Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

PNS protes kebijakan Wabup

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 10 Des 2010
  • print Cetak


LIMAPULUH – Aksi demo PNS di gedung DPRD Kabupaten Batubara memprotes kebijakan Wabup Gong Matua Siregar, berbuntut panjang. Kerana hal itu mengarah penghinaan kepada Wabup sesuai isi poster yang dibawa massa pada aksi tersebut.

”Ini merupakan penghinaan terhadap diri saya,” tukas Wakil Bupati (Wabup), Gong Matua Siregar, pagi ini, seraya mengaku telah memanggil Sekda, sekaligus meminta pertanggungjawaban dalam hal itu.

Kemudian ada korlap meminta SPTP dengan tujuan, apabila terjadi sesuatu penyimpangan. ”Tetapi masalah yang dipertanyakan, kok lari kepada pribadi,” ujarnya.

Soal pengalihan MoU serta tidak maunya Wabub menandatangani P-APBD tahun 2010, Wabub tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan anggaran. Tetapi, Wabup tetap meminta petunjuk kepada atasan.

Soal non aktifnya Ahmad Ilham selaku kepala BKD, karena melaksanakan rapat panitia tidak ada koordinasi dan tidak pernah hadir setiap dipanggil. Belum lagi anggota kabur ketika melakukan kunjungan ke kantor BKD dalam kaitan melakukan pemantauan sekaligus mengetahui jumlah pelamar.

Terkait ancaman kepada kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dilakukan sekelompok orang dengan mendatangi tempat tinggalnya, Wabup mengaku tidak tahu-menahu.

”Malam itu dia sedang di rumah dan tidak ada ke luar. Kok ada bilang diancam. Apa ancamannya. Wajar itu dipertanyakan sebagaimana poster yang ada di antaranya berbunyi bentuk ancaman,” katanya.

Menurut informasi, selain Kadis Pendidikan M Syafi’i didatangi sekelompok orang di lingkungan tempat tinggalnya yang melontarkan kalimat bernada ancaman.

Hal yang sama dialami Kadis Perikanan dan Kelautan, Azuar Hamid. Kelompok itu mendatangi rumah Azuar di Kedai Sianam Desa Guntung Kec Lima Puluh.

”Mereka datang jam 20:15 dengan mengunakan tiga mobil menuduh saya yang tidak-tidak,”ujarnya. Dalam kaitan ini, kata Azuar, dirinya telah mengadu ke Polsek Lima Puluh karena merasa tidak senang atas kedatangan dan perbuatan kelompok orang.

Terpisah Sekwan DPRD Kabupaten Batubara, Hasan Muda, mengaku menerima faxs dari Unpad tentang pembatalan kerjasama dengan Pemkab Batubara sebagaimana surat bernomor 23756/H6.5/TU/2010 tanggal 8 Desember 2010 ditandatangani Pembantu Rektor Bidang Kerjasama Prof dr Td Zul Rizka MSc.

Surat itu, menurut Hasan, ditembuskan kepada Men PAN,BKN RI, Gubsu, Ketua DPRD Batubara, Sekda Batubara, dan Kepala Pusat Penelitian SDM dan Lingkungan Program Pasca Sarjana Universitas Indonesia (UI).
Sumber : Waspada Online

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Madina Akan Ajukan P APBD 2010 Awal Oktober

    Pemkab Madina Akan Ajukan P APBD 2010 Awal Oktober

    • calendar_month Sabtu, 25 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal akan mengajukan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah (PAPBD) tahun 2010 paling lambat pada awal Oktober mendatang, sehingga akan selesai dibahas DPRD Madina di pertengahan Oktober 2010. Demikian dikatakan Sekdakab Madina Gozali Pulungan SH MM yang didampingi Kabah Humasy Pemkab Madina M Taufik Lubis SH, Sekretaris Keuangan dan Aset daerah Jhon […]

  • Empat Hari Pasca Lebaran, Korban Lakalantas Penuhi RSU Panyabungan

    Empat Hari Pasca Lebaran, Korban Lakalantas Penuhi RSU Panyabungan

    • calendar_month Rabu, 15 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Empat hari pasca lebaran, Rumah Sakit Umum (RSU) Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menampung sedikitnya 49 pasien dengan berbagai penyakit. Namun, didominasi pasien korban kecelakaan lalu lintas (lakalantas), yakni berjumlah 18 orang. Hal ini disampaikan Direktur RSU Panyabungan, Hj Bidasari, melalui Kepala Tata Usaha (KTU) Rusdi Nasution Aptk, saat ditemui METRO, Selasa (14/9). Menurut Rusdi, […]

  • Sumut Kucurkan 2,7 T untuk Perbaikan Jalan Provinsi, Madina Dapat 169 M

    Sumut Kucurkan 2,7 T untuk Perbaikan Jalan Provinsi, Madina Dapat 169 M

    • calendar_month Kamis, 23 Jun 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) telah menganggarkan senilai Rp2,7 triliun untuk perbaikan jalan provinsi. Ploting terbanyak diproyeksikan untuk jalan provinsi yang ada di wilayah Tabagsel, sebesar Rp 649,1 miliar. Untuk wilayah Mandailing Natal (Madina) diplot sebesar Rp169 miliar. Alokasi anggaran APBD Sumut tahun 2022 ini dilaksanakan secara multi years. “Pemprov Sumut, dalam […]

  • Karut Marut Dana Desa (bagian 3)

    Karut Marut Dana Desa (bagian 3)

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Askolani Nasution Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi RI Nomor 2 tahun 2015 Tentang “Pedoman Tata Tertib dan Mekanisme Pengambilan Keputusan Musyawarah Desa” menetapkan bahwa Musyawarah Desa merupakan keputusan tertinggi dalam pengambilan keputusan menyangkut pelaksanaan Dana Desa. Tragisnya, Musyawarah Desa acapkali hanya dianggap sebagai pelengkap penderita. Substansinya diabaikan. Bahkan item-item yang […]

  • DPO, rumah Ucok Mawar digrebek?

    DPO, rumah Ucok Mawar digrebek?

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN – Setelah resmi ditetapkan, M Deddy Nasution alias Ucok Mawar masuk ke dalam daftar pencaharian orang ( DPO), anggota Unit Jahtanras Polresta Medan, menggrebek rumah Ucok Mawar di Jalan Sisingamangaraja Medan. Bukan itu saja, untuk memburu pelaku pemerasan Chairul Windu Harahap, Kadis PU Padang Lawas tersebut, polisi juga menggrebek Hotel Metro di kawasan Jalan […]

  • Kita Belum Merdeka

    Kita Belum Merdeka

    • calendar_month Rabu, 17 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sudah 71 tahun Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Namun, sesungguhnya bangsa ini belum benar-benar merdeka. Indonesia sejatinya masih terjajah. Lihat, misalnya, tingkat kesejahteraan rakyat yang masih jauh dari apa yang dicita-citakan dalam konstitusi. Pendapatan perkapita Indonesia pada tahun 2015 hanya menempati urutan ke-115 dari 185 negara yang ada di dunia, dengan jumlah US$ 3,362 pertahun. Angka itu […]

expand_less