercayai oleh masyarakat Mandailing memiliki tuah (keramat).

Selain itu, ada artifak lain berupa patung diberi nama sangkalon yang terbuat dari kayu yang biasanya ditempatkan di depan bagas godang dan sopo godang. Bagi orang Mandailing, artifak bernama sangkalon ini merupakan simbol keadilan, sesuai dengan ungkapan yang melekat padanya, yaitu “sipangan anak sipangan boru”. Artinya, siapapun yang telah melakukan kesalahan pasti diberi sanksi sesuai dengan ketentuan adat dan uhum (hukum) yang berlaku.

Pada bagian atap bagas godang dan sopo godang yang disebut bindu atau tutup ni ari terdapat ornamen tradisional yang umumnya berbentuk simetris (garis-garis lurus) diberi warna hitam, putih dan merah yang pada hakikatnya mengandung makna-makna penting dan mendalam bagi masyarakat Mandailing.***

Jakarta, 2007
Catatan kaki:
1 Di beberapa huta, gondang boru dinamakan juga gondang dua , gondang topap, atau tunggu-tunggu dua.
2 Untuk menghias rumah tempat pelaksanaan horja siriaon, salah satu bahan yang digunakan adalah bulung ni bargot (daun muda pohon enau). Dari daun pohon enau beserta lidinya, orang-orang dewasa seringkali membuat sebuah alat musikal untuk dimainkan anak-anak yang disebut eor-eor.
3 Suhut adalah kelompok kekerabatan semarga (kahanggi) yang melaksanakan suatu upacara adat atau upacara ritual tersebut.
4 Gordang tano dibuat di atas permukaan tanah yang bagian bawahnya dilobangi dan kemudian ditutup dengan beberapa belah kayu (papan). Di bagian atasnya diregangkan empat buah senar yang terbuat dari otang (rotan) dan dimainkan oleh empat orang dengan menggunakan stik dari kayu.
5 Gondang sarama babiat dapat dimainkan dengan ensambel gordang sambilan dan gondang boru pada saat seekor harimau yang selalu mengganggu ketenteraman penduduk suatu huta telah mati setelah diburu dan dibunuh oleh warga setempat. Seiring dengan kematian harimau tersebut dilaksanakan suatu upacara adat karena orang Mandailing memandang harimau sebagai mahluk yang memiliki kekuatan magis yang juga memiliki adat. Ketika gondang dimainkan, seorang laki-laki menarikan tarian (disebut manyarama) yang mirip dengan gerakan-gerakan seekor harimau yang sedang marah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Uang sitaan KPK setara 91.000 RSS

    Uang sitaan KPK setara 91.000 RSS

    • calendar_month Selasa, 17 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    YOGYAKARTA – Ketua KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Busyro MUqoddas mengklaim pihaknya menyita Rp6,2 triliun dari tindak pidana korupsi. “Uang sebanyak itu cukup jika digunakan untuk membangun 91.000 rumah sederhana bagi warga miskin,” katanya di Yogyakarta kemarin. Menurut dia, berdasarkan data KPK ada beberapa bidang yang rawan tindak pidana korupsi, di antaranya minyak dan gas, pendidikan, […]

  • Kolaborasi Polisi dan Pemerintah Desa Menekan Angka Kasus Pencurian

    Kolaborasi Polisi dan Pemerintah Desa Menekan Angka Kasus Pencurian

    • calendar_month Minggu, 18 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Arya Damanik Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh Perkembangan kehidupan masyarakat yang begitu cepat sebagai hasil dan proses pelaksanaan pembangunan di segala bidang kehidupan sosial terutama dalam bidang keamanan telah membawa pula dampak negatif berupa peningkatan kualitas dan kuantitas berbagai macam kejahatan yang sangat merugikan dan meresahkan masyarakat, salah satunya adalah tindak pidana pencurian. Pencurian […]

  • ICW Laporkan Kecurangan UN 2013 ke Irjen Kemendikbud

    ICW Laporkan Kecurangan UN 2013 ke Irjen Kemendikbud

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA – Indonesia Corruption Watch melaporkan kasus dugaan kecurangan Ujian Nasional 2013 di SMK Widuri, Jakarta Selatan ke Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Peneliti ICW untuk Monitoring Pelayanan Publik, Siti Juliantari Rachman diterima langsung Irjen Haryono Umar. ICW meminta pihaknya menginvestigasi lebih lanjut kasus kebocoran UN di SMK Widuri. “Kami juga meminta adanya rehabilitasi […]

  • Pengangguran di Indonesia 8,59 juta

    Pengangguran di Indonesia 8,59 juta

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KUPANG : Pengangguran di Indonesia mencapai 8,59 juta orang atau 7,41 persen dari total angkatan kerja yang kini mencapai sekitar 116,5 juta orang, kata Staf Khusus Menteri Tenaga Kerja, Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Anton Doni Dihen. Menurut Anton, di Kupang, Rabu 8 Desember 2010, secara nasional jumlah angkatan kerja di Indonesia pada Agustus 2010 […]

  • Pelantikan DMI Madina Disaksikan Wakil Gubernur

    Pelantikan DMI Madina Disaksikan Wakil Gubernur

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PARBANGUNAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM. Jafar Sukhairi Nasution dilantik sebagai ketua Dewan Mesjid Indonesia (DMI) periode 2022-2026 oleh Ketua DMI Sumut Irhamuddin Siregar. Pelantikan tersebut berlangsung di pelataran parkir Masjid Agung Nur Ala Nur, Desa Parbangunan, Kecataman Panyabungan, Senin (22/8) dan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sumut H. Musa Rajecksah (Ijeck). […]

  • Menneg BUMN Masih Terbaring di Rumah Sakit

    Menneg BUMN Masih Terbaring di Rumah Sakit

    • calendar_month Sabtu, 27 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    BOGOR : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjenguk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar yang sampai saat ini masih terbaring di Rumah Sakit Medistra, Jakarta. Presiden didampingi oleh Ani Yudhoyono berangkat dari kediamannya di Puri Cikeas Indah, Bogor, Sabtu 27 Agustus 2011 sekitar pukul 12.30 WIB dan langsung menuju Rumah Sakit Medistra. Menurut Juru […]

expand_less