Minggu, 30 Agu 2026
light_mode

Dispensasi Nikah Marak, Solusi Praktiskah?

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
  • print Cetak

Oleh: Ross A.R
Aktivis Dakwah Kota Medan

Miris, banyak sekali terjadi di berbagai daerah pengajuan dispensasi nikah usia dini, dan itu terjadi di berbagai provinsi di negeri ini. Beberapa waktu lalu digemparkan di Ponorogo dimana anak SMP dan SMA mengajukan dispensasi nikah ke KUA setempat dengan alasan mereka telah hamil sebelum menikah. Lantas muncul kembali di berbagai daerah kasus yang sama.

Dan dari data Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama, jumlah kasus dispensasi nikah per 8 Februari 2023 ada lebih dari 50.000 kasus, sebanyak 80% diantaranya adalah kasus hamil sebelum menikah. Jumlah yang sangat fantastis tentunya, dan itu yang terdata saja, belum lagi yang tidak terdata.

Permohonan dispensasi nikah oleh remaja di Kabupaten Sleman pada tahun 2024 tercatat sebanyak 98 kasus. Dari jumlah tersebut, alasan terbanyak untuk mengajukan permohonan dispensasi adalah karena hamil di luar nikah.

Kondisi buruk generasi muda saat ini terjadi akibat pengaruh sekularisme kapitalisme. Inilah yang menjadikan kebebasan di atas segalanya hingga membuka ruang terjadi pergaulan bebas. Sistem ini menganut pemisahan agama dari kehidupan dan menjadikan manfaat sebagai asasnya. Akhirnya, agama pun dikesampingkan dan hanya menjadi urusan individu saja. Dan minimnya bakal agama menjadikan para generasi muda saat ini kehilangan jati diri dan pegangan hidup. Wajar saja jika pergaulan mereka makin kebablasan dan yang lemah iman menjadi korban sistem yang rusak ini. Dan sekularisme adalah biang dari akar permasalahan kerusakan moral generasi muda saat ini, sehingga pergaulan pun menjadi liberal sebagai akibat makin jauh dari tuntunan agama.

Sekularisme dan liberalisme telah membuat generasi saat ini menjadi generasi yang rusak dan rapuh dengan harapan yang gelap dan tidak mempunyai masa depan yang cerah dan gemilang. Generasi pun jauh dari nilai-nilai agama, bahkan mereka pun tidak mempunyai bekal ilmu dalam menjalankan kehidupan yang berat saat ini. Pemikiran mereka pun menjadi pragmatis, salah satunya adalah masalah pergaulan bebas yang banyak dialami oleh semua usia termasuk generasi muda saat ini. Selain itu, sekularisme membuat para generasi saat ini tidak menjadikan agama sebagai pegangan hidup mereka. Dan pada akhirnya dispensasi nikah menjadi solusi praktis dari pergaulan bebas, tentunya justru menimbulkan masalah baru bagi generasi. Solusi yang diberikan sekuler justru memberikan masalah di atas masalah.

Oleh karena itu, satu-satunya solusi tuntas dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah dengan menjauhkan sekulerisme menjadi sistem Islam yang dirahmati oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Karena sistem Islam sangat menjaga kehormatan wanita dengan berbagai macam cara. Di samping itu, sistem Islam sangat memperhatikan pendidikan dan pemahaman generasi, sehingga akan melahirkan generasi yang paham atas agama mereka dan menjunjung tinggi syariat Allah sebagai asas perbuatan mereka. Ketundukkan generasi pada syariat Allah akan menjauhkan mereka dari perbuatan-perbuatan yang tercela termasuk salah satunya adalah pergaulan bebas seperti saat ini.***

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ahmad Husein Masih Pendaftar Terbanyak

    Ahmad Husein Masih Pendaftar Terbanyak

    • calendar_month Senin, 11 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bakal Calon Bupati Madina, Ahmad Husein Nasution sejauh ini telah mendaftar di 9 partai politik untuk Pilkada Madina 2020. Hari ini Senin (11/11/2019) sosok pengusaha ini mendaftar di DPC Partai Demokrat Madina. Sebelumya, Ahmad Husein sudah mendaftar ke PDI Peruangan Madina, Partai Nasdem Madina, Partai Perindo Madina, PKPI, Partai Berkarya dan […]

  • PANWASLUKA MADINA DI KUKUHKAN

    PANWASLUKA MADINA DI KUKUHKAN

    • calendar_month Rabu, 6 Apr 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan : Menjelang Pilkada Madina yang tidak akan lama lagi berlangsung, Panwaslu Kabupaten Mandailing Natal mengukuhkan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Pemilihan Kepala dan Wakil Kepala Daerah Tingkat Kecamatan yang bertempat di Hotel Madina Sejahtera Dalan Lidang Panyabungan, Rabu (23/3). Dalam acara pengukuhan Panwaslukada se Madina ini dihadiri Pj. Bupati Madina Ir. Aspan Sopian, anggota KPU […]

  • BILIK BESI DI RUMAH MEWAH

    BILIK BESI DI RUMAH MEWAH

    • calendar_month Selasa, 1 Feb 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Pola Bahasan Subtansi dalam Pro-Kontra)   Catatan ringkas: M. Daud Batubara   Tertangkaptangannya seorang kepala daerah di Sumut oleh lembaga anti rasuah, telah menambah keterpurukan kondisi Provinsi Sumut bahkan Indonesia dalam hal catatan korupsi. Fenomena ini telah menjadi prokontra oleh para pegiat informasi. Namun tulisan ini bukan membahas tentang tertangkaptangannya beliau, hanya saja pilihan thema […]

  • Pemimpin, Perubahan dan Nilai Agama, Kajian Terhadap Visi Misi Yusuf-Imron (bagian 2-selesai)

    Pemimpin, Perubahan dan Nilai Agama, Kajian Terhadap Visi Misi Yusuf-Imron (bagian 2-selesai)

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh : Asmaryadi Lubis, M.Pd Apa yang dimaksudkan berakhlah mulia? Tidak lain adalah kondisi masyarakat masyarakat memiliki peradaban, etika dan moral sesuai yang dianjurkan oleh agama, ditandai dengan hubungan antara sesama berjalan dengan bertindak adil, dilandasi sifat terpuji sehingga tercipta kondisi ketentraman dan ketertiban umum dan kerukunan antar warga masyarakat maupun antar umat beragama […]

  • TKI Perempuan Diduga Diperkosa Tiga Polisi Malaysia

    TKI Perempuan Diduga Diperkosa Tiga Polisi Malaysia

    • calendar_month Minggu, 11 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    “Saya takut, tidak punya pilihan kecuali melayani ketiga polisi itu.” Seorang tenaga kerja Indonesia perempuan mengaku diperkosa oleh tiga polisi Malaysia. TKI perempuan berusia 25 tahun itu mengaku pemerkosaan berlangsung di kantor polisi di Bukit Mertajam, Penang, Malaysia. New Strait Times, Sabtu 10 November 2012, memberitakan, TKI itu mengaku sebelum diperkosa tengah berjalan-jalan di wilayah […]

  • Bupati Bener Meriah Diberondong OTK

    Bupati Bener Meriah Diberondong OTK

    • calendar_month Jumat, 3 Jun 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    ACEH- Aksi teror mengunakan senjata api kembali terjadi di wilayah Aceh. Kali ini menimpa mobil Bupati Bener Meriah, Ir H Tagore Abubakar. Mobil yang ditumpangi bupati bersama sopirnya, Gempar, diberondong orang tak dikenal (OTK) dari jarak berlawanan yang mengendarai Toyota Avanza hitam di kawasan jembatan totor besi Uning Bersah, Kecamatan Bukit, Bener Meriah pukul 21.30 […]

expand_less