Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Gerakan Sejuta Santri Didesak Selamatkan Aldi dari Amputasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Sep 2016
  • print Cetak
Aldi Subhandi Hasibuan

Aldi Subhandi Hasibuan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gerakan Sejuta Santri mendesak dibentuk dalam upaya menggalang pengumpulan infaq dari para santri untuk membiayai perobatan Aldi Suphandi Hasibuan.

Santri di pesantren Darul Ikhlas, Dalan Lidang, Panyabungan itu saat ini sangat butuh biaya berobat di Jakarta agar kakinya tak diamputasi.

Aldi santri yang cerdas. Mendapat juara II ketika semester I, dan sekarang masuk program Tahfizul Qur’an. Keluarganya yang miskin tak memiliki biaya yang cukup untuk mengobati kakinya di sebuah klinik di Jakarta, harapan satu-satunya agar kakinya tak harus diamputasi.

Saat ini Aldi berada di Jakarta berbekal biaya yang berasal dari infaq para santri dan alumni Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan. Tetapi infaq yang terkumpul itu masuh sangat tidak cukup mengingat rentang perobatan di Jakarta membutuhkan waktu minimal 6 bulan.

“Gerakan Sejuta Santri diharapkan mampu berhasil terkumpulnya dana yang berasal dari infaq para santri,” kata Alamulhaq Lubis, warga Panyabungan kepada Mandailing Online di pasar Panyabugan, Selasa (27/9).

“Harus ada motor penggerak bagi lahirnya Gerakan Sejuta Santri ini. Menurut saya gerakan demikian ini memiliki peluang terkumpulnya dana besar, mengingat jumlah pesantren di Madina sangat banyak sehingga daerah ini dijuluki Kota Santri,” ujarnya.

Orangtua Aldi sendiri di Desa Huraba Kecamatan Siabu, Mandailing Natal telah menggadaikan sawah demi kesembuhan anaknya.

Tapi, uang dari hasil menggadaikan sawah itu tak cukup. Tak ada lagi yang bisa digadaikan, karena sawah itu hanya satu-satunya harta yang dipunya.

Lutut Aldi membengkak akibat terjatuh beberapa waktu lalu. Tim dokter di RSU Panyabungan sempat memvonis bahwa kakinya harus diamputasi menghindari pelebaran pembengkakan.

Alhamdulilillah, harapan tidak diamputasi muncul. Sebuah klinik di Jakarta yang memadukan medis dan herbal menyatakan kaki Aldi bisa tak diamputasi, hanya saja butuh lema pengobatan selama sekitar 6 bulan.

Persoalan sekarang adalah biaya. Soalnya Marwan Hasibuan, ayah Aldi, adalah keluarga kurang mampu karena hanya bekerja sebagai buruh bangunan.

“Saya berusaha menutupi semua kebutuhannya. Tapi, dengan gambaran tidak kurang Rp 3 juta per bulan, jelas saya tidak mampu” katanya.

Peliput : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Irasionalitas Perppu Ormas

    Irasionalitas Perppu Ormas

    • calendar_month Jumat, 27 Okt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Prof. Dr. Refly Harun, SH.MH   Pembelahan politik atas kanan-kiri, yang kembali mencuat saat dan pasca-Pilkada DKI 2017, membuat masyarakat kehilangan rasionalitas, termasuk kelompok kelas menengah terdidik. Irasionalitas tersebut sangat tertangkap kala menyimak debat soal Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 tentang Organisasi Kemasyarakatan, […]

  • Surung Panjaitan menangis di persidangan

    Surung Panjaitan menangis di persidangan

    • calendar_month Kamis, 17 Okt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Surung Panjaitan yang menjadi terdakwa kasus dugaan suap terhadap Bupati Madina Hidayat Batubara terlihat menangis dan mengakui kesalahannya saat disidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan. Kepada Majelis Hakim pengusaha tersebut berkeras bahwa dirinya tidak pernah menyatakan setuju menggarap proyek di RSUD Panyabungan yang ditawarkan oleh anak buah Bupati Madina. […]

  • Siswa Berkeliaran di Luar Sekolah

    Siswa Berkeliaran di Luar Sekolah

    • calendar_month Senin, 9 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak menentunya pelaksanaan Proses Belajar mengajar pada SMA 1 Panyabungan Timur membuat sejumlah siswa memilih berkeliaran diluar arena sekolah.(MO)

  • Percepatan Pembangunan Madina dengan Memperkuat Daya Saing Daerah

    Percepatan Pembangunan Madina dengan Memperkuat Daya Saing Daerah

    • calendar_month Kamis, 28 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    14 tahun Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dimekarkan dari kabupaten induk, Tapanuli Selatan (Tapsel), bukanlah usia yang muda. Jika diibaratkan manusia, sudah memasuki usia remaja. Pada usia ini, sudah mulai paham bagaimana menggapai suatu cita-cita. Nah, bila ini sebuah daerah, berarti seyogianya juga mampu mewujudkan kesejahteraan daerah itu sendiri. Maka dari itu, sudah barang tentu jika […]

  • Poliandri Buah Kapitalisme

    Poliandri Buah Kapitalisme

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Sri Handayani Anggota Komisi II DPR RI Guspardi Gaus mengaku terkejut dan prihatin mendengar pernyatan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Tjahjo Kumolo yang mengungkapkan adanya fenomena pelanggaran baru oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu perempuan yang memiliki suami lebih dari satu orang atau poliandri. Ia meminta agar Kementerian PAN-RB menindak tegas jika […]

  • Kecelakaan di Pondok Indah, Ustad Uje Meninggal Dunia

    Kecelakaan di Pondok Indah, Ustad Uje Meninggal Dunia

    • calendar_month Jumat, 26 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kabar duka kembali datang dari kalangan selebritis Indonesia. Ustad Jeffry Al-Buchory atau yang lebih kita kenal dengan Ustad Uje meninggal dunia akibat kecelakaan sepeda motor di bundaran Pondok Indah, Jakarta Selatan. “Kecelakaan pemotor Kawasaki B 3590 SGQ di Jl Gedong Hijau 7 Pondok Indah, korban meninggal dunia atas nama Jefri Al Buchori,” tulis akun resmi […]

expand_less