Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Meritokrasi Hati

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 31 Jul 2024
  • print Cetak

Oleh: Dahlan Iskan

SEDIH dan gembira. Itulah hasil pengalaman keliling daerah di Indonesia.

Banyak bupati dan wali kota yang membuat hati gembira: begitu nyata hasil kerja mereka. Sebagian pintar mempromosikan hasil itu. Sebagian lagi tidak.

Sebaliknya banyak daerah dan kota yang begitu-begitu saja. Pun setelah kepala daerahnya menjabat 10 tahun. Daerah dan kota itu seperti kehilangan waktu 10 tahun.

Di zaman Orde Baru kepala daerah yang biasa-biasa saja hanya punya satu periode masa jabatan. Bagi yang sangat bagus bisa dua masa jabatan. Dan bagi yang prestasinya istimewa bisa diangkat jadi gubernur. Atau tetap bupati/wali kota tapi naik ke daerah/kota yang lebih besar.

Bupati Lumajang Soewandi (sempat jadi mertua Rini Soewandi, mantan meneg BUMN dan memperindag) naik jadi Gubernur Kaltim. Bupati Trenggalek Sutran, naik jadi Gubernur Papua. Dan seterusnya.

Kini bukan lagi atasan yang menilai prestasi itu. Sudah pindah ke partai dan rakyat setempat.

Kini rekom partai sangat menentukan. Istilahnya rekom, tapi isinya putusan partai: siapa calon bupati/wali kota dan gubernur di suatu wilayah.

Minggu-minggu ini perburuan rekom itu luar biasa gencarnya.

Anda pun tahu: apa syarat utama untuk mendapatkan rekom partai. Bukan hanya capaian prestasi.

Akibat aturan hasil reformasi banyak kepala daerah yang hebat-hebat hilang begitu saja. Mereka tidak bisa maju untuk ketiga kalinya. Saya tentu mendukung itu. Dua periode cukup.

Tapi sudah waktunya ada perubahan: bagi kepala daerah yang sudah menjabat dua periode dengan prestasi yang istimewa seharusnya bisa dapat saluran. Agar negara ini tidak kehilangan orang-orang hebat.

Konkretnya: bupati atau wali kota yang prestasinya istimewa harus diberi kesempatan untuk ”naik kelas”.

Belum tentu semua mereka bisa menjadi calon gubernur, tapi harus dibuka kesempatan untuk bisa menjadi bupati/wali kota di daerah yang lebih besar.

Misalnya Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas. Prestasinya luar biasa. Masih muda pula. Alangkah baiknya kalau masih boleh jadi kepala daerah lagi di kota yang lebih besar seperti Malang atau Surabaya.

Masih ada beberapa kepala daerah sekelas Azwar Anas. Di Jateng ada tiga. Di Jatim ada dua. Di daerah lain pun ada. Umumnya dari PDI-Perjuangan.

Kalau kesempatan naik kelas itu dibuka maka kepala daerah yang bekerja keras dan sukses bisa punya dua pintu: pintu atas ke provinsi dan pintu samping ke kota yang lebih besar.

Memang akan ada perdebatan yang panjang: apa kriteria prestasi yang istimewa itu. Serumit apa pun pasti bisa dirumuskan. Yang penting mau atau tidak.

Pemimpin yang baik dan hebat itu langka. Alangkah kehilangannya kalau punya pemimpin yang jelas-jelas terbukti hebat tapi tidak bisa lagi berkarir karena aturan.

Anggap saja itu bagian dari cara kita menjunjung tinggi prinsip meritokrasi. Yang hebat-hebat yang harus naik. Meritokrasi seperti itulah yang dengan ketat dilaksanakan di Tiongkok. Lalu terbukti menjadi salah satu kunci sukses negara itu.

Apakah partai punya prinsip menegakkan meritokrasi? Apakah rakyat mempertimbangkan prinsip meritokrasi dalam setiap Pilkada?

Kita setuju untuk menjunjung tinggi meritokrasi. Dalam hati. Tidak dalam tindakan.

Dicopy dari: Disway.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terima Waspada Award, Bupati: Ini untuk Mandailing Natal

    Terima Waspada Award, Bupati: Ini untuk Mandailing Natal

    • calendar_month Rabu, 12 Jan 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. M. Ja’far Sukhairi Nasution menerima anugerah Waspada Award dalam momen ulang tahun ke-75 Waspada di aula Tengku Rizal Nurdin, Medan pada Selasa (11/1) malam. Usai menerima anugerah tersebut, Bupati Sukhairi mengatakan, bahwa anugerah yang diterima itu merupakan penghargaan untuk Mandailing Natal. “Anugerah ini adalah untuk Kabupaten […]

  • Pendataan Pedagang Berlangsung Lancar di Sejumlah Pasar

    Pendataan Pedagang Berlangsung Lancar di Sejumlah Pasar

    • calendar_month Jumat, 31 Jan 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA (Mandailing Online) – Kegiatan pendataan jumlah pedagang di berbagai pasar tradisional dan pasar rakyat di Mandailing Natal (Madina), Sumut dalam sepekan terakhir lancar berjalan. Pendataan direncanakan berlangsung di seluruh pasar tradisional dan pasar rakyat, dimulai sejak Jum’at 24 Januari 2025 lalu oleh kolaborasi mahasiswa dengan Dinas Perdagangan Madina. Para mahasiswa itu berasal dari dua […]

  • Mantan Dirut RSUP Adam Malik akan diperiksa Kejati Sumut

    Mantan Dirut RSUP Adam Malik akan diperiksa Kejati Sumut

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara segera memeriksa tersangka AHL, mantan Direktur Utama RSUP H Adam Malik, yang diduga korupsi pengadaan alat kesehatan senilai Rp45 miliar dari dana APBN tahun 2012. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara, Chandra Purnama di Medan, tadi malam, mengatakan pemeriksaan mantan orang pertama […]

  • 10 Km Jalan Pakantan Masih Rusak Parah

    10 Km Jalan Pakantan Masih Rusak Parah

    • calendar_month Senin, 31 Okt 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PAKANTAN (Mandailing Online) : Sepanjang 10 dari 13 Km jalan Muara Sipongi – Pakantan   masih rusak parah. Kondisi ini mengakibatkan biaya transportasi sangat mahal disebabkan mobil angkutan enggan masuk ke kecamatan paling ujung di Mandailing Natal ini. Pantuan Senin (31/10), kerusakan terjadi hampir sepanjang jalan. Batu batu berserakan di badan jalan. Bukan itu saja, di […]

  • Ruas Jalan Jembatan Merah-Simpang Gambir Madina Masuk Klas III B

    Ruas Jalan Jembatan Merah-Simpang Gambir Madina Masuk Klas III B

    • calendar_month Selasa, 30 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Unit Pembuatan Regional Pembangunan Jalan Jembatan (UPRPJJ) Padangsidimpuan Dinas Bina Marga Provinsi Sumatera Utara menegaskan bahwa ruas jalan provinsi antara Jembatan Merah – Simpang Gambir Kabupaten Mandailing Natal (Madina) masuk dalam klas III B dengan demikian ruas jalan ini hanya bisa dilewati kendaraan berat maksimal 8,16 Ton. Demikian disampaikan Kadis Perhubungan Madina Drs. Parulian […]

  • Sarinah Diamuk Teroris, Warga Trauma, 3 Mal Besar Sepi

    Sarinah Diamuk Teroris, Warga Trauma, 3 Mal Besar Sepi

    • calendar_month Kamis, 14 Jan 2016
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      JAKARTA – Aksi terorisme di kawasan Sarinah tidak hanya membuat masyarakat di sekitar jantung ibu kota itu ketakutan. Di kawasan jauh dari Sarinah pun jadi waswas untuk keluar rumah. Bahkan sejumlah mal yang diisukan jadi sasaran bom berikutnya seperti Plaza Senayan, Senayan City‎, dan Blok M Plaza terlihat sepi pengunjung. “Iya kami hari ini […]

expand_less