Selasa, 13 Okt 2026
light_mode

Akademisi dan Pakar Diminta Berkontribusi Atasi Masalah Pertanian Desa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
  • print Cetak

Petani di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, Sumut. Foto: Arsip Mandailing Online/Dahlan Batubara

Daerah pedesaan merupakan salah satu daerah yang menjadi sumber produksi pangan yang ada di seluruh dunia. Tidak hanya itu, daerah pedesaan juga menjadi lokasi pengelolaan lingkungan hidup yang dinilai lebih baik.

Meskipun demikian, pada kenyataannya saat ini telah banyak daerah pedesaan yang mengalami beberapa persoalan yang diakibatkan oleh dampak perubahan iklim hingga bencana yang terjadi.

Dilansir dari laman republik.co.id, Prof Masaru Mizoguchi dari Universitas Tokyo mengatakan bahwa sudah waktunya para akademisi dan juga pakar pertanian berkontribusi untuk membantu mengatasi persoalan para petani.

Para akademisi dan pakar pertanian diharapkan mampu mengembangkan keahliannya dengan memadukan antara perkembangan dari teknologi yang berbasis Internet of Thing (IoT) dengan kearifan lokal.

“Banyak masalah yang ada di pedesaan datang dari bencana termasuk krisis iklim,” ungkap Prof Mizoguchi.

Sehingga, Prof Mizoguchi mengajak para petani yang memiliki banyak kearifan lokal berdedikasi untuk mengembangkan teknologi pertanian baru dan memodifikasikan antara kearifan dengan ICT dan IoT.

Untuk diketahui, Prof Mizoguchi adalah salah satu orang yang meneliti pengembangan pertanian pasca terjadinya gempa bumi, tsunami dan tragedi nuklir yang melanda Fukushima.

Penelitian yang dilakukan sejak tahun 2011 ini bertujuan untuk mengantisipasi masih adanya radiasi dari radioaktif yang terdapat di lahan pertanian.

Dampak dari terjadinya ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir ini juga dikhawatirkan akan mempengaruhi kelangsungan hidup tanaman pangan.

Begitupun, pendapat ini mampu ditepis melalui pengembangan pertanian dengan memanfaatkan kearifan lokal para petani setempat yang dibantu dengan teknologi ICT dan IoT.

“Salah satu pengembangan teknologi yang dilakukan melakukan kontrol jarak jauh untuk mengetahui kelembaban dan suhu tanah selama produksi pertanian. Bahkan, teknologi yang sama juga digunakan dalam pembuatan kompos,” kata Mizoguchi, pada Kamis (4/11/2021).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan tentang pembuatan pupuk kompos. Pupuk kompos yang dibuat terdiri dari limbah kulit kayu, kotoran unggas dan ternak sapi, serta dengan menggunakan bantuan dari bahan mikroba.

Pada kompos juga akan dipasang sebuah sensor. Penggunaan sensor ini bertujuan untuk mengukur kelembaban dan temperatur untuk memperoleh hasil yang optimal.

Selain itu, adanya sensor pada proses pembuatan pupuk kompos ini juga diharapkan bisa mengevaluasi terkait efektivitas dari pemantauan jarak jauh untuk memperoleh kompos yang lebih berkualitas.

Karena itu, proses pembuatan pupuk kompos diharapkan tidak lagi hanya dengan mengandalkan intuisi. Hal ini karena pupuk kompos yang dikatakan bagus adalah yang pada prosesnya seharusnya mengukur perubahan suhu fermentasi dan juga jumlah kadar air.

Dalam Konferensi Internasional Pertanian Cerdas dan Inovatif (Icosia) tahun 2021, Prof Mizoguchi menyampaikan bahwa melaui IoT, kita telah mampu untuk mengukur perubahan yang terjadi pada kadar air kompos.

Selain itu, menurutnya, hadirnya IoT ini bisa juga untuk mengetahui adanya hubungan antara peningkatan kadar air, penyiraman dan peningkatan suhu.

Sumber: Mediatani

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pedagang: Rahudman yang bakar Sukaramai!

    Pedagang: Rahudman yang bakar Sukaramai!

    • calendar_month Selasa, 19 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Pedagang Pasar Sukaramai yang menjadi korban kebakaran pada, Minggu (17/10) kemarin sekira pukul 19.45 WIB sangat marah dengan Walikota Medan, Rahudman Harahap. Saat kejadian kebakaran yang meludeskan sekitar 886 kios pedagang itu, dikarenakan terlambatnya mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Tidak itu saja, pagar pasar tersebut terkunci sehingga pedagang tidak dapat menyelamatkan […]

  • H.Saipullah Nasution : Saatnya Orang Mandailing Memilih Orang Mandailing

    H.Saipullah Nasution : Saatnya Orang Mandailing Memilih Orang Mandailing

    • calendar_month Sabtu, 1 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)- Sudah saatnya orang Mandailing duduk sebagai anggota DPR RI di senayan, selama berdirinya Kabupaten Mandailing Natal, belum pernah satu pun putra daerah melalui Dapil Sumut II yang berhasil menjadi anggota DPR RI, yang ada hanya orang luar yang selalu datang dan ambil suara dari Mandailing Natal. Hal ini dikatakan H.Saipullah Nasution Bacaleg […]

  • Tidak Memiliki SIUP, Pemkab Madina Segel Indomaret

    Tidak Memiliki SIUP, Pemkab Madina Segel Indomaret

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak Pemkab Mandailing Natal (Madina) melakukan penyegelan terhadap toko Indomart di Jl.Willem Iskander, depan bank BNI, Sipolu-polu, Panyabungan. Penyegelan dilakukan tim gabungan Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT) dan Satpol PP, Jumat (31/01/2014) akibat PT.Indomart belum mengantongi Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP). Sebelum penyegelan, Pemkab Madina melalui KPPT telah melayangkan surat teguran […]

  • Stunting Ancaman Bagi Generasi Bangsa

    Stunting Ancaman Bagi Generasi Bangsa

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengajak seluruh stackholder fokus benahi stunting dalam rapat kerja tim percepatan dengan Taman Pemulihan Gizi (TPG) dan enumerator dalam rangkat persiapan survey tim Survey Status Gizi Indonesia (SSGI) di aula Ladang Sari Desa Gunung Tua, Kecamatan Panyabungan, Selasa (6/9/). “Perlu kita pahami […]

  • Atika dan Simpul Ekonomi Rakyat

    Atika dan Simpul Ekonomi Rakyat

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Atika Azmi Utammi Nasution kian eksis menunjukkan jati diri sebagai kandidat pemimpin yang fokus pada penguatan ekonomi rakyat. Dia memperlihatkan suatu kekuatan daya dorong dari jiwa yang paling dalam untuk mengurai dilema sektor ril. Atika masuk ke sendi sendi dilema rakyat, menerobos fakta fakta kehidupan pelaku UKM dan petani. Mencari […]

  • Darul Mursyid Perpanjang Waktu Penerimaan Siswa Baru

    Darul Mursyid Perpanjang Waktu Penerimaan Siswa Baru

    • calendar_month Rabu, 10 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPSEL (Mandailing Online) – Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) memperpanjang rentang waktu pendaftaran siswa baru tahun pemebelajaran 2013/2014. “Gelombang ke-2 atau masa perpanjangan penerimaan siswa baru ini atas permintaan para orang tua calon siswa, sebab kondisi ekonomi belum stabil,” kata Kepala MTs Darul Mursyid, Ali Ibrahim Siregar kepada wartawan, Senin (8/7/2013). Banyak calon […]

expand_less