Sabtu, 8 Agu 2026
light_mode

Hosni Mubarak MUNDUR, Militer Berkuasa!

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


KAIRO –
Setelah sekitar dua juta demonstran di Lapangan Tahrir mengancam akan menjatuhkan presiden secara paksa, Hosni Mubarak akhirnya memilih mundur sendiri. Menurut Wakil Presiden Mesir, Omar Suleiman, Presiden Hosni Mubarak sudah menyatakan mundur dan menyerahkan kekuasaannya kepada pihak militer.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Presiden Omar Sulaiman seperti dilansir TV Al Jazeera, Jumat (11/2/2011) malam. Omar Sulaiman mengatakan bahwa tampuk kepemimpinan Mesir telah diserahkan kepada Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata.

“Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, masa-masa sulit di Mesir telah terlewati. Presiden Hosni Mubarak telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan presiden republik ini dan telah dibebankan kepada Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata untuk mengatur urusan negara,” kata Omar Sulaiman dalam pidatonya.

Sementara, dikatakan oleh sejumlah pejabat Mesir, pascapengumuman tersebut Hosni Mubarak langsung meninggalkan Resor Laut Merah, Kairo yang mana tempat tersebut merupakan tempat tinggalnya.

Akibat dari pengumuman tersebut puluhan ribu warga Mesir yang sedianya telah memadati kota Kairo sejak dua pekan lalu bersorak gembira dengan melambaikan bendera. Kegembiraan warga Mesir sangat tampak jelas dengan gambar yang ditayangkan TV tersebut. Para demonstrans saling merangkul dan bersorak riang.

Sebelumnya, jutaan pengunjuk rasa memenuhi Lapangan Tahrir, Kairo, Jumat (11/2/2011), dan meneriakkan, “militer dan rakyat bersatu dalam satu gengaman tangan”.

Pengunjuk rasa pro-demokrasi meminta jutaan pengunjuk rasa turun ke jalan untuk menjatuhkan Presiden Hosni Mubarak yang menolak untuk mundur.

Dalam pernyataan yang dibacakan stasiun televisi pemerintah, militer mengumumkan akan menarik hukum gawat darurat yang dibuat 30 tahun silam namun hanya saat situasi buruk sudah berakhir.

Militer berjanji akan melakukan perubahan konstitusi dan juga pemilu yang jujur serta adil dan meminta agar aktivitas bisnis kembali ke situasi normal.

Saksi mata mengatakan jika Lapangan Tahrir dipenuhi jutaan pengunjuk rasa yang marah dan bersumpah akan menjadikan hari Jumat sebagai hari akhir dari aksi mereka.

“Mereka marah, frutasi, dan mengatakan akan melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar (berkumpul) di Lapangan Tahrir,” demikian keterangan seorang saksi mata.

Para pengunjuk rasa ini meminta 20 juta warga Mesir keluar dan melakukan aksi yang disebut Farewell Friday sebagai upaya terakhir menjatuhkan Mubarak. (*)
Sumber : Tribunnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oknum Guru PPPK yang Jadi Anggota BPD di Madina Akhirnya Mundur

    Oknum Guru PPPK yang Jadi Anggota BPD di Madina Akhirnya Mundur

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Setelah diberi pilihan menjadi guru PPPK atau Anggota BPD Desa Hutarimbaru, Gempar Alama guru PPPK yang ditugaskan di SDN 378 Sikara Kara, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal( Madina ) akhirnya mengambil sikap untuk tetap menjadi guru PPPK dan mundur sebagai anggota BPD Desa Hutarimbaru, Panyabungan Timur. Lewat surat yang ditandatangani Gempar […]

  • Kadis PMD: Tidak Ada Instruksi Keharusan Membeli 3 Foto Tokoh Madina

    Kadis PMD: Tidak Ada Instruksi Keharusan Membeli 3 Foto Tokoh Madina

    • calendar_month Sabtu, 4 Jun 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Parlin Lubis menyebutkan tidak ada instruksi kepada camat ataupun kepala desa untuk pembelian 3 foto tokoh Mandailing Natal (Madina) yang belakangan viral di media sosial. “Saya pastikan tidak ada instruksi atau pemaksaan untuk membeli 3 foto itu,” kata Parlin ketika dihubungi Mandailing Online via […]

  • Jalan lingkungan yang dirusak desa tanpa ada pelepasan aset daerah ( ist )

    Bupati Madina : Kades Jambur Baru Akan Ditindak Tegas Jika Terbukti Rugikan Negara

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA||Mandailing Online- Terkait Kepala Desa Jambur Baru, Kecamatan Batang Natal , Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) yang melakukan perusakan terhadap aset daerah demi memuluskan proyek jalan desanya, Bupati dengan tegas mengatakan apabila ada temuan kerugian negara, perbuatan melanggar hukum yang menyangkut ke jabatan, akan menindak sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. ” kita tidak boleh […]

  • Mantan Pejabat Terlibat di Eskalasi Harga Pekerjaan Mesjid Agung Madina

    Mantan Pejabat Terlibat di Eskalasi Harga Pekerjaan Mesjid Agung Madina

    • calendar_month Jumat, 15 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    foto Binsar Nasution PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) mencium adanya permainan dalam proses penetapan nilai eskalasi harga lanjutan pembangunan mesjid agung Nur Ala Nur. Permaianan ini melibatkan pejabat pemkab dan juga pejabat yang sudah pensiun serta oknum-oknum di pengadilan. “Saya melihat ada dugaan yang melakukan pemerasan terhadap negara melalui Mesjid Nur Alan […]

  • Awal Juni Ada Razia Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di Madina

    Awal Juni Ada Razia Kepatuhan Pajak Kendaraan Bermotor di Madina

    • calendar_month Jumat, 31 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Pendapatan Daerah (UPT Pependa) atau Kantor Samsat Panyabungan bekerjasama dengan PT. Ak. Jasaraharja dan Satlantas Polres Mandailing Natal akan menggelar Razia Gabungan Kepatuhan Pajak Kenderaan Bermotor yang dimulai Tanggal 3 hingga 6 Juni 2024. Kepala UPT. Pependa Kantor Samsat Panyabungan Salamat Nasution S.Sos mengatakan razia gabungan dilaksanakan […]

  • Rakyat Sumbang Koin untuk Presiden

    Rakyat Sumbang Koin untuk Presiden

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Setelah SBY Mengeluh Gaji Kurang JAKARTA-Keluhan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sudah 7 tahun tak naik gaji, berkembang cepat. Dukungan, simpati, sindiran dan kritikan terhadap pernyataan yang dilontarkannya dalam pidato pada Rapim TNI dan Polri Jumat (21/1) terus mengalir. Seperti halnya di situs microblogging Twitter, beberapa tweeps (pemilik akun twitter) memberikan komentar yang beragam. […]

expand_less