Selasa, 14 Jul 2026
light_mode

Ketika Desa Hutapuli Menerbitkan Peraturan Desa (bagian 1)

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 10 Mei 2017
  • print Cetak

 

Hanafi Nasution

Catatan : Dahlan Batubara

Persolan yang dihadapi desa masa sekarang sangat berragam, mulai dari persoalan narkoba di kalangan generasi muda, kian punahnya ikan air tawar di sungai-sungai akibat merajalelanya sentrum ikan, pengangguran di usia angkatan kerja hingga masalah pecurian ternak dan kebun.

Semua itu merupakan gambaran umum mayoritas desa di Mandailing Natal. Yang paling parah saat ini adalah peredaran narkoba jenis ganja dan sabu-sabu. Banyak sudah remaja hingga dewasa telah terlibat pemakaian narkoba itu.

Yang paling ironis adalah mulai menjamurnya trend menghisap lem di kalangan pelajar SD dan SMP, suatu musibah sosial yang mengerikan.

Kondisi ini diperparah dengan situasi kian pudarnya “etika menghormati kaum tua” oleh kalangan pemuda desa, sehingga perasaan segan kepada kaum tua sudah terkikis dari sanubari remaja. Ini berakibat semakin rentannya kenakalan pemuda desa karena tak ada lagi “rasa takut” kepada kaum tua selaku pengayom.

Demokrasi liberal yang mewabah di Indonesia juga telah mencopot “kedigjayaan”  pemerintahan di tingkat desa, yang berakibat kian pudarnya  wibawa kepala desa, camat serta cerdik pandai bahkan kaum ulama di kalangan penduduk. Sistuasi ini melahirkan sebuah tatanan sosial yang rapuh.

Kegamangan ini menyuburkan berbagai ragam penyakit sosial. Pedagang ganja dan sabu-sabu tak lagi memiliki hambatan yang berarti ketika mengedarkan narkoba di desa-desa.

Para pemuda yang tercandu narkoba harus mencuri untuk mendapatkan uang membeli ganja. Kelapa, coklat dan berbagai tanaman di ladang dan sawah menjadi langganan pencurian, termasuk ternak ayam tak lagi aman. Kaum tua tak mampu mengatasi dan mencari format solusinya, dan akhirnya memunculkan sikap mendiamkan saja karena tak ada instrument yang mampu menghentikan penyakit sosial ini.

Mengharapkan kepolisian justru melahirkan apatisme, sebab, jangkauan kepolisian sangat terbatas mengingat tindakan hukum terjadi ketika ada pengaduan.

Pendekatan melalui instrument-instrumen adat Mandailing, juga tak lagi terharapkan, sebab, konsep-konsep adat tak lagi bisa secara kuat teraplikasikan. Pengaruh nasionalisme ke-Indonesiaan telah berdampak makin pudarnya pengaruh adat terhadap kepatuhan sosial masa kini.

Mungkin gambaran demikan inilah yang mendorong Kepala Desa Hutapuli, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal, Hanafi Nasution untuk melahirkan regulasi di desa itu.

Sejak dilantik menjadi kepala desa bulan Pebruari 2017 lalu, dia telah berhasil meyakinkan Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) menelurkan Peraturan Desa yang mencakup banyak aturan dan larangan di desa itu.

Peraturan Desa (Perdes) Nomor 1 tahun 2017 itu diterbitkan tanggal 18 April 2017 tentang Kemanan, Ketenteraman dan Pelestarian Lingkungan Hidup.

Berisi 15 pasal, Perdes ini mencakup aturan-aturan menganai peredaran narkoba serta sanksi sosial serta sanksi hukum bagi pengedar dan pemakai.

Selain pasal-pasal narkoba, Perdes ini juga mengatur larangan aktivitas penangkapan ikan dengan alat sentrum listrik, racun ikan dan lainnya.

Ada juga pasal-pasal tentang sanksi denda dan hukum pidana bagi pencurian.

Tak itu saja, Perdes ini juga mengatur tentang larangan perjudian, penataan waktu penyelenggaraan hiburan keyboard, karaoke serta pergaulan muda mudi.  (bersambung)

 

 

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Seputar Kasek Tampar Murid

    Seputar Kasek Tampar Murid

    • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ST: Saya Telah Minta Maaf TAPTENG-; Kepala SMP Swasta Al Maidar Pandan, ST yang menampar siswanya Syaiful Amri (16) pada Senin (25/10) lalu telah menunjukkkan itikad baiknya dengan mendatangi orangtua siswa Kamis (28/10) lalu untuk meminta maaf. Kepala sekolah tersebut mengakui bahwa dirinya telah emosi dan khilaf, hingga menampar siswanya. Demikian dikatakan ST yang menemui […]

  • Lagi, Puluhan Ayam Bermatian

    Lagi, Puluhan Ayam Bermatian

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDINGKAT- Sedikitnya 34 ayam milik warga di Desa Sidingkat dan Lingkungan II, Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, mati mendadak. Ayam-ayam yang bermatian diduga akibat tetelo ini merupakan kali kedua. Sebelumnya ratusan ayam di Madina juga mati mendadak. Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Paluta Ir Mara Bangun Harahap didampingi Kabid Kesehatan Hewan Bukti […]

  • Kantor Camat Berastagi Dibakar

    Kantor Camat Berastagi Dibakar

    • calendar_month Senin, 8 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KARO-Aksi teror pasca Pemilukada Karo kembali terjadi, setelah sebelumnya aksi pembakaran ban saat kunjungan Kapolda Sumut, Selasa (2/11) lalu. Kemarin (6/11), Kantor Camat Berastagi dibakar orang tak dikenal ( OTK) sekira pukul 01.15 WIB. Akibatnya, seperangkat peralatan di ruangan kerja camat hangus dilalap api. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun sejumlah peralatan dan […]

  • Kepala Desa Minta Pemkab dan Perusahaan Tingkatkan Sosialisasi

    Kepala Desa Minta Pemkab dan Perusahaan Tingkatkan Sosialisasi

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Para Kepala Desa di empat kecamatan mengaharapkan kepada pihak Pemkab Madina dan PT SMGP untuk lebih meningkatkan pendekatan kepada seluruh masyarakat yang ada di sekitar lokasi wilayah kerjanya sehingga masyarakat mengetahui dengan jelas bahwa pembangkit listrik tenaga panas bumi tidak berdampak negatif apabila terjadi pengeboran sumur panas bumi tersebut. Kepala […]

  • Mabes TNI AD Terima Mahasiswa Menjadi Perwira Karier

    Mabes TNI AD Terima Mahasiswa Menjadi Perwira Karier

    • calendar_month Selasa, 7 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Markas Besar Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (Mabes TNI AD) menerima mahasiswa berbagai jurusan dari perguruan tinggi negeri atau swasta untuk menjadi perwira karier melalui beasiswa TNI. Kepala Penerangan Komando Daerah Militer I Bukit Barisan (Kepandam I/BB) Letnan Kolonel Caj Asren Nasution menjelaskan, jurusan/program studi berakreditasi A untuk pria yang dibutuhkan, yakni Fakultas Psikologi,Fakultas Agama […]

  • Pemerintah Harus Tegas Soal BBM

    Pemerintah Harus Tegas Soal BBM

    • calendar_month Jumat, 12 Apr 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua Kamar dagang dan Industri (Kadin) Mandailing Natal (Madina), Saparuddin Haji meminta agar pemerintah tegas terhadap rencana kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi. Sikap ragu-ragu pemerintah justru memicu kebingungan di kalangan pelaku industri. Ini berakibat terjadinya ketidakpastian dan ketidaktenangan laju ekonomi. “Keraguan pemerintah yang berlarut ini berdampak terhadap pelaku usaha termasuk […]

expand_less