Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Inovasi Baru Seorang Petani di Huraba, Produksi Padi 118 Kaleng Per Bun-Bun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 5 Agt 2015
  • print Cetak

 

SIABU (Mandailing Online) – Seorang petani bernama Edi Ibrahim di Desa Huraba Kecamatan Siabu, Mandailing Natal (Madina) berhasil memperoleh hasil produksi padi sebesar 118 kaleng per bun-bun untuk varietas Inpari Sidenuk dan 150 kaleng untuk varietas Siganteng.

Perolehan ini berkat inovasi perlakuan pola baru pada tanaman padi yang diterapkan Edi Ibrahim.

Satu bun-bun setara dengan 1/6 hektar. Sedangkan 1 kaleng setara dengan sekitar 10 hingga 12 kilo gram gabah basah.

Angka produksi ini terbilang bagus, sebab, selama ini dengan perlakuan biasa hanya mampu memproduksi sekitar 60 kaleng per bun-bun di kawasan itu untuk varietas Inpari Sidenuk.

Demikian dipaparkan Edi Ibrahim dalam acara Rembug Ke-2 Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Madina di lokasi pembibitan KTNA, Desa Simaninggir, Kecamatan Siabu, Selasa (4/8).

Rembug KTNA ini merupakan pertemuan rutin organisasi KTNA dari semua tingkatan dalam mengumpulkan seluruh inovasi dan temuan-temuan baru para petani serta kendala-kendala di sektor pertanian tanaman pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan.

Edi Ibrahim mengungkapkan, inovasi yang dilakukannya sejauh ini sudah diterapkan pada dua varietas padi, yakni varietas Inpari Sidenuk dan varietas Siganteng. Untuk varietas Siganteng tingkat produksinya malah lebih tinggi yakni 150 kaleng per bun-bun.

Dipaparkannya, perlakuan pada tanaman padi ini mulai dari metode umur persemaian, pola pengolahan dan pengeringan lahan, jadwal pemupukan dan jenis pupuk.

Untuk pengolahan lahan dilakukan dengan pola cangkul memakai hand traktor dengan kedalaman cangkul standar. Sementara umur bibit dipersemaian hanya 8 hari sebelum ditanam. Jumlah bibit yang ditanam hanya 1 hingga 2 batang per rumpun dengan pola tanam sistem legowo. Sehingga dalam 1 bun-bun hanya membutuhkan bibit sebanyak 6 kg.

Umur bibit yang hanya 8 hari ini masih sulit dijumpai di kawasan Mandailing Godang, karena umumnya para petani selama ini menunggu umur bibit di persemaian sekitar 3 minggu sebelum ditanam.

Begitu juga dengan jumlah batang yang ditanam per rumpun, selama ini petani menerapkan jumlah bibit antara 4 hingga 6 batang bibit per rumpun.

Yang tak kalah menarik dari inovasi ala Edi Ibrahim ini adalah pola pengeringan lahan. Ibrahim melakukan pengeringan lahan pasca tanam hingga tanah pecah atau retak-retak.

Pola pengeringan ini berbeda dengan pola selama ini dimana lahan dikeringkan hanya dalam rentang sebelum tanah pecah. Petani selama ini menghindari pengeringan hingga tanah pecah karena kekhawatiran pada kematian bibit yang baru ditanam.

Pupuk organik butiran ditaburkan 1 hari sebelum air dialirkan. Kebutuhan pupuk organik butiran sebanyak 6 karung untuk 1 bunbun. Pemupukan dilakukan 3 kali, yakni setelah tanah pecah pasca tanam, 25 hari setelah tanam dan 55 hari setelah tanam.

Rembug KTNA ini dipimpin Ketua KTAN Madina, Rosmala Dewi dan dimediasi Ahli Andalan KTNA Madina, Ponimin serta dihadiri fungsionarsi KTNA Kabupaten Madina dan pengurus KTNA Kecamatan se-Madina.

Dari Badan Penyuluh Pertanian dan Ketahanan Pangan Madina hadir Sekretaris, Miswar dan Kabid Kelembagaan, Sahminan Nasution. Dari Dinas Pertanian Peternakan Madina hadir Kabid PLA, Ahmad Husin Siregar. Dari Bagian Perekonomian Pemkab Madina hadir Kasubbag Produksi Pertanian, Zoro.

Peliput : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (1)

    Seri HUT Madina : Mandailing Melahirkan Banyak Ulama Kharismatik (1)

    • calendar_month Rabu, 8 Mar 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : BASYRAL HAMIDI HARAHAP (In Memorial) Sejarahwan Mandailing   Tanpa mengurangi pengormatan kepada semua ulama yang berasal dari Kabupaten Madina, penulis membatasi uraian tentang banyak ulama lainnya. Kiranya satu buku lain perlu ditulis untuk membicarakan semua ulama di Kabupaten Mandailing Natal. Penulis menyebut beberapa ulama lainnya sebagai gambaran betapa dahulu banyak ulama kharismatik di […]

  • Presiden Larang Ekspor CPO dan Minyak Goreng

    Presiden Larang Ekspor CPO dan Minyak Goreng

    • calendar_month Minggu, 24 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Presiden Joko Widodo melarang ekspor bahan baku minyak goreng/ crude palm oil (CPO) dan minyak goreng dalam rapat bersama menterinya. Larangan yang mulai berlaku pada Kamis (28/4/2022) itu dimaksudkan supaya harga minyak goreng di dalam negeri murah dan pasokan kembali melimpah. “Dalam rapat saya putuskan melarang ekspor bahan baku minyak goreng […]

  • DCS Dapil 4 HANURA Madina

    DCS Dapil 4 HANURA Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 4 HANURA Madina

  • Bupati Madina Ajak Masyarakat Muhasabah

    Bupati Madina Ajak Masyarakat Muhasabah

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) Saipullah Nasution mengajak masyarakat bermuhasabah diri di tengah dekadensi moral yang terjadi pada berbagai tingkatan usia di kabupaten ini dengan memperbanyak zikir dan selawat. Ajakan itu disampaikan Bupati Saipullah dalam arahannya pada acara Tablig Akbar dan Sejuta Selawat di masjid agung Nur Alan Nur, Panyabungan, Selasa (29/4/2025). […]

  • Nelayan Madina Takut Melaut akibat Cuaca Ekstrem

    Nelayan Madina Takut Melaut akibat Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan. Akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan Mandailing Natal (Madina) dalam beberapa hari ini membuat sejumlah nelayan di kabupaten itu takut melaut. Beberapa petani juga bingung untuk menaman padi karena hujan deras terus mengguyur. Warga Desa Tabuyung, Kecamatan Muara Batang Gadis, Jasmudin Siregar, kepada MedanBisnis, Rabu (3/11), mengatakan, akibat masih tingginya curah hujan dan disertai […]

  • Kasus ” Ibu Kubur Bayinya ” di Madina Seolah Diam

    Kasus ” Ibu Kubur Bayinya ” di Madina Seolah Diam

    • calendar_month Minggu, 23 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online ) Kasus ibu kubur banyi nya di lorong Aek Galoga, Desa Pidoli Dolok, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) sampai hari ini Polisi belum menetapkan tersangka, padahal pelaku pengubur bayi nya sendiri sudah di ketahui polisi, demikian juga ayah sang bayi yang namanya sudah di kantongi. Kasat Reskrim yang dikonfirmasi […]

expand_less