Kamis, 16 Apr 2026
light_mode

Rakyat Diminta Tabayyun Saat Penista Agama Makin Tumbuh Berkembang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
  • print Cetak

Oleh : Nonny Handayani
Ibu Peduli Generasi

Politikus Kapitra Ampera meminta pihak yang melaporkan Ferdinand Hutahaean ke Bareskrim Polri segera mencabut laporannya. Ferdinand Hutahaean sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh DPP KNPI karena cuitan di Twitter yang diduga bermuatan ujaran kebencian mengandung unsur SARA. (jpnn.com,10/01/2021)

Bahkan Menag Gus Yaqut pun mendadak membela Ferdinand Hutahaean. Menag meminta agar warga Tabayyun dan jangan melontarkan cacian. Gus Yaqut meminta semua cooling down. Menurutnya, Ferdinand mualaf  dan belum memahami agama Islam secara mendalam, termasuk dalam hal akidah. Masyarakat diajak menghormati proses hukum dan tidak buru-buru menghakimi Ferdinand Hutahaean. (WE Online, Jakarta. 09/01/2022)

Terulang kembali, mengapa kasus penistaan agama terus kembali terulang? Para oknum ini rasanya seperti kebal dan anti hukum. Negara kita yang mayoritas muslim rupayanya hanya sebatas kata pemanis saja, pada faktanya narasi-narasi yang menghinakan Islam begitu mudah lepas dan bebas, bagi aparat laporan rakyat pun hanya dijalankan sebatas formalitas saja.

Tidak bisa dipungkiri, derasnya arus sekuler menjadi salah satu penyebab terus munculnya penistaan agama dan mempermainkan agama. Hasil cetakan dari sekuler yakni kebebasan yang mana termasuk di dalamnya kebebasan berpendapat juga kebebasan beragama. Para oknum ini bebas berpindah-pindah agama dan bebas mengeluarkan pendapatnya sesuka hati yang bisa menyakiti perasaan umat.

Ideologi sekularisme yang menaungi seluruh UU yang tercipta, yang menempatkan negara tidak memposisikan agama sebagai yang utama. Keberadaan agama bukanlah satu satunya rujukan utama untuk mengatur kehidupan manusia. Wajar jika pada akhirnya agama banyak dinistakan. Maka sebab itu tergambar dengan jelas bahwa penghinaan dan mempermaikan agama islam akan tetap ada dan makin tumbuh subur jika sistem sekuler masih mencengkram kuat di negri ini.  

Jika kita berharap pada sistem sekarang untuk menuntaskan masalah penistaan ini, jelas sangat mustahil. Karena pada faktanya saat ini kasus penistaan seperti ini bukanlah sesuatu yang penting. Sudah banyak masyarakat yang melapor ke aparat negara untuk memproses para oknum tetapi tetap saja cerita akhirnya hanya sebatas permohonan maaf kepada masyarakat.

Memang serba salah hidup dalam sistem kufur seperti saat ini, jika penista agama ditindak tegas, akan berbenturan dengan HAM dan kebebasan berpendapat. Jadi semakin serba salah.

Dan harus disadari, saat ini negara tidak menjadikan Islam sebagai panduan hidup dan bukan hukum Al Qur’an yang diterapkan. Padahal sebagai muslim kita wajib terikat dengan aturan Allah dan berhukum dengan hukum Al Qur’an. Umat akan semakin terhina karena tidak ada yang menjaga agama ini dengan berani.

Kasus sejenis ini bisa dihentikan bila islam dipraktikkan menggantikan pemikiran dan sistem demokrasi sekuler. Islam melarang pemeluknya menghina agama lain. Islam yang dipraktikkan secara politik akan menghalangi terus berkembangnya konflik sosial dipicu agama. Sebab, salah satu tujuan diterapkannya syariat Islam adalah memelihara dan melindungi agama.

Dalam islam masyarakat boleh mengeluarkan atau berpendapat bahkan berkewajiban mengoreksi penguasa ketika ia melihat ada kebijakan yang menyimpang dari syariat. Tetapi negara dalam islam pun sudah pasti akan menjaga akidah umat-nya sehingga apa yang disampaikan tidak bertentangan dengan hukum-hukum islam.

Negara pun akan melindungi umat dari penistaan agama. Khalifah akan menjamin kehidupan antarsesama pemeluk agama dapat berjalan harmonis, saling menghormati, dan menghargai. Khalifah akan menyatukan pemikiran dan peraturan yang benar kepada umat islam. Sehingga tidak akan terjadi muslim dan non muslim saling mengolok-olok dan menista agama.

Negara juga akan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku penistaan agama, sehingga akan mencegah siapa pun untuk melakukan hal demikian.  Khalifah Umar bin Kaththab ra., beliau pernah mengatakan, “Barang siapa mencerca Allah atau mencaci salah satu Nabi, maka bunuhlah ia!” (diriwayatkan oleh Al-Karmani rahimahullah yang bersumber dari Mujahid rahimahullah)

Masya Allah ini semua adalah bentuk penjagaan negara terhadap akidah umat. Begitulah gambaran pemimpin umat muslim yang tegas dan beribawa. Tidak ada kata kompromi kepada para penista agama. Dan untuk seseorang yang murtad, Khalifah akan memberikan sanksi tegas berupa hukuman mati. Ini merupakan konsekuensi dari pilihannya memeluk Islam, yang kemudian murtad, ia akan dihukum mati.

Khalifah sebagai penguasa tertinggi dalam kepemipinan Khilafah memahami benar bahwa kekuasaan tertinggi ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk mencapai kebaikan bersama.

بِهِ وَيُتَّقَى وَرَائِهِ مِنْ يُقَاتَلُ جُنَّةٌ اْلإِمَامُ

Sungguh Imam/Khalifah adalah perisai; orang-orang berperang di belakang dia dan berlindung kepada dirinya (HR Muslim).

Sayannya umat muslim saat ini tidak bisa banyak berharap kepada penguasa untuk menuntaskan masalah mempermainkan dan menistakan ajaran Islam. Karenanya, mereka sendiri adalah pelaku penjaga sistem sekuler. Sudah saatnya kita untuk mencampakkan sistem zolim sekuler saat ini. Seruan penegakan syariat Islam harus terus disuarakan. Tanpa sistem Islam kafah, umat Islam akan sulit menjalani kehidupan sebagai muslim yang hakiki.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Saat Reses Warga Minta Pelatihan UMKM pada Suhelmi

    Saat Reses Warga Minta Pelatihan UMKM pada Suhelmi

    • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Selenggarakan Reses di Jalan Abri, Panyabungan Kota, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mandailing Natal Suhelmi Saputra dari Partai Nasdem Dapil 1 serap berbagai bentuk aspirasi. Persoalan drainase, lampu jalan serta lainnya disuarakan Warga. Sahara Hairani Salah seorang Warga dari Desa Darussalam, Panyabungan Kota mengungkapkan keinginan mereka mengikuti pelatihan Usaha Mikro […]

  • FPI Ancam Tindak Greenpeace

    FPI Ancam Tindak Greenpeace

    • calendar_month Minggu, 21 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah Front Pembela Islam DKI Jakarta mengancam akan mengambil langkah tegas terhadap LSM asing Greenpeace, jika pemerintah tidak menindaknya. “Greenpeace sebagai LSM asing jelas sudah melanggar hukum. Pemerintah harus tegas,” kata Ketua DPD FPI DKI Jakarta, Habib Salim Alatas, di Jakarta, Selasa. Menurut Habib Selon, panggilan akrab Habib Salim Alatas, FPI […]

  • Turut Rasakan Kesedihan Korban Bencana, PPNI Madina Serahkan Donasi

    Turut Rasakan Kesedihan Korban Bencana, PPNI Madina Serahkan Donasi

    • calendar_month Rabu, 29 Des 2021
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebagai bentuk empati dan turut merasakan penderitaan dan kesedihan korban bencana banjir dan longsor, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Mandailing Natal (Madina) menyerahkan donasi untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak. Donasi tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua PPNI H. Ilman AMK didampingi fungsionaris dan beberapa ketua komisariat, seperti komisariat RSUD Panyabungan, Dinas […]

  • Pasokan Menipis, Harga Cabe Merah di Madina Tembus Rp.70.000/Kg

    Pasokan Menipis, Harga Cabe Merah di Madina Tembus Rp.70.000/Kg

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Harga cabe merah di Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) menembus angka 70.000 rupiah per kilo gram dari sebelumnya di kisaran 55.000. Sejumlah pedagang yang, Minggu dan Senin (9-10/11) menyatakan meroketnya harga cabe ini akibat pasokan cabe merah menurun. Penurunan pasokan cabe ini disebut akibat menipisnya pasokan dari Kabupaten Karo terkait erupsi gunung […]

  • Plt Gubernur Ajukan Tiga Calon Sekda Sumut yang Baru

    Plt Gubernur Ajukan Tiga Calon Sekda Sumut yang Baru

    • calendar_month Selasa, 5 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN: Penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) Sumut yang telah diajukan sebelumnya yaitu Syafaruddin, Aspan Batubara, dan Syaiful Safri terpaksa tertunda karena tidak bisa diterima sepenuhnya oleh Plt Gubsu Gatot Pudjo Nugroho. Bahkan,sudah masuk usulan tiga nama baru calon Sekda Sumut ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),masing-masing Kepala Inspektorat Sumut Nurdin Lubis, Kepala Badan Pendidikan dan Latihan Mangasing […]

  • Masyarakat Sorik Marapi Yang Bersahaja dan Sederhana

    Masyarakat Sorik Marapi Yang Bersahaja dan Sederhana

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PEMUKIMAN KAWASAN SORIK MARAPI – Pemukiman di kawasan Sorik Marapi Mandailing Natal masih banyak yang beratap ijuk dengan lingkungan pemukiman yang asri. Lingkungan ini selaras dengan falsafah kehidupan masyarakatnya yang relative masih bersahaja dan sederhana, serta saling hormat menghormati antar sesama dengan kearifan local yang bagus dalam bingkai dalihan na tolu. Tetapi belakangan ini, […]

expand_less