Rabu, 14 Okt 2026
light_mode

Pembangunan Minim, Pakantan Ancam Pindah ke Sumbar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2015
  • print Cetak

 

PAKANTAN (Mandailing Online) – Merasa dianak-tirikan Pemkab Mandailing Natal (Madina), warga Kecamatan Pakantan mengancam akan pindah ke Provinsi Sumatera Barat.

“Kalau Pemkab Madina dan Provinsi Sumatera Utara masih tetap tidak memperhatikan daerah Pakantan, kita berencana akan mengusulkaan  pindah ke Provinsi Sumatera Barat,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Besar Pakantan (IKP) Kota Medan, Indra Surya Lubis, BA kepada wartawan  di Kotanopan, pekan lalu.

Dikatakannya, sejak berdirinya Kecamatan Pakantan, pembangunan yang dilakukan sangat minim, terutama sektor infrastruktur.  Kondisi Pakantan dari hari ke hari bukannya lebih baik, malahan sebaliknya tambah amburadul.

“Lihat saja bagaimana kondisi jalan ke daerah ini sangat memperihatinkan. Padahal, infrastruktur jalan modal utama peningkatan ekonomi warga,” ujarnya.

Saat ini tidak ada lagi yang dapat dibanggakan dari Pakantan. Dulu masih terkenal dengan budidaya pertaniannya, khususnya  kopi, namun sekarang nyaris tidak ada.

“Kalau dulu masa Kabupaten Tapanuli Selatan,  kopi dan sayuran masih mendominasi di wilayah ini, sekarang tidak ada lagi. Bagaimana warga akan menggalakkan pertanian sedangkan infrastruktur jalan ke daerah ini rusak parah, bahkan kalau musim penghujan selalu longsor,” ungkapnya.

“Dulu jalan sepanjang 12 kilo merer dari Muara Sipongi ke Pakantan selalu beraspal, tapi sekarang kondisinya tidak ubahnya kubangan kerbau, jangankan roda empat, roda dua saja sulit melewatinya.  Pembangunan  di kecamatan ini setelah kabupaten Mandailing Natal nyaris tidak ada. Akibatnya ekonomi warga jalan di tempat, padahal daerah ini terkenal dengan sumber daya alamnya. Daerah ini sangat cocok untuk  pengembangan pertanian. Kalau Pemkab Madina mau mengembangkan wilayah ini menjadi pertanian, saya yakin Pakantan akan menjadi ‘Brastagi-nya’ Madina,” ujarnya.

Sebagai tempat wadah persatuan warga Pakantan, IKP akan terus mendorong berbagai pihak untuk  memajukan ekonomi dan perbaikan infrastruktur di wilayah ini, terutama pihak pemerintah dan keluarga besar warga Pakantan yang ada di perantauan.

“Selama ini, kita merasa daerah Pakantan ini dianaktirikan, masalah jalan saja tidak tuntas sampai bertahun-tahun. Sedihnya lagi, kalau musim penghujan, daerah ini akan terosilir di sebabkan bandan jalan akan tertimbun tanah,” ungkap Indra.

Untuk itu, kata Indra pihak terkait dalam hal ini Pemkab Madina agar lebih serius memperhatikan daerah Pakantan. Pakantan adalah daerah tua, namun sangat disayangkan perkembangannya tidak seperti kecamatan baru lainnya. Secara georafis, daerah ini berbatasan dengan Sumatera Barat.

“Jadi kalau memang tidak ada perhatian Pemkab dan Provsu sangat memungkinkan untuk bergabung dengan Sumatera Barat. Masyarakat Pakantan sudah terlalu lama menunggu,” tegasnya.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Menunggu, Poldasu dan Kejatisu Mempersilakan

    KPK Menunggu, Poldasu dan Kejatisu Mempersilakan

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ambil Alih Kasus Korupsi Besar yang Mandeg JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memberikan sinyal kesiapannya untuk mengambil alih perkara-perkara dugaan korupsi yang mandeg di kejaksaan dan kepolisian di Sumatera Utara. Juru Bicara KPK Johan Budi menjelaskan, pengambilalihan akan dilakukan jika prosedurnya terpenuhi. Dijelaskan Johan, kasus dugaan korupsi yang bisa diambil alih KPK adalah kasus yang […]

  • Sumut ranking 3 terkorup, wajib diusut

    Sumut ranking 3 terkorup, wajib diusut

    • calendar_month Rabu, 3 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) –Pemerintah Provinsi Sumatera yang menduduki ranking ketiga dari 33 pemprov dalam penyelewengan uang Negara sesuai temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) memperburuk citra Pemprov Sumut secara kelembagaan. Dalam kasus korupsi saja, sudah ada Gubernur Sumut non aktif, Syamsul Arifin terpaksa masuk penjara termasuk sejumlah kepala daerah di Sumut yang juga telah dikerangkeng dalam kasus […]

  • Namur-mapincur Doma Boto Parkouman  Songon Pusuk Nirobung

    Namur-mapincur Doma Boto Parkouman Songon Pusuk Nirobung

    • calendar_month Kamis, 21 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Mur-moderen zaman ning halak sannari mur mapincur parsudaroan sangape parkouman, anggo pandokon ni halak napistar, erosi ningia gorarna, songonima tangkangna boto maso sannari, bope idokon tobang-tobang di bagas paradatan hatiha ipatobang pinompar napabolak pinggan panganan gorarna, anggo sapetona mur pincurdo parkouman sangape parsudaroan dimaso sannarion. Anggo pandokoni sutani sian napa-napa ni gunung Sorikmarapi marmocom-mocomdo sobobna […]

  • Shafron: BPN Madina Harus Jelaskan Hutan Mangrove di Lokasi PT.TBS

    Shafron: BPN Madina Harus Jelaskan Hutan Mangrove di Lokasi PT.TBS

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tokoh Pantai Barat Madina, Shafron menanggapi bantahan Kepala BPN Madina soal tak adanya “kong kalikong” antara BPN Madina dengan PT. TBS. Kepada Mandailing Online, Senin (4/11/2019) Shafron menyatakan, Shafron meminta BPN Madina menjelaskan sertifikat yang diterbitkan di Desa Sikara-Kara itu apakah berada di kawasan hutan mangrove atau tidak. Dan, lebih […]

  • Tragedi Pemerkosaan di Madina, Sejumlah Wartawan dan Pengacara Siap Dampingi Korban

    Tragedi Pemerkosaan di Madina, Sejumlah Wartawan dan Pengacara Siap Dampingi Korban

    • calendar_month Jumat, 8 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sejumlah wartawan dan pengacara di Kabupaten Mandailing Natal menyatakan siap mendampingi korban pemerkosaan SN (20) Wanita asal Panyabungan yang terjadi beberapa waktu lalu oleh sejumlah pemuda di salah satu gedung kosong di Taman Raja Batu Panyabungan pada Rabu (06/11) sekitar pukul 15.00 Wib. Kejadian ini sontak membuat sejumlah wartawan dan pengacara […]

  • Alat Musik Mandailing, Etek

    Alat Musik Mandailing, Etek

    • calendar_month Minggu, 21 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Alat musik Mandailing Etek dimainkan oleh Sudirman Lubis dan kawan-kawan di teras Sopo SiIo Parsarimpunan (Juni 2011). Kesenian (musik) dan kehidupan tradisional masyarakat Mandailing dapat dibagi atas 3 kategori: 1. Berhubungan dengan ritual keagamaan tradisional maupun adat. Contohnya: ensambel Gordang Sambilan, ensambel Gordang lima dan ensambel Gondang Dua. Sebenarnya masih ada satu lagi yang penggunaannya […]

expand_less