Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Mengapa Dahlan Hasan Bersedia Mundur?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2014
  • print Cetak

Plt Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution Senin lalu menyatakan siap mundur dari jabatan jika dia selaku bupati gagal dalam menyelesaikan polemik antara rakyat dengan PT.Sorikmas Mining yang mengantongi kontrak karya pertambangan di Madina.

Sepintas secara awam orang tentu mengira pernyataan bang Dahlan Hasan ini mengada-ada atau mungkin semacam “tong kosong nyaring bunyinya”. Sebab, dalam sejarah pemerintahan daerah di Indoesia, pernyataan seperti ini jarang terdengar.

Tetapi dari kacamata kami, pernyataan Dahlan Hasan itu memiliki makna yang dalam dan memiliki alasan yang nyata alias bukan pernyataan yang mengada-ada. Paling tidak ada satu alasan mengapa pernyataan ini dicuatkan Dahlan Hasan.

Yakni, pernyataan itu ditujukan kepada pemerintah pusat, bukan kepada rakyat Mandailing Natal. Mengapa ditujukan kepada pemerintah Indonesia? sebab persoalan kehadiran PT. Sorikmas Mining di Madina bukanlah masalah antara PT. Sorikmas Mining kontra rakyat, tetapi masalahnya ada di tangan pemerintah Indonesia di Jakarta.

PT. Sorikmas Mining hanyalah sebuah perusahaan bisnis yang memiliki kontrak untuk melakukan kegiatan tambang di Madina. Perusahaan ini sifatnya hanya menjalankan kontrak yang ditunjuk pemerintah Indonesia.

Pemerintah Indonesia lah yang menyebabkan hadirnya PT. Sorikmas Mining di Madina. Dan pemerintah Indonesia juga yang menetapkan semua peraturan, tata cara tambang serta penghunjukan lokasi tambangnya.

Artinya, pemerintah Indonesia lah yang menjadi lawan daerah (baca pemkab Madina dan rakyat Madina) pada wacana kehadiran PT. Sorikmas Mining ini. Kondisi ini menyebabkan Pemkab Madina harus berhadapan dengan Jakarta.

Posisi Plt Bupati Madina Dahlan Hasan dalam konteks ini berada diantara rakyat dengan pemerintah Indonesia. Kehadiran kontrak karya tambang itu telah begitu banyak menimbulkan masalah di Madina.

Sebagai pimpinan daerah yang bertanggungjawab kepada rakyatnya, Dahlan Hasan harus memperjuangkan suara rakyat. Di sisi lain, selaku bupati dia juga berhadapan dengan pemerintah yang lebih tinggi, yakni pemerintah Indonesia.

Oleh sebab itu, item-item penciutan wilayah PT. Sorikmas Mining, saham daerah, Amdal hingga upaya melahirkan Tambang Rakyat yang diperjuangan Dahlan Hasan ke Jakarta sangatlah berat, sebab aspirasi daerah itu kadang bertentangan dengan kepentingan orang-orang pusat.

Dan pernyataan “siap mundur dari jabatan” yang dicuatkan Dahlan Hasan bisa dikatakan sebagai salah satu daya tekan kepada pemerintah Indonesia bahwa selaku bupati yang memimpin rakyatnya dia tak mungkin mau tunduk kepada pemerintah Indonesia jika kebijakan pemerintah Jakarta menyebabkan rakyat Madina menderita. Lebih baik mundur daripada menghianati rakyat.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Granat desak grasi Ola dicabut

    Granat desak grasi Ola dicabut

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jakarta, (MO) -Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencabut kembali grasi kepada Meirika Franola alias Ola. “Presiden tidak bisa menyatakan bertanggungjawab saja mengeluarkan grasi, namun juga harus mencabutnya kembali,” kata Ketua Umum Granat, Henry Yosodiningrat di Jakarta, Minggu. Sebelumnya, melalui Keppres Nomor 35 tahun 2011, Ola mendapatkan pengampunan dari semula hukuman […]

  • Pertamina Diharap Konsisten Pasok Quota Gas LPG 3Kg ke Madina

    Pertamina Diharap Konsisten Pasok Quota Gas LPG 3Kg ke Madina

    • calendar_month Selasa, 4 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pihak PT Pertamina Gas dihimbau konsisten memenuhi kiriman gas LPG 3 Kg bersubsidi sesuai quota untuk Mandailing Natal (Madina). Himbauan itu dicetuskan Anggota DPRD Madina dari Hanura, Khairul Anwar Hasibuan, Selasa (4/2/2025) terkait kelangkaan gas melon itu di Madina dalam sepekan terakhir. “Keresahan masyarakat akibat langkanya gas LPG 3 kg sepekan […]

  • Jalan Tak Pernah Bagus, 6 Desa Merasa Anak Tiri

    Jalan Tak Pernah Bagus, 6 Desa Merasa Anak Tiri

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      MUARA BATANG GADIS (Mandailing Online) – Enam Desa di Muara Batang Gadis merasa anak tiri, karena jalann tak pernah bagus sejak Indonesia merdeka. Kondisi jalan ke sana jenis liat yang sulot dilalui kenderaan roda dua jika musim penghujan. Gerak ekonomi dan mobilisasi sosiala menjadi rendah akibat akses jalan yang parah. Pun biaya transportasi sangat […]

  • Tangkap Pembeli Emas, Polres Madina Dipraperadilkan

    Tangkap Pembeli Emas, Polres Madina Dipraperadilkan

    • calendar_month Sabtu, 7 Agt 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Polres Mandailing Natal (Madina) dipraperadilkan terkait penangkapan dua pembeli emas di Madina. Dua orang yang ditangkap adalah Safii (30) warga Desa Panyabungan Jae Kecamatan Panyabungan, Madina dan Ahmad Turmizi Pulungan (28) warga Desa Hutabargot Lombang Kecamatan Hutabargot, Madina. Polisi disebut menerapkan Pasal 161 UU RI No.03/2020 tentang Perubahan UU No.04/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara […]

  • Imbas Wabah PMK, Penjualan Sapi Kurban di Madina Berkurang 50 %

    Imbas Wabah PMK, Penjualan Sapi Kurban di Madina Berkurang 50 %

    • calendar_month Sabtu, 17 Jun 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN( Mandailing Online) : Para penjual hewan kurban jenis sapi , sudah mulai melakukan aktivitas dagang sejak 1 Juni lewat . Namun, dampak wabah PMK sangat mereka rasakan. Mulai omzet dan jumlah sapi kurban yang menurun. Aswar, penjual sapi kurban di Jalan Lintas Barat, Kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) mengatakan omzet nya turun […]

  • Panen Melimpah, Harga Timun 2.000 Per Kilo

    Panen Melimpah, Harga Timun 2.000 Per Kilo

    • calendar_month Selasa, 10 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Sejumlah petani timun di Kelurahan Siabu Kecamatan Siabu Mandailing Natal memasuki masa panen. Sementara itu, harga di tingkat pedagang pengumpul sebesar Rp 2.000 per kilo gram. Meski tergolong kurang menggembirakan, besaran Rp 2.000 itu sudah disyukuri petani, karena musim panen sebelumnya harga berada di kisaran Rp 1.500 bahkan pernah jatuh ke […]

expand_less