Selasa, 21 Jul 2026
light_mode

Tenaga Honorer Sudah Dilema Sejak Masa Amru

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 10 Jan 2012
  • print Cetak

Panyabungan, Dilema tenaga honorer di Pemkab Madina ternyata sudah muncul sejak masa kepemimpinan Bupati Amru Daulay pasca terbitnya PP Nomor 48 tahun 2005.
Temuan Badan Pemeriksa Keuangan dan Inspektorat Provinsi Sumut membuat pemerintahan Amru pusing. Pasalnya penggajian ribuan tenega honorer menjadi masalah setelah munculnya PP 48.

Hal itu diungkapkan Kepala Badan Kepegawaian Daerah Madina, Imran Nasution di hadapan Komisi 1 DPRD Madina saat rapat kerja di gedung dewan, Selasa (10/1). Imran menyatakan bahwa Bupati Amru Daulay waktu itu tidak melakukan sesuatu, melainkan diserahkan penanganannya kepada pemerintah baru.

Lalu, Pj Bupati Aspan Sopian menerbitkan surat tahun 2011 agar para pimpinan SKPD mengurangi tenaga honorer. Waktu itu sebanyak 20% (atau setara dengan 137 orang) diberhentikan, sehingga tersisa 1035 orang.

“BKD menindaklanjutinya dengan pengurangan secara bertahap, pada tahun 2013 harus nol persen tenaga honorer, agar tidak selalu menjadi temuan BPK. Tetapi semuanya harus dimusyawarahkan dengan DPRD. DPRD juga hendaknya dapat mengeluarkan surat yang bisa menjadi pegangan kami,” kata Imran.

Soal teklnis, kebijakan pengurangan tenaga honorer sepenuhnya diserahkan kepada SKPD masing-masing dengan seleksi berdasarkan penilaian, baik dari aspek disiplin, tanggung jawab dan lain-lain.

“Pengurangan tenaga honorer tidak ditentukan jumlahnya, tetapi harus dikurangi dan sepenuhnya ditentukan oleh kepala SKPD. Nilai terendah yang akan ditebang, mengantisipasi kecurigaan kalau kebijakan ini akan seperti “menangguk di air keruh” tidak akan terjadi, jelas Imran.

Imran melanjutkan bahwa kebijakan ke depan adalah tenaga honorer diberikan waktu setahun untuk persiapan mata pencaharian baru setelah dihapuskan tahun 2013.

Sementara tenaga honor di rumah sakit, pendidikan, dan tenaga tertentu tetap boleh asal tidak terlalu parah.

Rapat kerja Komisi 1 ini dipimpin Ketua Komisi I M. Jafar Rangkuti dan dihadiri Wakil Ketua DPRD Fahrizal Efendi Nasution SH, Sekretaris Komisi I Iskandar Hasibuan, Anggota Komisi I Rahmat Rizki dan Aminah Ismail Lubis. Sementara dari Pemkab Asisten III Samad Lubis, SE, MM. (dab)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • 10,5 Hektar Sawah dan Kebun Terendam, Satu Unit Jembatan Ambruk di Tapsel

    10,5 Hektar Sawah dan Kebun Terendam, Satu Unit Jembatan Ambruk di Tapsel

    • calendar_month Kamis, 4 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Akibat guyuran hujan selama dua hari dua malam, 10,5 hektar sawah dan kebun siap panen, terendam air di Dusun Goa Asom Desa Janji Matogu Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan, Rabu (3/11). Pantauan Analisa, terendamnya sawah 6 Ha berumur 1 bulan, kebun cabe 1,5 Ha dan jagung 3 Ha siap panen ini, disebabakan […]

  • Sidang Adat Raja-Raja Mandailing Berlangsung Sukses

    Sidang Adat Raja-Raja Mandailing Berlangsung Sukses

    • calendar_month Senin, 21 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Sidang Adat oleh Raja-Raja Panusunan dari Mandailing Godang dan Mandailing Julu berlangsung hari Senin (21/2/2022). Lokasi sidang bertempat di komplek SMA Negeri Tambangan, Mandailing Natal (Madina). Sidang Adat ini menyangkut esensi nilai sastra yang terkandung dalam ansambel Gordang Sambilan. Gordang Sambilan merupakan kesenian etnis Mandailing di Sumatera, Indonesia yang membutuhkan pelestarian dan pelindungan. Oleh […]

  • Kondisi Banjir Manyabar

    Kondisi Banjir Manyabar

    • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Pasca Banjir Panyabungan, Mandailing Online. Kondisi Banjir Desa Manyabar yang dipenuhi sampah kayu berserakan dan endapan lumpur hingga 30cm. Masyarakat desa berharap perhatian penuh pemerintah daerah atas kondisi mereka yang sangat membutuhkan bantuan dan harapan supaya mereka yang terkena dampak langsung banjir dan yang mengalami kerusakan rumah bisa dialokasikan ke wilayah yang lebih aman dari […]

  • Muspika Jaring Puluhan Pelajar

    Muspika Jaring Puluhan Pelajar

    • calendar_month Jumat, 5 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Lubuk Pakam. Muspika Lubuk Pakam terdiri dari pihak kecamatan, Polsek dan Danramil serta dibantu personil Satpol PP Deliserdang sedikitnya menjaring 27 pelajar SMK/SMA dan SMP yang bolos pada jam belajar pada razia operasi kasih sayang, Kamis (4/10). Para pelajar terjaring di lokasi warnet dan bilyar. Dengan menggunakan mobil pickup Satpol PP dan Trantib serta mobil […]

  • Copot Kapolres Madina

    Copot Kapolres Madina

    • calendar_month Kamis, 9 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Oegroseno diminta mencopot Kapolres Madina AKBP Hirbak Wahyu Setiawan karena dinilai banyak kasus yang tidak bisa dituntaskan. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Eksecutif Mandailing Natal Development Watch (Mata Dewa) Miftahuddin kepada wartawan di Panyabungan, Ahad (05/12/2010). “Kita melihat banyak sekali permasalahan yang tidak tuntas mengakibatkan kita sebagai masyarakat Madina […]

  • Memungut Sisa Dari Kontrak Karya Pertambangan di Indonesia (II)

    Memungut Sisa Dari Kontrak Karya Pertambangan di Indonesia (II)

    • calendar_month Kamis, 13 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tidak kurang suara lantang DPR RI telah ikut mendesak keangkuhan PT Freeport Indonesia mematuhi regulasi yang ada di Indonesia. Hal ini terkait desakan pemerintah agar perusahaan tambang raksasa asal Amerika Serikat itu bersedia melakukan renegosiasi kontrak karya. Parlemen menilai Kontribusi dan manfaat kontrak karya dengan Freeport selama ini sangat kecil. Hasil dari perusahaan asing itu, […]

expand_less