Sabtu, 18 Apr 2026
light_mode

Gempa 5,5 SR Guncang Psp

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
  • print Cetak

SIDIMPUAN-
Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter mengguncang Psp, Senin (7/2) sekira pukul 15.08 WIB. Guncangan gempa terasa sampai ke Madina, Sibolga, dan Tapteng. Uniknya, meski guncangan terasa hingga ke luar daerah, masyarakat Psp justru banyak yang mengaku tidak merasakan gempa yang memang hanya berlangsung selama 5 detik tersebut.
Kabid Pelayanan Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan, Hendra Suwarta, di Medan, mengatakan, gempa terjadi di 0,81 Lintang Utara dan 98,65 Bujur Timur.
Gempa berkekuatan 5,5 SR itu berada pada 93 kilometer di kedalaman laut di 93 kilometer barat daya Psp. Meski terjadi di laut, diperkirakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Pantauan METRO saat gempa terjadi warga tidak sampai panik. Mereka hanya ke luar rumah untuk melihat situasi. Lalu, sekitar 2 hingga 5 menit kemudian, warga yang sempat ke luar masuk ke rumah dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Di Kantor Perwakilan Harian Metro Tabagsel, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Bincar, Kecamatan Psp Utara, komputer terlihat bergoyang sekitar 5 detik. “Sempat terasa sebentar, lalu ke luar kantor dan masuk kembali,” kata salahsatu karyawan, Tina.
Di Padang Matinggi, Psp Utara, warga tidak sampai ke luar rumah. Sebab, gempa hanya berlangsung sebentar. Warga setempat, D br Siregar (29), mengaku, meski tidak panik, ia tetap berjaga dan waspada dari segala kemungkinan yang terjadi.
Kabag Humasy Pemko Psp, Ahmad Bestari, kepada METRO, Senin (7/2), melalui telepon selulernya, mengaku merasakan gempa saat di kantor. “Memang tadi terasa ada sekitar beberapa detik. Cuma tidak ada kepanikan. Di kantor juga tenang-tenang saja. Mengenai kerusakan, kita belum dapat laporan,” sebutnya.
Tak Ada Kerusakan
di Tapsel
Hal serupa juga terjadi di Tapsel. Hingga pukul 16.20 WIB, belum ada laporan yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah, mulai kerusakan bangunan hingga korban jiwa pasca terjadinya gempa.
“Sampai sekarang belum ada laporan kerusakan ataupun korban akibat gempa tersebut,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapsel, Ashari Lubis melalui telepon selulernya.
Pemkab Madina Koordinasi dengan Camat
Pendapat senada juga dilontarkan Kabag Humasy Pemkab Madina, M Taufik Lubis SH. Menurut Taufik, gempa juga terasa sebagian warga di Madina. Namun, yang dirasakan hanya lah getaran. “Kita belum terima informasi bahwa ada kerusakan akibat gempa. Namun, kita tetap koordinasi dengan camat di seluruh Madina,” kata Taufik.
Sementara itu, seorang tenaga honorer di Dinas PU Madina, Riski Lubis, kepada METRO, menambahkan, ketika gempa terjadi ia bersama rekannya sempat ke luar dan berlari ke luar ruangan untuk menghindari hal-hal membahayakan.
“Kami rasakan getaran itu sekira pukul tiga lewat. Saat itu juga kami ke luar dari ruangan,” sebut Riski.
Namun, sejumlah pedagang di Pasar Baru Panyabungan mengaku justru tak merasakan gempa. Riswanto (35) misalnya, ia mengaku sama sekali tidak merasa gempa. ”Saya tak tahu kalau ada gempa. Saya rasa biasa saja,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Sakirin, pengunjung kafe Rindang di Panyabungan. “Kawan saya memang telepon kalau di Psp terjadi gempa. Tapi, saya sendiri tak mengetahui itu,” sebutnya. (kdc/phn/neo/wan)
Di Sibolga, Pegawai & Pasien Berhamburan
Ratusan pegawai di kantor wali kota dan pasien di RSU FL Tobing Sibolga berhamburan keluar akibat guncangan gempa, Senin (7/2) sekira pukul 15.15 WIB. Gempa yang dirasakan para pegawai dan pasien RSU terasa sangat kuat dan membuat mereka menjadi khawatir akan adanya gempa susulan yang lebih kuat lagi.
Pantauan METRO, para pegawai di kantor wali kota tampak panik ketika terjadi guncangan gempa, khususnya yang berkantor di bangunan baru yang berlantai 3. “Guncangan gempa itu sangat kuat dan kami merasa seperti diayun-ayun di dalam ruangan kami. Apalagi ruangan kerja kami berada di lantai 3,” ujar R Sitorus, salahsatu pegawai di kantor Wali Kota Sibolga.
Menurutnya, saat terjadi gempa tersebut yang terpikir dalam benaknya adalah berlari dan menyelamatkan diri dari kantor Wali Kota Sibolga yang berlantai 3 tersebut. Bahkan pekerjaan yang sedang dilakukannya terpaksa harus ditinggalkan, karena yang terpikir saat itu adalah berlari secepatnya meninggalkan ruangan kerjanya. “Suasana saat itu cukup panik, apalagi para pegawai lainnya juga terlihat berhamburan keluar dari ruangan kerjanya masing-masing. Puji Tuhan, selanjutnya tidak terjadi lagi gempa susulan, setelah menunggu beberapa saat, kami kembali melakukan pekerjaan kami,” tandasnya.
Selain di kantor Wali Kota Sibolga, kepanikan juga terlihat di Rumah Sakit Umum dr Ferdinan Lumban Tobing Kota Sibolga yang membuat para pengunjung, keluarga pasien, maupun sejumlah warga yang dirawat terlihat keluar dengan dibantu keluarganya. Bahkan akibat guncangan gempa yang terjadi meskipun hanya berkisar 8 detik tersebut, para dokter, tenaga medis, dan staf rumah sakit Kota Sibolga tersebut juga berlari dengan tujuan menyelamatkan diri.
Sementara informasi dari BMG menyebutkan, gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) yang terjadi sekitar pukul 15.08 WIB tersebut berpusat di Padangsidimpuan dan gempa dipastikan tidak berpotensi tsunami. Disebut lokasi gempa berada 93 km Barat Daya Padangsidimpuan pada koordinat 0.81 LU – 98.65 BT dan pusat gempa berada pada kedalaman 67 km di bawah permukaan laut. Meskipun demikian, belum ada informasi korban akibat gempa, demikian pula kerusakan yang ditimbulkan. (tob)
Getaran Tak Sampai ke Sipirok dan Palas
Sementara itu sejumlah warga yang berdomisili di Kecamatan Sipirok dan Arse, Kabupaten Tapsel, serta Palas, mengaku tak merasakan gempa.
“Tidak ada terasa gempa, memangnya ada gempa ya? Kami di Palas tidak tahu dan tak merasakan sedikit pun gempa. Memangnya gempa di mana?” tanya warga Sibuhuan, Palas, Haposan (30), kepada METRO, Senin (7/2), melalui telepon selulernya.
goncangan gempa tidak begitu terasa dan tidak sampai membuat warga panik dan Warga Kecamatan Arse, Amin Pane (57) dan Tina (23), melalui pesan singkatnya juga mengaku tidak mengetahui kalau terjadi gempa. “Gempa apa, kapan itu, nggak ada terasa di sini,” tulis keduanya, Senin (7/2) sore.
Hal senada juga diungkapkan warga Sipirok. “Gempa apa? tak ada terasa di sini,” kata warga. (ran)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gedung UPT BP3K dipertanyakan

    Gedung UPT BP3K dipertanyakan

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Dipertanyakan : Gedung UPT BP3K Gunung Baringin dipertanyakan, mengingat proyek dibawah naungan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mandiling Natal ini sampai saat ini tidak jelas perusahaan mana yang mengerjakannya padahal sudah rampung dikerjakan. *MO*

  • PT SMGP Bangun MCK di Roburan Dolok & Sibanggor Julu

    PT SMGP Bangun MCK di Roburan Dolok & Sibanggor Julu

    • calendar_month Minggu, 31 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan, PT Sorik Merapi Geothermal Power kembali melakukan peresmian bangunan MCK di Desa Roburan Dolok, Kecamatan Panyabungan Selatan dan Desa Sibanggor Julu Kecamatan Puncak Sorik Merapi Kabuaten Mandailing Natal (Madina) untuk membantu masyarakat hidup sehat dalam mempergunakan air yang juga merupakan salah satu Program Corporate Sosial Responsibility (CSR) perusahaan yang berkelanjutan. “Perusahaan yang bergerak di […]

  • Jeruk Brastagi Masih Andalan

    Jeruk Brastagi Masih Andalan

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasokan jeruk manis ke Mandailing Natal (Madina) masih didominasi jeruk dari Kabupaten Karo ditengah naiknya harga buah impor. “Jeruk Maga yang khas Mandailing sudah lama raib, sementara jeruk impor itu mahal, makanya jeruk Brastagi jadi andalan kita,” ungkap Rudy Nasution penjual buah di pasar Panyabungan, Jum’at (19/7/2013). Dia menjelaskan, dagangan jeruk […]

  • Kejari Tetapkan Kadis dan Mantan Kadis Kelautan Madina Tersangka Korupsi

    Kejari Tetapkan Kadis dan Mantan Kadis Kelautan Madina Tersangka Korupsi

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Onine) – Kejaksaan Negeri Panyabungan, Mandailing Natal (Madina) telah menetapkan mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Madina berinisial KS dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Madina berinisial ZMN menjadi tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi dana APBD 2012 dan 2013 di instansi itu. “Hingga saat ini kita baru bisa menetapkan dua oknum […]

  • Kelelahan Sejumlah Peserta Upacara HUT ke 78 RI di Madina Pingsan

    Kelelahan Sejumlah Peserta Upacara HUT ke 78 RI di Madina Pingsan

    • calendar_month Kamis, 17 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online)- Upacara peringatan detik detik HUT ke 78 Kemerdekaan RI di Pelataran Masjid Agung Nur Alan’nur Aek Godang Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) Kamis 17/8/2023, diwarnai sejumlah peserta upacara dari barisan pelajar jatuh pingsan. Mereka pelajar yang jatuh pingsan di bawa ke mobil ambulance dan ditangani petugas medis. Sejak awal upacara […]

  • Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (1)

    Lubuk Larangan : Pecandu Hingga Pembeli (1)

    • calendar_month Rabu, 19 Jun 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Dahlan Batubara   Hari panen Lubuk Larangan adalah hari meriah. Orang-orang selalu berjibun ruah di sepanjang aliran sungai dan tepian sungai. Sejak pukul 6 hingga 7 pagi, ratusan sepeda motor akan menderu-deru di sepanjang jalan raya menuju desa yang memanen Lubuk Larangan. Sepeda motor-sepada motor itu dikendarai para penangkap ikan yang membawa […]

expand_less