Jumat, 14 Agu 2026
light_mode

Ketika Desa Hutapuli Menerbitkan Peraturan Desa (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 10 Mei 2017
  • print Cetak

 

Hanafi Nasution

Catatan : Dahlan Batubara

Persolan yang dihadapi desa masa sekarang sangat berragam, mulai dari persoalan narkoba di kalangan generasi muda, kian punahnya ikan air tawar di sungai-sungai akibat merajalelanya sentrum ikan, pengangguran di usia angkatan kerja hingga masalah pecurian ternak dan kebun.

Semua itu merupakan gambaran umum mayoritas desa di Mandailing Natal. Yang paling parah saat ini adalah peredaran narkoba jenis ganja dan sabu-sabu. Banyak sudah remaja hingga dewasa telah terlibat pemakaian narkoba itu.

Yang paling ironis adalah mulai menjamurnya trend menghisap lem di kalangan pelajar SD dan SMP, suatu musibah sosial yang mengerikan.

Kondisi ini diperparah dengan situasi kian pudarnya “etika menghormati kaum tua” oleh kalangan pemuda desa, sehingga perasaan segan kepada kaum tua sudah terkikis dari sanubari remaja. Ini berakibat semakin rentannya kenakalan pemuda desa karena tak ada lagi “rasa takut” kepada kaum tua selaku pengayom.

Demokrasi liberal yang mewabah di Indonesia juga telah mencopot “kedigjayaan”  pemerintahan di tingkat desa, yang berakibat kian pudarnya  wibawa kepala desa, camat serta cerdik pandai bahkan kaum ulama di kalangan penduduk. Sistuasi ini melahirkan sebuah tatanan sosial yang rapuh.

Kegamangan ini menyuburkan berbagai ragam penyakit sosial. Pedagang ganja dan sabu-sabu tak lagi memiliki hambatan yang berarti ketika mengedarkan narkoba di desa-desa.

Para pemuda yang tercandu narkoba harus mencuri untuk mendapatkan uang membeli ganja. Kelapa, coklat dan berbagai tanaman di ladang dan sawah menjadi langganan pencurian, termasuk ternak ayam tak lagi aman. Kaum tua tak mampu mengatasi dan mencari format solusinya, dan akhirnya memunculkan sikap mendiamkan saja karena tak ada instrument yang mampu menghentikan penyakit sosial ini.

Mengharapkan kepolisian justru melahirkan apatisme, sebab, jangkauan kepolisian sangat terbatas mengingat tindakan hukum terjadi ketika ada pengaduan.

Pendekatan melalui instrument-instrumen adat Mandailing, juga tak lagi terharapkan, sebab, konsep-konsep adat tak lagi bisa secara kuat teraplikasikan. Pengaruh nasionalisme ke-Indonesiaan telah berdampak makin pudarnya pengaruh adat terhadap kepatuhan sosial masa kini.

Mungkin gambaran demikan inilah yang mendorong Kepala Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, Hanafi Nasution untuk melahirkan regulasi di desa itu.

Sejak dilantik menjadi kepala desa bulan Pebruari 2017 lalu, dia telah berhasil meyakinkan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) menelurkan Peraturan Desa yang mencakup banyak aturan dan larangan di desa itu.

Peraturan Desa (Perdes) Nomor 1 tahun 2017 itu diterbitkan tanggal 18 April 2017 tentang Kemanan, Ketenteraman dan Pelestarian Lingkungan Hidup.

Berisi 15 pasal, Perdes ini mencakup aturan-aturan menganai peredaran narkoba serta sanksi sosial serta sanksi hukum bagi pengedar dan pemakai.

Selain pasal-pasal narkoba, Perdes ini juga mengatur larangan aktivitas penangkapan ikan dengan alat sentrum listrik, racun ikan dan lainnya.

Ada juga pasal-pasal tentang sanksi denda dan hukum pidana bagi pencurian.

Tak itu saja, Perdes ini juga mengatur tentang larangan perjudian, penataan waktu penyelenggaraan hiburan keyboard, karaoke serta pergaulan muda mudi.  (bersambung)

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ruang Belajar SDN 380 Kunkun Cuma 3 Lokal, Halaman Sekolah Banjir Jika Laut Pasang

    Ruang Belajar SDN 380 Kunkun Cuma 3 Lokal, Halaman Sekolah Banjir Jika Laut Pasang

    • calendar_month Jumat, 19 Mei 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Peliput : Dahlan Batubara MUARA BATANGGADIS (Mandailing Online) – Inilah gambaran suram pendidikan di Mandailing Natal masih. Akibat kekurangan lokal, pelajar kelas 1,2,3 harus satu ruangan. Ini terjadi di Sekolah Desa Dasar Negeri 380 Kunkun Kecamatan Natal. sekolah ini memiliki 66 murid. Sekolah ini hanya memiliki 3 ruang belajar. Ruang pertama dipakai untuk belajar […]

  • DPRD Tapsel : KEK Batahan Positif di Tabagsel

    DPRD Tapsel : KEK Batahan Positif di Tabagsel

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAPANULI SELATAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Tapsel, Sogot Simatupang menyambut positif rencana pebukaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batahan. Kehadiran KEK Batahan dipandang akan mempe garuhi perekonomian di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Itu diungkapkan Sogot di hadapan rombongan Komisi 1 DPRD Mandailing Natal (Madina) yang melakukan kunjungan kerja ke Tapanuli Selatan (Tapsel), Selasa […]

  • Memanggul Perigi Air Nira

    Memanggul Perigi Air Nira

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      LELAH BERJALAN PULANG MENUAI AIR NIRA – Seorang ibu berjalan lelah memanggul perigi berisi air nira hasil sadapan dari pohon aren di hutan Desa Aek Banir Panyabungan. Di Mandailing Natal banyak ditemukan pohon aren yang tumbuh liar dan disadap penduduk untuk bahan baku pembuatan gula aren. Hanya saja pendapatan para pengrajin gula aren masih […]

  • Radiasi Nuklir Picu Eksodus WNI

    Radiasi Nuklir Picu Eksodus WNI

    • calendar_month Jumat, 18 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA- Gelombang pemulangan Warga Negara Indonesia (WNI) ke Tanah Air terus mengalir. Hingga tadi malam puluhan WNI terus berdatangan baik dengan penerbangan reguler dari Jepang. Sebagian ikut dalam rombongan evakuasi Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) namun ada juga yang pulang dengan biaya pribadi. Salah seorang WNI bernama Susi misalnya, dia mengatakan bahwa banyak WNI yang panik […]

  • Dinas PMD Terkesan Lecehkan DPRD Madina

    Dinas PMD Terkesan Lecehkan DPRD Madina

    • calendar_month Rabu, 8 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Madina dengan Pemkab Madina gagal, Selasa (7/7/2020) karena Kadis PMD Sahnan Batubara tak datang. RDP yang dimotori Komisi 4 itu sejatinya membahas berbagai gejolak sosial di desa yang dipicu Dana Desa. Serta mengapa warga desa tak diberi akses data pertanggungjawaban Dana Desa dan Alokasi Dana […]

  • Upaya Percepatan Pembangunan Madina, Atika Temui Gubsu

    Upaya Percepatan Pembangunan Madina, Atika Temui Gubsu

    • calendar_month Jumat, 29 Okt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Dukungan pemerintah provinsi sangat vital dalam upaya percepatan pembangunan di Mandailing Natal (Madina). Terutama dukungan kebijakan, dana dan political will serta keselarasan antara kebijakan provinsi dan kabupaten. Hal itu mendorong Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution menemui Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi di Medan, Jum’at (29/10/2021). Dalam pertemuan itu […]

expand_less