Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Gerakan Sejuta Santri Didesak Selamatkan Aldi dari Amputasi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Sep 2016
  • print Cetak
Aldi Subhandi Hasibuan

Aldi Subhandi Hasibuan

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gerakan Sejuta Santri mendesak dibentuk dalam upaya menggalang pengumpulan infaq dari para santri untuk membiayai perobatan Aldi Suphandi Hasibuan.

Santri di pesantren Darul Ikhlas, Dalan Lidang, Panyabungan itu saat ini sangat butuh biaya berobat di Jakarta agar kakinya tak diamputasi.

Aldi santri yang cerdas. Mendapat juara II ketika semester I, dan sekarang masuk program Tahfizul Qur’an. Keluarganya yang miskin tak memiliki biaya yang cukup untuk mengobati kakinya di sebuah klinik di Jakarta, harapan satu-satunya agar kakinya tak harus diamputasi.

Saat ini Aldi berada di Jakarta berbekal biaya yang berasal dari infaq para santri dan alumni Pesantren Darul Ikhlas Panyabungan. Tetapi infaq yang terkumpul itu masuh sangat tidak cukup mengingat rentang perobatan di Jakarta membutuhkan waktu minimal 6 bulan.

“Gerakan Sejuta Santri diharapkan mampu berhasil terkumpulnya dana yang berasal dari infaq para santri,” kata Alamulhaq Lubis, warga Panyabungan kepada Mandailing Online di pasar Panyabugan, Selasa (27/9).

“Harus ada motor penggerak bagi lahirnya Gerakan Sejuta Santri ini. Menurut saya gerakan demikian ini memiliki peluang terkumpulnya dana besar, mengingat jumlah pesantren di Madina sangat banyak sehingga daerah ini dijuluki Kota Santri,” ujarnya.

Orangtua Aldi sendiri di Desa Huraba Kecamatan Siabu, Mandailing Natal telah menggadaikan sawah demi kesembuhan anaknya.

Tapi, uang dari hasil menggadaikan sawah itu tak cukup. Tak ada lagi yang bisa digadaikan, karena sawah itu hanya satu-satunya harta yang dipunya.

Lutut Aldi membengkak akibat terjatuh beberapa waktu lalu. Tim dokter di RSU Panyabungan sempat memvonis bahwa kakinya harus diamputasi menghindari pelebaran pembengkakan.

Alhamdulilillah, harapan tidak diamputasi muncul. Sebuah klinik di Jakarta yang memadukan medis dan herbal menyatakan kaki Aldi bisa tak diamputasi, hanya saja butuh lema pengobatan selama sekitar 6 bulan.

Persoalan sekarang adalah biaya. Soalnya Marwan Hasibuan, ayah Aldi, adalah keluarga kurang mampu karena hanya bekerja sebagai buruh bangunan.

“Saya berusaha menutupi semua kebutuhannya. Tapi, dengan gambaran tidak kurang Rp 3 juta per bulan, jelas saya tidak mampu” katanya.

Peliput : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pantastis, Dinas Perdagangan Madina Anggarkan Rp. 184.924.850 Untuk Alat Kebersihan Selama tahun 2025

    Pantastis, Dinas Perdagangan Madina Anggarkan Rp. 184.924.850 Untuk Alat Kebersihan Selama tahun 2025

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN -Mandailing Online :  Dinas Perdagangan Pemkab Mandailing Natal ( Madina ) alokasikan anggaran belanja alat bahan kegiatan kantor senilai Rp.184.924.850. Uang itu akan dibelikan sejumlah untuk pump toilet anti mampet, penyedot WC alat pendorong saluran WC, plat mop, kamper kapur barus toilet. Selain itu dana ratusan juta juga akan dibelikan untuk sapu lidi, refill […]

  • Bekerja di TPA Tanpa Digaji

    Bekerja di TPA Tanpa Digaji

    • calendar_month Minggu, 28 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bagi orang kebanyakan, sampah tidak ada gunanya. Sesegera mungkin orang akan menyingkirkan sampah karena makin banyak menumpuk makin tidak nyaman. Baunya yang tidak sedap mengundang lalat berseliweran. Bernafas pun tak segar, itu artinya sama saja mengundang penyakit. Lain hal dengan keluarga Khoiron. Warga Kelurahan Sipolu-polu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ini, rela bekerja di tempat […]

  • Alumni Musthofawiyah Dukung Musthafa Bakri Calon Bupati Madina

    Alumni Musthofawiyah Dukung Musthafa Bakri Calon Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 1 Agt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Alumni Pesantren Mustofhawiyah Purba Baru mendukung penuh Mudir Almukarrom, H Musthafa Bakri Nasution sebagai Calon Bupati Mandailing Natal. Itu dikatakan, Ketua Himpunan Alumni Musthofawiyah (HAM) Madina, Muhammad Ali Nasution kepada wartawan di Panyabungan, Kamis (1/8/2019) Dikatakannya menjalang perhelatan Pilkada Madina 2020 yang akan masuk tahapan September 2019, bahwa dalam memilih pemimpin […]

  • Masjid Agung

    Masjid Agung

    • calendar_month Selasa, 14 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masjid Agung Nur Alan Nur Madina

  • 4,7 Juta Rupiah Terkumpul Untuk Kurniawan Bocah Tanpa Anus

    4,7 Juta Rupiah Terkumpul Untuk Kurniawan Bocah Tanpa Anus

    • calendar_month Kamis, 26 Mei 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online)  – Bantuan kepada Karniawan, bocah usia 15 bulan yang mengalami penyakit Atresia (lahir tanpa lobang anus, red) terus mengalir. Beberapa pimpinan media masaa dan organisasi mahasiswa serta organisasi kepemudaan menyerahkan bantuan dana kepada kepada orangtua Karniawan, Kamis (26/5) di RSU Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) Karniawan yang berasal dari Muara Bangko, Kecamatan Ranto […]

  • Madina Kembali Raih Opini WTP, Atika: “Ini Hasil Kerja Keras Kita Semua”

    Madina Kembali Raih Opini WTP, Atika: “Ini Hasil Kerja Keras Kita Semua”

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut kembali meraih prestasi dengan mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Opini WTP ini diraih berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2023 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumatera Utara (Sumut). Laporan hasil pemeriksaan atas laporan keuangan tersebut diterima langsung oleh Wakil […]

expand_less