Selasa, 3 Nov 2026
light_mode

Ujian Bagi Demokrat Adalah Nazaruddin

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 24 Jul 2011
  • print Cetak


TANJUNGPINANG –
Pakar politik Zamzami A Karim mengatakan pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin dari tempat persembunyian yang dipublikasikan berbagai media massa merupakan ujian berat bagi Partai Demokrat.

“Ini sebagai ujian berat, apakah Partai Demokrat memang partai pionir dalam agenda reformasi dan pemberantasan korupsi atau tidak berbeda dengan partai lain yang mudah tergoda oleh gelimang duit yang mengelilingi politisi dan pejabat politik,” kata Zamzami di Tanjungpinang, Sabtu (23/7/2011).

Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik Raja Haji Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau itu menilai, akibat pernyataan Nazaruddin, tubuh Partai Demokrat saat ini sedang “panas dingin” apalagi sedang menggelar rapat kerja nasional di Sentul, Bogor. “Partai Demokrat harus berani buka-bukaan dan melakukan amputasi terhadap organ-organ tubuh yang membusuk,” kata Zamzami.

“Nyanyian” Nazaruddin, menurut dia, seharusnya sudah bisa menjadi alat pendahulu bagi pemerintah melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan investigasi. “Saya menganggap bola saat ini berada di tangan Susilo Bambang Yudhoyono selaku Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat dan juga sebagai Presiden Indonesia, agar mendorong sungguh-sungguh segenap perangkat hukum melakukan investigasi atas apa yang diceritakan oleh Nazaruddin,” ujarnya.

Menurut dia, Partai Demokrat saat ini sedang diombang-ambing gelombang besar yang tak terkendali. Gelombang besar itu menurut dia adalah harapan masyarakat akan pemerintahan yang bersih, namun masih mengecewakan karena korupsi merajalela di semua lini. “Makin diberantas korupsi malah makin menjadi-jadi, sehingga masyarakat berpikir jangan-jangan memang pemerintahan kita memang sudah lumpuh. Sementara masyarakat miskin semakin banyak dan jurang antara si kaya dan si miskin sangat tajam,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengajak seluruh kader Partai Demokrat bersama-sama menunjukkan soliditas dan kekompakan. “Kader Partai Demokrat harus bisa membuktikan bahwa isu keretakan yang menerpa Partai Demokrat hanya persepsi masyarakat,” kata Anas Urbaningrum ketika memberikan sambutan pada pembukaan rapat koordinasi nasional Partai Demokrat (Rakornas PD) di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat.

Anas menegaskan, kader Partai Demokrat harus selalu melakukan konsolidasi internal sampai bisa menunjukkan sebagai partai yang besar, modern, dan kompak. Untuk menjadi partai yang besar dan modern, menurut dia, kader Partai Demokrat harus selalu kompak dan tidak terpengaruh oleh isu-isu negatif yang berkembang di luar.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan akan berada di depan dalam menghadapi badai politik yang tengah menerpa partai yang didirikannya itu. “Saudara-saudara, menghadapi badai politik ini, saya akan berdiri di depan,” kata Yudhoyono dalam pidatonya pada pembukaan Rakornas Partai Demokrat.

Kepada para kader dari seluruh Indonesia itu, ia mengimbau agar lebih kompak dan bersatu menghadapi segala tantangan dan ujian serta tidak berputusasa. “Kita tidak boleh kehilangan keyakinan diri juga tidak perlu saling salah menyalahkan. Sikap saling salah menyalahkan adalah contoh politik yang tidak cerdas. Justru di saat seperti ini kita harus lebih kompak dan lebih bersatu,” katanya.

Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa tanggapan dan komentarnya terhadap pernyataan-pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin adalah mudah dan sederhana yakni Nazaruddin kembalilah ke Tanah Air untuk memberikan keterangan kepada pihak-pihak terkait. “Tanggapan dan komentar saya (terhadap penyataan Nazaruddin) mudah dan sederhana. ‘Saudara Nazaruddin kembalilah ke Indonesia’,” kata Susilo Bambang Yudhoyono.

“Datanglah baik-baik,” katanya. Yudhoyono meminta Nazaruddin menjelaskan segala informasi ke penegak hukum. Selain itu juga menyampaikan ke partai, ke Dewan Kehormatan partai, kalau ada masalah serius di tubuh Partai Demokrat, kata Yudhoyono.
Sumber : tribunnews.com

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • BBM Langka, Sopir Angkot Nginap di SPBU

    BBM Langka, Sopir Angkot Nginap di SPBU

    • calendar_month Selasa, 2 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Terhitung kemarin, sudah sebulan lebih BBM sulit diperoleh di Madina. Kelangkaan BBM ini sontak membuat sopir angkutan kota atau angkot yang beroperasi di Madina menginap di SPBU. Lho kok? Syahbudin (31) misalnya. Sopir angkutan umum di Panyabungan ini mengaku, sudah beberapa kali menginap di SPBU demi beberapa liter bensin. Pasalnya, dalam kurun waktu sebulan […]

  • Insentif Guru Ngaji Tunggu Cair Dana Desa

    Insentif Guru Ngaji Tunggu Cair Dana Desa

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Parlin Lubis menerangkan saat ini pencarian dana desa masih dalam tahap proses. “Sampai hari ini sudah ada 71 desa (dari total 377 jumlah desa di Madina) yang bisa mencairkan dan ini sudah disampaikan kepada Bupati. Untuk desa lainnya masih proses dan kita juga masih terus bekerja,” […]

  • Video: Umar Abduh Nyatakan Prabowo Unggul 54%, Fakta Hasil Pilpres 2014 Ditangan TNI Dan Polri

    Video: Umar Abduh Nyatakan Prabowo Unggul 54%, Fakta Hasil Pilpres 2014 Ditangan TNI Dan Polri

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Pengamat intelijen dan kepolisian dari Center for Democracy And Social Justice Studies (CeDSoS) Umar Abduh membeberkan data penghitungan atau rekapitulasi suara Pilpres 2014 diduga berasal dari rekapitulasi TNI dan Polri. Dalam data perolehan suara yang dimilikinya, Umar mengungkapkan pemenang pilpres adalah Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Hal itu terungkap dari video Youtube yang […]

  • Komisi 1 : Pembangunan Lapangan Anggora Butuh Lanjutan

    Komisi 1 : Pembangunan Lapangan Anggora Butuh Lanjutan

    • calendar_month Kamis, 14 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online)- Komisi 1 DPRD Madina memandang lapangan Anggora di Kotanopan harus mampu menjadi pendorong pengembangan dunia olahraga di Mandailing Julu. Oleh karena itu, lanjutan pembangunannya harus menjadi perhatian ke depan. Berdasar itu, Komisi 1 DPRD Madina meninjau lapangan olahraga Anggora di Kotanopan, Kamis(14/11/2019). Peninjauan yang dipimpin langsung Ketua Komisi 1 Sobir Lubis, […]

  • Tidak Lama Lagi Bendum PDIP Jadi Tersangka Hambalang

    Tidak Lama Lagi Bendum PDIP Jadi Tersangka Hambalang

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Hiruk piku Pilpres tak membuat lengah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎ dalam bekerja. Dalam waktu dekat lembaga anti rasuah ini bakal menetapkan Bendahara Umum PDIP, Olly Dondokambey, sebagai tersangka. "KPK selalu bekerja profesional. Dalam putusan TBMN, dijelaskan keterlibatan Olly Dondokambey. Jadi sekarang fasenya tinggal penyidik merampungkan, lalu disampaikan ke pimpinan. Kalau sudah diserahkan ke pimpinan, nanti […]

  • Bangsa Mandailing: Bukan Batak dan Tidak Melayu

    Bangsa Mandailing: Bukan Batak dan Tidak Melayu

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Abdur-Razzaq Lubis   BANGSA MANDAILING DIBATAKKAN BELANDA Nama Mandailing sudah diketahui sejak abad ke 14 lagi, dan ini menunjukkan adanya satu bangsa dan wilayah bernama Mandailing, yang barangkali telah muncul sebelum abad itu lagi. Nama Mandailing tersebut dalam kitab Nagarakretagama yang mencatat perluasan wilayah Majapahit sekitar 1365 M. Batak tidak disebut sekalipun […]

expand_less