Minggu, 18 Okt 2026
light_mode

Dahlan Hasan, Pembangunan Madina dan Sinergitas Pusat Daerah (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 24 Jan 2020
  • print Cetak

 

 

Catatan : Dahlan Batubara

Otonomi Daerah menuntut setiap kepala daerah untuk lebih visioner dan gesit serta inovatif dalam menggenjot laju pembangunan daerah.

Di sisi lain, memajukan sektor-sektor penting di daerah serta upaya memakmurkan penduduk bukan perkara mudah. Itu membutuhkan kemauan luar biasa dari pemimpin suatu daerah.

Dan, semua orang pasti satu pemahaman bahwa pembangunan Kabupaten Mandailing Natal itu harus dikebut. Bahkan perlu lompatan. Agar terget-target menuju kemajuan di sektor-sektor strategis dapat diraih.

Tetapi, semua itu membutuhkan kerja keras, kecerdasan, membutuhkan tim dari berbagai lini, berbagai kekuatan.

Mengebut pembangunan pun tak bisa jika hanya bergantung pada APBD, butuh dukungan APBN.

Lebih dari itu, sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah juga menjadi urgen karena dalam strategi percepatan pembangunan daerah membutuhkan kebijakan yang integratif antara pusat dan daerah.

Oleh karena itu, lobi-lobi yang dilakukan Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution dalam beberapa tahun terakhir kepada pemerintah pusat harus dijempoli sebagai upaya bupati memupuk sinergitas pusat dan daerah tersebut.

Harus juga dipahami bahwa lobi-lobi taklah semudah hanya bertemu saja, lalu sorongkan proposal. Tetapi lobi membutuhkan strategi, kecerdasan dan kelincahan dari seorang bupati.

Sebab, sinergitas Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat merupakan kemustian dalam rangka percepatan pertumbuhan pembangunan daerah.

Urgensi sinergitas itu dalam bentuk komunikasi dan koordinasi yang kontiniu, terarah dan terukur. Sehingga pemerintah pusat mampu lebih memahami kondisi dan kebutuhan daerah.

Banyaknya ragam kebutuhan daerah adalah suatu tantangan. Dan itu memerlukan jawaban-jawaban berupa langkah konkrit dan ketajaman visi serta sinergitas antara daerah dan pusat yang bersifat kordinatif, kumulatif dan solutif.

Tak dapat disangkal bahwa dalam 30 tahun terakhir ditengarai pembangunan ekonomi Indonesia tertinggal akibat lemahnya pembangunan berbagai lini secara nasional terutama di daerah.

Kondisi ini memimbulkan kesadaran di kalangan pemerintah, pakar ekonomi hingga Bank Indonesia yang melihat perlunya peningkatan intensitas hubungan sinergi pusat daerah.

Berdasar itu, langkah-langkah yang ditempuh Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution selama ini dalam penguatan kordinasi dengan pemerintah pusat patut dilihat sebagai sebuah prestasi memupuk intensitas pemahaman pemerintah Indonesia terhadap akumulasi kebutuhan-kebutuhan pembangunan Kabupaten Mandailing Natal.

Berkat lobi-lobi pantang lelah yang dilakukan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution itu, pemerintah pusat sudah kian memahami dan mengetahui secara detail kondisi dan kebutuhan pembangunan Kabupaten Mandailing Natal serta gambaran solusinya.

Alhasil, dalam beberapa tahun terkahir, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution telah meletakkan fondasi-fondasi pembanguan strategis sebagai upaya percepatan pembangunan daerah. Mulai dari sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Di sisi infrastruktur, lobi-lobi yang kontiniu dilakukan bupati Dahlan Hasan Nasution kepada Pemerintah Pusat serta Menteri Perhubungan telah menghasilkan Memorandum of Understading (MoU) pembangunan Bandara Abdul Haris Nasution atau populernya Bandara Bukit Malintang tahun ini.

Tahun 2020 ini pembangunan runway bandara ini akan dimulai. Proses tender diperkirakan akan berlangsung Januari-Pebruari 2020.

Sedangkan kontiniu pembangunan pelabuhan laut Palimbungan di Batahan terus dikejar, termasuk infrastruktur jalan menuju Palimbungan.

Kebutuhan bandar udara, pelabuhan laut dan jalan jembatan merupakan dua jenis infrastruktur yang menjadi daya dorong pertumbuhan ekonomi Mandailing Natal.

Infrastruktur adalah aspek vital dalam akselerasi pembangunan daerah. Infrastruktur memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi.

Ini mengingat gerak laju dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah tidak dapat pisahkan dari ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi dan energi.

Oleh karena itu, pembangunan sektor ini menjadi fondasi dari pembangunan ekonomi selanjutnya.

Sektor infrastruktur ini juga menjadi satu poin syarat bagi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) di Batahan yang dirancang Pemerintah Pusat dan Pemkab Mandailing Natal.

KEK sebagai buah hasil lobi bupati kepada Pemerintah Pusat itu diharapkan akan menjadi satu titik kekuatan lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah yang bukan saja akan menyerap hasil-hasil perkebunan petani untuk bahan baku industri tetapi juga akan menyerap banyak tenaga kerja di kawasan KEK.

Merangsang pertumbuhan perkebunan, pertanian, peternakan hingga perikanan yang menjadi mata usaha mayoritas penduduk Madina juga menghendaki dukungan infrastruktur.

Komoditas kopi (Mandeling Coffee) yang sejatinya menjadi satu dari beberapa komoditas andalan primadona perkebunan Madina pun harus dilihat membutuhkan infrastruktur karena menyangkut pasaran ekspor.

Telah banyak transaksi ekspor kopi Mandailing di luar Madina luput dari jangkauan kita.

Salah satu contoh adalah Sun Woo Corporation dari Korea Selatan menggunakan merek Arabica Coffee Mandheling di negaranya.

Sun Woo melakukan kontrak dagang dengan PT. Santama Arta Nami dari Medan, Sumatera Utara, untuk pembelian Kopi Arabika Mandailing sebesar US$1 juta untuk jangka 2016 hingga 2019.

Transaksi Sun Woo ini harus kita lihat betapa pentingnya kehadiran bandara Bukit Malintang dan pelabuhan Palimbungan hingga KEK di Madina.

Kehadiran pelabuhan, bandara, jalan hingga KEK ini akan kian urgen di tahun tahun mendatang mengingat kampanye “Mengembalikan Kejayaan Kopi Mandailing” yang digulirkan bupati mulai terasa geliatnya dimana di berbagai kawasan animo bertanam kopi kian menunjukkan fakta meningkat.

Bahkan bupati telah berhasil melobi Kementerian Lingkungan Hidup dalam hal planologi bagi pengembalian kejayaan Kopi Mandailing untuk Madina seluas lebih kurang 60 ribu hektar.

Dalam kaitan itu semua, bupati memiliki fikiran bahwa penyegeraan pembangunan bandara Bukit Malintang serta penuntasan pembangunan pelabuhan Palimbungan menjadi keharusan. (Bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Diminta Bantu Korban Bencana Alam

    Pemkab Diminta Bantu Korban Bencana Alam

    • calendar_month Kamis, 21 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALAS, (MO) – Aktivis Kabupaten Palas, Safran Harahap SH meminta kepada eksekutif dan legislatif agar melakukan pengkajian penanganan terhadap masyarakat yang mengalami korban bencana. Pemkab disarankan memberikan bantuan bagi masyarakat yang mengalami kerugian material akibat bencana alam. “Pemerintah harus mengkajinya, termasuk apa solusi yang akan diberikan bagi masyarakat yang mengalami kerugian material akibat bencana,” jelas […]

  • Indonesia Jangan Latah! LGBT Haram dan Selamanya Haram!

    Indonesia Jangan Latah! LGBT Haram dan Selamanya Haram!

    • calendar_month Selasa, 6 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Beberapa negara yang masuk dalam Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) bersiap melegalkan hubungan sesama jenis. Singapura, misalnya, kini bersiap melegalkan hubungan sesama jenis. Jika terwujud, mereka bakal menyusul Thailand dan Vietnam yang sudah resmi melegalkan pernikahan sesama jenis. Menanggapi hal ini, Wakil Ketua Umum Persatuan Islam […]

  • Ini Biang Kerok Rendahnya PAD Madina dari Sektor Pajak

    Ini Biang Kerok Rendahnya PAD Madina dari Sektor Pajak

    • calendar_month Jumat, 5 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA – Mandailing Online : Pendapatan Asli Daerah atau PAD adalah penerimaan dari sumber sumber didalam wilayah suatu daerah tertentu yang dipungut berdasarkan Undang undang yang berlaku. Di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) Sumatera Utara, target PAD untuk tahun 2024 sendiri senilai Rp. 134.540 498.597,00 yang diperoleh dari berbagai sumber. Sektor pajak menjadi salah satu […]

  • Infrastruktur Masih Mendominasi Usulan Reses

    Infrastruktur Masih Mendominasi Usulan Reses

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pembangunan infrastruktur dan peningkatan irigasi pertanian merupakan poin terbanyak yang diajukan oleh konstituen di Daerah Pemilihan Madina V meliputi Kecamatan Siabu, Bukit Malintang, Panyabungan Utara, Naga Juang dan Huta Bargot. Aspirasi itu tercuat dalam acara reses anggota DPRD Madina Suandi Hasibuan. Menjawab Mandailing Online usai reses di Desa Huraba, Siabu, […]

  • Dukungan Pemda dalam Pengembangan Kopi Tak Bisa Ditawar-tawar

    Dukungan Pemda dalam Pengembangan Kopi Tak Bisa Ditawar-tawar

    • calendar_month Kamis, 1 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Perlunya dukungan pemerintah daerah dalam upaya pengembangan dan peningkatan kuantitas maupun kualitas Kopi Mandailing tidak bisa lagi ditawar-tawar. Hal itu disampaikan salah satu pengusaha yang bergerak di bidang Kopi Mandailing Palit Hanafi Lubis usai menerima sertifikat nilai (cupping score) dari panitia Jogja Coffee Week (JCW). “Dengan persiapan apa adanya sudah bisa […]

  • Nama-nama Anggota DPRD Madina Soal Dana Perjalanan Fiktif

    Nama-nama Anggota DPRD Madina Soal Dana Perjalanan Fiktif

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 6Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) yang sudah mengembalikan dana perjalanan dinas fiktif sejauh ini sekitar 5 orang. Berdasar data di sekretariat DPRD Madina, Kamis (29/8/2013), kelima anggota dewan itu masing-masing Rahmad Riski (Fraksi Demokrat), Siti Aminah (Fraksi Bersatu), H.Binsar Nasution (Fraksi Perjuangan Reformasi), Ir.Zubeir Lubis (Fraksi PKB ) dan H.Jafar […]

expand_less