Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Lumban Pasir Berhasil di Bawang Merah

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 17 Jan 2020
  • print Cetak

 

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Desa Gunungtua Lumban Pasir Kecamatan Panyabungan, Mandailing Natal berhasil memproduksi bawang merah dengan bagus.

Panen kali kedua di hamparan Saba Pasir, Kamis (16/1/2020) mampu memproduksi sekitar 2 ton bawang merah di lahan seluas 1/3 hektar.

Dalam 1 Kg bibit mampu menghasilkan rata-rata 12 Kg bawang merah.

Capaian itu meningkat dibanding budidaya kali pertama yang masih menghasilkan sekitar 10 Kg per 1 Kg bibit.

Petani yang berbudidaya bawang merah ini tergabung dalam kelompok tani Membangun Dua.

Ketua kelompok tani ‘Membangun Dua’, Akhiruddin Borotan kepada wartawan di lokasi mengatakan, budidaya bawang merah ini masih swadaya petani.

Ia menerangkan, keuntungan bawang merah ini diperkirakan lebih besar dibandingkan bertani padi. Apalagi usia panennya berbeda. Padi panen di usia 4 bulan lebih, sementara bawang merah hanya dua bulan.

“Karena itu kami mengalihkan lahan tani kelompok kami dari padi ke bawang merah. Ini lahan percontohan dan swadaya masyarakat. Dan kami sudah menyiapkan lahan seluas 1 hektar untuk tanam berikutnya,” kata Akhiruddin.

Kepala Desa Lumban Pasir, Zulham Riyadh Nasution kepada wartawan menyebut, kebun bawang merah milik kelompok tani ‘Membangun Dua’ ini akan dijadikan sebagai percontohan. Dan, pihaknya sudah menyiapkan lahan seluas 1 hektar untuk tanam selanjutnya.

Lahan seluas satu hektar itu akan bekerjasama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Madina.

“Ini akan kami jadikan sebagai percontohan, dengan harapan Desa Lumban Pasir bisa jadi desa Penangkar bawang merah untuk Kabupaten Madina,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Anggota DPRD Madina, H. Zainuddin Nasution yang hadir pada panen bawang merah itu menyampaikan apresiasi kepada kelompok tani ‘Membangun Dua’ yang telah berhasil merubah mindset petani agar tidak hanya mengandalkan hasil padi.

Ia menyebut, selama ini warga mengandalkan hasil tani padi. Tetapi, setelah perkebunan bawang merah ini dimulai, masyarakat sudah mulai mengalihkan komoditi padi ke bawang merah.

Sumber : Sidaknews
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • DCS Dapil 3 Demokrat Madina

    DCS Dapil 3 Demokrat Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Daftar Calon Sementara Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Pemilihan Umum Tahun 2014 Dapil 3 Demokrat Madina

  • Warga Hanyut di Natal Belum Ditemukan

    Warga Hanyut di Natal Belum Ditemukan

    • calendar_month Rabu, 22 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    NATAL (Mandailing Online) – Hingga kini seorang warga yang hanyut di Natal belum ditemukan. Warga yang hanyut itu bernama Zein Bisri berumur sekira 45 tahun, penduduk Desa Setia Karya, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Dia hanyut terbawa arus sungai di titik muara Natal (muara Sungai Batang Natal), Minggu sore (19/12/2021) saat memeriksa kapal penangkap […]

  • Lahan PT GPL Kurang, Masyarakat Sinunukan Meradang

    Lahan PT GPL Kurang, Masyarakat Sinunukan Meradang

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Masyarakat Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), meradang. Kebun plasma kelapa sawit yang dijanjikan PT Gruti Pratama Lestari (GPL), hingga kini tak kunjung terealisasi. Warga meradang, anggota dewan tak tinggal diam. Komisi II DPRD Madina lantas memanggil pihak perkebunan, kenapa kebun plasma untuk masyarakat tak kunjung direalisasikan. Pada pertemuan di Kantor DPRD Madina, Panyabungan, […]

  • Jeruk Brastagi Masih Andalan

    Jeruk Brastagi Masih Andalan

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pasokan jeruk manis ke Mandailing Natal (Madina) masih didominasi jeruk dari Kabupaten Karo ditengah naiknya harga buah impor. “Jeruk Maga yang khas Mandailing sudah lama raib, sementara jeruk impor itu mahal, makanya jeruk Brastagi jadi andalan kita,” ungkap Rudy Nasution penjual buah di pasar Panyabungan, Jum’at (19/7/2013). Dia menjelaskan, dagangan jeruk […]

  • Proyek Pemerintah Belum Setahun Sudah Rusak

    Proyek Pemerintah Belum Setahun Sudah Rusak

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    LINGGA BAYU (Mandailing Oniline) – Pemerintah dihimbau mengubah pola kebijakan pertanggungjawaban pemakaian uang negara dari pola pertanggungjawaban administrasi kepada pola pertangungjawaban kualitas. Sistem pertanggungjawaban administrasi memiliki banyak kelemahan, dibuktikan banyaknya pembangunan sarana publik yang tidak tepat sasaran dan tidak berkualitas. Bahkan banyak bangunan pemerintah yang mubazir. Sistem pertanggungjawaban administrasi hanya memfokuskan pada hitungan kecocokan antara […]

  • First Impression Kapolres Reza: Religius

    First Impression Kapolres Reza: Religius

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – First impression atau kesan pertama merupakan satu langkah penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pribadi seseorang. Kapolres Mandailing Natal (Madina) AKBP H. Muhammad Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K, S.H, M.H memberikan kesan pertama yang positif kepada masyarakat. Kapolres yang baru menjabat beberapa minggu ini memberikan kesan religius dalam kepemimpinannya. Hal itu […]

expand_less