Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Rakyat Diminta Tabayyun Saat Penista Agama Makin Tumbuh Berkembang

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 17 Jan 2022
  • print Cetak

Oleh : Nonny Handayani
Ibu Peduli Generasi

Politikus Kapitra Ampera meminta pihak yang melaporkan Ferdinand Hutahaean ke Bareskrim Polri segera mencabut laporannya. Ferdinand Hutahaean sebelumnya dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh DPP KNPI karena cuitan di Twitter yang diduga bermuatan ujaran kebencian mengandung unsur SARA. (jpnn.com,10/01/2021)

Bahkan Menag Gus Yaqut pun mendadak membela Ferdinand Hutahaean. Menag meminta agar warga Tabayyun dan jangan melontarkan cacian. Gus Yaqut meminta semua cooling down. Menurutnya, Ferdinand mualaf  dan belum memahami agama Islam secara mendalam, termasuk dalam hal akidah. Masyarakat diajak menghormati proses hukum dan tidak buru-buru menghakimi Ferdinand Hutahaean. (WE Online, Jakarta. 09/01/2022)

Terulang kembali, mengapa kasus penistaan agama terus kembali terulang? Para oknum ini rasanya seperti kebal dan anti hukum. Negara kita yang mayoritas muslim rupayanya hanya sebatas kata pemanis saja, pada faktanya narasi-narasi yang menghinakan Islam begitu mudah lepas dan bebas, bagi aparat laporan rakyat pun hanya dijalankan sebatas formalitas saja.

Tidak bisa dipungkiri, derasnya arus sekuler menjadi salah satu penyebab terus munculnya penistaan agama dan mempermainkan agama. Hasil cetakan dari sekuler yakni kebebasan yang mana termasuk di dalamnya kebebasan berpendapat juga kebebasan beragama. Para oknum ini bebas berpindah-pindah agama dan bebas mengeluarkan pendapatnya sesuka hati yang bisa menyakiti perasaan umat.

Ideologi sekularisme yang menaungi seluruh UU yang tercipta, yang menempatkan negara tidak memposisikan agama sebagai yang utama. Keberadaan agama bukanlah satu satunya rujukan utama untuk mengatur kehidupan manusia. Wajar jika pada akhirnya agama banyak dinistakan. Maka sebab itu tergambar dengan jelas bahwa penghinaan dan mempermaikan agama islam akan tetap ada dan makin tumbuh subur jika sistem sekuler masih mencengkram kuat di negri ini.  

Jika kita berharap pada sistem sekarang untuk menuntaskan masalah penistaan ini, jelas sangat mustahil. Karena pada faktanya saat ini kasus penistaan seperti ini bukanlah sesuatu yang penting. Sudah banyak masyarakat yang melapor ke aparat negara untuk memproses para oknum tetapi tetap saja cerita akhirnya hanya sebatas permohonan maaf kepada masyarakat.

Memang serba salah hidup dalam sistem kufur seperti saat ini, jika penista agama ditindak tegas, akan berbenturan dengan HAM dan kebebasan berpendapat. Jadi semakin serba salah.

Dan harus disadari, saat ini negara tidak menjadikan Islam sebagai panduan hidup dan bukan hukum Al Qur’an yang diterapkan. Padahal sebagai muslim kita wajib terikat dengan aturan Allah dan berhukum dengan hukum Al Qur’an. Umat akan semakin terhina karena tidak ada yang menjaga agama ini dengan berani.

Kasus sejenis ini bisa dihentikan bila islam dipraktikkan menggantikan pemikiran dan sistem demokrasi sekuler. Islam melarang pemeluknya menghina agama lain. Islam yang dipraktikkan secara politik akan menghalangi terus berkembangnya konflik sosial dipicu agama. Sebab, salah satu tujuan diterapkannya syariat Islam adalah memelihara dan melindungi agama.

Dalam islam masyarakat boleh mengeluarkan atau berpendapat bahkan berkewajiban mengoreksi penguasa ketika ia melihat ada kebijakan yang menyimpang dari syariat. Tetapi negara dalam islam pun sudah pasti akan menjaga akidah umat-nya sehingga apa yang disampaikan tidak bertentangan dengan hukum-hukum islam.

Negara pun akan melindungi umat dari penistaan agama. Khalifah akan menjamin kehidupan antarsesama pemeluk agama dapat berjalan harmonis, saling menghormati, dan menghargai. Khalifah akan menyatukan pemikiran dan peraturan yang benar kepada umat islam. Sehingga tidak akan terjadi muslim dan non muslim saling mengolok-olok dan menista agama.

Negara juga akan memberikan sanksi yang tegas kepada pelaku penistaan agama, sehingga akan mencegah siapa pun untuk melakukan hal demikian.  Khalifah Umar bin Kaththab ra., beliau pernah mengatakan, “Barang siapa mencerca Allah atau mencaci salah satu Nabi, maka bunuhlah ia!” (diriwayatkan oleh Al-Karmani rahimahullah yang bersumber dari Mujahid rahimahullah)

Masya Allah ini semua adalah bentuk penjagaan negara terhadap akidah umat. Begitulah gambaran pemimpin umat muslim yang tegas dan beribawa. Tidak ada kata kompromi kepada para penista agama. Dan untuk seseorang yang murtad, Khalifah akan memberikan sanksi tegas berupa hukuman mati. Ini merupakan konsekuensi dari pilihannya memeluk Islam, yang kemudian murtad, ia akan dihukum mati.

Khalifah sebagai penguasa tertinggi dalam kepemipinan Khilafah memahami benar bahwa kekuasaan tertinggi ini harus benar-benar dimanfaatkan untuk mencapai kebaikan bersama.

بِهِ وَيُتَّقَى وَرَائِهِ مِنْ يُقَاتَلُ جُنَّةٌ اْلإِمَامُ

Sungguh Imam/Khalifah adalah perisai; orang-orang berperang di belakang dia dan berlindung kepada dirinya (HR Muslim).

Sayannya umat muslim saat ini tidak bisa banyak berharap kepada penguasa untuk menuntaskan masalah mempermainkan dan menistakan ajaran Islam. Karenanya, mereka sendiri adalah pelaku penjaga sistem sekuler. Sudah saatnya kita untuk mencampakkan sistem zolim sekuler saat ini. Seruan penegakan syariat Islam harus terus disuarakan. Tanpa sistem Islam kafah, umat Islam akan sulit menjalani kehidupan sebagai muslim yang hakiki.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Haflah Ponpes Darul Ikhlas, Juara Umum Hadiah Umroh

    Haflah Ponpes Darul Ikhlas, Juara Umum Hadiah Umroh

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pondok pesantren Darul Ikhlas menamatkan 220 santri, Rabu (29/5/2024). Ini merupakan angkatan 32 sejak ponpes ini didirikan1986. Pondok pesantren (ponpes) ini berlokasi di Dalan Lidang, Panyabungan, Mandailing Natal, Sumatera Utara, dipimpin H. Muhammad Usman Abdullah Nasution, Lc. Penamatan atau haflah ini berlangsung sekali dalam setahun. Tahun ini juara umum memperoleh hadiah […]

  • Kades Hutabaringin Julu Akui Pengangkatan Bendes Tanpa Prosedur

    Kades Hutabaringin Julu Akui Pengangkatan Bendes Tanpa Prosedur

    • calendar_month Kamis, 22 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Darman Rangkuti Kepala Desa Hutabaringin Julu, Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) mengakui pengangkatan bendahara desanya tidak melalui prosedur. Ia mengaku pengangkatan bendahara karena bendahara sebelumnya mengundurkan diri. “Oloan Rangkuti jadi Bendahara desa karena Bendahara sebelumnya mengundurkan diri secara tiba tiba, dan saya kewalahan mengurusi urusan urusan desa,”Jelas […]

  • Wow!!! 800 Ribu Remaja Aborsi

    Wow!!! 800 Ribu Remaja Aborsi

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diperkirakan setiap tahun jumlah aborsi di Indonesia mencapai 2,4 juta jiwa. Parahnya, 800 ribu di antaranya terjadi di kalangan remaja. Demikian data yang dikeluarkan Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) 2010 ini. Ini mengiringi data lain yang tak kalah mencengangkan. Disebutkan, sekitar 51 persen remaja di Jabodetabek telah melakukan hubungan seks pranikah. “Artinya dari 100 […]

  • Sulit Diberantas, PETI di Madina Diduga Libatkan Oknum APH Sebagai Penampung

    Sulit Diberantas, PETI di Madina Diduga Libatkan Oknum APH Sebagai Penampung

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online– Pemberantasan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Mandailing Natal disebut menghadapi tantangan karena dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum (APH) sebagai penampung hasil tambang. Dugaan itu disampaikan seorang warga yang mengaku sebagai pemilik lubang emas di kawasan Naga Juang. “Ada memang oknum polisi yang back up lubang di Hutabargot dan Naga Juang. Bahkan […]

  • Pungli di Jalur Natal-Panyabungan Sirna, Supir Mampu Berhemat 25.000

    Pungli di Jalur Natal-Panyabungan Sirna, Supir Mampu Berhemat 25.000

    • calendar_month Kamis, 3 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejak kampanye anti pungli digulirkan Presiden Jokowi, supir truk di wilayah Mandailing Natal telah mampu menghemat uang. Sejumlah supir truk mengaku, mereka sudah mampu menghemat sekitar 25.000 rupiah dalam rentang perjalanan dari kawasan Pantai Barat hingga kawasan Panyabungan. Pemungut-pemungut uang berpakaian petugas di sejumlah titik antara kawasan Pantai Barat hingga kota […]

  • SK Honor Gratis, Pimpinan SKPD Jangan Memungut Apapun

    SK Honor Gratis, Pimpinan SKPD Jangan Memungut Apapun

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Sekretaris Daerah Kabupaten Mandailing Natal, Daud Batubara, Selasa (14/2) menegaskan bahwa tidak ada pungutan apapun terhadap pegawai hororer dalam bentuk apapun, termasuk SK pengangkatan gratis. Dia memperingatkan seluruh pimpinan SKPD dan unit kerja di lingkungan Pemkab Madina agar jangan memungut apapun dari pegawai honor dalam bentuk apapun. Hal itu dikatakan Daud Batubara, […]

expand_less