Selasa, 20 Okt 2026
light_mode

Kapitalisme Tidak akan Mampu Memuliakan Kaum Perempuan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 9 Des 2022
  • print Cetak

Oleh: Siti Khadijah Sihombing, S.Pd
Aktivis Dakwah

Pada tanggal 25 November 2022 kemarin Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan atau Komnas Perempuan mengadakan siaran pers dengan tema hari peringatan kekerasan terhadap perempuan. Mereka melakukan ini karena melihat banyaknya kaum perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga, ada yang mengalami luka-luka ringan dan berat, bahkan ada yang sampai meninggal.

Oleh karena itu, dalam siaran pers Komnas Perempuan meminta agar negara memberikan sanksi yang tegas dan memberikan keadilan kepada kaum perempuan dan keluarga korban yang mengalaminya. Dan mereka mengatakan bahwa yang menjadi korban adalah istri, pembunuhan terhadap istri, dan penganiayaan terhadap istri. Mereka juga menemukan 15 kasus pembunuhan terhadap istri sejak 2015. Hasil pemantauan media maupun analisis putusan pengadilan menunjukkan adanya lapisan dan bentuk penganiayaan seperti dicekik, ditindih, dipukul, dibekap, ditendang, dibacok, dimutilasi, dibanting, dibakar hingga pembuangan mayat. Sedangkan menyangkut motif pembunuhan, varian terbanyak adalah pertengkaran dan cemburu. Motif ini berakar dari gagasan kepemilikan laki-laki terhadap perempuan, di mana perempuan dipandang sebagai properti dan di bawah kendali laki-laki. (Komnasperempuan.go.id, 25/10/22)

Di sini jelas bahwa perempuan dianggap hanya sebagai barang yang boleh diperlakukan apa saja, sebab kaum lelaki memiliki hak atas pemilikan perempuan. Makanya dengan penganiayaan dan persoalan yang dialami perempuan membuat kaum perempuan bersuara untuk memperjuangkan hak mereka.

Apakah benar bisa menyelesaikan persoalan?

Kita lihat saja sudah berapa tahun kaum perempuan memperjuangkan hak mereka. Apakah memberikan hasil? Atau malah semakin membuat mereka terpuruk? Iya kita lihat saja begitu banyak kasus-kasus yang terjadi terhadap perempuan hari ini. Jadi jelas sudah memang apa yang diperjuangkan kaum perempuan hari ini tidak akan membuahkan hasil. Sebab mereka meminta agar perempuan dan lelaki memiliki hak yang sama atas dirinya dan jangan dianggap rendah oleh lelaki. Dan mereka juga meminta hak untuk bisa bekerja seperti kaum lelaki, serta mereka juga meminta untuk bisa berpakaian sesuka hati seperti kaum lelaki tanpa memperhatikan batasan aurat lelaki dan perempuan itu berbeda. Hal ini bukan semakin memuliakan perempuan tapi semakin membuat perempuan semakin tertindas.

Apalagi karena kita hidup dalam pengaruh kapitalisme, dimana setiap orang berhak atas diri mereka sendiri, sehingga mereka bebas melakukan apapun yang mereka mau dan mereka inginkan. Termasuk kaum perempuan. Perempuan bebas mengekspresikan dirinya tanpa tahu batasan apa yang telah Allah tetapkan. Perempuan keluar rumah dan bekerja di luar rumah tanpa menutup aurat sesuai syariatNya serta mereka juga sering melakukan pekerjaan yang tidak sesuai syariat, perempuan dengan ikhlas mau melakukan hubungan yang belum halal dengan laki-laki tanpa peduli apa kerugian yang mereka dapatkan.

Iya, ini semua karena kita masih hidup dalam pengaruh kapitalisme, di mana negara tidak mengurusi batasan hubungan laki-laki dan perempuan, negara tidak juga mengurusi hak dan kewajiban setiap perempuan. Hal ini sangat berbeda dengan jika kita hidup dalam naungan sistem Islam kaffah. Dimana dalam sistem Islam segala hal yang dilakukan manusia harus sesuai hukum syariat, baik bagaimana hubungan kita terhadap diri sendiri, hubungan kita dengan Allah, dan hubungan kita dengan sesama manusia. Semua hal itu diatur dalam sistem Islam kaffah dengan sebaik-baiknya. Dan kaum perempuan memiliki hak untuk dilindungi dan memiliki kewajiban untuk menutup aurat ketika keluar rumah serta kaum perempuan tidak wajib untuk bekerja sebab dalam pemberian nafkah itu dilimpahkan kepada ayahnya, saudara lelakinya, pamannya, dan jika semua ini tidak mampu memberikan nafkah maka negaralah yang berkewajiban memberikannya. Begitulah indahnya kehidupan perempuan dalam sistem Islam kaffah.

Kita lihat saja pada masa Rasulullah, terjadi perang karena mempertahankan hak seorang perempuan. Di mana kejadian ini terjadi karena kasus seorang muslimah yang disingkapkan jilbabnya oleh kaum Yahudi dari Bani Qainuqo. Kejadian itu berawal di mana seorang perempuan muslimah berbelanja di pasar Bani Qainuqo. Orang-orang Yahudi tersebut melecehkan dengan meminta agar perempuan itu menyingkap jilbabnya. Tentunya dia menolak, tapi salah seorang dari kaum Yahudi tersebut diam-diam mengikat ujung pakaian perempuan Muslimah itu, sehingga ketika dia berdiri tersingkaplah auratnya dan membuatnya jatuh tersungkur. Perempuan itu menjerit dan minta tolong. Melihat kejadian itu, seorang muslim yang kebetulan berada di lokasi berusaha menolong, tetapi dia justru dikeroyok orang-orang Yahudi hingga meninggal dunia. Peristiwa tersebut membangkitkan kemarahan kaum Muslimin untuk menuntut balas atas perilaku kaum Yahudi. Maka, sejak itu bentrokan dan perkelahian antara kaum Muslimin dan Yahudi Bani Qainuqa kerap kali terjadi. Akhirnya Bani Qainuqo diusir dari Madinah karena awalnya telah mengusik hak seorang perempuan.

Begitulah indahnya hidup dalam sistem Islam. Perempuan akan aman tanpa harus lelah berkoar-koar mempertahankan haknya sebab segala aturannya sudah Allah tetapkan dan negara harus menjalankannya tanpa menghilangkan salah satu hukum yang telah dibuat.

Wallahu’alam bishowab.

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Krisis Diplomasi Indonesia versus Malaysia

    Krisis Diplomasi Indonesia versus Malaysia

    • calendar_month Minggu, 29 Agt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Tak Akan Gunakan Kekuatan Militer Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menegaskan, tidak ada peningkatan gelar kekuatan di wilayah perbatasan RI-Malaysia. “Hingga saat ini tidak ada laporan mengenai peningkatan (gelar kekuatan) di perbatasan RI-Malaysia pascainsiden kemarin,” katanya seusai menghadiri buka bersama jajaran Kementerian Politik, Hukum, dan HAM di Jakarta, Jumat (27/8/2010). Ia mengatakan, berdasarkan pantauan di Nipah, […]

  • Selingkuh, Kenaikan Pangkat Ditunda Satu Tahun

    Selingkuh, Kenaikan Pangkat Ditunda Satu Tahun

    • calendar_month Sabtu, 27 Nov 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    TEBING TINGGI- Sidang kedisiplinan anggota Polri yang digelar di Aula Kamtibmas Polres Tebing Tinggi Jalan Pahlawan memutuskan untuk menunda kenaikan pangkat selama setahun kepada dua anggota Kepolisian Polres Tebing Tinggi, Jumat ( 26/11) sekira pukul 09.00 WIB. Sidang yang dipimpin Wakapolres Tebing Tinggi Drs Kompol Safwan Khayat Mhum didampingi Kabag Mins Kompol S Zaluchu dan […]

  • Banjir Landa Ranto Baek

    Banjir Landa Ranto Baek

    • calendar_month Kamis, 2 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Bencana banjir melanda sejumlah desa di Kecamatan Ranto Baek, Kabupaten Mandailing Natal, Senin (29/11/2010) sekira pukul 17.00 WIB. Bencana banjir terjadi di 120 km dari Kota Panyabungan, Ibukota Kabupaten Madina. Banjir di Ranto Baek terjadi akibat meluapnya Sungai Simpang Talap, setelah wilayah tersebut diguyur hujan disertai angin kencang sejak pukul 12.00 WIB. Dari keterangan […]

  • API, BARANG BUKTI DAN BAYANGAN HITAM KRIMINALITAS DI MADINA (Bagian 3-selesai)

    API, BARANG BUKTI DAN BAYANGAN HITAM KRIMINALITAS DI MADINA (Bagian 3-selesai)

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA DALAM CENGKRAMAN BAYANGAN PEKAT NARKOBA   Oleh: Tim Mandailing Epicentrum Ketika Generasi Muda Perlahan Berjalan ke Tepi Jurang, yang menganga, mengundang, siap merangkul, merekrut dan “memberdayakan” pemuda. Bayangan hitam pekat itu bukan lagi sekadar berita kriminal. Ini ancaman sosial. Musuh yang nyata. Dan mungkin, ancaman paling serius terhadap masa depan daerah dan kemanusiaan pada […]

  • Rusdi Batubara Calon Ketua KWRI Madina, Dukungan Mengalir

    Rusdi Batubara Calon Ketua KWRI Madina, Dukungan Mengalir

    • calendar_month Rabu, 1 Des 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Menjelang Muscab KWRI (Komite Wartawan Reformasi Indonesia) Madina, dukungan kepada Rusdi Batubara terus bertambah. Sejumlah anggota KWRI sudah mulai bergerak memenangkan Rusdi untuk memimpin organisasi itu ke depan. Rusdi dinilai sosok wartawan murni, yang hanya mendedikasikan diri pada jurnalis. Sementara itu, suara dukungan dari wartawan senior juga mengalir untuk Rusdi. Salah […]

  • PDM Tak Pernah Jadi Oposisi di Pemerintahan

    PDM Tak Pernah Jadi Oposisi di Pemerintahan

    • calendar_month Jumat, 25 Agt 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) –Muhammadiyah dalam perjalanannya tidak pernah sebagai oposisi pemerintah, demikian halnya Pimpinan hari ini, artinya PDM siap bersinergi dengan pemda dalam percepatan pembangunan Mandailing Natal. Hal itu diungkapkan Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah ( PDM ) Madina DR Kasman MA saat silaturahmi dengan Bupati Madina HM Jakfar Sukhairi Nasution di ruang kerjanya, Jum’at (25/8/2023). […]

expand_less