Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya: Bupati Gunakan Militer Hadapi Rakyat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 17 Feb 2013
  • print Cetak

JAKARTA, (MO) – Bupati Kabupaten Mandailing Natal (Madina) gunakan militer hadapi rakryat. Hal itu dikatakan Tantowi Yahya, anggota komisi I DPR yang membidangi pertahanan dan militer. Dia menilai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Nasional sudah cukup baik.

Namun persoalannya, Inpres itu dapat disalahgunakan para kepala daerah dalam mempertahankan posisi dan jabatannya. “Presiden mungkin tidak membayangkan kalau Inpres ini dapat disalahgunakan kepala-kepala daerah dalam memagari kepentingannya, kemudian dalam mereduksi konflik sosial secara ketat,” kata Anggota Komisi I DPR Tantowi Yahya di acara Yellow Forum for Young Leader (YFYL) dengan tema ‘Urgensi Penguatan Sistem Pertahanan Indonesia’ di Hotel Sultan, Jakarta baru-baru ini.

Karena itu, Tantowi yang juga Wakil Sekjen DPP Partai Golkar ini menyarankan TNI dan Polri harus benar-benar waspada dan jangan sampai niat baik presiden dalam mencari solusi penanganan konflik sosial di masyarakat ini disalahgunakan kelompok-kelompok tertentu, terutama para kepala daerah.

“Dan ternyata, penyalahgunaan itu kan telah terbukti bahwa ada kepala daerah di Kabupaten Madina (Kabupaten Mandailing Natal) di Sumatera Utara yang sudah menggunakan militer yang berhadap-hadapan dengan rakyat,” ungkapnya.

Jadi sebetulnya, lanjut Tantowi, dalam situasi apapun militer itu tidak boleh berhadap-hadapan dengan rakyat. Karena itu harus mengacu pada UU TNI dan UU Polri yang menjelaskan tugas pokok Kepolisian hanya urusan keamanan.

“Tapi apabila ekskalasi ancaman itu sudah meningkat, di mana infrastruktur polisi itu tidak memungkinkan lagi memang dimungkinkan untuk menggunakan kekuatan tambahan yang berasal dari TNI,” jelasnya.

Menurutnya, Inpres Kamnas ini merupakan solusi presiden untuk mengisi kekosongan kebijakan mengenai penanganan secara cepat dan tepat dalam situasi dan fenomena konflik sosial.

“Karena UU di Indonesia masih banyak yang belum ada peraturan pelaksanaannya, sehingga tidak bisa dijalankan termasuk UU mengenai menertibkan dan keamanan itu send iri. Karena itu presiden mengeluarkan Inpres itu,” pungkasnya. (int)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tympanum Multimedia Rilis Aplikasi Ujian Nasional Berbasis CBT

    Tympanum Multimedia Rilis Aplikasi Ujian Nasional Berbasis CBT

    • calendar_month Selasa, 24 Nov 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ujian Nasional 2016 tidak lagi menggunakan kertas manual, tetapi menggunakan CBT (Computer Based Training). Dengan sistem ini, perolehan nilai peserta ujian segera dapat diperoleh begitu selesai menjawab soal. Model ujian nasional ini memang efektif dan efisien untuk mengukur ketercapaian pembelajaran.Masalahnya, untuk daerah-daerah terbelakang seperti Kabupaten Mandailing Natal, hal ini akan membawa […]

  • Landasan Hukum Perobohan Kantor Kepala Desa Gunungtua Jae Masih Misteri

    Landasan Hukum Perobohan Kantor Kepala Desa Gunungtua Jae Masih Misteri

    • calendar_month Jumat, 7 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Landasan hukum perobohan gedung kantor kepala desa Gunungtua Jae, Panyabungan, Mandailing Natal, masih misteri. Gedung itu baru berumur beberapa tahun, namun sudah dirobohkan tahun 2019 lalu oleh pemerintah desa untuk diganti dengan bangunan baru. Camat Panyabungan, Idris Batubara menjawab Mandailing Online, Kamis (6/2/2020) menyatakan sejauh ini dia belum menemukan […]

  • Pimpinan Geng Motor di Bandung Ditembak Polisi

    Pimpinan Geng Motor di Bandung Ditembak Polisi

    • calendar_month Rabu, 30 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BANDUNG, (MO) – Polsek Sukajadi, Kota Bandung, meringkus pimpinan dan anggota sebuah kelompok geng motor yang sering melakukan tindak kriminal. Saat penangkapan pimpinan geng motor, FN (25 tahun), polisi terpaksa menembak betis kiri pelaku. Ini lantaran berusaha melakukan perlawanan. Para pelaku ditangkap, Selasa (29/1) malam. Menurut Kapolsekta Sukajadi, AKP Zainal Abidin, FN alias Tokek merupakan […]

  • Ditegur Polisi, Tambang Emas Ilegal di MBG Berhenti Operasi

    Ditegur Polisi, Tambang Emas Ilegal di MBG Berhenti Operasi

    • calendar_month Minggu, 26 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Sejumlah alat berat milik penambang emas ilegal di wilayah Kecamatan Muara Batang Gadis tepatnya di Desa Saleh Baru yang sempat beraktifitas beberapa pekan, hari ini berhenti aktifitas. Informasi yang didapat, para pemilik alat berat mulai menurunkan alat beratnya dari lokasi pertambangan karena takut di amankan aparat kepolisian. ” Warga dan […]

  • Harimau Sumatera Mendekati Pemukiman di Tambangan

    Harimau Sumatera Mendekati Pemukiman di Tambangan

    • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Seekor diduga Harimau Sumatera berkeliaran di sekitaran pemukian 3 desa Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal sejak Rabu (14/3/2018). Jejak kaki harimau itu menimbulkan ketakutan di kalangan warga Desa Tambangan Jae, Tambangan Tonga dan Desa Simangambat sejak Rabu hingga Kamis terutama bagi warga yang hendak ke kebun dalam aktifitas menyadap karet. Informasi […]

  • DPRD Dorong Penyelidikan Lahan PTPN IV

    DPRD Dorong Penyelidikan Lahan PTPN IV

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi II DPRD Madina mendesak dilakukan penyelidikan terhadap kerancuan luas lahan yang dimiliki PTPN IV di Kecamatan Batahan. Sebab, luas PTPN IV ini hanya 3.300 hektar hasil take over dari Hak Guna Usaha (HFGU) PT. Kretam Iramindo. Kini luas lahan PTPN berubah menjadi 17.000 hektar.  Ada pertambahan seluas 13.700 hektar, […]

expand_less