Jumat, 17 Apr 2026
light_mode

Pembangunan Minim, Pakantan Ancam Pindah ke Sumbar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2015
  • print Cetak

 

PAKANTAN (Mandailing Online)Merasa dianak-tirikan Pemkab Mandailing Natal (Madina), warga Kecamatan Pakantan mengancam akan pindah ke Provinsi Sumatera Barat.

“Kalau Pemkab Madina dan Provinsi Sumatera Utara masih tetap tidak memperhatikan daerah Pakantan, kita berencana akan mengusulkaan  pindah ke Provinsi Sumatera Barat,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Besar Pakantan (IKP) Kota Medan, Indra Surya Lubis, BA kepada wartawan  di Kotanopan, pekan lalu.

Dikatakannya, sejak berdirinya Kecamatan Pakantan, pembangunan yang dilakukan sangat minim, terutama sektor infrastruktur.  Kondisi Pakantan dari hari ke hari bukannya lebih baik, malahan sebaliknya tambah amburadul.

“Lihat saja bagaimana kondisi jalan ke daerah ini sangat memperihatinkan. Padahal, infrastruktur jalan modal utama peningkatan ekonomi warga,” ujarnya.

Saat ini tidak ada lagi yang dapat dibanggakan dari Pakantan. Dulu masih terkenal dengan budidaya pertaniannya, khususnya  kopi, namun sekarang nyaris tidak ada.

“Kalau dulu masa Kabupaten Tapanuli Selatan,  kopi dan sayuran masih mendominasi di wilayah ini, sekarang tidak ada lagi. Bagaimana warga akan menggalakkan pertanian sedangkan infrastruktur jalan ke daerah ini rusak parah, bahkan kalau musim penghujan selalu longsor,” ungkapnya.

“Dulu jalan sepanjang 12 kilo merer dari Muara Sipongi ke Pakantan selalu beraspal, tapi sekarang kondisinya tidak ubahnya kubangan kerbau, jangankan roda empat, roda dua saja sulit melewatinya.  Pembangunan  di kecamatan ini setelah kabupaten Mandailing Natal nyaris tidak ada. Akibatnya ekonomi warga jalan di tempat, padahal daerah ini terkenal dengan sumber daya alamnya. Daerah ini sangat cocok untuk  pengembangan pertanian. Kalau Pemkab Madina mau mengembangkan wilayah ini menjadi pertanian, saya yakin Pakantan akan menjadi ‘Brastagi-nya’ Madina,” ujarnya.

Sebagai tempat wadah persatuan warga Pakantan, IKP akan terus mendorong berbagai pihak untuk  memajukan ekonomi dan perbaikan infrastruktur di wilayah ini, terutama pihak pemerintah dan keluarga besar warga Pakantan yang ada di perantauan.

“Selama ini, kita merasa daerah Pakantan ini dianaktirikan, masalah jalan saja tidak tuntas sampai bertahun-tahun. Sedihnya lagi, kalau musim penghujan, daerah ini akan terosilir di sebabkan bandan jalan akan tertimbun tanah,” ungkap Indra.

Untuk itu, kata Indra pihak terkait dalam hal ini Pemkab Madina agar lebih serius memperhatikan daerah Pakantan. Pakantan adalah daerah tua, namun sangat disayangkan perkembangannya tidak seperti kecamatan baru lainnya. Secara georafis, daerah ini berbatasan dengan Sumatera Barat.

“Jadi kalau memang tidak ada perhatian Pemkab dan Provsu sangat memungkinkan untuk bergabung dengan Sumatera Barat. Masyarakat Pakantan sudah terlalu lama menunggu,” tegasnya.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mobil Dinas di Surabaya, Spare Part Diambil di Madina

    Mobil Dinas di Surabaya, Spare Part Diambil di Madina

    • calendar_month Rabu, 24 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Meski mobil dinas Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dari Partai Demokrat Syafaruddin Anshari Nasution alias Todong sudah dibawa kembali dari Surabaya ke Madina, terungkap bahwa selama mobil dinas tersebut di Surabaya Todong pernah meminta pergantian spare part (alat-alat) mobil tersebut ke Bagian Umum Sekretariat DPRD Madina. “Betul Bang, kami memang mengeluarkan permintaan […]

  • Tak Penuhi Kuorum, Paripurna Diskors Sampai Pukul 14.00 WIB

    Tak Penuhi Kuorum, Paripurna Diskors Sampai Pukul 14.00 WIB

    • calendar_month Jumat, 12 Agt 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Akibat anggota DPRD yang hadir tak penuhi kuorum, rapat paripurna Pengambilan Rapat paripurna Pengambilan Keputusan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2021 terpaksa diskors sampai pukul 14.00 WIB. Rapat tersebut dipimipin Wakil Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) Erwin Efendi Nasution dan hanya dihadiri oleh 22 anggota DPRD aktif. Sementara itu, pihak Pemkab Madina […]

  • Prof. Dr. Maurice Bucaille Masuk Islam Setelah  Meneliti Mumi Fir’aun

    Prof. Dr. Maurice Bucaille Masuk Islam Setelah Meneliti Mumi Fir’aun

    • calendar_month Senin, 7 Mei 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Suatu hari di pertengahan tahun 1975, sebuah tawaran dari pemerintah Prancis datang kepada pemerintah Mesir. Negara Eropa tersebut menawarkan bantuan untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Tawaran tersebut disambut baik oleh Mesir. Setelah mendapat restu dari pemerintah Mesir, mumi Firaun tersebut kemudian digotong ke Prancis. Bahkan, pihak Prancis membuat pesta penyambutan kedatangan mumi Firaun […]

  • Tapal Batas Madina-Tapsel, Kabag Hukum: Kita hanya Menunggu

    Tapal Batas Madina-Tapsel, Kabag Hukum: Kita hanya Menunggu

    • calendar_month Rabu, 14 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mengenai penetapan tapal batas Madina-Tapsel yang sebelumnya ditolak Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution, saat ini Pemkab Madina hanya bisa menunggu. Demikian disampaikan Kepala Bagian Hukum Sekretaris Daerah (Kabag Hukum Sekdakab) Madina Nurkholis, SH, MH ketika dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Rabu (14/9). Nurkholis menerangkan, minggu lalu tim yang […]

  • Apakah Khilafah Kedaluwarsa?

    Apakah Khilafah Kedaluwarsa?

    • calendar_month Kamis, 15 Jun 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Akhir-akhir ini istilah khilafah menjadi topik perbincangan masyarakat. Ada anggapan bahwa istilah khilafah itu tidak ada dalam al-Quran. Karena itu Khilafah tidak perlu disuarakan. Bahkan seolah ingin ditanamkan kepada umat bahwa Khilafah itu bukan ajaran Islam sehingga umat tidak perlu menyibukkan diri dengan urusan Khilafah. Memang benar, kata khilafah dalam makna sistem pemerintahan Islam—sebagaimana […]

  • MARSIDAO-DAO (episode 39)

    MARSIDAO-DAO (episode 39)

    • calendar_month Senin, 22 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Novel Mandailing Nanisuratkon : Dahlan Batubara “Oo..soni dei langa”. “Olo, ubakma baru lehen tu sia. So marsitandahan homu dua,” ning Si Mulhan. “Mabiar dei au donok tu bodat i,”  ning Si Poso. “Nga mangalo i, boruna dei. Lehen ma so itandai ia ho”. “Olo, Udak,” ning Si Poso. “Ubak jolo pantat ni aramabir i, dungi […]

expand_less