Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Uning-uningan ni Ompunta (2-selesai)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 7 Agt 2014
  • print Cetak

Oleh: Edi Nasution

Alat musikal ini disebut juga uyup-uyup yang terbuat dari selembar bulung tarutung bolanda (daun pohon sirsak) atau terbuat dari sepotong bulung pisang (daun pohon pisang) yang digulung membentuk kerucut, lalu dimasukkan ke dalam mulut untuk ditiup dengan cara dan teknik tertentu. Di samping itu, adakalanya sang kakak (perempuan) menyanyikan nina bobok bue-bue (lublaby) sembari mengayun-ayun adiknya untuk menidurkannya.

Di puncak tor (bukit-bukit kecil) tidak jauh dari huta dapat pula ditemukan sebuah alat musikal yang disebut pior (kincir angin). Selain berguna untuk menunjukkan arah hembusan angin, ternyata pior ini pun dapat menghasilkan bunyi yang cukup merdu. Di masa lalu, suara pior ini dimanfaatkan oleh para pemuda dengan memakai mantra-mantra tertentu, disebut pitunang, untuk menaklukkan hati anak gadis yang didambakannya.

Nyanyian tradisional yang disebut ende sesungguhnya tidak banyak ditemukan di Mandailing. Ende yang dikenal luas di Mandailing Godang adalah sitogol, sementara di Mandailing Julu adalah ungut-ungut, sedangkan jenis ende yang disebut jeir biasanya dinyanyikan dalam upacara adat perkawinan sebagai salah bagian terpenting dari kegiatan tortor (manortor) yang diiringi dengan ensambel gondang boru.

Sama seperti keadaan ende, bentuk sastra lisan pun amat sedikit ditemukan di Mandailing.Sastra lisan yang cukup dikenal luas adalah ende-ende atau pantun dan turi-turian (cerita bertutur). Turi-turian yang cukup dikenal luas antara lain Raja Gorga Di Langit dan Nan
Sondang Milong-ilong. Seseorang yang memiliki keahlian menuturkan turi-turian ini disebut parturi, yang sekarang ini sudah langka ditemukan di Mandailing, bahkan mungkin saat ini tidak ada lagi. Sewaktu melakukan penelitian di Maga Lombang, saya masih sempat
menyaksikan keahlian marturi yang disajikan oleh Abdul Hakim Lubis, beliau ini juga seorang
datu, yang telah berusia 51 tahun.

Artifak peninggalan sejarah orang Mandailing yang berkaitan dengan seni patung dan pahat adalah tagor, yang di masa lalu ditempatkan pada areal pemakaman kuno yang disebut lobu atau huta lobu. Dan ada pula patung yang disebut pangulu balang, yang ditempatkan di empat sudut huta. Kedua patung batu ini dipercayai oleh masyarakat Mandailing memiliki tuah (keramat).

Selain itu, ada artifak lain berupa patung diberi nama sangkalon yang terbuat dari kayu yang biasanya ditempatkan di depan bagas godang dan sopo godang. Bagi orang Mandailing, artifak bernama sangkalon ini merupakan simbol keadilan, sesuai dengan ungkapan yang melekat padanya, yaitu “sipangan anak sipangan boru”. Artinya, siapapun yang telah melakukan kesalahan pasti diberi sanksi sesuai dengan ketentuan adat dan uhum (hukum) yang berlaku.

Pada bagian atap bagas godang dan sopo godang yang disebut bindu atau tutup ni ari terdapat ornamen tradisional yang umumnya berbentuk simetris (garis-garis lurus) diberi warna hitam, putih dan merah yang pada hakikatnya mengandung makna-makna penting dan mendalam bagi masyarakat Mandailing.***

Jakarta, 2007
Catatan kaki:
1 Di beberapa huta, gondang boru dinamakan juga gondang dua , gondang topap, atau tunggu-tunggu dua.
2 Untuk menghias rumah tempat pelaksanaan horja siriaon, salah satu bahan yang digunakan adalah bulung ni bargot (daun muda pohon enau). Dari daun pohon enau beserta lidinya, orang-orang dewasa seringkali membuat sebuah alat musikal untuk dimainkan anak-anak yang disebut eor-eor.
3 Suhut adalah kelompok kekerabatan semarga (kahanggi) yang melaksanakan suatu upacara adat atau upacara ritual tersebut.
4 Gordang tano dibuat di atas permukaan tanah yang bagian bawahnya dilobangi dan kemudian ditutup dengan beberapa belah kayu (papan). Di bagian atasnya diregangkan empat buah senar yang terbuat dari otang (rotan) dan dimainkan oleh empat orang dengan menggunakan stik dari kayu.
5 Gondang sarama babiat dapat dimainkan dengan ensambel gordang sambilan dan gondang boru pada saat seekor harimau yang selalu mengganggu ketenteraman penduduk suatu huta telah mati setelah diburu dan dibunuh oleh warga setempat. Seiring dengan kematian harimau tersebut dilaksanakan suatu upacara adat karena orang Mandailing memandang harimau sebagai mahluk yang memiliki kekuatan magis yang juga memiliki adat. Ketika gondang dimainkan, seorang laki-laki menarikan tarian (disebut manyarama) yang mirip dengan gerakan-gerakan seekor harimau yang sedang marah.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 90% Pelajar Indonesia Minati IPA

    90% Pelajar Indonesia Minati IPA

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    JAKARTA  – Implementasi Kurikulum 2013 terus dievaluasi. Diantaranya adalah sistem peminatan untuk siswa SMA. Kepala Unit Implementasi Kurikulum (UIK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Tjipto Sumadi menerima laporan, 90 persen siswa SMA meminati jurusan IPA. Seperti diketahui dalam pelaksanaan kurikulum baru itu, penjurusan di jenjang SMA dilaksanakan mulai dari kelas satu. Berbeda dengan kurikulum sebelumnya, […]

  • Bupati Madina Akhirnya Umumkan Hasil CPNS 2013

    Bupati Madina Akhirnya Umumkan Hasil CPNS 2013

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Plt Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution akhirnya mengumumkan penetapan nama-nama yang lolos seleksi CPNS formasi umum tahun 2013. Penetapan itu tertuang dalam Surat Keputusan Bupati Mandailing Natal Nomor : 800/460/K/2014 tanggal 02 Juli 2014. Lembar pengumumnan dipampangkan di teras Badan Kepegawaian Dareah Madina, Senin (7/7/2014). Kepala BKD Madina, Syahdan […]

  • Tahun Ini Ada Penataan Panyabungan

    Tahun Ini Ada Penataan Panyabungan

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Kepala Badan Lingkungan Hidup Kebersihan dan Pertamanan, Madina, Ahmad Asnyari Nasution didampingi Kabid Kebersihan dan Pertamanan Rahmadsyah Lubis ST kepada Mandailing Online, Senin (20/2) mengatakan bahwa Pemkab Madina sudah berencana mewujudkan Panyabungan sebagai kota Adipura. Namun perencanaan itu tidak bisa dilakukan secara spontanitas dan masih membutuhkan tahapan waktu. Meski begitu, tahun ini […]

  • Jalur Panyabungan-Pagur Terancam Putus

    Jalur Panyabungan-Pagur Terancam Putus

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN  TIMUR (Mandailing Online) – Jalan yang menghubungkan antara  Kecamatan Panyabungan Kota dengan Kecamatan Panyabungan Timur mengalami kerusakan parah hingga terancam putus.  Kerusakan yang terdapat di titik areal wisata Pintu Air diperkirakan karena arus sungai Aek Pohon yang membesar setelah hujan lebat. Amatan Mandailing Online, Sabtu (23/5) di lokasi yang berada di KM 4 […]

  • Pengakuan blak-blakan anak buah Klewang soal seks bebas
    Tak Berkategori

    Pengakuan blak-blakan anak buah Klewang soal seks bebas

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pekan  Baru – Pengungkapan jaringan geng motor di bawah komando Mardirianto alias Anto Klewang (58) masih terus dikembangkan jajaran Polresta Pekanbaru. Berselang dua hari setelah menangkap enam siswa anggota geng motor, kini giliran dua remaja perempuan berinisial Yn (15) dan Um (16) ditangkap di rumahnya, Rabu (15/5). Saat diwawancara merdeka.com, kamis (15/5) di polresta pekanbaru, […]

  • 1 November 2013 Inalum 100 Persen Milik Indonesia

    1 November 2013 Inalum 100 Persen Milik Indonesia

    • calendar_month Kamis, 31 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Asahan (Mandailing Online) – jika mendengar nama itu, yang teringat pertama di pikiran, pasti Inalum ( PT Indonesia Asahan Aluminium). Perusahaan Inalum yang terletak di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, adalah pabrik peleburan aluminium yang berkapasitas 225 ribu ton. Di sana ada dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) yaitu, PLTA Siguragura yang berkaspasitas 286 MW dan […]

expand_less