Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Produksi dan Harga Karet di Madina Turun

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 20 Des 2010
  • print Cetak


MADINA : Hujan yang terus mengguyur wilayah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) dalam satu pekan terakhir mengakibatkan produksi dan harga getah karet di pasar-pasar lelang karet menurun.

Seperti di Kelurahan Kota Siantar, harga getah karet turun dari semula Rp15.000 menjadi Rp13.500 per kilogramnya. Begitu juga di Desa Gunungtua Kecamatan Panyabungan, harganya hanya Rp13.000 per kg, dan di Kecamatan Batang Natal dari sebelumnya Rp16.000 turun menjadi Rp14.000 per kg,Selain harga, produksi getah karet masyarakat kini juga mengalami penurunan drastis hingga 50 – 70%.

“Hujan dalam sepekan terakhir ini benar-benar telah membuat produksi petani karet di daerah ini menurun drastis, karena para petani karet kebanyakan tidak bias menderes dengan cuaca seperti ini” ujar Sahruddin, salah seorang pedagang pengumpul kepada Berita, di Kelurahan Kota Siantar.

Dijelaskannya, karena musim penghujan saat ini, kadar air getah karet yang dijual petani menjadi lebih tinggi, dan inilah yang menyebabkan harganya menjadi turun.

Soleh Nasution (43), petani karet mengakui satu minggu ini hanya dua kali saja menderes karetnya, itu pun banyak getah hasil deresan yang terbawa oleh air hujan sehingga menurunkan produksinya.

“Biasa kalau musim penghujan, apalagi curah hujan dalam sepekan terakhir cukup tinggi terpaksa saya tidak menderes, kalaupun kita deres bisa mengakibatkan rusaknya pohon karet. Jadi mau tidak mau ditunggu pas waktu tidak hujan, itupun selesai di deres harus langsung disimpan menghindari agar tidak terbawa air hujan. Tidak seperti selama ini dibiarkan dalam beberapa hari baru kita simpan seterusnya dijual,” ujarnya yang mengakui hasil produksinya turun hingga 70%.

Sementara dari pantauan Berita di pasar lelang karet di Gunungtua, biasa dalam satu minggu bisa mengeluarkan 2 – 3 ton karet, namun saat ini hanya berkisar 1 ton saja.

“Kalau kita kalkulasikan dari seluruh pengumpul hasil getah karet pada minggu ini hanya berkisar 1 ton saja, padahal kalau cuaca lagi bagus bisa mencapai 3 ton. Ini karena musim hujan, banyak petani karet tidak menderes,” ujar Oji Nasution salah seorang pedagang penampung di sana .(isk/mfr)
Sumber : Beritasore

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terduga Pelaku Perkosaan di TRB Diamankan Polisi

    Terduga Pelaku Perkosaan di TRB Diamankan Polisi

    • calendar_month Selasa, 26 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Masih ingat 3 terduga pelaku pemerkosaan yakni WF, D dan P terhadap SN (20) Wanita Desa Pidoli Lombang, Panyabungan. Kini 1 diantara 3 pelaku yang sempat buron berhasil diamankan polisi dari Polres Madina. WF (21) diduga salah satu pelaku pemerkosaan diketahui di amankan kepolisian pada Minggu Malam (24/11). Hal itu dibenarkan […]

  • Efek Bahaya Melihat Langsung Gerhana Matahari

    Efek Bahaya Melihat Langsung Gerhana Matahari

    • calendar_month Selasa, 8 Mar 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Masyarakat wajib berhati-hati saat melihat Gerhana Matahari Total (GMT) besok, Rabu 9 Maret 2016. Masyarakat diimbau tidak menggunakan mata telanjang saat melihat gerhana. Sebab efek samping yang ditimbulkan sangat berbahaya bagi mata. Menurut Dokter Spesialis Mata Bayu Sasangko melihat langsung Gerhana Matahari dapat menimbulkan beberapa efek kerusakan pada mata yang disebut solar eclips retinopathy. Gejalanya, […]

  • Persoalan di Sukamakmur Karena Kurang Komunikasi

    Persoalan di Sukamakmur Karena Kurang Komunikasi

    • calendar_month Kamis, 12 Jan 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA-Tim investigasi dari DPRD Madina menggelar rapat kerja dengan Pemkab Madina, PT Anugrah Langkat Makmur (ALM) serta warga Desa Sukamakmur, Muara Batang Gadis, Rabu (11/1) kemarin. Rapat membahas seluruh persoalan yang terjadi antara PT ALM dengan warga Desa Sukamakmur, sehingga menyebabkan terjadinya pembakaran pada tanggal 14 Desember 2011 lalu yang merugikan perusahaan sekitar Rp2 Miliar. […]

  • Pemda Madina Diminta Putuskan Kerjasama Dengan CI

    Pemda Madina Diminta Putuskan Kerjasama Dengan CI

    • calendar_month Selasa, 8 Jul 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Batang Pungkut Green (BPGC) meminta Pemkab Mandailing Natal (Madina) memutuskan kerjasama dengan pihak Conservation Internasional (CI) yang sudah 2 tahun berjalan. Direktur BPGC, Saparuddin Lubis kepada wartawan, Senin (7/7/2014) menyatakan alasan bahwa selama 2 tahun ini sebanyak 5 item yang digarap CI dengan Pemkab Madina tak menghasilkan apa-apa. Justru semakin memberikan […]

  • Tiga Bulan, Polres Sidimpuan Ungkap 10 Kasus Narkoba

    Tiga Bulan, Polres Sidimpuan Ungkap 10 Kasus Narkoba

    • calendar_month Senin, 6 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    P. Sidimpuan, Selama tiga bulan terakhir Polresta Padangsidimpuan mengungkap 10 kasus narkoba dan mengamankan 14 tersangka. Demikian Kapolres P. Sidimpuan AKBP Andi Syariful Taufik S.Ik melalui Kabag Ops Darfin Purba kepada Analisa di Mapolres setempat, Kamis (2/11). Dijelaskan, dari ke 14 tersangka yang rata-rata pemakai dan perantara narkoba itu diamankan ratusan gram ganja siap pakai. […]

  • Kades Diminta Bayar Uang Raskin Tepat Waktu

    Kades Diminta Bayar Uang Raskin Tepat Waktu

    • calendar_month Senin, 22 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Semua kepala desa di Mandailng Natal (Madina) diminta membayarkan uang raskin tepat waktu tanpa menunda-nunda, karena semua warga selalu bayar kontan. Penundaan uang raskin dapat mempersulit realisasi penyaluran beras miskin (raskin) pada jadwal berikutnya. Baktaruddin, seorang pengamat raskin, Senin (22/7/2013) di Panyabungan berharap para kades jangan melakukan tunggakan lagi seperti yang […]

expand_less