Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Akademisi dan Pakar Diminta Berkontribusi Atasi Masalah Pertanian Desa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 6 Nov 2021
  • print Cetak

Petani di Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, Sumut. Foto: Arsip Mandailing Online/Dahlan Batubara

Daerah pedesaan merupakan salah satu daerah yang menjadi sumber produksi pangan yang ada di seluruh dunia. Tidak hanya itu, daerah pedesaan juga menjadi lokasi pengelolaan lingkungan hidup yang dinilai lebih baik.

Meskipun demikian, pada kenyataannya saat ini telah banyak daerah pedesaan yang mengalami beberapa persoalan yang diakibatkan oleh dampak perubahan iklim hingga bencana yang terjadi.

Dilansir dari laman republik.co.id, Prof Masaru Mizoguchi dari Universitas Tokyo mengatakan bahwa sudah waktunya para akademisi dan juga pakar pertanian berkontribusi untuk membantu mengatasi persoalan para petani.

Para akademisi dan pakar pertanian diharapkan mampu mengembangkan keahliannya dengan memadukan antara perkembangan dari teknologi yang berbasis Internet of Thing (IoT) dengan kearifan lokal.

“Banyak masalah yang ada di pedesaan datang dari bencana termasuk krisis iklim,” ungkap Prof Mizoguchi.

Sehingga, Prof Mizoguchi mengajak para petani yang memiliki banyak kearifan lokal berdedikasi untuk mengembangkan teknologi pertanian baru dan memodifikasikan antara kearifan dengan ICT dan IoT.

Untuk diketahui, Prof Mizoguchi adalah salah satu orang yang meneliti pengembangan pertanian pasca terjadinya gempa bumi, tsunami dan tragedi nuklir yang melanda Fukushima.

Penelitian yang dilakukan sejak tahun 2011 ini bertujuan untuk mengantisipasi masih adanya radiasi dari radioaktif yang terdapat di lahan pertanian.

Dampak dari terjadinya ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir ini juga dikhawatirkan akan mempengaruhi kelangsungan hidup tanaman pangan.

Begitupun, pendapat ini mampu ditepis melalui pengembangan pertanian dengan memanfaatkan kearifan lokal para petani setempat yang dibantu dengan teknologi ICT dan IoT.

“Salah satu pengembangan teknologi yang dilakukan melakukan kontrol jarak jauh untuk mengetahui kelembaban dan suhu tanah selama produksi pertanian. Bahkan, teknologi yang sama juga digunakan dalam pembuatan kompos,” kata Mizoguchi, pada Kamis (4/11/2021).

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan tentang pembuatan pupuk kompos. Pupuk kompos yang dibuat terdiri dari limbah kulit kayu, kotoran unggas dan ternak sapi, serta dengan menggunakan bantuan dari bahan mikroba.

Pada kompos juga akan dipasang sebuah sensor. Penggunaan sensor ini bertujuan untuk mengukur kelembaban dan temperatur untuk memperoleh hasil yang optimal.

Selain itu, adanya sensor pada proses pembuatan pupuk kompos ini juga diharapkan bisa mengevaluasi terkait efektivitas dari pemantauan jarak jauh untuk memperoleh kompos yang lebih berkualitas.

Karena itu, proses pembuatan pupuk kompos diharapkan tidak lagi hanya dengan mengandalkan intuisi. Hal ini karena pupuk kompos yang dikatakan bagus adalah yang pada prosesnya seharusnya mengukur perubahan suhu fermentasi dan juga jumlah kadar air.

Dalam Konferensi Internasional Pertanian Cerdas dan Inovatif (Icosia) tahun 2021, Prof Mizoguchi menyampaikan bahwa melaui IoT, kita telah mampu untuk mengukur perubahan yang terjadi pada kadar air kompos.

Selain itu, menurutnya, hadirnya IoT ini bisa juga untuk mengetahui adanya hubungan antara peningkatan kadar air, penyiraman dan peningkatan suhu.

Sumber: Mediatani

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cara AS Membangun Pertanian

    Cara AS Membangun Pertanian

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Winarno Tohir Ketua Umum KTNA Nasional   Kemajuan pertanian Amerika Serikat (AS) terutama di bidang tanaman biji-bijian seperti jagung, kedelai, wheat, sorghum, dan padi, tidak terlepas dari kebijakan dan dukungan pemerintah yang konsisten terhadap petani.  Kebijakan dan dukungan  diberikan dan dinikmati langsung oleh petani dengan tujuan utama adalah untuk menjaga agar usaha pertanian […]

  • MEMAKNAI  IDUL FITRI

    MEMAKNAI IDUL FITRI

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (PERSFEKTIF SOSIOLOGIS, ANTROPOLOGIS, DAN TEOLOGIS) Oleh : Moechtar Nasution Kepala Pusat Penelitian STAIM Kajian tentang agama dipastikan akan berkembang sesuai dengan transfromasi zaman karena agama memiliki nilai universal.Kendatipun perubahan sosial kerap merubah orientasi dan makna agama namun eksistensi agama tetap penting dalam kehidupan masyarakat sebab membicarakan masyarakat tanpa melihat agama sebagai salah satu komponen akan […]

  • Kades Jambur Baru Diperiksa Inspektorat Terkait Dugaan Perusakan Aset Daerah Demi Proyek Jalan Desa

    Kades Jambur Baru Diperiksa Inspektorat Terkait Dugaan Perusakan Aset Daerah Demi Proyek Jalan Desa

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online-Mandailing Natal – Riswan Haedy, Kepala Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal, Mandailing Natal (Madina), hari ini Kamis 2/4/2026 diperiksa oleh Inspektorat Madina. Ia didampingi 6 orang, termasuk perangkat desa, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Pemeriksaan ini terkait dugaan perusakan aset daerah berupa jalan lingkungan yang dibangun tahun 2022 dengan dana APBD Madina. Riswan […]

  • Oleh-oleh yang Dibawa PDM dari Pesta Sains Nasional di IPB

    Oleh-oleh yang Dibawa PDM dari Pesta Sains Nasional di IPB

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masuk Kategori 3 Besar Guru Terbaik dan Segudang Pengalaman BORNEO-TAPSEL; Pesantren Modern Unggulan Terpadu Darul Mursyid (PDM) bersaing ketat di Pesta Sains Nasional IPB Bogor, pada Jumat (12/11) sampai Minggu (14/11) lalu. Pada ajang bergengsi tersebut, guru Darul Mursyid atas nama Lailina SP masuk 3 besar kategori guru terbaik pada Workshop Cara Belajar Sains yang […]

  • Meski Sudah jadi Kades. Erwinsyah Tetap Terima Gaji dari Statusnya Sebagai Pegawai Honor

    Meski Sudah jadi Kades. Erwinsyah Tetap Terima Gaji dari Statusnya Sebagai Pegawai Honor

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – (Mandailing Online) – Erwinsyah Pasaribu Kades Batang Gadis, Kecamatan Panyabungan Barat, Madina mengakui tetap menerima gaji dari statusnya sebagai pegawai honor di Kantor Camat Panyabungan Utara sejak tahun 2023 ahir sampai tahun 2024. ” kalau tahun 2023 sejak dilantik jadi Kepala Desa saya terima 1 bulan saja dan di tahun 2024 nerima gaji […]

  • HIPMI Madina dan Rendahnya Jumlah Usahawan

    HIPMI Madina dan Rendahnya Jumlah Usahawan

    • calendar_month Rabu, 9 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Dahlan Batubara   Saya teringat seorang teman etnis Tionghoa di Medan tahun 1993. Dia masih berusia 23 tahun. Bersama pamannya mendirikan pabrik bolu di belakang rumah sang paman, rumah kecil berdinding tepas. Mereka berdua yang mendirikan pabrik itu dan hanya mereka dua saja pekerjanya merangkap pimpinan pabrik. Maklum, pabrik itu masih kecil, hanya […]

expand_less