Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Tempe Tahu Madina Dikecilkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 27 Jul 2012
  • print Cetak

Terkait Melonjaknya Harga Kedelai

foto pengrajin tahuPANYABUNGAN (MO) – Lonjakan harga kedelai secara nasional juga berimbas di Mandailing Natal (Madina). Pengrajin tahu dan tempa terpaksa mengecilkan ukuran tahu dan tempe yang diproduksi.

“Meski untung tipis, kami harus tetap harus memproduksinya, tapi takarannya dikurangi,” ungkap Paijo, pengrajin tahu tempe di Desa Aek Galoga, Panyabungan menjawab artawan, Jum’at (27/7).

Dia mengatakan, harga kacang kedelai dalam beberapa bulan ini sudah tiga kali naik dari Rp. 4.000 naik menjadi Rp. 5.500 dan melonjak lagi menjadi Rp. 8.000 per kilogramnya. Sehingga para pengrajin tahu tempe di daerah mencari solusi seperti mengurangi ukuran ketebalan tahu dan tempe.

“Inilah mungkin salah satu cara dalam menyiasati melonjaknya harga kedela. Kalau untuk menaikan harga jual per biji rasanya tidak mungkin lagi. Sebab, harga 400 rupiah per biji tahu sudah merupakan harga maksimal untuk saat ini,” katanya.

Pengrajin tahu tempe lain bernama Jagadang juga mengungkapkan hal serupa. Gejolak harga kedelai sangat berdampak pada produksi.

Menurutnya, pabrik miliknya biasa memakai bahan baku 5 kilo gram kacang kedelai untuk sekali produksi. Namun, setelah harga kedelai naik, bahan kedelai harus dikurangi menjadi 4,5 kilo gram dengan catatan jumlah biji tahu dan tempe yang diproduksi tetap serupa dengan yang berbahan baku 5 kilo gram.

“Ini kita lakukan agar tidak merugi. Sementara permintaan oleh konsumen tetap berlangsung. Biarpun labanya sedikit, kita tetep memproduksi,” ujarnya.

“Untuk mogok produksi seperti yang dilakukan pengrajin di daerah lain rasanya tidaklah, sebab kita ini berada di daerah, tidak ada nanti yang memperhatikan, yang perlu itu pemerintah melakukan evaluasi terhadap harga kacang kedelai agar kembali normal,” imbuhnya.

Dan, menurut Jagadang, jika saja harga kedelai terus bertahan tak turun beberapa minggu lagi, bukan tidak mungkin banyak para pedagang yang gulung tikar alias tutup.

“Saya melihat jika saja harga kedelai tidak bisa diantisipasi kedepannya, akan banyak pengrajin tahu tempe yang merugi berujung pada penutupan produksi,” pungkasnya. (mar)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Georgette Lepaulle Tak Pernah Merasa Terlambat Ucapkan Syahadat

    Georgette Lepaulle Tak Pernah Merasa Terlambat Ucapkan Syahadat

    • calendar_month Jumat, 13 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Ia memutuskan menjadi seorang Muslimah karena tertarik dengan keramahan Muslim di sekelilingnya. Dalam usianya yang menginjak 91 tahun, Georgette Lepaulle memutuskan masuk Islam. Meski sudah tua nan renta, ia tidak pernah merasa terlambat dalam membuat langkah terbaik dalam hidupnya. Georgette sebenarnya sudah lama tahu tentang Islam karena ia mempunyai tetangga Muslim. Rumahnya yang berada di […]

  • Doa yang Paling Penting untuk Seorang Muslim

    Doa yang Paling Penting untuk Seorang Muslim

    • calendar_month Jumat, 9 Jul 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfi Ummuarifah, S.Pd Guru dan Pegiat Literasi Islam Kota Medan   Mayoritas ulama Salaf menganjurkan bagi kaum muslimin untuk berdoa salam beberapa doa yang penting. Doa itu adalah doa yang terpenting. Lebih penting dan paling berharga bagi manusia. Berharga untuk kehidupannya yang abadi di akhirat. Sebab kehidupan di dunia memang hanya sementara. Tentu tak […]

  • Rapat Dengar Pendapat DPRD Palas ‘Memanas’

    Rapat Dengar Pendapat DPRD Palas ‘Memanas’

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Padang Lawas, Rapat dengar pendapat (RDP) antara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Palas, Senin (5/10 ) di ruang Rapat Paripurna DPRD Palas di Padang Luar Sibuhuan, berlangsung ‘memanas’ bahkan menciptakan perseteruan antara eksekutip-legislatif. Pemicunya berawal dari ungkapan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Pertambangan dan Energi, Kabupaten Padang Lawas (Palas) Ir.Khoirul […]

  • Diskriminasi Akibat Islamphobia

    Diskriminasi Akibat Islamphobia

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Ross A.R Aktivis Dakwah Medan Johor   Viral di jagad sosial media tentang pemberitaan seorang ustadz tanah air yaitu Ustadz Abdul Somad yang lebih sering di panggil UAS. Pasalnya UAS dan keluarga dicekal di Singapura pada saat akan berlibur. Dan yang lebih mirisnya lagi, menurut pemerintah Singapura itu dikarenakan UAS pernah berceramah terkait tentang […]

  • Hadiri Pengajian Puncak Barokah, Saipullah Ungkap Keinginan Mengabdi di Tanah Kelahiran

    Hadiri Pengajian Puncak Barokah, Saipullah Ungkap Keinginan Mengabdi di Tanah Kelahiran

    • calendar_month Minggu, 29 Sep 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BUKITMALINTANG (Mandailing Online) – Calon Bupati (Cabup) Mandailing Natal (Madina) nomor urut 2 H. Saipullah Nasution ceramah di hadapan ribuan jamaah pengajian di Puncak Barokah, Desa Bange, Kecamatan Bukitmalintang, Madina, Minggu (29/8/2024). Saipullah minta didoakan jamaah pengajian untuk memimpin Madina lima tahun kedepan. Kehadiran Saipullah yang juga menjabat Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Nasution (IKANAS) […]

  • Harga Karet Melorot Lagi

    Harga Karet Melorot Lagi

    • calendar_month Kamis, 28 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hanya dalam hitungan beberapa hari saja harga getah karet di beberapa pasar karet di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melorot ke angka Rp. 8.500 per Kg dari sebelumnya sudah mencapai Rp.10.000. Sejumlah petani karet kepada Mandailing Online, Selasa (26/3) mengaku gelisah dengan penurunan harga ini. “Kita merasa kaget akibat anjloknya harga karet […]

expand_less