Senin, 5 Okt 2026
light_mode

Mencium Aroma Sereh dalam “Model Pembangunan Alternatif” Madina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
  • print Cetak

Ketika Pemerintah Belajar Sistem — Organisasi Tani Justru Tidak Diajak

 

 

Oleh: Tim Mandailing Epicentrum

 

Ada sesuatu yang menarik dari langkah Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal belakangan ini.

Di tengah kebiasaan lama pembangunan daerah yang sering berhenti pada pembagian bibit dan proyek musiman, Pemkab Madina justru terlihat mulai bergerak ke arah yang lebih serius: belajar mengelola sereh wangi dari hulu sampai hilir.

Bukan cuma dinas pertanian.
Bukan cuma urusan kebun.

Rombongan yang dibawa bahkan lintas sektor:

* koperasi,
* pemberdayaan desa,
* hingga OPD terkait lainnya.

Kalau dibaca secara serius, ini sebenarnya sinyal penting:

> pemerintah mulai sadar bahwa pertanian bukan sekadar tanam-menananam, tetapi soal membangun sistem ekonomi.

Dan itu patut diapresiasi.

Karena selama ini terlalu banyak program pertanian lahir dengan pola lama:

* bagi bibit,
* foto bersama,
* panen simbolik,
* lalu selesai.

Petani ditinggalkan sendirian menghadapi hilir dan harga pasar yang brutal.

Maka ketika pemerintah mulai bicara “hulu sampai hilir”, publik tentu berharap ada arah baru:

* hilirisasi,
* industri pengolahan,
* koperasi tani,
* akses pasar,
* bahkan rantai ekspor.

Apalagi jika dikaitkan dengan:

* Bandara Jenderal Besar Abdul Haris Nasution,
* Pelabuhan Palimbungan,
* kawasan ekonomi Batahan,
* dan jalur pantai barat selatan Sumut,

maka sereh wangi memang bisa dibaca sebagai bagian dari “model pembangunan alternatif” Madina:

> ekonomi desa berbasis agroindustri rakyat.

Tetapi justru karena ini terlihat serius, ada satu pertanyaan yang terasa makin mengganggu:

> Mengapa organisasi tani tidak ikut diajak?

Di Madina, publik mengenal adanya kelompok dan jaringan organisasi tani seperti:

* KTNA,
* HKTI,
* hingga berbagai komunitas petani lokal yang selama ini bersentuhan langsung dengan realitas lapangan.

Kalau tujuan kunjungan itu adalah membangun sistem pertanian rakyat, bukankah mereka justru pihak yang paling penting untuk dilibatkan?

Karena birokrasi punya kewenangan.
Tetapi petani punya pengalaman.

Pejabat bisa menyusun program.
Tetapi petani yang memahami:

– karakter lahan,
– keterbatasan infrastruktur,
– keamanan berusaha,
– pola gagal panen,
– permainan tengkulak,
– hingga kenyataan pahit saat harga anjlok.

Dan sering kali, pembangunan pertanian gagal justru karena pemerintah terlalu percaya bahwa semua bisa diselesaikan lewat rapat OPD.

Pertanyaan ini penting bukan untuk menyerang bupati. Justru sebaliknya.

Kalau Pemkab Madina benar-benar ingin membangun model ekonomi pertanian baru, maka pembangunan itu tidak boleh terlalu birokratis. Ia harus melibatkan:

* organisasi tani,
* koperasi petani,
* pelaku penyulingan,
* UMKM,
* bahkan jaringan pemasaran.

Sebab pertanian modern bukan lagi proyek dinas. Ia adalah ekosistem sosial-ekonomi.

Dan ekosistem tidak mungkin hidup kalau petaninya hanya dijadikan objek, bukan subjek.

Di titik inilah aroma sereh itu menjadi menarik.

Karena publik mulai mencium dua kemungkinan sekaligus.

Kemungkinan pertama:

> Madina memang sedang serius membangun model ekonomi desa baru.

Tetapi kemungkinan kedua juga ada:

> jangan-jangan ini masih pembangunan gaya lama — hanya saja kemasannya lebih modern.

Bedanya: dahulu bagi bibit.
Sekarang studi banding.

Padahal inti persoalannya tetap sama:

> apakah rakyat benar-benar dilibatkan sejak awal?

Sebab sejarah pembangunan kita terlalu sering dipenuhi proyek yang terlihat hebat di meja pemerintah, tetapi terasa asing di tangan petani.

Dan kalau organisasi tani saja tidak ikut duduk dalam proses belajar sistem ini, publik berhak bertanya:

> pembangunan sereh wangi ini sebenarnya sedang dibangun bersama petani — atau hanya sedang dibangun untuk petani?***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salahkah Kami Mencintainya?

    Salahkah Kami Mencintainya?

    • calendar_month Jumat, 13 Nov 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Imah Suganda Pattai Mahasiswi Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia   Tepat pada tanggal 10 November 2020, Indonesia kembali kedatangan putra terbaik bangsa. Seorang sosok yang memiliki jiwa kesatria, sosok yang mampu membangkitkan ghiroh setiap Muslim yang mencintainya. Yaa, selama 3 setengah tahun sosok ini harus hijrah ke Mekkah dengan begitu ummat harus menahan rindu […]

  • 14 Ranperda Terpendam 1 Tahun di DPRD Palas

    14 Ranperda Terpendam 1 Tahun di DPRD Palas

    • calendar_month Rabu, 23 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS (Mandailing Online) – Sebanyak 14 rancangan peraturan daerah (Ranperda) Kabupaten Palas terpendam hampir satu tahun lamanya di Sekretariat DPRD Palas dan tidak dibahas oleh anggota DPRD Palas atau sejak 2012. Dimana sesuai hasil informasi dari sekretariat DPRD Palas, berdasarkan surat Bupati No.1888-34/8061/2012 tanggal 12 Desember TA 2012 dan Nomor 180/596/2013 tanggal 30 Januari 2013 […]

  • Lagi, Poldasu Nyatakan Positif Pewarna Berbahaya

    Lagi, Poldasu Nyatakan Positif Pewarna Berbahaya

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    MEDAN – Nasib Tahana Djuandi alias Jimmi selaku Direktur PT. DAP, pabrik pembuat saus merek Dena, Sun Flower dan Bola Dunia bakal ditentukan hari ini (31/3). “Tim sudah pulang. Besok (Selasa) kita akan gelar perkara,” tandas Kasubdit I/Indag Ditreskrimsus Poldasu, AKBP Frido Situmorang, Senin (30/3). Apakah Jimmi akan ditetapkan tersangka? “Hasil gelar perkara akan menjawab […]

  • Daftar Tunggu Calon Haji Madina Tembus Tahun 2027

    Daftar Tunggu Calon Haji Madina Tembus Tahun 2027

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Daftar tunggu calon jemaah haji di Mandailing Natal  sampai saat ini sudah mencapai tahun 2027. Hal ini berdasarkan estimasi dari jumlah calon jemah haji Madina yang sudah mendaftar  mencapai 6431 orang. Demikian diungkap Kepala Kementerian Agama Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Drs. Muskin Batubara, M.Pd didampingi Kasi Haji Ahmad Zainul Khobir […]

  • Nama-nama Caleg Yang Akan Duduk Dari Dapil Madina II

    Nama-nama Caleg Yang Akan Duduk Dari Dapil Madina II

    • calendar_month Rabu, 23 Apr 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Mandailing Natal (Madina) telah menyelesaikan rekapitulasi perolehan suara partai politik Pemilu 2014, Senin dini hari (22/4/2014). Sebanyak 6 kursi DPRD Madina yang diperebutkan di Daereh Pemilihan II (Dapil II) meliputi Kecamatan Kotanopan, Tambangan, Ulu Pungkut, Muara Sipingi, Puncak Sorik Marapi dan Kecamatan Pakantan. Partai Nasdem memperoleh 1 […]

  • BIN : 2 polisi dibunuh sejak 5 hari lalu

    BIN : 2 polisi dibunuh sejak 5 hari lalu

    • calendar_month Rabu, 17 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman mengatakan, dua polisi di Poso tewas dibunuh kelompok Jamaah Anshorut Tauhid (JAT). “Mereka ini memang diduga JAT, sementara dugaan seperti itu,” ujar Marciano, di Kantor Presiden, Jakarta, hari ini. Namun polisi hingga saat ini belum dapat menangkap pelaku pembunuhan yang diduga dilakukan kelompom […]

expand_less