Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Pembangunan Minim, Pakantan Ancam Pindah ke Sumbar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 14 Sep 2015
  • print Cetak

 

PAKANTAN (Mandailing Online)Merasa dianak-tirikan Pemkab Mandailing Natal (Madina), warga Kecamatan Pakantan mengancam akan pindah ke Provinsi Sumatera Barat.

“Kalau Pemkab Madina dan Provinsi Sumatera Utara masih tetap tidak memperhatikan daerah Pakantan, kita berencana akan mengusulkaan  pindah ke Provinsi Sumatera Barat,” ujar Ketua Ikatan Keluarga Besar Pakantan (IKP) Kota Medan, Indra Surya Lubis, BA kepada wartawan  di Kotanopan, pekan lalu.

Dikatakannya, sejak berdirinya Kecamatan Pakantan, pembangunan yang dilakukan sangat minim, terutama sektor infrastruktur.  Kondisi Pakantan dari hari ke hari bukannya lebih baik, malahan sebaliknya tambah amburadul.

“Lihat saja bagaimana kondisi jalan ke daerah ini sangat memperihatinkan. Padahal, infrastruktur jalan modal utama peningkatan ekonomi warga,” ujarnya.

Saat ini tidak ada lagi yang dapat dibanggakan dari Pakantan. Dulu masih terkenal dengan budidaya pertaniannya, khususnya  kopi, namun sekarang nyaris tidak ada.

“Kalau dulu masa Kabupaten Tapanuli Selatan,  kopi dan sayuran masih mendominasi di wilayah ini, sekarang tidak ada lagi. Bagaimana warga akan menggalakkan pertanian sedangkan infrastruktur jalan ke daerah ini rusak parah, bahkan kalau musim penghujan selalu longsor,” ungkapnya.

“Dulu jalan sepanjang 12 kilo merer dari Muara Sipongi ke Pakantan selalu beraspal, tapi sekarang kondisinya tidak ubahnya kubangan kerbau, jangankan roda empat, roda dua saja sulit melewatinya.  Pembangunan  di kecamatan ini setelah kabupaten Mandailing Natal nyaris tidak ada. Akibatnya ekonomi warga jalan di tempat, padahal daerah ini terkenal dengan sumber daya alamnya. Daerah ini sangat cocok untuk  pengembangan pertanian. Kalau Pemkab Madina mau mengembangkan wilayah ini menjadi pertanian, saya yakin Pakantan akan menjadi ‘Brastagi-nya’ Madina,” ujarnya.

Sebagai tempat wadah persatuan warga Pakantan, IKP akan terus mendorong berbagai pihak untuk  memajukan ekonomi dan perbaikan infrastruktur di wilayah ini, terutama pihak pemerintah dan keluarga besar warga Pakantan yang ada di perantauan.

“Selama ini, kita merasa daerah Pakantan ini dianaktirikan, masalah jalan saja tidak tuntas sampai bertahun-tahun. Sedihnya lagi, kalau musim penghujan, daerah ini akan terosilir di sebabkan bandan jalan akan tertimbun tanah,” ungkap Indra.

Untuk itu, kata Indra pihak terkait dalam hal ini Pemkab Madina agar lebih serius memperhatikan daerah Pakantan. Pakantan adalah daerah tua, namun sangat disayangkan perkembangannya tidak seperti kecamatan baru lainnya. Secara georafis, daerah ini berbatasan dengan Sumatera Barat.

“Jadi kalau memang tidak ada perhatian Pemkab dan Provsu sangat memungkinkan untuk bergabung dengan Sumatera Barat. Masyarakat Pakantan sudah terlalu lama menunggu,” tegasnya.

Peliput : Lokot Husda Lubis

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polisi dan TNI Berjaga di Desa Sirambas, Korban Pengeroyokan Malam ini Buat Laporan Polisi

    Polisi dan TNI Berjaga di Desa Sirambas, Korban Pengeroyokan Malam ini Buat Laporan Polisi

    • calendar_month Jumat, 16 Agt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – kasus pengeroyokan 6 remaja warga Desa Sirambas, Kecamatan Panyabungan Barat, Madina yang diduga dilakukan warga Desa Sabajior akhirnya menemui kata sepakat setelah dilakukan musyawarah desa di Balai Desa Sirambas. Ke 6 orang tua korban sepakat melaporkan kasus ini ke Polres Madina malam ini “Setelah berupaya mencari solusi permasalahan kejadian itu, orang […]

  • Aisah Ritonga Kunjungi Anak Gizi Buruk

    Aisah Ritonga Kunjungi Anak Gizi Buruk

    • calendar_month Kamis, 9 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan MO-Di sela acara reses, anggota DPRD Propinsi Sumut, Ti Aisah Ritonga SE meninjau anak penderita gizi buruk bernama Andi (3) di Desa Huraba II Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Rabu (8/2) Sore. Berat badan Andi hanya 6 Kg dan belum bisa berjalan diusianya 3 tahun, diduga akibat asupan gizi yang kurang. Penyakit pun […]

  • Calo Sidang Tilang Menghadang

    Calo Sidang Tilang Menghadang

    • calendar_month Minggu, 26 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Praktik jasa tak resmi atau percaloan hampir terjadi dalam segala bidang, termasuk di bidang pengadilan. Akibatnya, wibawa pengadilan makin terpuruk, seiring terus terjadinya percaloan sidang. Pihak pengadilan tak mampu berbuat banyak karena belum menerima keluhan dari pihak berperkara. Suasana lalu-lintas ibukota Jakarta yang sangat sibuk menuntut perilaku tertib dan santun saat berkendaraan. Jika tidak, para […]

  • 2 Unit Rumah di Tanggabosi Madina Hangus Terbakar

    2 Unit Rumah di Tanggabosi Madina Hangus Terbakar

    • calendar_month Minggu, 8 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Dua unit rumah semi permanen milik warga Desa Tanggabosi II, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), hangus terbakar, Jumat (06/05/2011) malam sekitar pukul 21.15 WIB. Satu unit rumah habis total dan satu unit lagi terbakar sebagian. Penyebab kebakaran diduga akibat pemilik rumah meninggalkan sayur yang masih dimasak di dapur rumah. Rumah yang hangus terbakar […]

  • 7 kabupaten kembangkan kopi arabika

    7 kabupaten kembangkan kopi arabika

    • calendar_month Sabtu, 27 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Sejumlah tujuh kabupaten di Sumatera Utara mengembangkan kopi arabika karena komoditas tersebut laku keras di pasar nasional dan internasional. “Petani memilih untuk membudiyakan kopi arabika karena prospeknya bagus,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Utara Aspan Sofian di Medan, hari ini. Tujuh sentra produksi yang terus mengembangkan tanaman kopi arabika itu, menurut dia, […]

  • Dampak Aktifitas Kapal Keruk, Lahan Sawit Warga Kampung Sawah Abrasi, Warga Minta Polisi Bertindak

    Dampak Aktifitas Kapal Keruk, Lahan Sawit Warga Kampung Sawah Abrasi, Warga Minta Polisi Bertindak

    • calendar_month Senin, 4 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    NATAL ( Mandailing Online )- Aktifitas Kapal keruk berkapasitas 25 meter kubik milik CV Parak Tele yang beroperasi di sungai batang natal wilayah Desa Kampung Sawah, Kecamatan Natal, Mandailing Natal( Madina ) diduga telah menimbulkan abrasi lahan kebun sawit warga. Kapala Keruk itu sendiri beraktifitas mengambil galian C jenis pasir. Ariansyah Inari pada Mandailing Online […]

expand_less