Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Dispensasi Nikah Marak, Solusi Praktiskah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
  • print Cetak

Oleh: Ross A.R
Aktivis Dakwah Kota Medan

Miris, banyak sekali terjadi di berbagai daerah pengajuan dispensasi nikah usia dini, dan itu terjadi di berbagai provinsi di negeri ini. Beberapa waktu lalu digemparkan di Ponorogo dimana anak SMP dan SMA mengajukan dispensasi nikah ke KUA setempat dengan alasan mereka telah hamil sebelum menikah. Lantas muncul kembali di berbagai daerah kasus yang sama.

Dan dari data Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, jumlah kasus dispensasi nikah per 8 Februari 2023 ada lebih dari 50.000 kasus, sebanyak 80% diantaranya adalah kasus hamil sebelum menikah. Jumlah yang sangat fantastis tentunya, dan itu yang terdata saja, belum lagi yang tidak terdata.

Permohonan dispensasi nikah oleh remaja di Kabupaten Sleman pada tahun 2024 tercatat sebanyak 98 kasus. Dari jumlah tersebut, alasan terbanyak untuk mengajukan permohonan dispensasi adalah karena hamil di luar nikah.

Kondisi buruk generasi muda saat ini terjadi akibat pengaruh sekularisme kapitalisme. Inilah yang menjadikan kebebasan di atas segalanya hingga membuka ruang terjadi pergaulan bebas. Sistem ini menganut pemisahan agama dari kehidupan dan menjadikan manfaat sebagai asasnya. Akhirnya, agama pun dikesampingkan dan hanya menjadi urusan individu saja. Dan minimnya bakal agama menjadikan para generasi muda saat ini kehilangan jati diri dan pegangan hidup. Wajar saja jika pergaulan mereka makin kebablasan dan yang lemah iman menjadi korban sistem yang rusak ini. Dan sekularisme adalah biang dari akar permasalahan kerusakan moral generasi muda saat ini, sehingga pergaulan pun menjadi liberal sebagai akibat makin jauh dari tuntunan agama.

Sekularisme dan liberalisme telah membuat generasi saat ini menjadi generasi yang rusak dan rapuh dengan harapan yang gelap dan tidak mempunyai masa depan yang cerah dan gemilang. Generasi pun jauh dari nilai-nilai agama, bahkan mereka pun tidak mempunyai bekal ilmu dalam menjalankan kehidupan yang berat saat ini. Pemikiran mereka pun menjadi pragmatis, salah satunya adalah masalah pergaulan bebas yang banyak dialami oleh semua usia termasuk generasi muda saat ini. Selain itu, sekularisme membuat para generasi saat ini tidak menjadikan agama sebagai pegangan hidup mereka. Dan pada akhirnya dispensasi nikah menjadi solusi praktis dari pergaulan bebas, tentunya justru menimbulkan masalah baru bagi generasi. Solusi yang diberikan sekuler justru memberikan masalah di atas masalah.

Oleh karena itu, satu-satunya solusi tuntas dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan menjauhkan sekulerisme menjadi sistem Islam yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Karena sistem Islam sangat menjaga kehormatan wanita dengan berbagai macam cara. Di samping itu, sistem Islam sangat memperhatikan pendidikan dan pemahaman generasi, sehingga akan melahirkan generasi yang paham atas agama mereka dan menjunjung tinggi syariat Allah sebagai asas perbuatan mereka. Ketundukkan generasi pada syariat Allah akan menjauhkan mereka dari perbuatan-perbuatan yang tercela termasuk salah satunya adalah pergaulan bebas seperti saat ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan Berlangsung Senin

    Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan Berlangsung Senin

    • calendar_month Minggu, 20 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jika tak ada halangan, Mandailing Natal akan melangsungkan Sidang Adat dan Festival Budaya Bersastra Gordang Sambilan. “Insyaalah dilangsungkan Senin depan, 21 Pebruari 2022″ kata Ketua Umum Badan Pemangku Adat dan Budaya (BPAB) Mandailing Natal (Madina), Mangaraja Soangkupon kepada Mandailing Online di Panyabungan, Jum’at (17/2/2022). Lokasinya direncanakan di kawasan Tambangan, Mandailing Natal (Madina) Para raja-raja Mandailing […]

  • Seputar 3 Warga Ditusuk & Ditembak saat Kibotan

    Seputar 3 Warga Ditusuk & Ditembak saat Kibotan

    • calendar_month Rabu, 28 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pelaku Belum Tertangkap, Puluhan Warga Ngeronda MADINA- Sedikitnya 40 orang menjaga Desa Gunung Baringin, Kecamatan Panyabungan Timur, setiap malam. Ini dilakukan warga, mengingat pelaku penusukan dan penembakan oleh warga Hutatua, belum juga ditemukan hingga pekan ketiga. Tokoh pemuda Desa Gunung Baringin Abdul Kholiq, kepada METRO, Minggu (25/9), mengatakan, tingkat ketakutan warga telah menurun dibandingkan pasca […]

  • PNS Dilarang Tambah Cuti Lebaran

    PNS Dilarang Tambah Cuti Lebaran

    • calendar_month Rabu, 24 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    JAKARTA, – Selain libur Lebaran pada 8 dan 9 Agustus, pemerintah juga memberikan cuti bersama untuk pegawai negeri sipil (PNS) selama tiga hari. Yakni 5 hingga 7 Agustus. Untuk itu, Menteri Koordinator (Menko) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Agung Laksono mengingatkan para abdi negara untuk tidak menambah jatah cuti. “Pemerintah telah menetapkan cuti bersama tanggal 5, 6, […]

  • Penyaring CPNS , Madina Tunggu Surat Balasan 3 PTN Sebagai PTN

    Penyaring CPNS , Madina Tunggu Surat Balasan 3 PTN Sebagai PTN

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Hingga Rabu (1/12) kemarin, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) belum menentukan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) mana yang akan digandeng, pada penerimaan dan penyaringan Calon Pegawaai Negeri Sipil (CPNS) untuk formasi tahun 2010 ini. Madina masih menunggu surat balasan dari tiga PTN yang telah disurati. “BKD belum mengetahui pasti PTN […]

  • Gubuk Terpal, Saksi Kemiskinan yang Terlupakan

    Gubuk Terpal, Saksi Kemiskinan yang Terlupakan

    • calendar_month Rabu, 16 Jun 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Alfisyah Ummu Arifah Guru dan Pegiat Literasi Islam Menyedihkan dan membuat gerimis hati siapa saja yang melihatnya. Potret kemiskinan di negeri ini memang seperti fenomena gunung es. Data dan fakta yang tersembunyi lebih banyak lagi. Pendataan tak rapih menjadi pangkal persoalan dari kasus kemiskinan serupa. Jika di ibukota ada yang tinggal di bawah jembatan, […]

  • Tuntut Diangkat PNS, Perangkat Desa Blokir Jalan Raya Porong

    Tuntut Diangkat PNS, Perangkat Desa Blokir Jalan Raya Porong

    • calendar_month Kamis, 11 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDOARJO-: Ratusan aparat desa di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur berunjuk rasa dengan cara memblokir Jalan Raya Porong dengan tuntutan supaya mereka diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Salah seorang koordinator aksi Khoirul M, Kamis (11/11) mengatakan aksi ini dilakukan untuk memenuhi kesejahteraan perangkat desa seluruh nusantara. “Selain diangkat menjadi PNS, kami juga menuntut supaya masa […]

expand_less