Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Gempa 5,5 SR Guncang Psp

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 8 Feb 2011
  • print Cetak

SIDIMPUAN-
Gempa berkekuatan 5,5 skala Richter mengguncang Psp, Senin (7/2) sekira pukul 15.08 WIB. Guncangan gempa terasa sampai ke Madina, Sibolga, dan Tapteng. Uniknya, meski guncangan terasa hingga ke luar daerah, masyarakat Psp justru banyak yang mengaku tidak merasakan gempa yang memang hanya berlangsung selama 5 detik tersebut.
Kabid Pelayanan Data dan Informasi Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah I Medan, Hendra Suwarta, di Medan, mengatakan, gempa terjadi di 0,81 Lintang Utara dan 98,65 Bujur Timur.
Gempa berkekuatan 5,5 SR itu berada pada 93 kilometer di kedalaman laut di 93 kilometer barat daya Psp. Meski terjadi di laut, diperkirakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Pantauan METRO saat gempa terjadi warga tidak sampai panik. Mereka hanya ke luar rumah untuk melihat situasi. Lalu, sekitar 2 hingga 5 menit kemudian, warga yang sempat ke luar masuk ke rumah dan kembali beraktivitas seperti biasa.
Di Kantor Perwakilan Harian Metro Tabagsel, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Bincar, Kecamatan Psp Utara, komputer terlihat bergoyang sekitar 5 detik. “Sempat terasa sebentar, lalu ke luar kantor dan masuk kembali,” kata salahsatu karyawan, Tina.
Di Padang Matinggi, Psp Utara, warga tidak sampai ke luar rumah. Sebab, gempa hanya berlangsung sebentar. Warga setempat, D br Siregar (29), mengaku, meski tidak panik, ia tetap berjaga dan waspada dari segala kemungkinan yang terjadi.
Kabag Humasy Pemko Psp, Ahmad Bestari, kepada METRO, Senin (7/2), melalui telepon selulernya, mengaku merasakan gempa saat di kantor. “Memang tadi terasa ada sekitar beberapa detik. Cuma tidak ada kepanikan. Di kantor juga tenang-tenang saja. Mengenai kerusakan, kita belum dapat laporan,” sebutnya.
Tak Ada Kerusakan
di Tapsel
Hal serupa juga terjadi di Tapsel. Hingga pukul 16.20 WIB, belum ada laporan yang masuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah, mulai kerusakan bangunan hingga korban jiwa pasca terjadinya gempa.
“Sampai sekarang belum ada laporan kerusakan ataupun korban akibat gempa tersebut,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Tapsel, Ashari Lubis melalui telepon selulernya.
Pemkab Madina Koordinasi dengan Camat
Pendapat senada juga dilontarkan Kabag Humasy Pemkab Madina, M Taufik Lubis SH. Menurut Taufik, gempa juga terasa sebagian warga di Madina. Namun, yang dirasakan hanya lah getaran. “Kita belum terima informasi bahwa ada kerusakan akibat gempa. Namun, kita tetap koordinasi dengan camat di seluruh Madina,” kata Taufik.
Sementara itu, seorang tenaga honorer di Dinas PU Madina, Riski Lubis, kepada METRO, menambahkan, ketika gempa terjadi ia bersama rekannya sempat ke luar dan berlari ke luar ruangan untuk menghindari hal-hal membahayakan.
“Kami rasakan getaran itu sekira pukul tiga lewat. Saat itu juga kami ke luar dari ruangan,” sebut Riski.
Namun, sejumlah pedagang di Pasar Baru Panyabungan mengaku justru tak merasakan gempa. Riswanto (35) misalnya, ia mengaku sama sekali tidak merasa gempa. ”Saya tak tahu kalau ada gempa. Saya rasa biasa saja,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Sakirin, pengunjung kafe Rindang di Panyabungan. “Kawan saya memang telepon kalau di Psp terjadi gempa. Tapi, saya sendiri tak mengetahui itu,” sebutnya. (kdc/phn/neo/wan)
Di Sibolga, Pegawai & Pasien Berhamburan
Ratusan pegawai di kantor wali kota dan pasien di RSU FL Tobing Sibolga berhamburan keluar akibat guncangan gempa, Senin (7/2) sekira pukul 15.15 WIB. Gempa yang dirasakan para pegawai dan pasien RSU terasa sangat kuat dan membuat mereka menjadi khawatir akan adanya gempa susulan yang lebih kuat lagi.
Pantauan METRO, para pegawai di kantor wali kota tampak panik ketika terjadi guncangan gempa, khususnya yang berkantor di bangunan baru yang berlantai 3. “Guncangan gempa itu sangat kuat dan kami merasa seperti diayun-ayun di dalam ruangan kami. Apalagi ruangan kerja kami berada di lantai 3,” ujar R Sitorus, salahsatu pegawai di kantor Wali Kota Sibolga.
Menurutnya, saat terjadi gempa tersebut yang terpikir dalam benaknya adalah berlari dan menyelamatkan diri dari kantor Wali Kota Sibolga yang berlantai 3 tersebut. Bahkan pekerjaan yang sedang dilakukannya terpaksa harus ditinggalkan, karena yang terpikir saat itu adalah berlari secepatnya meninggalkan ruangan kerjanya. “Suasana saat itu cukup panik, apalagi para pegawai lainnya juga terlihat berhamburan keluar dari ruangan kerjanya masing-masing. Puji Tuhan, selanjutnya tidak terjadi lagi gempa susulan, setelah menunggu beberapa saat, kami kembali melakukan pekerjaan kami,” tandasnya.
Selain di kantor Wali Kota Sibolga, kepanikan juga terlihat di Rumah Sakit Umum dr Ferdinan Lumban Tobing Kota Sibolga yang membuat para pengunjung, keluarga pasien, maupun sejumlah warga yang dirawat terlihat keluar dengan dibantu keluarganya. Bahkan akibat guncangan gempa yang terjadi meskipun hanya berkisar 8 detik tersebut, para dokter, tenaga medis, dan staf rumah sakit Kota Sibolga tersebut juga berlari dengan tujuan menyelamatkan diri.
Sementara informasi dari BMG menyebutkan, gempa berkekuatan 5,5 Skala Richter (SR) yang terjadi sekitar pukul 15.08 WIB tersebut berpusat di Padangsidimpuan dan gempa dipastikan tidak berpotensi tsunami. Disebut lokasi gempa berada 93 km Barat Daya Padangsidimpuan pada koordinat 0.81 LU – 98.65 BT dan pusat gempa berada pada kedalaman 67 km di bawah permukaan laut. Meskipun demikian, belum ada informasi korban akibat gempa, demikian pula kerusakan yang ditimbulkan. (tob)
Getaran Tak Sampai ke Sipirok dan Palas
Sementara itu sejumlah warga yang berdomisili di Kecamatan Sipirok dan Arse, Kabupaten Tapsel, serta Palas, mengaku tak merasakan gempa.
“Tidak ada terasa gempa, memangnya ada gempa ya? Kami di Palas tidak tahu dan tak merasakan sedikit pun gempa. Memangnya gempa di mana?” tanya warga Sibuhuan, Palas, Haposan (30), kepada METRO, Senin (7/2), melalui telepon selulernya.
goncangan gempa tidak begitu terasa dan tidak sampai membuat warga panik dan Warga Kecamatan Arse, Amin Pane (57) dan Tina (23), melalui pesan singkatnya juga mengaku tidak mengetahui kalau terjadi gempa. “Gempa apa, kapan itu, nggak ada terasa di sini,” tulis keduanya, Senin (7/2) sore.
Hal senada juga diungkapkan warga Sipirok. “Gempa apa? tak ada terasa di sini,” kata warga. (ran)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Isu Penculikan Merebak di Sibolga

    Isu Penculikan Merebak di Sibolga

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TAPTENG-Masyarakat Kota Sibolga dan Tapanuli Tengah Tapteng), khususnya orangtua, resah akibat merebaknya isu melalui SMS tentang aksi penculikan terhadap anak-anak, orang dewasa, bahkan orangtua. Sesuai sms itu, orang yang diculik akan dibunuh untuk diambil organ tubuhnya seperti hati, jantung dan ginjal. “Polsek/Polres Madina memohon maaf untuk semua. Diumumkan kepada Anda bahwa ada penculikan anak, dewasa, […]

  • Kadin Madina Akan Gelar Rakerda

    Kadin Madina Akan Gelar Rakerda

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Mandailiing Natal akan menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda). Rakerda dijadwal berlangsung tanggal 22 Pebruari di Hotel Rindang, Panyabungan, Mandailing Natal (Madina). Ketua Kadin Sumatera Utara, H.Ivan Iskandar Batubara dan pengurus Kadin Sumut lainnya direncanakan hadir. Ivan Iskandar dijadwal akan memberikan arahan arahan menyangkut arah Kadin […]

  • Warga Sipolu Polu Grebek Rumah Diduga Tempat Transaksi Narkoba

    Warga Sipolu Polu Grebek Rumah Diduga Tempat Transaksi Narkoba

    • calendar_month Senin, 31 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) -puluhan warga Aek Lapan, Kelurahan Sipolu Polu, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Minggu malam 30/7/2023 menggrebek sebuah rumah yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba. Sayangnya saat di grebek, rumah tersebut dalam keadaan kosong, hanya saja ada 2 orang remaja di temukan disebuah pondok sawah tidak jauh dari lokasi penggrebekan. Saat […]

  • Salut Buat Kejatisu Tidak Petieskan Kasus Melibatkan Sekda Madina

    Salut Buat Kejatisu Tidak Petieskan Kasus Melibatkan Sekda Madina

    • calendar_month Sabtu, 14 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN : Dengan adanya pemeriksaan Sekda Madina M Daud Batubara S sos M.Si terkait dugaan penyelewengan terhadap uang Negara pada waktu beliau menjabat sebagai Kabag tapem di Pemko Padangsidimpuan dengan kerugian Negara sebesar Rp.4,9 miliar di Pemko Padangsidimpuan.Pemanggilan Sekdakab Madina ini menjadi pembicaraan dikalangan PNS yang ada dilingkungan Pemkab Madina serta tokoh-tokoh masyarakat Madina, termasuk […]

  • Usai Nonton Debat, Fahrizal Sebut Saipullah Calon Bupati Kelas Menteri

    Usai Nonton Debat, Fahrizal Sebut Saipullah Calon Bupati Kelas Menteri

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PALUTA (Mandailing Online) – Ketua DPD Partai Hanura Mandailing Natal (Madina) Fahrizal Efendi Nasution menilai wawasan dan pengalaman birokrasi calon bupati Madina nomor urut 2, H. Saipullah Nasution, boleh dibilang sudah sekelas menteri. Dia menyampaikan penilaian itu usai menonton debat publik Pilkada Madina 2024. “Wawasan dan pengalaman Saipullah itu boleh kita bilang sudah sekelas menteri,” […]

  • 5000-an Anak Yatim di Madina Dapat Santunan

    5000-an Anak Yatim di Madina Dapat Santunan

    • calendar_month Jumat, 29 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sebanyak sekitar 5000 anak yatim di seluruh penjuru Mandailing Natal (Madina) memperoleh santunan uang. Penyaluran santunan secara simbolis diberikan Bupati Madina, Ja’far Sukhairi Nasution dan Wabup Atika Azmi Utammi Nasution kepada ratusan anak yatim di masjid Nur Ala Nur, Panyabungan usai solat Jum’at (29/4/2022) untuk anak yatim yang berasal dari […]

expand_less