Jumat, 22 Mei 2026
light_mode

Dua Pimpinan Parpol Soroti Layanan RSU Panyabungan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 29 Okt 2015
  • print Cetak

 

PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua pimpinan partai politik menilai pelayanan di RSU Panyabungan kian menurun, padahal anggaran untuk rumah sakit itu telah dinaikkan.

Penilaian itu disampaikan Ketua DPC Hanura Madina Ir.Ali Makmur Nasution yang juga anggota DPRD Madina, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Iskandar Hasibuan, Kamis (29/10).

Dalam sepekan terakhir, kedua parpol itu banyak menerima keluhan dan laporan dari warga Panyabungan Barat, Panyabungan, Siabu, Bukit Malintang dan Panyabungan Timur yang beberapa waktu lalu terpaksa berobat ke rumah sakit swasta di Panyabungan disebabkan keluhan pelayan di RSU Panyabungan.

Ali Makmur Nasution mengutarakan, tadi dia didatangi warga mengeluhkan layanan RSU Panyabungan yang tidak ada dokter di tempat. Warga yang mengadu itu mengaku sudah 3 hari di RSU tak mendapat pengobatan berarti karena tak ada dokter, setelah 3 hari RSU Panyabungan merujuknya ke RS swasta.

Saat itu juga Ali Makmur menghubungi pimpinan RSU Panyabungan, tetapi jawaban dan bahasa pimpinan terkesan kasar.

Saat Ali menanyakan apakah tidak ada kebijakan atau cara lain mencari dokter lain? Jawaban pimpinan RSU Panyabungan malah berkata bahwa tak lagi urusannya mencari dokter, karena dia telah selama ini berupaya mencari dokter spesialis.

“Bahkan beliau sempat mengatakan ‘ho sajo ma manyoroti au, aha langa goyak ni roamu tu au (kamu saja lah yang menyoroti saya, apa sakit hatimu padaku). Ini aneh, saya sebagai anggota DPRD tentu harus memperrtanyakan kebijakan publik rumah sakit, apalagi keluhan warga mengadu kepada saya harus saya tindaklanjuti ,” kata Ali Makmur menirukan kata-kata pimpinan RSU Panyaungan.

“Beliau juga menyatakan bahwa rumah sakit swasta juga menerima pasien BPJS, kenapa harus ke RSU Panyabunga saja,” ujar Ali.

Ali mengatakan, seharusnya pimpinan RSU Panyabungan lebih profesional mengatasi masalah. Termasuk juga memberiikan jawaban-jawaban dari pertanyaan publik. “Kepada saya saja dia berkata seperti itu, apalagi kepada warga biasa tak bisa saya bayangkan,” kata Ali.

Ali menyatakan, seharusnya tak ada alasan dokter tak ada jika ada dokter lain yang cuti. Sebab Sebab, anggaran untuk RSU Panyabungan saja telah milyaran rupiah di Perubahan APBD Madina 2015.

Kenaikan anggaran itu diperuntukkan bagi tunjangan untuk dokter yang bertugas dan pembelian obat-obatan, pegawai honor.

“Harusnya pimpinan RSU itu mencari dokter yang serius bertugas melayani pasien, anggarannya ada,” kata Ali Makmur yang akrap disapa Oji Ganding ini.

Oleh karenanya, dia berharap kepada bupati Madina untuk memperhatikan layanan RSU Panyabungan itu demi kebaikan layanan kepada pasien.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Madina, Iskandar Hasibuan, juga telah menerima banyak laporan dari warga soal keluhan layanan di RSU Panyabungan. Iskandar mendesak bupati segera bersikap tegas guna untuk menyelamatkan nama baik RSU Panyabungan dan nama baik bupati.

“Kemarin-kemarin itu banyak warga mengadi ke DPC PDI Perjuangan Madina soal keluhan mereka terhadap layanan RSU Panyabungan, termasuk dokter yang sering tak ada akibat cuti. Warga yang mengeluh itu dari Panyabungan Barat, Kecamatan Panyabungan, Kecamatan Siabu,” katanya.

Secara terpisah, Direktur RSU Panyabungan Drg.Bidasari yang dikonfirnasi via telefon seluler menyatakan bahwa dia sempat dihubungi Ali Makmur Nasution mempertanyakan keluhan warga itu.

Dokter spesialis yang dimaksud oleh Ali Makmur Nasution memang kebetulan sedang sakit dan saat ini masih diopname, sedangkan dokter yang satu lagi sedang cuti. Tetapi karena satu dokter sakit, makanya dia memanggil dokter yang cuti agar pasien terlayani.

“Saat ini dokternya sudah datang dan ada di sini, Pak,” kata Bidasari. Dia menyatakan bahwa selama ini salah satu kendala yang dihadapi adalah sulitnya mendatangkan dokter di Panyabungan. Banyak dokter yang enggan bertugas di Panyabungan akibat berbagai faktor situasi serta kondisi Madina.

Memecahkan persoalan itu pihaknya telah banyak menempuh berbagai langkah dan kebijakan, termasuk melakukan kerjasama dengan Universitas Sumatera Utara bagi ketersediaan dokter sepesialis di Panyabungan, hingga upaya ke pemerintah pusat di Jakarta, tetapi mencukupi jumlah kebutuhan dokter spesialis masih sulit.

Di sisi lain, Bidasari menyatakan bahwa pelayanan RSU Panyabungan boleh saja disoroti dan dinilai, tetapi dia berharap agar penilaian harus memiliki indikator yang jelas dan terukur.

Editor  : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan di Madina Bakal Dibantu DKP Sumut

    Nelayan di Madina Bakal Dibantu DKP Sumut

    • calendar_month Rabu, 26 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Sumatera Utara bakal mengucurkan bantuan alat tangkap ikan kepada nelayan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Sekitar 5 kelompok nelayan yang akan menyerap bantuan. Bantuan direncanakan berupa jaring Gilnet 250 pics mata 400. Pihak DKP Sumut sedang tahap melakukan verifikasi terhadap kelompok nelayan calon penerima bantuan. Anggota Komisi […]

  • Hutan Bakau di Natal Telah Punah

    Hutan Bakau di Natal Telah Punah

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) – Hutan Bakau (Mangrove) yang dulunya tumbuh subur dan berkembang elok ada di pinggiran sungai dan pantai laut di Desa Sikara-kara Kecamatan Natal, Mandailing Natal, kini sudah tak nampak lagi secara kasat mata. Hanya tinggal kenangan. Sejak tahun 2012, kawasan hutan bakau ini digarap oleh PT. Tri Bahtera Srikandi untuk dijadikan […]

  • Punya Deking Kuat, Tambang Emas Ilegal Dirantobi tetap Beroperasi

    Punya Deking Kuat, Tambang Emas Ilegal Dirantobi tetap Beroperasi

    • calendar_month Jumat, 26 Des 2025
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA ( Mandailing Online ): Keras, aktifitas tambang emas ilegal menggunakan alat berat di wilayah desa Rantobi, di Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal terus beroperasi.tak perduli dimasa bencana atau tidak, pengusaha tambang ilegal ini tidak memiliki rasa takut seolah ada orang kuat yang bekingi aktifitas ilegal nya tersebut. Dari pengakuan warga bermarga Nasution, aktifitas […]

  • Gegara Kedapatan Mencuri, Anak Dibawah Umur Dipukuli di Desa Tegal Sari Natal, Videonya Viral

    Gegara Kedapatan Mencuri, Anak Dibawah Umur Dipukuli di Desa Tegal Sari Natal, Videonya Viral

    • calendar_month Sabtu, 22 Jun 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    MADINA- Mandailing Online: Sebuah video penyiksaan anak dibawah umur beradar di group WhatsApp. Dalam video itu terlihat seorang anak disiksa sekelompok orang dengan cara kepala dipukul pakai tangan dan diancam disulut api rokok. Dalam video itu terdengar percakapan terkait pencurian rokok. Setelah ditelusuri, lokasi kejadian diketahu di Desa Tegal Sari Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal […]

  • Bupati Madina Harus Tinggalkan Sikap Individual

    Bupati Madina Harus Tinggalkan Sikap Individual

    • calendar_month Senin, 8 Agt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN  (Mandailing Online) – Bupati Madina Dahlan hasan Nasution dihimbau merubah gaya kepemimpinan dari individual menjadi kolektifitas. Himbauan itu disuarakan tokoh Mandailing Natal (Madina), Irwan Hamdani Daulay,S.Pd menyikapi berbagai kondisi Madina saat ini, terutama berlanjutnya penanganan hukum kasus dugaan penipuan uang oleh bupati Madina Dahlan Hasan Nasutuion kepada keluarga H. Tajuddin Pardosi. “Sepertinya pak Dahlan […]

  • Petani di Gunung Tua Merasa Ditipu Pemkab Madina

    Petani di Gunung Tua Merasa Ditipu Pemkab Madina

    • calendar_month Selasa, 7 Feb 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Onlie) – Petani di beberapa desa kawasan Gunung Tua Raya Kecamatan Panyabungan merasa ditipu oleh Pemkab Madina. Pasalnya bibit padi yang disalurkan kepada petani dicurigai sebagai bibit kadaluarsa. Sejumlah petani di Gunug Tua kepada Mandailing Online, Selasa (7/2/2017) mengungkapkan bahwa tanaman padi varietas Mekongga yang dibagikan Pemkab  Madina beberapa bulan lalu ternyata hasil […]

expand_less