Rabu, 9 Sep 2026
light_mode

Akademisi dan Pakar Diminta Berkontribusi Atasi Masalah Pertanian Desa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
  • print Cetak

Petani di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, Sumut. Foto: Arsip Mandailing Online/Dahlan Batubara

Daerah pedesaan merupakan salah satu daerah yang menjadi sumber produksi pangan yang ada di seluruh dunia. Tidak hanya itu, daerah pedesaan juga menjadi lokasi pengelolaan lingkungan hidup yang dinilai lebih baik.

Meskipun demikian, pada kenyataannya saat ini telah banyak daerah pedesaan yang mengalami beberapa persoalan yang diakibatkan oleh dampak perubahan iklim hingga bencana yang terjadi.

Dilansir dari laman republik.co.id, Prof Masaru Mizoguchi dari Universitas Tokyo mengatakan bahwa sudah waktunya para akademisi dan juga pakar pertanian berkontribusi untuk membantu mengatasi persoalan para petani.

Para akademisi dan pakar pertanian diharapkan mampu mengembangkan keahliannya dengan memadukan antara perkembangan dari teknologi yang berbasis Internet of Thing (IoT) dengan kearifan lokal.

“Banyak masalah yang ada di pedesaan datang dari bencana termasuk krisis iklim,” ungkap Prof Mizoguchi.

Sehingga, Prof Mizoguchi mengajak para petani yang memiliki banyak kearifan lokal berdedikasi untuk mengembangkan teknologi pertanian baru dan memodifikasikan antara kearifan dengan ICT dan IoT.

Untuk diketahui, Prof Mizoguchi adalah salah satu orang yang meneliti pengembangan pertanian pasca terjadinya gempa bumi, tsunami dan tragedi nuklir yang melanda Fukushima.

Penelitian yang dilakukan sejak tahun 2011 ini bertujuan untuk mengantisipasi masih adanya radiasi dari radioaktif yang terdapat di lahan pertanian.

Dampak dari terjadinya ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir ini juga dikhawatirkan akan mempengaruhi kelangsungan hidup tanaman pangan.

Begitupun, pendapat ini mampu ditepis melalui pengembangan pertanian dengan memanfaatkan kearifan lokal para petani setempat yang dibantu dengan teknologi ICT dan IoT.

“Salah satu pengembangan teknologi yang dilakukan melakukan kontrol jarak jauh untuk mengetahui kelembaban dan suhu tanah selama produksi pertanian. Bahkan, teknologi yang sama juga digunakan dalam pembuatan kompos,” kata Mizoguchi, pada Kamis (4/11/2021).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan tentang pembuatan pupuk kompos. Pupuk kompos yang dibuat terdiri dari limbah kulit kayu, kotoran unggas dan ternak sapi, serta dengan menggunakan bantuan dari bahan mikroba.

Pada kompos juga akan dipasang sebuah sensor. Penggunaan sensor ini bertujuan untuk mengukur kelembaban dan temperatur untuk memperoleh hasil yang optimal.

Selain itu, adanya sensor pada proses pembuatan pupuk kompos ini juga diharapkan bisa mengevaluasi terkait efektivitas dari pemantauan jarak jauh untuk memperoleh kompos yang lebih berkualitas.

Karena itu, proses pembuatan pupuk kompos diharapkan tidak lagi hanya dengan mengandalkan intuisi. Hal ini karena pupuk kompos yang dikatakan bagus adalah yang pada prosesnya seharusnya mengukur perubahan suhu fermentasi dan juga jumlah kadar air.

Dalam Konferensi Internasional Pertanian Cerdas dan Inovatif (Icosia) tahun 2021, Prof Mizoguchi menyampaikan bahwa melaui IoT, kita telah mampu untuk mengukur perubahan yang terjadi pada kadar air kompos.

Selain itu, menurutnya, hadirnya IoT ini bisa juga untuk mengetahui adanya hubungan antara peningkatan kadar air, penyiraman dan peningkatan suhu.

Sumber: Mediatani

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • C1-Hasil Tak Tersegel, TPS 1 di Sihepeng Jadi Catatan Kejadian Khusus Pilkada Madina

    C1-Hasil Tak Tersegel, TPS 1 di Sihepeng Jadi Catatan Kejadian Khusus Pilkada Madina

    • calendar_month Sabtu, 30 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Di TPS 1 Desa Sihepeng Satu,Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) ada catatan kejadian khusus dan atau keberatan saksi rekapitulasi hasil perhitungan perolehan suara pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati tahun 2024. Catata khusus itu adanya terdapat C-hasil tidak tersegel di TPS 001 desa sihepeng […]

  • PARIPURNA DEWAN RAKYAT

    PARIPURNA DEWAN RAKYAT

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Na nisuratkon: Askolani Nasution Muloi manyogoti, ranggo dope ari, namargoso ma barisan ni Anak Boru Dewan Rakyat (Sekretariat DPRD) mardahan di alaman. Alaima barisan namanorjak tu pudi juljul tu jolo, sitamba naurang siorus nalobi, na ganop ari sitastas nambur manjuljulkon morana. Di ari on ma nangkan dipatidahon abisukan ni halak Mandailing, songon sindok ni alak, […]

  • DPRD Madina Usulkan Pansus M3 Gate

    DPRD Madina Usulkan Pansus M3 Gate

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dugaan ketidakberesan investasi pertambangan emas oleh PT Madina Madani Mining (M3) di Kecamatan Lingga Bayu masuk ranah legislatif. DPRD Mandailing Natal (Madina) mengusulkan pembentukan Pansus M3 Gate. Pembentukan Panitia Khusus ini diusulan 20 anggota DPRD Madina. Sekretaris DPRD Madina, Sahnan Batubara kemarin mebenarkan adanya suslan itu yang tertuang dalam surat para […]

  • Per Februari 2022 Pemkab Madina Pasang Ribuan Unit Lampu Jalan Desa

    Per Februari 2022 Pemkab Madina Pasang Ribuan Unit Lampu Jalan Desa

    • calendar_month Selasa, 25 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Natal) – Rencananya per Februari 2022 Pemkab Madina akan memasang ribuan unit lampu jalan di desa-desa yang ada di Mandailing Natal (Madina). Hal itu terungkap saat Bupati H. M. Ja’far Sukhairi Nasution menandatangani MoU dengan Lembaga Pengelolaan Proyek Badan Kongres Internasional Forum Budaya dan Warisan Dunia (LPP-BIFBWD) di ruang kerja Bupati, Selasa (25/1). […]

  • Kala Orang Minang Berganti Nama

    Kala Orang Minang Berganti Nama

    • calendar_month Kamis, 24 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Langit di Bukik Limau Manih mulai menghitam. Awan-awan menggumpal. Satu-satu rintik air jatuh ke bumi. Sepanjang jalan menuju Universitas Andalas, Padang, tepatnya Fakultas Ilmu Budaya, guruh tak henti menggelegar dari langit. Di atas kendaraan roda dua yang mendaki jalan beton dengan kecepatan 20 sampai 40 kilometer per jam itu, teringat saya pada cerita umi […]

  • Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution bertemu Gubsu

    Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution bertemu Gubsu

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, Brigjend TNI (Purn) M. Sofwat Nasution bersilaturrahmi dengan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Silaturrahmi berlangsung Kamis pagi (1/8/2019) di rumah kediaman Edy Rahmayadi itu bernuasa santai, penuh tawa, dan saling bernostalgia. Keduanya tercatat sama-sama Akmil (Akademi Militer) Angkatan 1985. Juga sangat akrab sejak di pendidikan sampai sekarang. Menurut […]

expand_less