Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

QRIS Tak Secanggih Pemasukan Rakyat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 17 Mar 2021
  • print Cetak

Oleh : Riani, S.Pd.I
Guru tinggal di Medan

Ditengah naik turunnya roda perekonomian masyarakat saat ini, berbagai manuver dilakukan pemerintah guna mempermudah masyarakat dalam bertransaksi. Semua didesign canggih berbasis online, begitupun transaksi perbankan dan pembayaran pajak, walaupun pruduk yang dikeluarkan Bank Indonesia kali ini cukup canggih namun kenyataannya tak secanggih pemasukan rakyat.

Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution, menerima audiensi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumut, Soekowardojo, di ruang khusus Wali Kota. Selain silaturahmi, kunjungan ini juga mengajak Pemko Medan agar mengadopsi elektronifikasi transaksi. Diharapkan nantinya cukup dengan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standar) sudah dapat membayar PBB. Selain aman, transaksi juga lebih efektif. Wali Kota Medan juga mendukung program Bank Indonesia untuk transaksi QRIS bagi pelaku UMKM. Selain itu Pemko Medan, juga bersedia membantu dalam mengendalikan Inflasi di Kota Medan serta meningkatkan daya beli masyarakat (9/3).

Produk QRIS ini diluncurkan dengan tujuan memudahkan masyarakat berbelanja dan membayar pajak, ditengah daya beli masyarakat yang semakin menurun karena dampak pandemi, pajak tetap terus berjalan karena pajak menjadi penopang terbesar Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Indonesia. Selain itu, sistem ekonomi kapitalis yang diemban saat ini mempertahankan berjalannya transaksi jual beli tanpa berupaya menyelesaikan masalah pangkalnya, yakni kebijakan pemerintah. Kebijakan yang fokus pada pertumbuhan ekonomi bukan pada pemerataan ekonomi.

Salah satu mekanisime pemerataan ekonomi adalah mengatur masalah kepemilikan. Dalam Islam, semua kebutuhan umum seperti BBM, listrik, air, dan lainnya sesungguhnya adalah milik rakyat yang harus dikelola negara untuk kesejahteraan rakyat. Selain itu negara tidak memungut pajak dan menjadikan pajak sebagai pintu pemasukan negara, serta negara menjamin kebutuhan dasar (sandang, pangan dan papan) masyarakat, sehingga perputaran uang di pasar berjalan tanpa hambatan. Kebijakan seperti ini akan menjauhkan monopoli oleh swasta dan meminimalisir gejolak harga pasar, harga barang-barang publik akan sangat murah dan senantiasa stabil. Sehingga tercipta kesejahteraan yang merata. Wallahu ‘alam bishawab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nasib Penangkar Kopi Luwak ‘Gelap’, Sehitam Kopinya

    Nasib Penangkar Kopi Luwak ‘Gelap’, Sehitam Kopinya

    • calendar_month Minggu, 7 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah boleh bangga dengan kehebatan Kopi Luwak Indonesia yang mampu ‘menghipnotis’ para pecinta kopi di seluruh dunia seperti di ajang World Expo Shanghai China 2010. Namun kondisi ini justru berlawanan dengan nasib para produsen kopi luwak Liwa Lampung Barat. Setidaknya sepanjang tahun 2010 ini, para produsen kopi luwak Liwa Lampung Barat mengeluh sulitnya menjual produk […]

  • Diknas Madina Lecehkan DPRD, Baru Pendaftaran, Pemenang Tender Sudah Diketahui

    Diknas Madina Lecehkan DPRD, Baru Pendaftaran, Pemenang Tender Sudah Diketahui

    • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Wakil Ketua Fraksi Perjuangan Reformasi DPRD Kabupaten Mandailing Natal Iskandar Hasibuan menyesalkan sikaf Panitia Tender dan Kadis Pendidikan Madina yang melaksanakan proses tender mulai 26 Oktober hingga 2 November 2010 untuk pendaftaran karena sampai saat ini Selasa (26/10) perubahan APBD Tahun 2010 belum disahkan oleh DPRD dan langkah yang dibuat pihak panitia tender […]

  • Nyawa Hilang Di Tangan Saudara Karena Mencekik Ibu, Salah Siapa?

    Nyawa Hilang Di Tangan Saudara Karena Mencekik Ibu, Salah Siapa?

    • calendar_month Sabtu, 20 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Novida Sari, S.Kom Ketua Forum Muslimah Peduli Generasi Mandailing Natal Pertiwi kembali berduka, SN (18) seorang adik kandung korban dengan terpaksa membunuh abang kandungnya sendiri AN (34). Pelaku menggunakan kayu yang diambil dari samping rumahnya lalu memukul abangnya di bagian kepala sebanyak 6 kali hingga tewas di tempat kejadian. SN adik kandung korban […]

  • Tak Takut Polisi, Tambang Emas Ilegal di Sipogu Bebas Beroperasi

    Tak Takut Polisi, Tambang Emas Ilegal di Sipogu Bebas Beroperasi

    • calendar_month Selasa, 11 Mar 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ): seolah tidak takut pada Polisi, pelaku penambang emas ilegal di ujung kampung desa sipogu tepatnya berbatas dengan desa ampung siala Kecamatan Batang Natal terus beroperasi. Pelaku tambang ini leluasa menggunakan alat berat jenis excavator padahal lokasi aktifitas tidak jauh dari jalan lintas provinsi Panyabungan-Natal. Informasi dari warga menyebut, aktifitas penambang […]

  • Sumut Daerah Terkorup, Kerugian Negara Rp400 M

    Sumut Daerah Terkorup, Kerugian Negara Rp400 M

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, – Sumatera Utara menempati ranking pertama provinsi dengan potensi terkorup di Indonesia. Hal itu tergambar dari catatan yang dikeluarkan Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra). Dari 278 kasus korupsi yang terjadi di Sumut, jumlah kerugian negara diperkirakan mencapai sekitar Rp400 miliar. “Urutan pertama Sumut, kemudian disusul Provinsi Aceh, Papua Barat dan DKI Jakarta. Kerugian […]

  • Amnesty International Diminta Usut Penembakan Massa 22 Mei

    Amnesty International Diminta Usut Penembakan Massa 22 Mei

    • calendar_month Rabu, 22 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Onilne) – Dunia internasional diminta melakukan kajan terhadap kasus penembakan terhadap massa demonstrasi aksi 22 Mei 2019 di Jakarta. Hingga siang hari, Rabu (22/5/2019) sekitar 6 orang dari pihak massa unjukrasa 22 Mei meninggal dunia, salahsatunya teridentifikasi akibat tembakan peluru. Sehari sebelumnya, Amnesty International Indonesia telah menyerukan agar pihak berwenang harus memastikan adanya […]

expand_less