Jumat, 5 Jun 2026
light_mode

Lomba Kebun Kopi, Kuatkan Mutu Produk Petani

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 19 Agt 2019
  • print Cetak

Usai penyerahan hadiah kepada pemenang Lomba Kebun Kopi Arabika Spesiality

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) Lomba Kebun Kopi Arabika Spesiality di Mandailing Natal selama 4 bulan sukses terlaksana.

Berbagai perkebunan kopi arabika yang dikelola petani di Mandailing Natal (Madina) disertakan dalam lomba.

Lomba itu sendiri berlangsung selama 4 bulan, dimulai sejak Mei hingga Agustus 2019. Diselenggarakan gabungan 3 lembaga, yakni PT. Kopi Rakyat Indonesia (PT.KRI); Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dan Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis Kopi Mandailing (MPIGKM).

“Awalnya kita rencanakan hanya 3 bulan. Tetapi ternyata memakan waktu 4 bulan,” ujar Edisyah Putra Tanjung, panitia lomba yang juga Supervisor PT. KRI kepada Mandailing Online, Senin (19/8/2019) di Panyabungan.

Di hari yang sama, Direktur Operasional PT.KRI, Taufiq menyatakan lomba ini bertujuan memotivasi petani kopi. Output-nya petani mampu mencapai tata kebun berstadar SOP (standar operasional prosedur). Agar petani mampu mengembangkan sisi kualitas dan kuantitas produksi.

“Dan perlombaan ini direncanakan senantiasa dilaksanakan tiap tahun,” ujarnya.

Berdasar kondisi selama ini, mutu produk hilir kopi yang dihasilkan petani umumnya masih belum mencapai standar yang diharapkan. Sedangkan sisi kuantitas juga masih rendah per hektar.

Memang selama ini, upaya meningkatkan pemahaman petani kopi termasuk sosialisasi dan pendampingan terus diupayakan pemerintah daerah dan lembaga swadaya masyarakat. Untuk itulah perlombaan ini menjadi penting sebagai salah satu unsur pemotivasi.

Sementara itu, Ahmad Yasir Lubis seorang agronomis menjawab Mandailing Online di hari yang sama menyatakan, lomba ini diharapkan mampu mendorong peserta lomba menerapkan tata kelola kebun kopi yang menjadi percontohan bagi petani lainnya.

Untuk itu, harus ada follow up pasca lomba. Termasuk dari sisi kemitraan, yakni kerjasama petani dengan mitra kerja berbasis bagi hasil. Kemitraan ini terutama di segmen pendampingan dan perawatan. Sehingga sisi kelemahan petani dapat tertanggulangi. Dan terpentig adanya jaminan pasar terhadap petani.

“Berdasarkan hasil kunjungan-kunjungan kita ke berbagai kebun kopi yang dikelola petani, masih banyak tata kelola yang belum memenuhi SOP,” katanya.

Oleh karena itu, inti dari kemitraan tersebut adalah seluruh syarat-syarat standar berkebun kopi harus singkron dalam semua tahapan. Sehingga petani mampu bersaing dalam hal kualitas di pasaran ekspor.

Ada tiga komponen yang dinilai dalam perlombaan itu. Pertama komponen Lahan, kedua Teknik Budidaya, ketiga Panen dan Pasca Panen.

Penilaian terhadap komponen Lahan meliputi ketinggian lahan dari atas permukaan laut (dpl) serta dari sisi konservasi. Konservasi terdiri pula dari berbagai sisi, yakni naungan, lubang tanam, tapak kuda/terasering dan rorak.

Penilaian terhadap komponen Teknik Budidaya meliputi varietas bibit, jarak tanam, pemupukan, pemangkasan, sanitasi serta pengendalian hama dan penyakit.

Penilaian terhadap komponen Panen dan Pasca Panen meliputi panen petik merah, pulping, fermentasi dan penjemuran.

Pemenang pertama di perlombaan ini diraih Muhammad Irsal Nasution, petani kopi di Desa Pagar Gunung Kecamatan Kotanopan. Dia mengumpulkan 92 poin.

Pemenang kedua  diraih H. Bahrin Lubis, petani kopi dari Desa Sopotinjak Kecamatan Batang Natal. Kebunnya berlokasi di Ulu Badak. Dia mengumpul 88 poin.

Pemenang ketiga diraih Abdul Rahman, petani kopi di Desa Sibiobio Kecamatan Kotanopan. Dia mengumpul 86 poin.

Pemenang keempat diraih Bahri Mustofa, petani dari Desa Tanobato Kecamatan Panyabungan Selatan. Kebunnya berlokasi di Putusan. Dia mengumpul 83 poin.

Tim juri terdiri dari 3 orang, yakni Ahmad Yasir Lubis seorang Agromis. Riki Wijayadi, pengusaha restauran kopi. Safruddin seorang praktisi kopi dari Mandailing Julu.

Penyerahan hadiah dilaksanakan di pendopo rumah dinas bupati Madina pada 17 Agustus 2019 malam usai resepsi kenegaraan.

Penyerahan trofi dan hadiah dilakukan oleh Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution; Wakil Bupati Madina, Jakfar Sukhairi Nasution; Komisaris Utama PT.KRI, Revolin; Kapolres Madina, Irsan Sinuhaji.

Sementara itu, di parade HUT RI ke-74 ini, para petani kopi yang bermitra dengan PT. KRI turut ambil bagian dalam pawai di kota Panyabungan. Kontingen petani kopi ini memperoleh juara II.

 

Peliput : Dahlan Batubara

 

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jompo Sakit-Sakitan Tapi Tak Dapat Bansos Covid-19

    Jompo Sakit-Sakitan Tapi Tak Dapat Bansos Covid-19

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jompo, miskin, sakit sakitan, tak bisa kerja, makan pun harus dibantu jiran, tapi tak memperoleh bantuan sembako di era Covid-19. Itu yang dialami nenek Rohana umur 64 tahun. Suaminya Sahroni umur 65 tahun. Warga Desa Hutabaringin, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, Sumut. Nenek ini sudah 6 bulan sakit sakitan. Suaminya juga sudah lama sakit sakitan. Selama […]

  • Kasus Mutasi di PU Madina Masuk ke Poldasu, Sejumlah Pejabat Terseret

    Kasus Mutasi di PU Madina Masuk ke Poldasu, Sejumlah Pejabat Terseret

    • calendar_month Selasa, 2 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA (Mandailing Online) – Kasus mutasi jabatan Kabid Pengairan Dinas PU Mandailing Natal, Sumatera Utara, Ahmad Rizal kian melebar. Surat Panggilan dari bupati Mandailing Natal kepada Ahmad Rizal terindikasi bertanggal mundur alias palsu. Dan saat ini telah diadukan ke Polda Sumatera Utara. Pengaduan dilakukan Wakil Bupati Mandailing Natal, Jakfar Sukhairi Nasution ke Polda Sumut pada […]

  • Hutan Register 89 dirambah secara ilegal

    Hutan Register 89 dirambah secara ilegal

    • calendar_month Sabtu, 6 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Hutan Lindung Register 86 terletak di desa Siregar Aek Nalas Simarsarudung dan Desa Sampuara Kecamatan Uluan Kabupaten Toba Samosir, persis di bibir pantai Danau Toba dirambah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Alhasil ekosistem danau toba yang di banggakan sebagai objek wisata Provinsi Sumatera ini terancam, baik erosi dan pendangkalan air danau […]

  • 187 Pelamar CPNS di Tapsel

    187 Pelamar CPNS di Tapsel

    • calendar_month Kamis, 25 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Hingga hari ketiga dibukanya pendaftaran CPNS di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa (23/11), pelamar yang telah mendaftar sebanyak 187 orang. Kepala BKD Tapsel, Drs Aswad Daulay MH ketika dikonfirmasi melalui Kepala Bidang Penerimaan dan Perencanaan Pegawai, Syafi’I menuturkan, hari pertama pendaftaran Sabtu (20/11) lalu, jumlah yang melamar untuk tenaga kependidikan atau guru sebanyak 9 orang, […]

  • Forum Diskusi Geothermal Langkah Awal Menuju Pemahaman Menyeluruh

    Forum Diskusi Geothermal Langkah Awal Menuju Pemahaman Menyeluruh

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Catatan : Ali Mutiara Rangkuti Kegiatan Forum Grup Diskusi Geothermal yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Mandailing Natal pada hari Selasa, 17 Maret 2015 kemarin mendapat apresiasi dari banyak kalangan. Sebagai orang yang memahami pentingnya & mendesaknya pemanfaatan panas bumi dalam kaitannya dengan ketahananan energi dalam skala nasional dan mendesaknya penambahan pasokan listrik yang untuk […]

  • Etnis Mandailing Desak Pemerintah Cabut Batak Mandailing di Sensus Penduduk 2020

    Etnis Mandailing Desak Pemerintah Cabut Batak Mandailing di Sensus Penduduk 2020

    • calendar_month Rabu, 12 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Pemuka-pemuka Mandailing lintas profesi menerbitkan penolakan identitas “Batak Mandailing” di Sensus Penduduk 2020 oleh BPS. Pemerintah Indonesia melalui BPS diminta mencabut label Batak Mandailing di lembaran sensus tersebut. Penolakan itu tertuang dalam Surat Keberatan tanggal 11 Pebruari 2020 dari Koalisi Masyarakat Mandailing Peduli Identitas ditujukan kepada pemerintah Indonesia khususnya Badan Pusat […]

expand_less