Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Menyikapi Perubahan Musim yang Tak Menentu

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 22 Mar 2017
  • print Cetak

Rahmat Ami Putra

Catatan : Rahmat Ami Putra, S.T

 

Indonesia merupakan suatu negara sub-tropis yang memiliki dua musim, yaitu penghujan dan kemarau. Belakangan ini pergantian antara musim kemarau dengan musim penghujan sudah mulai susah ditebak, beda dengan waktu sebelum tahun 2010-an. Musim kemarau terkadang sangat panjang, begitu juga dengan musim penghujan, sehingga sering terasa terik yang berkepanjangan saat kemarau melanda dan genangan yang tanpa berkesudahan ketika di guyur hujan tak berkesudahan. Begitulah gambaran pergantian musim yang mulai berubah-rubah.

Begitu juga dengan Kab. Mandailing Natal (Madina), salah satu kabupaten yang terdapat di pulau Sumatera, tentunya juga memiliki musim yang sama. Musim yang susah diperkirakan ini menjadi suatu masalah besar bagi rakyat Madina, mengingat sebagian besar rakyatnya yang memiliki mata pencaharian sebagai petani, sehingga pengaruh musim tersebut sangat menentukan terhadap kualitas panen mereka.

Musim kemarau yang panjang bahkan sampai membuat tanah menjadi kering hingga tanaman harapanpun menguning sebelum mati kering. Musim hujan yang dinanti menghanyutkan asa ketika tak kunjung berhenti hingga tanamanpun tergenang tak berarti. Apalagi bagi petani karet, musim sekarang bukanlah musim yang pernah mereka mimpikan, musim kemarau membuat pohon kering hingga getahpun enggan untuk menetes. Begitu juga dengan musim penghujan, getah menjadi encer hingga tak ada satupun toke yang mau menampungnya. Benar-benar serba salah, ibarat buah simalakama.

Pergantian musim yang berubah-ubah tidak tertebak ini memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat. Pekerjaan sebagai petani menjadi mata pencaharian yang dielakkan, masyarakat mulai beralih menjadi tenaga pemerintahan, persaingan menjadi Pegawai Negeri Sipil semakin ketat hingga tak jarang banyak ditemukan kecurangan ditambah lagi minimnya formasi yang disediakan. Tak ada rotan akarpun jadi, tak bisa menjadi PNS sebagai tenaga honorer pun jadi. Sehingga ini semakin menambah beban pemerintah dalam hal pengupahan disela-sela minimnya anggaran. Jelas pergantian musim ini menjadi hal yang sangat berpengaruh ditengah-tengah kegiatan pemerintahan.

Ternyata permasalahan pergantian musim tidak cukup sampai disitu saja. Salah satu efek yang ditimbulkan selain yang disebutkan diatas adalah ancaman bencana alam. Misalnya kekeringan, tanah longsor dan banjir. Hal ini jelas sangat merugikan, selain banyaknya kerugian materi yang dikorbankan ditemukan juga kerugian mental dan psikologi yang sangat berpengaruh terhadap masa depan keberlangsungan hidup.

Sehingga, permasalahan pergantian musim ini tidak cukup sekedar diratapi atau bahkan hanya sekedar menyiapkan rencana penanggulangan semata, namun perlu juga antisipasi pencegahan dan upaya dalam meminimalkan kerugian akibat pergantian musim ini. Pergantian antara musim penghujan ke musim kemarau atau sebaliknya sudah menjadi suratan takdir tanah air ini, tak mungkin digeser atau dirubah menjadi musim yang diinginkan. Solusinya hanya dengan mecari suatu langkah dan rencana pembangunan yang tepat diantara musim yang terus mendesak.

Pengelolaan anggaran dan rencana pembangunan harus disusun dengan lebih hati-hati lagi, bukan sekedar bagaimana cara untuk membelanjakan anggaran semata, namun bagaimana anggaran itu dibelanjakan sesuai dengan kebutuhan yang ada.

Misalnya, pembangunan jalan dalam desa, memang itu penting dalam sebuah pembangunan dan peningkatan perekonomian rakyat, tetapi hal yang lebih penting lagi yaitu membebaskan suatu perkampungan dari ancaman bencana yang kerap menghantui. Jika infrastruktur suatu pedesaan sudah dilengkapi, namun ancaman bencana tidak diantisipasi, maka infrastruktur yang dibangun itu akan sia-sia ditelan ludes oleg bencana.

Masalah pergantian musim ini bisa juga diantisipasi dengan pembuatan suatu waduk penyimpanan air berlebih atau juga sebagai persediaan air dimusim kemarau, namun hal ini juga harus dikaji terlebih dahulu disesuaikan dengan kebutuhan dan anggaran yang tersedia.

  • Penulis tinggal di Kayujati, Panyabungan / Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Izin Operasional SMGP Menciderai Hati Rakyat Madina

    Izin Operasional SMGP Menciderai Hati Rakyat Madina

    • calendar_month Senin, 1 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN(Mandailing Online) – Izin pengoperasian kembali sebagian aktivitas PT SMGP di Mandailing Natal, Sumut menuai protes dan kecaman dari sejumlah elemen masyarakat. Izin dari Kementerian ESDM dinilai produk yang premateur, suatu kebijakan yang tidak populis atau tidak berpihak kepada kepentingan rakyat. Bahkan pengoperasian secara terbatas PT SMGP diduga kuat telah melanggar standar dan aturan baku […]

  • Susul Gempa, Gunung Lubuk Raya Keluarkan Asap Hitam

    Susul Gempa, Gunung Lubuk Raya Keluarkan Asap Hitam

    • calendar_month Jumat, 14 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAPSEL(Mandailing Online) – Gunung Lubuk Raya mengeluarkan asap hitam beberapa menit setelah gempa berkekuatan 5,5 skala richter, Jum’at pagi (14/72017). Sejumlah warga terkejut menyaksikan asap mengepul dari gunung yang berada di Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan itu. “Asap berwarna hitam campur pekat tiba-tiba muncul pasca gempa,” kata Ilyas, tokoh masyarakat Desa Sitaratoit, Angkola […]

  • Madina, ICW dan Korupsi

    Madina, ICW dan Korupsi

    • calendar_month Rabu, 1 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Korupsi lahir di tengah situasi dimana oligharki politik mendominasi dalam pembuatan kebijakan publik di satu sisi dan tiadanya public accountability sebagai mekanisme pertanggungjawaban kekuasaan di sisi yang lain. Kondisi ini diperparah dengan sempitnya ruang partisipasi politik karena tidak adanya peluang dalam sistem politik yang dapat digunakan untuk meminta pertanggungjawaban wakil rakyat di parlemen. Tali mandat […]

  • Guru SD Ditemukan Tewas di Sungai

    Guru SD Ditemukan Tewas di Sungai

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA SIPONGI (Mandailing Online) – Seorang guru SD Negeri 246 Silatung, Koto Beringin Kecamatan Muara Sipongi, Mandailing Natal (Madina) bernama Nurhelmi (37), Kamis pagi (2/4) ditemukan tewas di Sungai Aek Sipongi, Desa Koto Beringin. Sejauh ini pihak kepolisian belum mengetahui penyebab kematian almarhumah. Pihak medis juga tak menemukan bekas penganiayaan di tubuhnya. Informasi yang […]

  • Pemkab Madina Aktifkan Pasar Yang Pernah Mati

    Pemkab Madina Aktifkan Pasar Yang Pernah Mati

    • calendar_month Rabu, 15 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO)– Upaya peningkatan ekonomi kerakyatan, Dinas Prindag Koperasi dan Pasar Kabupaten Mandailing Natal (Madina) akan mengoperasikan kembali pasar-pasar tradisional yang pernah mati alias tidak berpungsi selama ini. Kepala Dinas Prindag Koperasi dan Pasar, Lismulyadi Nasution melalui Kabid Pasar Ir.Mangatas Tua Nasution kepada Mandailing Online, Selasa (15/2) diruang kerjanya, mengatakan, pasar terdisional yang diaktifkan kembali […]

  • BOC Gelar Seminar Kebebasan Finansial

    BOC Gelar Seminar Kebebasan Finansial

    • calendar_month Senin, 1 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Komunitas Business Owners Community (BOC) kembali mengadakan seminar di Panyabungan, Mandailing Natal, Sumut. Seminar berlangsung di Cafe Rumah Daun, kawasan Toguda-STAIN, Minggu (31/8/2025). Peserta seminar berasal dari kalangan santri, siswa SLTA, mahasiswa dan masyarakat umum. Seminar ini mengusung tema “Kebebasan Finansial” menghadirkan tiga pemateri. Tiga topik disampaikan pada seminar itu, yakni “Paradigma […]

expand_less