Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Diduga Korupsi 13 M di Dinas Pendidikan, Massa LMHA-RI Unjukrasa

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 5 Okt 2017
  • print Cetak

Unjukrasa LMHA-RI di kantor bupati Madina

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online)Massa dari LMHA-RI mlakukan unjukrasa ke kantor Bupati Mandailing Natal, Kamis (5/10/2017) meminta bupati mengusut dugaan korupsi di Dinas Pendidikan.

Massa yang berjumlah hampir 100 orang itu mencuatkan adanya uigaan korupsi sekitar 13 milyar rupiah dana APBD Mandailing Natal pada tahun anggaran 2016.

Dugaan korupsi itu berdasar hasil investigasi Dewan Pimpinan Cabang Lembaga Monitoring Hukum dan Anggaran Republik Indonesia (DPC LMHA-RI) Kabuapten Mandailing Natal (Madina).

Dalam surat pernyataan DPC LMHA-RI Madina, dinyatakan item-item program yang diduga menjadi ajang korupsi itu meliputi, pembangunan gedung sekolah sebesar Rp. 2.900.000.000; pengadaan mobiler sekolah sebesar Rp. 1.800.000.000; pemeliharaan rutim/berkala ruang kelas sekolah sebesar Rp 4.731.681.425;  pembangunan pagar sebesar Rp. 2.550.000.000; dana pendamping biaya operasional sekolah (BOS) sebesar Rp. 151.465.700; pengadaan buku pelajaran untuk SD dan SMP sebesar Rp. 400.000.000 dan pengadaan buku baca tulis Qur’an sebesar Rp 1.000.000.000.

Massa meminta bupati melakukan langkah-langkah bagi pengusutan korupsi di Dinas Pendidikan Mandailing Natal serta pemecatan pejabat yang terbukti korupsi. Mereka juga mendesak Kejaksaan Negeri Panyabungan untuk melakukan pengusutan dan memenajarakan oknum-oknum yang terlibat.

Dalam surat pernyataan DPC LMHA-RI Madina, dinyatakan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal adalah orang yang bersentuhan langsung dengan seluruh program di instansi itu. Dan seharusnya mampu merubah wajah dunia pendidikan di Negeri Beradat Taat Beribadat ini.

Koordinator Aksi, Rahmad Arbaal Pulungan dan Kordinator Lapangan Hendra Lubis dan Ketua Umum DPC LMHA-RI Madina, Reski mengharapkan kepada aparat penegak hukum untuk mengusut dan menjatuhkan hukuman yang seberat-beratnya kepada  yang terbukti korupsi.

Selain ke kantor bupati, massa juga melakukan unjukrasa ke kantor Dinas Pendidikan Mandailing Natal. Sayangnya, tak ada pejabat yang menerima pengunjukrasa di kantor bupati. Sementara di kantor Dinas Pendidikan, mereka diterima Kabid Dikdas, Dollar Aprianto.

Dollar menyatakan, bahwa setiap program kegiatan dan penggunaan dana Negara di Dinas Pendidikan Mandailing Natal selalu diawasi oleh auditor.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor  : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Usut Kasus Dugaan Korupsi di Dispenda Sumut Rp9,3 M

    Usut Kasus Dugaan Korupsi di Dispenda Sumut Rp9,3 M

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Medan, Puluhan massa tergabung dalam Lembaga Penyalur Aspirasi Rakyat (Lempar) melakukan aksi unjukrasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu), Jalan Abdul Haris Nasution, Medan, Selasa (08/03/2011). Dalam aksinya, mereka meminta Kejatisu mengusut tuntas seluruh kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kepala dan Wakil Kepala Daerah serta mantan Kepala dan Wakil Kepala Daerah di Sumut tanpa […]

  • Aliansi Mahasiswa dan Pers Berdemo di DPRD Madina

    Aliansi Mahasiswa dan Pers Berdemo di DPRD Madina

    • calendar_month Senin, 5 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Puluhan orang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa dan Pers mendatangi Kantor DPRD Mandailing Natal ( Madina ), Senin 5/6/23. Mereka meminta agar DPRD mengevaluasi kinerja Inspektorat Madina karena dinilai arogan. Selain itu pengunjuk rasa meminta Bupati mencopot Kepala Kantor Inspektur Rahmad Daulay karena dinilai tertutup memberikan informasi ketika dikonfirmasi. Usai melakukan orasi, Wakil […]

  • Minggu Tenang, APK di Jalan Nasional Masih Bertebaran  

    Minggu Tenang, APK di Jalan Nasional Masih Bertebaran  

    • calendar_month Senin, 12 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – sejumlah alat peraga kampanye ( APK) di jalan nasional kota panyabungan terlihat masih belum dibersihkan meski saat ini Berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 15/2023, masa tenang Pemilu 2024 jatuh pada tanggal 11 Februari 2023. Dan masa tenang kampanye merupakan masa yang tidak digunakan untuk melakukan aktivitas pemilu. Pantauan Mandailing Online, H – […]

  • Sapma Pemuda Pancasila Bantu Korban Banjir

    Sapma Pemuda Pancasila Bantu Korban Banjir

    • calendar_month Selasa, 29 Okt 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Sapma Pemuda Pancasila melakukan bakti sosial berupa pemberian bantuan sembako kepada para keluarga senior PP yang sudah meninggal tetapi kurang mampu di Desa Sigalapang Julu. Kegiatan itu dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda sekaligus HUT Pemuda Pancasila ke-60 dan Sapma Pemuda Pancasila ke-31. Salah satu keluarga yang disantuni adalah keluarga […]

  • Menkominfo Usulkan Kebebasan Pers Yang Berkarakter

    Menkominfo Usulkan Kebebasan Pers Yang Berkarakter

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Kupang, Menkominfo Tifatul Sembiring menyatakan bahwa komitmen pemerintah atas kebebasan pers tetap dihormati, namun ia mengusulkan kepada kalangan pers supaya kebebasan pers itu yang berkarakter. Saat peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2011 di Kupang, NTT, Rabu siang, ia mengatakan bahwa ada enam ciri kebebasan pers yang berkarakter, di antaranya bermoral, ada etika sesuai kode etik […]

  • Pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara Diprediksi Gagal

    Pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara Diprediksi Gagal

    • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tapsel, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang hingga kini belum menjalankan amanah Undang Undang Nomor 37 dan 38 Tahun 2007 terkait perpindahan ibukota Tapanuli Selatan ke Sipirok diperkirakan bakal menjadi batu sandungan terwujudnya pemekaran Provinsi Sumatera Tenggara. Hal itu diungkapkan tokoh masyarakat Sipirok Parmonangan Ritonga kepada wartawan di Padang Sidimpuan, Rabu (09/02/2011). “Sejujurnya kita sangat menginginkan […]

expand_less