Sabtu, 11 Apr 2026
light_mode

Mengapa Dahlan Hasan Bersedia Mundur?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2014
  • print Cetak

Plt Bupati Mandailing Natal, Dahlan Hasan Nasution Senin lalu menyatakan siap mundur dari jabatan jika dia selaku bupati gagal dalam menyelesaikan polemik antara rakyat dengan PT.Sorikmas Mining yang mengantongi kontrak karya pertambangan di Madina.

Sepintas secara awam orang tentu mengira pernyataan bang Dahlan Hasan ini mengada-ada atau mungkin semacam “tong kosong nyaring bunyinya”. Sebab, dalam sejarah pemerintahan daerah di Indoesia, pernyataan seperti ini jarang terdengar.

Tetapi dari kacamata kami, pernyataan Dahlan Hasan itu memiliki makna yang dalam dan memiliki alasan yang nyata alias bukan pernyataan yang mengada-ada. Paling tidak ada satu alasan mengapa pernyataan ini dicuatkan Dahlan Hasan.

Yakni, pernyataan itu ditujukan kepada pemerintah pusat, bukan kepada rakyat Mandailing Natal. Mengapa ditujukan kepada pemerintah Indonesia? sebab persoalan kehadiran PT. Sorikmas Mining di Madina bukanlah masalah antara PT. Sorikmas Mining kontra rakyat, tetapi masalahnya ada di tangan pemerintah Indonesia di Jakarta.

PT. Sorikmas Mining hanyalah sebuah perusahaan bisnis yang memiliki kontrak untuk melakukan kegiatan tambang di Madina. Perusahaan ini sifatnya hanya menjalankan kontrak yang ditunjuk pemerintah Indonesia.

Pemerintah Indonesia lah yang menyebabkan hadirnya PT. Sorikmas Mining di Madina. Dan pemerintah Indonesia juga yang menetapkan semua peraturan, tata cara tambang serta penghunjukan lokasi tambangnya.

Artinya, pemerintah Indonesia lah yang menjadi lawan daerah (baca pemkab Madina dan rakyat Madina) pada wacana kehadiran PT. Sorikmas Mining ini. Kondisi ini menyebabkan Pemkab Madina harus berhadapan dengan Jakarta.

Posisi Plt Bupati Madina Dahlan Hasan dalam konteks ini berada diantara rakyat dengan pemerintah Indonesia. Kehadiran kontrak karya tambang itu telah begitu banyak menimbulkan masalah di Madina.

Sebagai pimpinan daerah yang bertanggungjawab kepada rakyatnya, Dahlan Hasan harus memperjuangkan suara rakyat. Di sisi lain, selaku bupati dia juga berhadapan dengan pemerintah yang lebih tinggi, yakni pemerintah Indonesia.

Oleh sebab itu, item-item penciutan wilayah PT. Sorikmas Mining, saham daerah, Amdal hingga upaya melahirkan Tambang Rakyat yang diperjuangan Dahlan Hasan ke Jakarta sangatlah berat, sebab aspirasi daerah itu kadang bertentangan dengan kepentingan orang-orang pusat.

Dan pernyataan “siap mundur dari jabatan” yang dicuatkan Dahlan Hasan bisa dikatakan sebagai salah satu daya tekan kepada pemerintah Indonesia bahwa selaku bupati yang memimpin rakyatnya dia tak mungkin mau tunduk kepada pemerintah Indonesia jika kebijakan pemerintah Jakarta menyebabkan rakyat Madina menderita. Lebih baik mundur daripada menghianati rakyat.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Kasatpol PP Mulai Diadili

    Mantan Kasatpol PP Mulai Diadili

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Sidang perdana kasus dugaan korupsi APBD Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Tahun Anggaran 2009 dengan terdakwa mantan Kasatpol PP Ali Atas Nasution, digelar di Pengadilan Negeri (PN) Panyabungan, Selasa (14/12/2010), dengan agenda penyampaian tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muttaqin Harahap SH. Persidangan yang dimulai sekitar pukul 11.30 WIB dan selesai sekitar 13.30 WIB, dipimpin […]

  • Dana DPRD Madina Habis, Pembahasan 11 Ranperda Ditunda

    Dana DPRD Madina Habis, Pembahasan 11 Ranperda Ditunda

    • calendar_month Selasa, 16 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 9Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPRD Mandailing Natal (Madina) mempertontonkan kekacauan. Pasalnya pihak Badan Legislasi (Baleg) DPRD Madina meminta melakukan kunjungan kerja ke luar provinsi sebelum melanjutkan pembahasan 11 Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda). Di sisi lain, ternyata voucher perjalanan dinas anggota DPRD Madina untuk bulan Juli sudah tidak ada lagi alias habis karena sudah terkuras sebelum […]

  • Panyabungan Salah Satu Barometer Investor

    Panyabungan Salah Satu Barometer Investor

    • calendar_month Selasa, 21 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Salah satu barometer investor melirik daerah adalah situasi dan kondisi pusat kota. Payabungan sebagai ibu kota Kabupaten Mandailing Natal (Madina) memerlukan labih baik lagi penataannya. Sekretaris Keluarga Besar Mahasiswa (Gabema) Madina, Musliadi Nasution, SPd kepada Mandailing Online di Panyabungan, Senin (20/2), menyatakan keindahan pusat kota di suatu daerah merupakan salah satu referensi […]

  • Tim Onma Tabuyung Yakin Target Suara Untuk Harun Ichwan Tercapai

    Tim Onma Tabuyung Yakin Target Suara Untuk Harun Ichwan Tercapai

    • calendar_month Senin, 21 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Tabuyung ( Mandailing Online ):  Rapat Perdana untuk pemenangan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) nomor urut 1 di Desa Tabuyung Kecamatan Muara Batang Gadis targetkan 2100 suara dari 3505 Daftar Pemilih Tetap (DPT). Rapat Tim pemenangan pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang berjulukan “Onma” itu dipimpin langsung Ketua DPC Partai PDIP. […]

  • Pengungsi Sinabung Segera Terima Bantuan Rp 12,8 M

    Pengungsi Sinabung Segera Terima Bantuan Rp 12,8 M

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Tanahkaro  – Sebanyaka 3.084 kepala keluarga (KK) pengungsi Sinabung dari 9 desa, akan menerima bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar Rp12,8 miliar. Bantuan ini terbagi dalam tiga item seperti sewa rumah lanjutan, sewa rumah dan sewa lahan tambahan serta pendanaan padat karya disalurkan melalui BRI Cabang Kabanjahe, setelah dokumen identitas kepala keluarga 9 […]

  • Survei: Pancasila Masih Dibutuhkan "Masih ada diskriminasi terhadap Pancasila, belum diakui, pemerintah masih setengah hati."

    Survei: Pancasila Masih Dibutuhkan "Masih ada diskriminasi terhadap Pancasila, belum diakui, pemerintah masih setengah hati."

    • calendar_month Rabu, 1 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Badan Pusat Statistik menemukan dalam surveinya, publik masih membutuhkan Pancasila. Dari 12.000 responden yang ditanya, 79,26 persen menyatakan Pancasila penting dipertahankan. “Sementara 89 persen masyarakat berpendapat permasalahan bangsa, disebabkan kurangnya pemahaman nilai-nilai Pancasila,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melansir hasil survei itu dalam pidato kebangsaan di Gedung MPR, Rabu 1 Juni 2011. Berdasarkan survei itu, […]

expand_less