Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Bupati Madina : Kasih Bukti Akan Saya Tindak Tegas Kades Terlibat Tambang Emas Ilegal

  • account_circle Muhammad Hanapi
  • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
  • print Cetak

Bupati Madina Saipullah Nasution bersama Kapolda Sumatera Utara ( ist )

MADINA ( Mandailing Online ): Menanggapi banyaknyan pemberitaan keterlibatan oknum Kepala Desa di Kabupaten Mandailing Natal yang diduga terkibat aktifitas tambang emas ilegal. Bupati Saipullah Nasution secara tegas meminta bukti keterlibatan oknum Kepala Desa yang terlibat sehingga punya dasar melakukan tindakan.

” kami apresiasi pengawasan yang dilakukan media terkait aktifitas pertambangan emas ilegal di Madina. Namun saya minta media kasih nama kades dan bukti. Kalau sudah ada bukti saya akan periksa dia lewat inspektorat. Ketika terbukti melakukan pelanggaran admibistratif saya akan sangsi tegas dengan pemberhentian dan ketika terbukti melakukan tindak pidana kita serahkan ke langsung ke polisi bertindak secara pidana,” kata Saipullah Nasution lewat sambungan tlephon Kamis 8/5/2025.

Bupati mengaku sangat bersyukur bisa menindak orang orang yang tidak mengikuti aturan hukum terkait pengelolaan tambang ini. Saat ini kata dia Pemkab Madina sedang menyurati kementerian terkait untuk mempasilitasi pelaku tambang agar merusaha legal dengan memiliki izin.

” saat ini Pemkab Madina sudah menyurati kementerian ESDM agar WPR yang sudah ada bisa dapat IPR nya. Upaya Pemkab mempaailitasi ini sedang berjalan. Apabila pelaku tambang tidak sabar ya konsekuensinya melanggar hukum,” jelas Saipullah Nasution.

Ia meminta Camat yang wilayahnya masuk areal pertambangan membantu melakukan pendataan sehingga semua tugas berjalan karena tidak semua pekerjaan bisa dikerjakanyna  sendiri.

” ada camat yang bisa mengasi wilayah teritorial nya. Semestinya Kepala Desa tidak boleh menjadi bagian daripada pekerjaan ilegal itu justru semestinya Kepala Desa bagian dari saya ikut menertipkan dan mencari solusi atas persoalan itu,” tegas Bupati Saipullah Nasution.

Diketahui aktifitas tambang emas ilegal di Kabupaten Mandailing Natal ini memang jadi sorotan tajam termasuk dugaan keterlibatan Kepala Desa. Ada beberapa Kecamatan yang menjadi lahan basah pelaku tambang emas ilegal yakni Kecamatan Kotanopan, Batang Natal dan Lingga Bayu serta Hutabargot dan Nagajuang.( napi )

  • Penulis: Muhammad Hanapi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Referendum Aceh, Cermin Kegagalan Indonesia

    Referendum Aceh, Cermin Kegagalan Indonesia

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Permintaan Referendum di Aceh merupakan sikap politik yang tegas menghadapi Indonesia yang terus menuju kegagalan dalam berdemokrasi. Pimpinan Komite I DPD RI, Fachrul Razi meminta pemerintah pusat bersikap dan memberikan perhatian serius terhadap permintaan dilakukannya referendum Aceh secara resmi. Apalagi, kata Fachrul, yang berbicara referendum itu adalah Ketua Komite Peralihan Aceh […]

  • Minat Generasi Muda pada Pertanian Menurun

    Minat Generasi Muda pada Pertanian Menurun

    • calendar_month Senin, 7 Nov 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Institut Pertanian Bogor (IPB) Yonny Koesmaryono mengatakan tren minat generasi muda terhadap pertanian mulai menurun. "Saya melihat trennya menurun. Sudah lima tahun terakhir menurun," kata Yonny dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu (5/11). Dia menekankan tren penurunan tersebut bukan dari IPB melainkan dilihat secara […]

  • Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 4)

    Tokoh Bergelar Sutan (Willem) Iskander Itu Layak Jadi Pahlawan Nasional (bagian 4)

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Sebelum Ki Hadjar Dewantara, Mandailing Sudah Bicara Pendidikan Tulisan ini bukan untuk membandingkan apalagi mengecilkan Ki Hadjar Dewantara. Tetapi, sejarah tetap perlu dibaca secara utuh. Sebab jauh sebelum Ki Hadjar mendirikan Taman Siswa tahun 1922, Willem Iskander sudah mendirikan sekolah guru bumiputera di Tanobato pada tahun 1862.[1] Sekolah untuk […]

  • Perempuan Ini Islamkan Ribuan Warga Belgia

    Perempuan Ini Islamkan Ribuan Warga Belgia

    • calendar_month Senin, 14 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS — Seorang wanita muda mualaf Belgia, Veronique Cools mengubah rumahnya menjadi pusat kajian Islam bagi orang Belgia lainnya yang ingin belajar tentang Islam. Ia pun telah membantu seribu orang yang baru menerima ajaran Islam alias yang membutuhkan pembelajaran lebih lanjut soal Islam. Veronique menjadi mualaf di usia yang sangat muda. Keputusannya memeluk Islam […]

  • UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

    UKM : SUMBER EKONOMI MASA DEPAN INDONESIA

    • calendar_month Selasa, 3 Jul 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Alghif Aruni Nur Rukman, S.P Mahasiswa Magister Sains Agribisnis Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor   Masalah yang dihadapi Indonesia saat ini adalah bagaimana kita bisa keluar dari sebutan negara berkembang menjadi negara yang dapat sejajar dengan negara maju. Persoalan ini menjadipentingkarenapotensi Indonesia menjadi negara majumasihterbukaluas, sehingga Indonesia perlumempertahankanpotensi yang adasekaligus juga […]

  • Gordang Sambilan Terbesar di Dunia Iringi Harun-Ichwan ke KPU

    Gordang Sambilan Terbesar di Dunia Iringi Harun-Ichwan ke KPU

    • calendar_month Jumat, 30 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ada keunikan ketika pasangan Harun Mustafa Nasution-Ichwan Husein Nasution mendaftar sebagai bakal calon bupati/wakil bupati ke KPU Mandailing Natal, Sumut, Kamis (29/8/2024). Keunikannya adalah kehadiran Gordang Sambilan raksasa di konvoi rombongan pengiring. Rombongan bergerak dari pesantren Musthofawiyah, Purba Baru menuju Panyabungan. Lalu dari Panyabungan II rombongan jalan kaki ke kantor KPU […]

expand_less