Sabtu, 30 Mei 2026
light_mode

Kekerasan Seksual Terhadap Perempuan di Sumut Tinggi

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 27 Nov 2012
  • print Cetak

MEDAN, (MO) – Kasus kekerasan seksual terhadap perempuan di Indonesia masih tinggi, termasuk di Sumatera Utara (Sumut). Berdasarkan data Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan) yang dikumpulkan dari 34 lembaga di Sumut,selama tahun 2011 saja,ada 344 dari 8.277 kasus kekerasan terhadap perempuan yang merupakan kekerasan seksual.

“Kasus kekerasan dalam rumah tangga ada 7.120 kasus,komunitas 1.123 kasus,dan kasus oleh negara 1 kasus. Sedangkan 344 kasus kekerasan seksual terdiri dari pencabulan 312 kasus, perkosaan 20 kasus, persetubuhan 1 kasus, dan tindakan seksual lainnya 1 kasus,” papar Ketua Komnas Perempuan, Yuniyanti Chuzaifah kepada wartawan saat temu pers di Medan,Senin 26 November 2012.

Yuniyanti menyebutkan, di Indonesia sendiri selama 10 tahun hingga 2010, tercatat ada 295.836 total kasus kekerasan terhadap perempuan. Dari jumlah itu,sebanyak 91.311 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. “Sumatera Utara merupakan daerah 10 besar yang kasus kekerasan terhadap perempuannya tertinggi,” ucapnya.

Yuniyantimenyebutkan,ada 14 bentuk kekerasan seksual yang ditemukan oleh Komnas Perempuan yakni perkosaan, pelecehan seksual, eksploitasi seksual, penyiksaan seksual, perbudakan seksual, dan intimidasiatauseranganbernuansa seksual termasuk ancaman atau percobaan perkosaan.Kemudian prostitusi paksa, pemaksaan kehamilan,pemaksaan aborsi, pemaksaan perkawinan, dan perdagangan perempuan untuk tujuan seksual.

“Kontrol seksual seperti pemaksaan busana dan kriminalisasi perempuan lewat aturan diskriminatif beralasan moralitas dan agama, penghukuman tidak manusiawi bernuansa seksual, dan praktik tradisi bernuansa seksual yang membahayakan atau mendiskriminasi perempuan juga merupakan bentuk kekerasan seksual,”paparnya.

Menurut Yuniyanti, permasalahan kekerasan terhadap perempuan terutama kekerasan seksual akan terus terjadi. Karena itu, harus ada payung hukum sebagai bentuk perlindungan bagi perempuan yang menjadi korban. Selama ini, aturan yang ada tidak memadai. Bahkan dalam pengaduan korban ke polisi, polisi masih sering menyebutkan organ-organ perempuan.

“Misalnya,polisi sering bertanya kepada korban yakin nggak barangnya masuk.Nah,mendengar pertanyaan itu, perempuan itu langsung pingsan,”paparnya. Sementara Direktur Aliansi Sumut Bersatu Veryanto Sitohang menambahkan, kekerasan terhadap perempuan terutama kekerasan seksual, memang masih cukup memprihatinkan.

Sejak Januari hingga Agustus 2012 saja, berdasarkan data yang dihimpun dari berbagai media lokal di Sumut, ada 232 kasus kekerasan yang dialami perempuan. Dari jumlah itu,kekerasan seksual menjadi yang terbanyak yakni 131 kasus, disusul kasus penganiayaan 63 kasus, 26 kasus pembunuhan, 10 trafficking, dan 2 kasus perampokan.

Menurut dia, tidak ada lagi ruang yang aman bagi perempuan baik di luar rumah maupun di dalam rumah,khususnya kekerasan seksual. Parahnya, pelaku sering kali tidak hanya orang asing, melainkan orang terdekat seperti paman,kakek, saudara laki-laki, bahkan ayah kandung atau ayah tiri.(sindo)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Infrastruktur Air Bersih Baru 5 Persen

    Infrastruktur Air Bersih Baru 5 Persen

    • calendar_month Jumat, 19 Okt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dari total 23 kecamatan di Mandailing Natal (Madina), baru 4 kecamatan yang memiliki infrastruktur air bersih, atau baru mencapai sekitar 5 persen. Data itu terungkap pada pertemuan antara Pemkab Madina dengan Dinas Tarukim Sumatera Utara di aula kantor bupati Madina, Kamis (18/10). Pertemuan yang dipimpin Wakil Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution […]

  • Ketua DPRD Tak Bijaksana Penilaian Elemen Mahasiswa

    Ketua DPRD Tak Bijaksana Penilaian Elemen Mahasiswa

    • calendar_month Rabu, 10 Agt 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sejumlah elemen mahasiswa menilai pernyataan Ketua DPRD Palas, HM Ridho Harahap yang mengatakan, tidak ada masalah dengan spanduk ucapan selamat menunaikan ibadah puasa 1432 H yang memakai logo daerah lain tidak bijaksana. “Pantas saja Kabupaten Palas ini tidak ada majunya. Soalnya rasa cinta terhadap daerah sangat minim sekali. Bahkan, banyak orang yang mengaku tokoh, tapi […]

  • Atika Dampingi Penyerahan Bibit Kopi dan Saprodi

    Atika Dampingi Penyerahan Bibit Kopi dan Saprodi

    • calendar_month Senin, 28 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KOTANOPAN (Mandailing Online) -Wakil bupati Madina terpilih, Atika Azmi Utammi Nasution sangat mengapresiasi penyaluran bantuan bibit kopi Arabika kepada petani di Madina. Didorong apresiasi itulah Atika pun turut mendampingi penyerahan bibit itu di Kotanopan, Mandailing Natal, Minggu (27/6/2021). Total bibit yang disalurkan sebanyak 100.000 bibit plus sarana produksi (saprodi) berasal dari BBPPTP Medan. Sejumlah desa […]

  • Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Jadwal Ujian Seleksi TKD Cpns Kab. Mandailing Natal Tahun 2014. Ruang I. (Sesi IV) Hari : Rabu, Pukul : 15.30 s/d 17.30 wib Tanggal : 10 desember 2014   NO.   RUANG UJIAN   NO. PESERTA   NAMA PESERTA 1 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB 1 52132000121 NURSARI SIREGAR 2 BKD MANDAILING NATAL Gedung SGB […]

  • Gordang Sambilan Siantona

    Gordang Sambilan Siantona

    • calendar_month Senin, 27 Agt 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Grup Gordang Sambilan Martondi dari Desa Siantona, Kecamatan Lembah Sorik Marapi, Mandailing Natal, tampil tadi sore di pondok taman Al-Munawaroh, Jalan Lingkar, Panyabungan, Senin (28/8). Pertunjukan dikesempatan ini menonjolkan Saleot, alat musik tiup yang terbuat dari gabungan tanduk kerbau dengan tempurung kelapa. Pondok taman Al-Munawaroh secara rutin mempertunjukkan atraksi Gordang Sambilan dari […]

  • Konten Sosial Media dan Hilangnya Harga Sebuah Nyawa

    Konten Sosial Media dan Hilangnya Harga Sebuah Nyawa

    • calendar_month Sabtu, 11 Mar 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Djumriah Lina Johan Lingkar Studi Perempuan dan Peradaban Seorang perempuan di Leuwiliang, Kabupaten Bogor ditemukan tewas dengan kondisi leher menggantung di seutas tali. Korban berinisial W (21 tahun) tersebut tewas saat membuat konten candaan gantung diri di hadapan teman-temannya via video call. “Dari kata keterangan dari saksi, dia (korban W) itu lagi bikin konten […]

expand_less