Senin, 20 Apr 2026
light_mode

Gempa 5,5 SR Guncang Psp

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
  • print Cetak

SIDIMPUAN-
Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter mengguncang Psp, Senin (7/2) sekira pukul 15.08 WIB. Guncangan gempa terasa sampai ke Madina, Sibolga, dan Tapteng. Uniknya, meski guncangan terasa hingga ke luar daerah, masyarakat Psp justru banyak yang mengaku tidak merasakan gempa yang memang hanya berlangsung selama 5 detik tersebut.
Kabid Pelayanan Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan, Hendra Suwarta, di Medan, mengatakan, gempa terjadi di 0,81 Lintang Utara dan 98,65 Bujur Timur.
Gempa berkekuatan 5,5 SR itu berada pada 93 kilometer di kedalaman laut di 93 kilometer barat daya Psp. Meski terjadi di laut, diperkirakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Pantauan METRO saat gempa terjadi warga tidak sampai panik. Mereka hanya ke luar rumah untuk melihat situasi. Lalu, sekitar 2 hingga 5 menit kemudian, warga yang sempat ke luar masuk ke rumah dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Di Kantor Perwakilan Harian Metro Tabagsel, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Bincar, Kecamatan Psp Utara, komputer terlihat bergoyang sekitar 5 detik. “Sempat terasa sebentar, lalu ke luar kantor dan masuk kembali,” kata salahsatu karyawan, Tina.
Di Padang Matinggi, Psp Utara, warga tidak sampai ke luar rumah. Sebab, gempa hanya berlangsung sebentar. Warga setempat, D br Siregar (29), mengaku, meski tidak panik, ia tetap berjaga dan waspada dari segala kemungkinan yang terjadi.
Kabag Humasy Pemko Psp, Ahmad Bestari, kepada METRO, Senin (7/2), melalui telepon selulernya, mengaku merasakan gempa saat di kantor. “Memang tadi terasa ada sekitar beberapa detik. Cuma tidak ada kepanikan. Di kantor juga tenang-tenang saja. Mengenai kerusakan, kita belum dapat laporan,” sebutnya.
Tak Ada Kerusakan
di Tapsel
Hal serupa juga terjadi di Tapsel. Hingga pukul 16.20 WIB, belum ada laporan yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah, mulai kerusakan bangunan hingga korban jiwa pasca terjadinya gempa.
“Sampai sekarang belum ada laporan kerusakan ataupun korban akibat gempa tersebut,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapsel, Ashari Lubis melalui telepon selulernya.
Pemkab Madina Koordinasi dengan Camat
Pendapat senada juga dilontarkan Kabag Humasy Pemkab Madina, M Taufik Lubis SH. Menurut Taufik, gempa juga terasa sebagian warga di Madina. Namun, yang dirasakan hanya lah getaran. “Kita belum terima informasi bahwa ada kerusakan akibat gempa. Namun, kita tetap koordinasi dengan camat di seluruh Madina,” kata Taufik.
Sementara itu, seorang tenaga honorer di Dinas PU Madina, Riski Lubis, kepada METRO, menambahkan, ketika gempa terjadi ia bersama rekannya sempat ke luar dan berlari ke luar ruangan untuk menghindari hal-hal membahayakan.
“Kami rasakan getaran itu sekira pukul tiga lewat. Saat itu juga kami ke luar dari ruangan,” sebut Riski.
Namun, sejumlah pedagang di Pasar Baru Panyabungan mengaku justru tak merasakan gempa. Riswanto (35) misalnya, ia mengaku sama sekali tidak merasa gempa. ”Saya tak tahu kalau ada gempa. Saya rasa biasa saja,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Sakirin, pengunjung kafe Rindang di Panyabungan. “Kawan saya memang telepon kalau di Psp terjadi gempa. Tapi, saya sendiri tak mengetahui itu,” sebutnya. (kdc/phn/neo/wan)
Di Sibolga, Pegawai & Pasien Berhamburan
Ratusan pegawai di kantor wali kota dan pasien di RSU FL Tobing Sibolga berhamburan keluar akibat guncangan gempa, Senin (7/2) sekira pukul 15.15 WIB. Gempa yang dirasakan para pegawai dan pasien RSU terasa sangat kuat dan membuat mereka menjadi khawatir akan adanya gempa susulan yang lebih kuat lagi.
Pantauan METRO, para pegawai di kantor wali kota tampak panik ketika terjadi guncangan gempa, khususnya yang berkantor di bangunan baru yang berlantai 3. “Guncangan gempa itu sangat kuat dan kami merasa seperti diayun-ayun di dalam ruangan kami. Apalagi ruangan kerja kami berada di lantai 3,” ujar R Sitorus, salahsatu pegawai di kantor Wali Kota Sibolga.
Menurutnya, saat terjadi gempa tersebut yang terpikir dalam benaknya adalah berlari dan menyelamatkan diri dari kantor Wali Kota Sibolga yang berlantai 3 tersebut. Bahkan pekerjaan yang sedang dilakukannya terpaksa harus ditinggalkan, karena yang terpikir saat itu adalah berlari secepatnya meninggalkan ruangan kerjanya. “Suasana saat itu cukup panik, apalagi para pegawai lainnya juga terlihat berhamburan keluar dari ruangan kerjanya masing-masing. Puji Tuhan, selanjutnya tidak terjadi lagi gempa susulan, setelah menunggu beberapa saat, kami kembali melakukan pekerjaan kami,” tandasnya.
Selain di kantor Wali Kota Sibolga, kepanikan juga terlihat di Rumah Sakit Umum dr Ferdinan Lumban Tobing Kota Sibolga yang membuat para pengunjung, keluarga pasien, maupun sejumlah warga yang dirawat terlihat keluar dengan dibantu keluarganya. Bahkan akibat guncangan gempa yang terjadi meskipun hanya berkisar 8 detik tersebut, para dokter, tenaga medis, dan staf rumah sakit Kota Sibolga tersebut juga berlari dengan tujuan menyelamatkan diri.
Sementara informasi dari BMG menyebutkan, gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) yang terjadi sekitar pukul 15.08 WIB tersebut berpusat di Padangsidimpuan dan gempa dipastikan tidak berpotensi tsunami. Disebut lokasi gempa berada 93 km Barat Daya Padangsidimpuan pada koordinat 0.81 LU – 98.65 BT dan pusat gempa berada pada kedalaman 67 km di bawah permukaan laut. Meskipun demikian, belum ada informasi korban akibat gempa, demikian pula kerusakan yang ditimbulkan. (tob)
Getaran Tak Sampai ke Sipirok dan Palas
Sementara itu sejumlah warga yang berdomisili di Kecamatan Sipirok dan Arse, Kabupaten Tapsel, serta Palas, mengaku tak merasakan gempa.
“Tidak ada terasa gempa, memangnya ada gempa ya? Kami di Palas tidak tahu dan tak merasakan sedikit pun gempa. Memangnya gempa di mana?” tanya warga Sibuhuan, Palas, Haposan (30), kepada METRO, Senin (7/2), melalui telepon selulernya.
goncangan gempa tidak begitu terasa dan tidak sampai membuat warga panik dan Warga Kecamatan Arse, Amin Pane (57) dan Tina (23), melalui pesan singkatnya juga mengaku tidak mengetahui kalau terjadi gempa. “Gempa apa, kapan itu, nggak ada terasa di sini,” tulis keduanya, Senin (7/2) sore.
Hal senada juga diungkapkan warga Sipirok. “Gempa apa? tak ada terasa di sini,” kata warga. (ran)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gubsu zikir bersama masyarakat Palas

    Gubsu zikir bersama masyarakat Palas

    • calendar_month Senin, 10 Feb 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    PADANG LAWAS – Ribuan masyarakat dan tokoh agama kabupaten Padang Lawas berkumpul bersama di lapangan Merdeka,Sibuhuan,Kabupaten Padang Lawas, hari ini. Selain memohon ampunan dari Allah SWT, zikir bersama ini juga untuk memohon pertolongan dari Allah SWT agar negeri ini segera bebas dari segala bala bencana. Bersama Gubernur Sumut  Gatot Pujo Nugroho, hadir Ketua Tim Penggerak […]

  • Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

    Resiliensi: Meneguhkan Langkah Bangsa

    • calendar_month Senin, 18 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Azhar Nasution Setiap bangsa yang besar selalu melalui ujian sejarah yang tidak ringan. Indonesia, misalnya, pernah mengalami masa penjajahan panjang, krisis ekonomi, hingga berbagai gejolak sosial. Namun, yang membuat bangsa ini tetap berdiri tegak adalah resiliensi yaitu kemampuan untuk bertahan, beradaptasi, dan bangkit dari kesulitan. Makna resiliensi dalam kehidupan bangsa bukan hanya soal bertahan […]

  • Mudik Dilarang, WNA Bebas Datang

    Mudik Dilarang, WNA Bebas Datang

    • calendar_month Jumat, 7 Mei 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Khadijah Nelly, M.Pd Akademisi dan Pemerhati Kebijakan Publik Viral! kedatangan puluhan warga negara asing (WNA China) ke tanah air dengan menggunakan pesawat carter di saat pemberlakuan larangan mudik mendapat kritikan dan kecaman dari berbagai pihak. Politisi Partai Gerindra, Fadli Zon kembali memberikan tanggapan atas bolehnya warga asing ke Indonesia. Fadli Zon secara terang-terangan menilai pemerintah telah melakukan diskriminasi […]

  • Hukum Membangun Makam, Bolehkah?

    Hukum Membangun Makam, Bolehkah?

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    Oleh: Mashih Nashrullah Perbedaan terletak pada penyikapan hadis. Permasalahan ini memang terbilang klasik. Deretan kitab fikih generasi salaf pun telah banyak mengupas tema ini sesuai dengan corak mazhab masing-masing. Namun, membahas topik ini selalu memantik perhatian. Selain karena fenomena ini terus berulang di masyarakat, isu ini tak jarang terhembus ke permukaan dan menjadi bahan saling […]

  • Video: Warga Hutapuli Kembali Tolak PT Sorikmas Mining

    Video: Warga Hutapuli Kembali Tolak PT Sorikmas Mining

    • calendar_month Selasa, 7 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Pertemuan antara warga Desa Hutapuli dengan pihak PT Sorikmas Mining belum menemukan titik terang. Warga tetap menolak kehadiran perusahaan yang bergerak di bidang tambang emas tersebut karena khawatir dengan dampak buruk aktivitas perusahaan.

  • Irigasi Batang Gadis “Sekarat”, 11 Desa Krisis Air di Madina

    Irigasi Batang Gadis “Sekarat”, 11 Desa Krisis Air di Madina

    • calendar_month Jumat, 18 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Volume air di Saluran Kanan Irigasi Batang Gadis di Mandailing Natal telah bertahun-tahun “sekarat”. Akibatnya, petani di dua kecamatan menjerit. Yaitu Kecamatan Panyabungan dan Panyabungan Utara. Para petani dari dua kecamatan ini yang diwawancarai dalam dua pekan terakhir (tanggal 3 hingga 17/6/2021) mengungkapkan kesulitan ini telah berlangsung hampir 10 tahun, lalu […]

expand_less