Jumat, 28 Agu 2026
light_mode

Koruptor bahagia atas konflik KPK-Polri

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Minggu, 7 Okt 2012
  • print Cetak

JAKARTA, (MO) – Kasus yang menyeret penyidik Komisi Pemerantasan Korupsi, Komisaris Novel Baswedan, diyakini akan menganggu kasus-kasus korupsi yang tengah ditangani KPK. Untuk itu, perkara yang dituduhkan kepada Novel harus segera diselesaikan.

“Mengganggu. Siapa bilang enggak menganggu?” kata juru bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, hari ini, ketika ditanya apakah perkara Novel akan mengganggu penanganan kasus korupsi di KPK.

Johan mengatakan, KPK tidak mau energi dihabiskan untuk hal-hal tidak substansif. Dia berharap agar pimpinan KPK dan Polri segera kembali bertemu. Pertemuan itu juga harus didasarkan atas niat baik untuk benar-benar menyelesaikan konflik.

Setelah pertemuan dan dicapai kesepakatan, kata Johan, seluruh petinggi KPK dan Polri harus patuh pada perintah pimpinan masing-masing. Jangan ada lagi pernyataan dari jajaran KPK dan Polri yang bisa memperuncing masalah. “Yang paling berbahagia kalau polisi dan KPK berpolemik adalah koruptor. Koruptor itu bisa pakai seragam, pakai safari, dan lainnya,” kata Johan.

Johan mengatakan, KPK tetap menghormati proses hukum yang dilakukan Polri terhadap Novel. Secara institusi, KPK tengah menyiapkan tim pengacara dari Biro Hukum KPK untuk mendampingi Novel. KPK yakin ada upaya kriminalisasi terhadap Novel.

Saat ini KPK sedang banyak menangani kasus besar, seperti proyek Hambalang, bail out Bank Century, proyek wisma atlet SEA Games, dan proyek simulator SIM di Korlantas Polri yang melibatkan Novel sebagai penyidik. Terkait Hambalang, penyidik KPK menyebut akan menetapkan tersangka baru.

Atas kejadian ini, tim pembela Penyidik KPK Kompol Novel Baswedan telah dibentuk. Paling sedikit telah terdaftar 22 pengacara handal yang bergabung untuk membela tuduhan telah melakukan penganiyaan saat bertugas di Polda Bengkulu pada tahun 2004 silam.

Demikian diungkapkan perwakilan tim Pengacara, Harris Azhar saat ditemui di gedung KPK, tadi malam. Menurut Harris, tim pengacara telah melakukan pertemuan marathon dengan Pimpinan KPK untuk melakukan tindakan advokasi dan penganganan kasus dugaan korupsi Simulator SIM, termasuk Novel.

“Kita dari tadi malam sampai hari ini mencoba membentuk tim lawyer, tim pengacara untuk teman-teman di KPK. Terutama yang menghadapi situasi kriminalisasi seperti ini,” kata Koordinator KontraS.

Menurut Harris, tujuan dari dibentuknya tim pengacara ini adalah untuk merespon upaya-upaya kriminalisasi yang ditujukan untuk sejumlah penyidik KPK. Harris meyakini, jika tuduhan-tuduhan yang dilontarkan lembaga yang dipimpin oleh Jendral Timur Pradopo tak mendasar.

Lebih lanjut, Harris prediksi jika jumlah pengacara masih akan terus bertambah. Terlebih, pengacara dari daerah yang akan menguatkan tim pembela Penyidik KPK, termasuk penyidik Novel.

Nantinya, sambung Harris, tim pembela tersebut dimungkinkan juga melakukan pembelaan terhadap komisi anti rasuah ini dari ancaman kriminalisasi seperti yang sudah sebelumnnya terjadi terkait kasus kriminalisasi komisioner KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.

“Yang akan dilakukan teman-teman lawyer adalah memperkuat argumentasi dan membuktikan bahwa tuduhan-tuduhan dari Polri itu tidak tepat,” tandasnya.
(dat06/inilah/mediaindonesia)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keluarga Gus Dur sedih dengar pernyataan Sutan

    Keluarga Gus Dur sedih dengar pernyataan Sutan

    • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, (MO) – Meski anggota DPR RI dari FPD Sutan Bhatoegana dan Ketua Umum DPP PD Anas Urbaningrum telah meminta maaf kepada keluarga almarhum KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), namun putri Gus Dur Zannuba Arifah Chafshoh atau Yenny Wahid merasa prihatin dengan pernyataan politisi Demokrat tersebut. Pasalnya, sebagai anggota dewan Sutan ternyata tidak tahu fakta […]

  • LSM LIRa Madina Bagikan Paket Makan Siang di Pasar Lama

    LSM LIRa Madina Bagikan Paket Makan Siang di Pasar Lama

    • calendar_month Selasa, 15 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di tengah situasi ekonomi yang tak menentu dan pandemi Covid-19, Lembaga Swadaya Masyarakat Lumbung Informasi Rakyat (LSM LIRa) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) membagikan paket makan siang kepada sopir beca di sekitaran Madina Square Pasar Lama, Panyabungan, Selasa (15/2). Pembagian paket makan siang ini langsung dihadiri Bupati LIRa Ali Musa Nasution, Ketua […]

  • Festival Makkobar di Sidimpuan Perlu Dilakukan Saban Tahun

    Festival Makkobar di Sidimpuan Perlu Dilakukan Saban Tahun

    • calendar_month Jumat, 7 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN (Mandailing Online) – Warga berharap Pemko Sidimpuan tetap melaksanakan Festival Makkobar Marpantun Margondang dan Manortor di tahun-tahun mendatang. Festival Makkobar Marpantun Margondang dan Manortor yang berlansung tanggal 5 hingga 6 Oktober kemarin sangat diapresiasi warga Sidimpuan. Festival itu diikuti 29 grup peserta dari kalangan pelajar, Naposo/Nauli Bulung dan mahasiswa berusia 17-30 tahun. Festival yang […]

  • Peserta Apel Gabungan Terus Berkurang

    Peserta Apel Gabungan Terus Berkurang

    • calendar_month Senin, 24 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Peserta apel gabungan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) pada setiap Senin pagi di halaman Masjid Agung Nur Alan Nur terus berkurang. Berkurangnya jumlah peserta apel ini menjadi salah satu sorotan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution saat memimpin apel pagi tadi, Senin (24/1). “Saya melihat barisan mulai renggang, […]

  • Usulan Wabup Terkait Penutupan PT SMGP Hanya Cakap-Cakap

    Usulan Wabup Terkait Penutupan PT SMGP Hanya Cakap-Cakap

    • calendar_month Senin, 12 Sep 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Usulan penutupan perusahaan panas bumi PT SMGP yang beroperasi di Kecamatan Puncak Sorik Marapi, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sebagaimana dimuat beberapa media menurut Ketua Dewan Pengurus Cabang Partai Persatuan Pembangunan (DPC PPP) Muhammad Irwansyah Lubis hanya sebatas lip service. “Kita tidak pernah mendengar usulan itu diajukan secara resmi kepada pemerintah pusat […]

  • Pemkab Madina Dinilai Gagal di Sektor Perikanan

    Pemkab Madina Dinilai Gagal di Sektor Perikanan

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dinilai gagal mengembangkan sektor perikanan di daerah ini. Padahal, berdasar luas lahan yang ada dan kondisi iklim Madina, sektor perikanan sangat memungkinkan untuk dikembangkan. “Namun sampai saat ini, usia Madina sudah hampir 16 tahun, arah kesitu sepertinya belum ada. Kita bingung, sampai saat ini apa […]

expand_less