Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Proyek Dek Sungai Rantopuran, UPT dan Kontrakror Beda Pendapat 

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Okt 2019
  • print Cetak

Pekerja sedang mengaduk material untuk pembangunan dek penahan banjir Sungai Rantopuran. foto : Mandailing Online / Henri Husein

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak kontraktor beda pendapat dengan pihak UPT SDA Batang Gadis tentang material yang digunakan untuk pembangunan  dek penahan banjir Sungai Rantopuran di titik Desa Manyabar, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Pasalnya, pihak kontraktor memakai pasir uruk untuk campuran semen. Sedangkan pihak UPT SDA Batang Gadis-Batang Natal selaku perpanjangan tangan Pemprov Sumatera Utara membantah menggunakan pasir uruk, harusnya pasir spilit.

Proyek itu bertajuk Rehabilitasi/Perbaikan dan Pembangunan Infrastruktur Pengandaian Banjir dan Pengamanan Sungai/Pantai pada Sungai Aek Rantopuran di titik Desa Manyabar. TA 2019 dengan dana 2 milyar lebih bersumber dari APBD Sumut 2019.

Qualiti Control CV Denny Utama, Irpan Syuhdi Pulungan menjawab Mandailing Online, Minggu (20/10/2019) di lokasi, menyatakan pasir yang dipakai jenis pasir uruk.

Pasir uruk itu diambil dar badan sungai lokasi proyek.

Dan menurut Irpan, jenis pasir yang dipakai itu sudah sesuai dengan kontarak kerja dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan ini.

Ketika ditanya, apakah bisa pasir uruk untuk material pembuatan beton itu? Irpan mengatakan “jangankan di sini, pembuatan dermaga di Kuala Tanjung kita juga penanggungjawabnya, tidak ada masalah,” katanya.

Dikatakannya, pemakaian pasir uruk sudah sesuai dengan standar beton K 175.

Tentang pembesian yang yang berjarak 30 cm, Irpan menjelaskan bahwa memang 30 cm sesuai dengan bestek. Hanya saja Irpan tak bisa menunjukkan dokumen bestek proyek tersebut karena tak membawanya.

 

Tulang besi dek di pembangunan dek penahan banjir Sungai Rantopuran TA 2019. foto : Mandailing Online/Henri Husein

Sementara itu, PPTK Rehabilitasi Pengandalian Banjir Sungai Aek Rantopuran, Sugiono ketika dikonfirmasi Mandailing Online di kantornya, Panyabungan, Senin (21/10/2019) menjelaskan dan membenarkan bahwasanya material yang dipakai pada proyek Rehabilitasi Pengandalian Banjir Sungai Rantopuran diambil dari lokasi proyek.

Ketika ditanya tentang campuran beton berstandar K 175, Sugino menjelaskan bahwa campuran beton proyek Rehabilitasi Pengendalian Banjir Sungai Rantopuran itu adalah semen, pasir dan siplit.

Sugiono membantah jika pasir yang dipakai untuk beton Rantopuran itu pasir jenis uruk.

“Sesuai pengawasan kami, tidak ada dipakai pasir uruk. Yang dipakai adalah pasir siplit,” katanya.

Ketika Mandailing Online memperlihatkan foto-foto kegiatan pengadukan material oleh karyawan yang memakai pasir uruk, Sugiono terdiam. Dan ketika Mandailing Online minta diperlihatkan dokumen bestek dan RAB,  Sugiono mengatakan bestek masih di Medan.

 

Peliput : Henri Husein

Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kabut Asap Selimuti Madina

    Kabut Asap Selimuti Madina

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Beberapa hari terakhir kabut asap menyelimuti wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sejauh ini belum ada pernyataan resmi pemerintah daerah soal tingkat Indeks Standar Polusi di Madina. Pantauan Mandailing Online Kamis dan Jum’at (18-19/9/2014) sejumlah pengendara sepeda motor terlihat memakai masker. Para warga sangat resah terhadap kehadiran kabut. Sementara itu, beberapa […]

  • MEMAKNAI  IDUL FITRI

    MEMAKNAI IDUL FITRI

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (PERSFEKTIF SOSIOLOGIS, ANTROPOLOGIS, DAN TEOLOGIS) Oleh : Moechtar Nasution Kepala Pusat Penelitian STAIM Kajian tentang agama dipastikan akan berkembang sesuai dengan transfromasi zaman karena agama memiliki nilai universal.Kendatipun perubahan sosial kerap merubah orientasi dan makna agama namun eksistensi agama tetap penting dalam kehidupan masyarakat sebab membicarakan masyarakat tanpa melihat agama sebagai salah satu komponen akan […]

  • 3 Desa di Panyabungan Barat Belum Punya Kepala Desa?

    3 Desa di Panyabungan Barat Belum Punya Kepala Desa?

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Warga tiga desa di Kecamatan Panyabungan Barat mengaku belum memiliki pelaksana tugas kepala desa pasca berakhirnya priode kepala desa defenitif. Hal itu diadukan sekitar 15 orang perwakilan masyarakat dari  Desa Batang Gadis, Desa Saba Jior dan Desa Huta Baringin didampingi Camat Panyabungan Barat M.Amin kepada Komisi I DPRD Mandailing Natal […]

  • MTs Al-Halim Desa Sipogu Tampung Murid Miskin dan Yatim

    MTs Al-Halim Desa Sipogu Tampung Murid Miskin dan Yatim

    • calendar_month Minggu, 28 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      BATANG NATAL (Mandailing Online) – MTs Al-Halim Desa Sipogu Kecamatan Batang Natal, Madina didirakan berdasar inisiatif Drs. H Abdul Halim Hasibuan, MA. Madrasah Tsanawiyah swasta ini berdiri pada 1 Juli 2013 lalu dan sampai saat ini Mts Al-Halim sudah memiliki 210 siswa-siswi yang belakangan ini anak-anak didiknya berasal dari keluarga miskin dan para anak […]

  • SBY: Penegak Hukum Harus Bersih dari Korupsi

    SBY: Penegak Hukum Harus Bersih dari Korupsi

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, Penegak hukum harus bersih dari korupsi. Jangan sampai sebagai pihak yang bertugas melakukan perang terhadap korupsi justru malah tidak beres. Upaya pemberantasan korupsi tidak akan maksimal. “Cegah dan berantas korupsi di lingkungan penegak hukum. Sebagai yang menghunus pedang, penegak hukum harus yang berdiri paling depan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam sambutan di acara […]

  • Seorang Polisi Dikeroyok Tiga Pengedar Ganja

    Seorang Polisi Dikeroyok Tiga Pengedar Ganja

    • calendar_month Senin, 12 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kasat Narkoba Polres Mandailing Natal (Madina) AKP Timbul Sihombing menyatakan, Senin (12/5/2014) pihaknya masih terus melakukan penyelidikan kasus pengeroyokan terhadap anggota Satuan Narkoba saat melakukan tugas. “Diduga anggota kita dikeroyok pada saat melakukan penangkapan terhadap pelaku tindak pidana narkotika golongan 1 jenis ganja,” sebutnya menjawab wartawan. Anggota Satuan Narkoba Bripka Frans […]

expand_less