Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Seputar Kasek Tampar Murid

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 30 Okt 2010
  • print Cetak


ST: Saya Telah Minta Maaf
TAPTENG-; Kepala SMP Swasta Al Maidar Pandan, ST yang menampar siswanya Syaiful Amri (16) pada Senin (25/10) lalu telah menunjukkkan itikad baiknya dengan mendatangi orangtua siswa Kamis (28/10) lalu untuk meminta maaf. Kepala sekolah tersebut mengakui bahwa dirinya telah emosi dan khilaf, hingga menampar siswanya.

Demikian dikatakan ST yang menemui METRO di Pandan, Jumat (29/10). Disebutkannya, sesungguhnya dirinya tak ada maksud dan niat untuk mencelakakan Syaiful Amri.

“Saya hanya berniat dan sesungguhnya untuk memberikan “pelajaran” kepada Syaiful Amri. Karena selama ini, si Syaiful Amri ini termasuk siswa yang agak bandel, dan telah berulangkali kami beri nasehat dan bimbingan serta berupaya untuk mendatangkan orangtuanya ke sekolah agar dilakukan pembinaan. Ketika peristiwa itu terjadi, memang dia agak melawan dan bahkan wali kelasnya, seakan tak mampu untuk mengatasi kebandelannya, makanya Syaiful Amri dihadapkan kepada saya. Ketika itu, memang saya akui saya khilaf, hingga menamparnya. Tapi yang pasti, niat saya hanya untuk memberikan “pelajaran” dan pembinaan kepada beliau. Tak mungkin saya ingin mencelakakannya. Ketika saya tampar, sebenarnya tak ada yang luka, karena tamparan saya tak keras,” kata ST dengan nada menyesal.

Masih menurut ST, dia dan Pengurus Yayasan Al Maidar Pandan telah mendatangi rumah orangtua siswa Syaiful Amri pada Kamis lalu dan menunjukkan itikad baik untuk meminta maaf kepada orangtuanya. “Melalui Kepala Lingkungan tempat domisili orangtua siswa Syaiful Amri yang memfasilitasi saya dan Pengurus Yayasan, kami telah mendatangi rumah orangtua siswa Syaiful Amri untuk meminta maaf. Saat itu, melalui Kepala Lingkungan telah disepakati agar masalah ini tak lagi diperpanjang, karena telah dilakukan perdamaian secara kekeluargaan,” ujar ST lagi.

Disebutkannya juga, bahwa dengan adanya peristiwa ini telah ada oknum pihak ketiga yang berupaya untuk memanas-manasi agar peristiwa ini seolah-olah didramatisir untuk menjadi besar. “Untuk itu saya berharap agar jangan ada pihak-pihak ketiga dan pihak tertentu yang ingin memanas-manasi, karena kami telah mempunyai itikad baik dengan mendatangi orangtua siswa dan telah melakukan permintaan maaf. Saat itu juga Kepala Lingkungan telah memberitahukan kepada Lurah Kalangan, agar persoalan ini telah diselesaikan dengan kekeluargaan,” pungkas ST. (kta)
Sumber : metro tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengumuman CPNS Madina Belum Jelas

    Pengumuman CPNS Madina Belum Jelas

    • calendar_month Senin, 30 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Puluhan Pesrta CPNS Adu Mulut Dengan Ajudan Kepala BKD PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Hingga Senin siang (30/12/2013) ketidakpastian pengumuman pemenang penyaringan CPNS di Mandailing Natal (Madina) belum jelas. Para peserta yang terlanjur mendapat kabar akan ada pengumuman hari ini Senin membanjiri halaman kantor Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Madina. Pantauan Mandailing Online, jumlah peserta CPNS yang […]

  • Atika Sebut Menyantuni Yatim Anjuran Agama

    Atika Sebut Menyantuni Yatim Anjuran Agama

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Calon Wakil Bupati Mandailing Natal (Mdina) nomor urut 2, Atika Azmi Utammi Nasution kembali memberikan santunan kepada 59 anak yatim dan piatu di Kecamatan Panyabungan Selatan, Madina. Kali ini anak yatim dan piatu yang menerima santunan dari Wakil Bupati Madina yang sedang cuti ini berada di empat desa, yakni 14 anak […]

  • Mendagri Terbitkan Surat Pemberhentian Bupati Madina

    Mendagri Terbitkan Surat Pemberhentian Bupati Madina

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menteri Dalam Negeri menerbitkan surat pemberhentian Bupati Mandailing Natal (Madina) Hidayat Batubara yang saat ini mendekam di penjara Tanjung Gusta, Medan. Surat Mendagri tersebut tertanggal 28 April 2014 dengan Nomor 131.12-1630 Tahun 2014. Surat Mendagri ini telah diterima oleh Ketua DPRD Madina, As Imran Khatamy Daulay dan Plt Bupati Madina Dahlan […]

  • Kader Ulama Perempuan, Jadi Solusi Kesejahteraan Hakiki?

    Kader Ulama Perempuan, Jadi Solusi Kesejahteraan Hakiki?

    • calendar_month Rabu, 3 Mar 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Riani,S.Pd.I Guru tinggal di Medan Topik mengenai perempuan dan anak selalu jadi perhatian dan hangat untuk diperbincangkan, salah satunya pemberdayaan perempuan. Di dalam sistem kapitalis segala aspek diincar untuk diberdayakan, begitupun perlindungan anak yang tak kunjung habisnya. Namun dengan begitu, masalah yang dihadapi perempuan baik persoalan keluarga, ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga persoalan kekerasan […]

  • Kera Liar, Daya Tarik di Warung Pak Syafri

    Kera Liar, Daya Tarik di Warung Pak Syafri

    • calendar_month Senin, 25 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    gambar kelompok kera di sekitar warung Pak Syafri (foto: Maradotang Pulungan) PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bila anda berkunjung ke komplek perkantoran pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), singgah lah di warung pecal sederhana persis disamping kantor Dinas Kehutanan Dan Perkebunan Madina. Warung sederhana milik Pak Syafri selain menyajikan panganan pecal dan goreng-gorengan, juga memberikan pemandangan menarik […]

  • Madina Kembali Lakukan Gerakan Pangan Murah

    Madina Kembali Lakukan Gerakan Pangan Murah

    • calendar_month Rabu, 24 Sep 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut kembali melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM) menyalurkan tujuh ton beras premium, Rabu (23/9/2025), di pasar Eks Bioskop Tapanuli, Panyabungan. Ini merupakan gerakan ketujuh kalinya sejak 31 Agustus 2025 dengan tujuan menjaga stabilitas harga beras. Sama seperti sebelumnya, Pemkab Madina mematok harga Rp60 ribu untuk setiap […]

expand_less