Selasa, 2 Jun 2026
light_mode

Dahlan Hasan, Pembangunan Madina dan Sinergitas Pusat Daerah (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 24 Jan 2020
  • print Cetak

 

 

Catatan : Dahlan Batubara

Otonomi Daerah menuntut setiap kepala daerah untuk lebih visioner dan gesit serta inovatif dalam menggenjot laju pembangunan daerah.

Di sisi lain, memajukan sektor-sektor penting di daerah serta upaya memakmurkan penduduk bukan perkara mudah. Itu membutuhkan kemauan luar biasa dari pemimpin suatu daerah.

Dan, semua orang pasti satu pemahaman bahwa pembangunan Kabupaten Mandailing Natal itu harus dikebut. Bahkan perlu lompatan. Agar terget-target menuju kemajuan di sektor-sektor strategis dapat diraih.

Tetapi, semua itu membutuhkan kerja keras, kecerdasan, membutuhkan tim dari berbagai lini, berbagai kekuatan.

Mengebut pembangunan pun tak bisa jika hanya bergantung pada APBD, butuh dukungan APBN.

Lebih dari itu, sinergitas antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah juga menjadi urgen karena dalam strategi percepatan pembangunan daerah membutuhkan kebijakan yang integratif antara pusat dan daerah.

Oleh karena itu, lobi-lobi yang dilakukan Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution dalam beberapa tahun terakhir kepada pemerintah pusat harus dijempoli sebagai upaya bupati memupuk sinergitas pusat dan daerah tersebut.

Harus juga dipahami bahwa lobi-lobi taklah semudah hanya bertemu saja, lalu sorongkan proposal. Tetapi lobi membutuhkan strategi, kecerdasan dan kelincahan dari seorang bupati.

Sebab, sinergitas Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat merupakan kemustian dalam rangka percepatan pertumbuhan pembangunan daerah.

Urgensi sinergitas itu dalam bentuk komunikasi dan koordinasi yang kontiniu, terarah dan terukur. Sehingga pemerintah pusat mampu lebih memahami kondisi dan kebutuhan daerah.

Banyaknya ragam kebutuhan daerah adalah suatu tantangan. Dan itu memerlukan jawaban-jawaban berupa langkah konkrit dan ketajaman visi serta sinergitas antara daerah dan pusat yang bersifat kordinatif, kumulatif dan solutif.

Tak dapat disangkal bahwa dalam 30 tahun terakhir ditengarai pembangunan ekonomi Indonesia tertinggal akibat lemahnya pembangunan berbagai lini secara nasional terutama di daerah.

Kondisi ini memimbulkan kesadaran di kalangan pemerintah, pakar ekonomi hingga Bank Indonesia yang melihat perlunya peningkatan intensitas hubungan sinergi pusat daerah.

Berdasar itu, langkah-langkah yang ditempuh Bupati Mandailing Natal (Madina) Dahlan Hasan Nasution selama ini dalam penguatan kordinasi dengan pemerintah pusat patut dilihat sebagai sebuah prestasi memupuk intensitas pemahaman pemerintah Indonesia terhadap akumulasi kebutuhan-kebutuhan pembangunan Kabupaten Mandailing Natal.

Berkat lobi-lobi pantang lelah yang dilakukan Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution itu, pemerintah pusat sudah kian memahami dan mengetahui secara detail kondisi dan kebutuhan pembangunan Kabupaten Mandailing Natal serta gambaran solusinya.

Alhasil, dalam beberapa tahun terkahir, Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution telah meletakkan fondasi-fondasi pembanguan strategis sebagai upaya percepatan pembangunan daerah. Mulai dari sektor infrastruktur, kesehatan, pendidikan, ekonomi hingga Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Di sisi infrastruktur, lobi-lobi yang kontiniu dilakukan bupati Dahlan Hasan Nasution kepada Pemerintah Pusat serta Menteri Perhubungan telah menghasilkan Memorandum of Understading (MoU) pembangunan Bandara Abdul Haris Nasution atau populernya Bandara Bukit Malintang tahun ini.

Tahun 2020 ini pembangunan runway bandara ini akan dimulai. Proses tender diperkirakan akan berlangsung Januari-Pebruari 2020.

Sedangkan kontiniu pembangunan pelabuhan laut Palimbungan di Batahan terus dikejar, termasuk infrastruktur jalan menuju Palimbungan.

Kebutuhan bandar udara, pelabuhan laut dan jalan jembatan merupakan dua jenis infrastruktur yang menjadi daya dorong pertumbuhan ekonomi Mandailing Natal.

Infrastruktur adalah aspek vital dalam akselerasi pembangunan daerah. Infrastruktur memegang peranan penting sebagai salah satu roda penggerak pertumbuhan ekonomi.

Ini mengingat gerak laju dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah tidak dapat pisahkan dari ketersediaan infrastruktur seperti transportasi, telekomunikasi dan energi.

Oleh karena itu, pembangunan sektor ini menjadi fondasi dari pembangunan ekonomi selanjutnya.

Sektor infrastruktur ini juga menjadi satu poin syarat bagi KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) di Batahan yang dirancang Pemerintah Pusat dan Pemkab Mandailing Natal.

KEK sebagai buah hasil lobi bupati kepada Pemerintah Pusat itu diharapkan akan menjadi satu titik kekuatan lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah yang bukan saja akan menyerap hasil-hasil perkebunan petani untuk bahan baku industri tetapi juga akan menyerap banyak tenaga kerja di kawasan KEK.

Merangsang pertumbuhan perkebunan, pertanian, peternakan hingga perikanan yang menjadi mata usaha mayoritas penduduk Madina juga menghendaki dukungan infrastruktur.

Komoditas kopi (Mandeling Coffee) yang sejatinya menjadi satu dari beberapa komoditas andalan primadona perkebunan Madina pun harus dilihat membutuhkan infrastruktur karena menyangkut pasaran ekspor.

Telah banyak transaksi ekspor kopi Mandailing di luar Madina luput dari jangkauan kita.

Salah satu contoh adalah Sun Woo Corporation dari Korea Selatan menggunakan merek Arabica Coffee Mandheling di negaranya.

Sun Woo melakukan kontrak dagang dengan PT. Santama Arta Nami dari Medan, Sumatera Utara, untuk pembelian Kopi Arabika Mandailing sebesar US$1 juta untuk jangka 2016 hingga 2019.

Transaksi Sun Woo ini harus kita lihat betapa pentingnya kehadiran bandara Bukit Malintang dan pelabuhan Palimbungan hingga KEK di Madina.

Kehadiran pelabuhan, bandara, jalan hingga KEK ini akan kian urgen di tahun tahun mendatang mengingat kampanye “Mengembalikan Kejayaan Kopi Mandailing” yang digulirkan bupati mulai terasa geliatnya dimana di berbagai kawasan animo bertanam kopi kian menunjukkan fakta meningkat.

Bahkan bupati telah berhasil melobi Kementerian Lingkungan Hidup dalam hal planologi bagi pengembalian kejayaan Kopi Mandailing untuk Madina seluas lebih kurang 60 ribu hektar.

Dalam kaitan itu semua, bupati memiliki fikiran bahwa penyegeraan pembangunan bandara Bukit Malintang serta penuntasan pembangunan pelabuhan Palimbungan menjadi keharusan. (Bersambung)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sidang Perdana 13 Tersangka Teroris Medan 29 Maret

    Sidang Perdana 13 Tersangka Teroris Medan 29 Maret

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Pengadilan Negeri (PN) Medan telah membentuk 6 majelis hakim untuk menangani dan memeriksa 13 tersangka teroris perampokan Bank CIMB Niaga Medan dan penyerangan Mapolresta Hamparan Perak. “Sidang perdana terhadap 13 tersangka teroris ini kita jadwalkan pada Selasa 29 Maret 2011,” ujar Humas PN Medan Jonny Sitohang di Medan, Rabu (22/03/2011). Jonny yang ditemui di […]

  • Mangrove Terkikis Ekonomi Nelayan Batahan Krisis

    Mangrove Terkikis Ekonomi Nelayan Batahan Krisis

    • calendar_month Sabtu, 11 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Syufrin Sahabat Mangrove Batahan   Kabupaten Mandailing Natal memiliki garis pantai sekitar 170 kilo meter dan di sepanjang pantai ditumbuhi hutan mangrove (bakau) yang dari dahulu selalu terjaga keasrianya dimana kawasan hutan mangrove tersebut merupakan tempat tinggal dan tempat memijah biota-biota laut dan merupakan sumber protein bagi masarakat pesisir pantai. Disamping itu kawasan hutan […]

  • Kontraktor Jembatan Gantung di Kampung Baru Ngeluh, Masyarakat Banyak Permintaan

    Kontraktor Jembatan Gantung di Kampung Baru Ngeluh, Masyarakat Banyak Permintaan

    • calendar_month Rabu, 31 Mei 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN-( Mandailing Online ) : Pembangunan jembatan gantung sungai batang gadis di desa kampung baru, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal mulai berjalan, saat ini progres pembangunan jembatan gantung sendiri sudah dikisaran 10 persen, namun kontraktor mengaku banyak persoalan yang di hadapi salah satunya adanya warga meminta ganti rugi dan sewa lahan meski lokasi nya […]

  • Pemkab Madina: Gedung Penangkaran Walet di Panyabungan Tak Berizin. Satpol PP Akan Lakukan Penertiban

    Pemkab Madina: Gedung Penangkaran Walet di Panyabungan Tak Berizin. Satpol PP Akan Lakukan Penertiban

    • calendar_month Senin, 1 Jul 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) mengaku belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) terkait gedung penangkaran sarang burung walet. Namun Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2021 tentang Standar Usaha dan Standar Produk ada. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Satu Pintu Pemkab Madina Ahmad Faisal Lubis mengatakan, hari ini senin […]

  • Gerakan Sejuta Santri Didesak Selamatkan Aldi dari Amputasi

    Gerakan Sejuta Santri Didesak Selamatkan Aldi dari Amputasi

    • calendar_month Selasa, 27 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gerakan Sejuta Santri mendesak dibentuk dalam upaya menggalang pengumpulan infaq dari para santri untuk membiayai perobatan Aldi Suphandi Hasibuan. Santri di pesantren Darul Ikhlas, Dalan Lidang, Panyabungan itu saat ini sangat butuh biaya berobat di Jakarta agar kakinya tak diamputasi. Aldi santri yang cerdas. Mendapat juara II ketika semester I, dan […]

  • Willem Iskander “belajar dari sejarah masa lalu”

    Willem Iskander “belajar dari sejarah masa lalu”

    • calendar_month Jumat, 3 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Resensi buku Di negeri penjajah: orang Indonesia di negeri Belanda sejarah Willem Iskander dinegeri orang yang di bukukan semoga menjadi pelajaran terbaik bagi putra mandailing di negeri orang.

expand_less