Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Korban Banjir Butuh Makanan & Pakaian

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
  • print Cetak

17 Rumah Masih Terendam Air Setinggi 1 Meter
TAPSEL-METRO; Korban banjir di Dusun Gua Asom, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, membutuhkan bantuan berupa makanan, air bersih, dan pakaian yang layak. Sebab, dari Sabtu (2/10) malam hingga Senin (4/10) warga masih bertahan di loteng. Mereka tidak berani turun ke bawah untuk mencari makan dan minum. Pakaian yang digunakanpun masih tetap yang kemarin karena pakaian yang lain basah terendam air.

Salah satu jembatan kayu yang rusak akibat banjir sedang diperbaiki Pemkab Tapsel bersama warga dan TNI Minggu (3/10) lalu.
“Saat ini yang paling dibutuhkan warga adalah makanan, air bersih, dan pakaian layak. Dan bantuan dari Pemkab Tapanuli Selatan (Tapsel) belum datang, katanya hari ini, Selasa (5/10) akan disalurkan,” kata Camat Angkola Selatan, Hamdy S Pulungan SSos, kepada METRO, Senin (4/10).

Camat menambahkan, dari hasil pantauan yang dilakukan oleh staf kecamatan dan laporan penduduk sekitar, hingga Senin (4/10), 17 rumah masih terendam air setinggi sekitar semeter, sebelumnya sekitar 1,60 meter.

“Ketinggian air masih sekitar 1 meter. Selain itu, jalanan juga belum bisa dilalui kendaraan. Itu informasi terkini dari anggota yang terus stand by dan siaga di sekitar lokasi bencana,” ujarnya di posko bencana alam di kantor camat Angkola Selatan, Siais.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Sosial (Kadisnakertransos) Tapsel, Samsul Bahri, kepada METRO, Senin (4/10) melalui telepon selulernya mengatakan, bantuan dari pemkab akan disalurkan kepada 17 kepala keluarga (KK) yang menjadi korban banjir, Selasa (5/10). Bantuan yang diberikan berupa beras sebanyak sekitar 765 kilogram atau sekitar 45 kg untuk setiap rumah tangga.

“Rencananya akan disalurkan Selasa (5/10) untuk 17 rumah warga yang terendam sesuai dengan laporan camat. Jumlahnya sekitar 765 kilogram atau 45 kilogram setiap rumah,” kata Samsul.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinskes) Tapsel, Drs H Sarmadhan Harahap Apt melalui Kabid Penanggulangan Masalah Kesehatan (PMK), dr Sri Khairunnisa, menambahkan, sesuai laporan dari petugas kesehatan di posko kesehatan di Dusun Huta Baru yang dikoordinir Puskesmas Angkola Selatan belum ada ditemukan warga yang terkena penyakit, seperti diare, gatal-gatal, dan lainnya.

“Kita masih terus stand by sampai 2-3 hari ke depan. Kita lihat saja kondisinya bagaimana,” sebutnya.

1 Perahu Karet Disiagakan

Camat Angkola Selatan, Hamdy Pulungan, menambahkan, hingga kemarin ketinggian air sungai Aek Batang Salai masih sekitar 2 meter lebih. Hal ini disebabkan hujan masih terus mengguyur Angkola Selatan sejak malam hingga pagi, Senin (4/10).

“Saat ini ketinggian air sungai Aek Batang Selai masih sekitar 2 meter lebih karena hujan terus mengguyur. Untuk itu kita minta warga waspada dan hati-hati serta melakukan jaga malam. Dan jika terjadi sesuatu laporkan secepatnya agar bisa segera kita lakukan tindakan. Kita di posko bencana ini selalu stand by,” ujarnya.

Menurut Hamdy, pihaknya juga sudah menyiagakan perahu karet untuk sarana angkutan bagi korban banjir. “Satu unit perahu karet yang ada di kantor camat sudah kita siagakan di Dusun Gua Asom,” sebutnya.

Camat menambahkan lagi, jembatan kayu yang rusak di Gua Asom masih belum diperbaiki. Akibatnya, arus lalu lintas masih terputus dan kendaraan roda empat tidak bisa lewat ke Gua Asom. Kondisi ini di perparah lagi dengan masih belum juga diperbaikinya jalan longsor di Dusun Kampung Sedikit. “Kita harapkan jembatan dan jalan ini segera diperbaiki agar arus lalu-lintas kembali normal,” harapnya. (phn)
sumber:metrotabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Beras Bansos Diklaim Biangkerok Dagangan Penjual Beras Numpuk

    Beras Bansos Diklaim Biangkerok Dagangan Penjual Beras Numpuk

    • calendar_month Selasa, 22 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Akibat bantuan beras yang digelontorkan oleh Pemerintah, daya jual beras di Madina anjlok. Pedagang beras di Madina mengaku dagangan beras sepi Jelang Pilkada Tahun 2024, akibatnya stok menumpuk digudang. Zahira pedagang beras di Desa Gunung Tua, Panyabungan mengungkapkan, biang kerok beras tidak laku meski harga beras saat ini cendrung murah gegara […]

  • Biaya Penerbitan Sertifikat Tanah Capai 1,2 Juta

    Biaya Penerbitan Sertifikat Tanah Capai 1,2 Juta

    • calendar_month Senin, 18 Mar 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Biaya penerbitan sertifikat tanah 1.000.000 hingga 1.200.000 rupiah. Akibatnya warga menjerit. Sejumlah warga Desa Air Apa, Kecamatan Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengungkapkan, aparat desa mematok target rupaiah itu untuk pengurusan satu sertifikat tanah. Padahal, pemerintah pusat sudah menegaskan bahwa biaya penerbitan sertifikat gratis alias tak ada pungutan biaya. “Kami […]

  • Kades Jangan Takut Gunakan Dana Desa, Selalu Kordinasi Dengan TP4D

    Kades Jangan Takut Gunakan Dana Desa, Selalu Kordinasi Dengan TP4D

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Seluruh kepala desa di Mandailing Natal (Madina) dihimbau jangan takut menggunakan Dana Desa di jalan yang benar. Jika ada oknum pejabat dari pemerintah kecamatan atau pemerintah kabupaten yang meminta jatah dengan iming-iming mampu mengamankan supaya tidak dilayani. Hal itu ditegaskan Penasehat Hukum Pemkab Madina, Ridwan Rangkuti,SH.MH kepada wartawan, Selasa  (29/8/2017). […]

  • 2 Kali Juara, SMA Negeri 1 Kotanopan Kembali Ikuti RMMBC III

    2 Kali Juara, SMA Negeri 1 Kotanopan Kembali Ikuti RMMBC III

    • calendar_month Jumat, 30 Sep 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      KOTANOPAN (Mandailing Online) –  Selain MAN Panyabungan, SMA Negeri 1 Kotanopan juga akan mengikuti konser Raja Majestic Marching Band yang akan berlangsung dari tanggal 7-9 Oktober 2016 di Unimed Medan. Ini kali ketiga SMA Negeri Kotanopan mengkuti even bergengsi itu. sekolah itu pun mengadakan acara Konser Pamit, Kamis (29/9) di lapangan SMA Negeri 01 […]

  • Tiga Jenis Budaya Mandailing Dibahas

    Tiga Jenis Budaya Mandailing Dibahas

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga segmen kebudayaan Mandailing dibahas pemerintah daerah bekerjasama dengan dua organisasi kebudayaan serta akademisi. Acara yang bertajuk Konsolidasi dan Sosialisasi Organisasi Pengembangan Pelestarian Adat Budaya Mandailing Natal itu diselenggarakan Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal di Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Sabtu (14/9/2019). Pesertanya terdiri dari Lembaga Adat Budaya Mandailing Natal; Forum […]

  • Memaknai Sumpah Pemuda. Ini Kata Cabup Madina Harun Mustafa Nasution

    Memaknai Sumpah Pemuda. Ini Kata Cabup Madina Harun Mustafa Nasution

    • calendar_month Senin, 28 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Madina ( Mandailing Online) : memaknai Peringatan hari Sumpah Pemuda tahun 2024 bagi Calon Bupati Madina nonor urut 1 Harun Mustafa Nasution adalah momen dimana pemuda harus mampu berkontribusi untuk pembangunan daerah. Oleh karena itu, untuk memaknai Sumpah Pemuda di era milenial yang serba digital ini, generasi muda menjadi ujung tombak. Tantangan yang dihadapi pemuda […]

expand_less