Kamis, 16 Jul 2026
light_mode

UMK Kota Medan direvisi Rp2 juta

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 14 Nov 2012
  • print Cetak

MEDAN, (MO) – Upah Minimum Kota Medan (UMK) 2013 yang baru saja ditetapkan oleh Dewan Pengupahan Kota Medan senilai Rp1.460.000,- akan segera direvisi. Hal ini dilakukan setelah sejumlah elemen buruh yang tergabung di dalam Mejelis Pekerja Buruh Sumatera Utara, dipimpin oleh Minggu Saragih, melakukan demo unjuk rasa dengan cara damai di Balai Kota Medan, hari ini.

Para pendemo ini diterima oleh Wakil Walikota Medan, Dzulmi Eldin, didampingi Sekda Syaiful Bahri, Asisten Pemerintahan, Daudta P Sinurat, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Armansyah S Lubis.
join_facebookjoin_twitter

Sejumlah elemen buruh yang tergabung dalam Majelis Pekerja Buruh Indoensia Sumatera Utara ini, yang dipimpin Minggu Saragih selaku Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Sumut, didampingi DPW FSMI Sumut Willy Agus Utomo, DPC SP LEM SPSI Kota Medan Gimin, DPC LOMENIK Kota Medan Ponijo dan pengurus Serikat Pekerja lainnya, dalam orasinya menuntut, agar UMK Kota Medan 2013 sebasar Rp1.460.000,- tersebut adalah tidak manusiawi dan tidak real harus direvisi, UMK Kota Medan mendekati Rp2 juta.

Selain itu juga penetapan besaran UMK tersebut yang dilakukan oleh Dewan Pengupahan Kota Medan tidak mencakupi harga pasar, meraka menetapkan berdasarkan harga grosir, dibandingkan dengan Kota lainnya seperti Tanggerang dan Jakarta UMK sudah mencapai di atas Rp2 juta, sementara Kota Medan merupakan Kota yang terbesar nomor tiga di Indoensia, penetapan UMK harus sebesar Rp2 juta atau setidaknya mendekati angka Rp2 juta,

Tuntutan lainnya, meminta keanggotaan Dewan Pengupahan Kota Medan belum mewakili keselurahan elemen tenaga kerja yang ada, untuk itu kepengurusan Dewan Pengupahan Kota Medan perlu diteliti ulang, juga diminta kinerja Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Medan perlu diperhatikan, dan Jabatan kepala Dinasnya perlu di evaluasi,. Salin itu juga meminta Pemko Medan membuat Peraturan Daerah (Perda) Tentang Perlindungan Ketenagaan Kerjaan.

“Kami minta UMK Kota Medan segera direvisi, UMK Kota Medan besarannya harus mencapai Rp2 juta, ini sudah final, dan juga keanggotaan Dewan Pengupahan belum mewakili semua serikat pekerja yang ada serta Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Sosial perlu dievaluasi, dan pemko Medan segera membuat Perda tentang perlindungan ketenagaan kerja,“ ujar Minggu Saragih.

Menanggapi hal itu, Wakil Walikota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, apa yang menjadi tuntutan para pekerja ini merupakan hal wajar dan ini merupakan aspirasinya dialam demokrasi ini, apa yang menjadi tuntutan para pekerja ini akan segera ditindaklajuti oleh Pemko Medan, dan masalah besaran UMK Kota Medan yan sudah ditetapkan oleh Dewan Pengupahan belum ditandatangani oleh Walikota Medan.

Dikatakan, pemerintah juga bisa merasakan apa yang dirasakan oleh para pekerja, dan untuk itulah kita perlu sepakat, penatapan besaran UMK yang telah dibuat oleh Dewan Pengupahan Kota Medan dipandang perlu untuk dilakukan revisi , dan kita sepakat ada kenaikan UMK yang telah ditetapkan tersebut, namun besarannya belum dapat ditentutakan, karena ini perlu persiapan dan juga pada penetapan nanti akan mengundang perwakilan Majelis Pekerja Buruh ini.

Menurutnya, Pemko Medan akan mengajak Dewan Pengupahan untuk merevisi UMK tersebut, dengan catatan mengajak salah satu dewan perwakilan untuk bisa menyamakan masukan, serta akan mengkaji sampi sejauh mana harus bisa kita tingkatkan, kesejahteraa para buruh melalui UMK ini, dan revisi ini secepat mungkin dilaksanakan, dan kita akan semaksimal mungkin untuk menaikan UMK ini yang disesuaikan dengan persiapan kita, karena Dewan Pengupahan ini merupakan hubungan tripartid yakni, pemerintah, pengusaha dan buruh.

“Kita sudah sepakat akan segera melakukan revisi UMK Kota Medan 2013 ini, dan kita belum bisa menetapkan berapa besarannya, yang penting ada kenaikan dari UMK yang sudah ditetapkan tersebut, “ ujar Dzulmi Edlin.

Masalah Perda tentang perlindungan ketenagakerjaan ini akan segera ditindaklanjuti, karena di Program Legislasi Daerah (Prolegda) memang sudah ada tinggal saja di laksanakan, namun semua ini perlu melakukan kajian-kajian terlebih dahulu. “Jadi bila kita melakukan usul Perda ke DPR perlu tahapan-tahapan, perlu syarat dan pra syarat, sehingga nantinya pengajuan ini tidak hanya semangat saja, tetapi sudah memilik syarat dan dasar yang kuat,” tutupnya.(wasp)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • LHKPN Saipullah Sah, Rekomendasi Bawaslu Cacat Hukum

    LHKPN Saipullah Sah, Rekomendasi Bawaslu Cacat Hukum

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) resmi menindaklanjuti surat rekomendasi Bawaslu Madina nomor 098/PP.00.02/K.SU-11/11/2024 perihal pelanggaran administratif Paslon nomor urut 2, Saipullah Nasution dan Atika Azmi Utammi (SAHATA) , Senin (25/11/2024). Dalam menindaklanjuti surat rekomendasi Bawaslu, KPU Madina mengeluarkan jawaban dengan nomor surat 1512/PL.03.3-SD/1213/2/2024. Poin ketiga nomor tiga […]

  • SOBIR LUBIS DAN GAGASAN EKONOMI

    SOBIR LUBIS DAN GAGASAN EKONOMI

    • calendar_month Rabu, 4 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mandailing Natal itu membutuhkah gagasan-gagasan tentang ekonomi. Kebijakan-kebijakan yang tajam di sektor ekonomi. Jumlah pengamat ekonomi serta jumlah pelaku ekonomi di Madina relatif minim. Akibatnya wacana ekonomi sepi di Madina yang bermuara pada kurang tajamnya kebijakan pemerintah daerah di dalam merangsang pertumbuhan ekonomi. Salah satu sektor penting di Madina adalah sektor ekonomi. Tingkat pengagguran yang […]

  • Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (1)

    Pelestarian Warisan Budaya Mandailing (1)

    • calendar_month Jumat, 10 Jun 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Z. Pangaduan Lubis (in memoriam) Suku Mandailing atau kelompok etnis (ethnic group) Mandailing merupakan salah satu dari sekian ratus suku bangsa penduduk asli Indonesia. Dari zaman dahulu sampai sekarang suku tersebut secara turun-temurun bermukim di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatra Utara. Menurut tradisinya, orang Mandailing menamakan wilayah etnisnya itu Tano Rura Mandailing […]

  • KTNA Madina Rembug Perdana, Bahas 5 Issu Pertanian Perkebunan

    KTNA Madina Rembug Perdana, Bahas 5 Issu Pertanian Perkebunan

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah dilantik bulan lalu, pengurus Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Mandailing Natal (Madina) melakukan rembug pertama, Kamis (24/4/2014) membahas sekitar 5 poin issu pertanian dan perkebunan. Upaya mengembangkan kembali jeruk maga di kawasan Sibanggor menjadi salah satu topik bahasan. Jeruk Maga yang sempat terkenal dari Madina sempat punah akibat serangan virus […]

  • Kala Orang Minang Berganti Nama

    Kala Orang Minang Berganti Nama

    • calendar_month Kamis, 24 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Langit di Bukik Limau Manih mulai menghitam. Awan-awan menggumpal. Satu-satu rintik air jatuh ke bumi. Sepanjang jalan menuju Universitas Andalas, Padang, tepatnya Fakultas Ilmu Budaya, guruh tak henti menggelegar dari langit. Di atas kendaraan roda dua yang mendaki jalan beton dengan kecepatan 20 sampai 40 kilometer per jam itu, teringat saya pada cerita umi […]

  • Doa Untuk Muslim Thailand Selatan (2-selesai)

    Doa Untuk Muslim Thailand Selatan (2-selesai)

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PEJUANG PATTANI YANG TERLUPAKAN (Catatan: Lesus, wartawan Alhikmah, tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) dalam Road4Peace. Senin, 18 November 2013, Bumi Patani) Kemuning senja menemani perjalanan kami, tim Jurnalis Islam Bersatu (JITU) kembali ke Malaysia. Mentari berjalan perlahan ke balik bukit-bukit hijau sepanjang jalan yang mengular entah dimana ujungnya. Pattani, Narathiwa, Yala di Negeri Patani (kini […]

expand_less