Rabu, 15 Jul 2026
light_mode

Konsumsi Dalam Negeri Solusi Naikkan Harga Karet

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Okt 2019
  • print Cetak

 

Karyawan penimbang karet alam di Madina. foto : Lokot Husda Lubis

JAKARTA Mendongkrak konsumsi di dalam negeri menjadi fokus bahasan di Kemenko Perekonomian, Senin (14/10/2019) untuk menaikkan harga karet alam.

Konsumsi dalam negeri yang bisa menggunakan karet alam meliputi aspal jalan raya, pembuatan traffic cone, bantal rel kereta api hingga dock fender dan masih banyak lagi.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi (rakor) itu melihat komoditas karet masih sulit keluar dari kemerosotan harga di tingkat internasional.

Harga karet di pasar ekspor masih fluktatif pada kisaran USD 1,3 per Kg. Harga ini cukup rendah dan otomatis juga menekan harga di tingkat petani. Untuk mendongkrak harga, maka harus ada peningkatan konsumsi dalam negeri.

Direktur jenderal (dirjen) perhubungan darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi mengungkapkan dalam rapat tersebut semua kementerian diminta untuk meningkatkan konsumsi karet alam dalam negeri. Guna mendongkrak harga karet di tingkat petani.

“Harga karet itu dipermainkan bukan oleh dalam negeri tapi global, oleh negara-negara lain. Ya memang jalan keluarnya sekarang adalah karet yang produksi karet banyak ini yang dari petani itu banyak dipakai di dalam negeri supaya mendongkrak harga,” kata dia saat ditemui usai rapat, di Kemenko Perekonomian, Senin.

Di kemenhub sendiri, lanjutnya, salah satu upaya menggenjot konsumsi karet tersebut telah dilakukan melalui revisi regulasi yang semula hanya memperbolehkan penggunaan karet sintetis ditambah juga dengan karet alam.

Dirjen Budi merinci, salah satu penggunaan karet diantaranya adalah untuk aspal jalan raya, pembuatan traffic cone, bantal rel kereta api hingga dock fender pelabuhan dan masih banyak lagi.

Hal ini diperkirakan akan mendongkrak konsumsi karet secara signifikan sebab yang menggunakan alat-alat tersebut bukan hanya di kantor pusat melainkan sampai dengan dinas perhubungan di tingkat provinsi hingga kabupaten kota. Belum lagi penggunaan serupa di kementerian-kementerian lainnya.

“Nah tinggal sekarang berapa kebutuhannya itu nanti akan kita coba dikalkulasi berapa kebutuhan,” ujarnya.

Selain itu, dia menjelaskan kerjasama dengan pelaku industri juga perlu dilakukan. Sebab hal ini tentu akan butuh investasi yang cukup besar untuk memproduksi barang-barang tersebut.

“Saya udah pada tahapan ini, sore ini saya mau bicara dengan pabrik yang tertarik untuk menginvestasikan uangnya untuk bikin pabrik itu. Saya ketemu juga dengan badan litbang karet di Bogor karena setiap produksi ini harus melalui proses penelitian,” ujarnya.

“Jadi di satu sisi regulasi sudah mendukung, pelaku industri kita dorong tinggal kemudian berapa kebutuhan sehingga pelaku industri ini jadi tertarik untuk menggunakan itu untuk memproduksi,” tutupnya.

Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah Indonesia telah menerapkan skema pembatasan ekspor karet alam atau Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) untuk mendongkrak harga di pasar internasional pada periode April hingga Juli tahun ini.

Pembatasan ekspor ini disetujui negara anggota International Tripartite Rubber Council (ITRC), yakni Thailand, Malaysia, dan Indonesia untuk menyikapi harga karet yang terus mengalami penurunan. Karena ada pembatasan ekspor maka konsumsi dalam negeri harus ditingkatkan.

Sumber: Merdeka.com

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapoldasu: Demo pengaruhi investasi Medan

    Kapoldasu: Demo pengaruhi investasi Medan

    • calendar_month Minggu, 23 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Penutupan Konjen Amerika Serikat akan berdampak pada investasi di kota Medan. “Lihat sekarang pemerintah Amerika Serikat sudah menutup konsulatnya di Medan. Sebenarnya kita malu tidak dapat memberi rasa aman di wilayah ini. Dengan begini, investor yang akan ke Medan juga takut,” Kapolda Sumut, Irjen Wisjnu Amat Sastro, hari ini. Menyikapi berbagai unjuk […]

  • Nias Selatan juga diterjang banjir

    Nias Selatan juga diterjang banjir

    • calendar_month Rabu, 14 Nov 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, (MO) – Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara, Ahmad Hidayat Nasution mengatakan, Desa Hilisimaetano Ndruso, Kecamatan Manjamolo, Kabupaten Nias Selatan dilanda banjir, akibat meluapnya Sungai Eho di daerah tersebut. “Peristiwa banjir yang terjadi di Kepulauan Nias Selatan (Nisel), sejak Minggu (11/11) sekitar 09.00 WIB, juga mengevakuasi puluhan penduduk ke tempat yang […]

  • Voltase Rendah, Pemkab Ganti Seluruh Bola Lampu Jalan

    Voltase Rendah, Pemkab Ganti Seluruh Bola Lampu Jalan

    • calendar_month Jumat, 7 Sep 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (MO) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) harus mengganti bola lampu jalan di seluruh wilayah Mandailing Natal untuk menyesuaikan kondisi voltase PLN yang selalu rendah. Selama ini bola listrik yang dipakai berkapasitas 250 Wat (Merkury) diganti ke SL dengan 62 Wat. SL ini akan lebih irit menyerap arus sehingga akan menekan biaya rekening listrik. Dengan […]

  • Pemkab Madina Harus Evaluasi Perusahaan Perkebunan Yang Membandel

    Pemkab Madina Harus Evaluasi Perusahaan Perkebunan Yang Membandel

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di Mandailing Natal (Madina) masih banyak perkebunan yang diduga dengan sengaja melalaikan tanggungjawab membangun plasma untuk masyarakat sekitar sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Itu diungkapkan Ali Mutiara Rangkuty, tokoh masyarakat Pantai Barat Madina yang juga mantan anggota DPRD Madina kepada wartawan,Rabu (22/10/2014) di Panyabungan. “Terdapat beberapa agenda yang masih jalan ditempat […]

  • Robot ‘Pembohong’ Dikembangkan

    Robot ‘Pembohong’ Dikembangkan

    • calendar_month Minggu, 26 Sep 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Georgia: Peneliti dari Georgia, Amerika Serikat, sedang mengembangkan sebuah robot yang bisa berbohong. Robot ini nantinya digunakan untuk meningkatkan pencarian dan misi penyelamatan. Robot tersebut diajari berbohong dan menyembunyikan sesuatu dari manusia dan sesama robot lainnya. Percobaan tim peneliti tersebut terlihat seperti sebuah cerita dalam film Terminator. Namun, pada kenyataanya robot tersebut memang telah melakukan […]

  • Tiga Investor Lirik Potensi Pabrik Tapioka di Madina

    Tiga Investor Lirik Potensi Pabrik Tapioka di Madina

    • calendar_month Jumat, 1 Nov 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Tiga investor Sumatera Utara tertarik berinvestasi di sektor perkebunan ubi kayu dan pendirian pabrik tepung tapioka di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keinginan para investor tersebut berinvestasi di Madina tercuat dalam sebuah pertemuan di rumah dinas bupati Madina, Jumat (1/11). Ketiga investor Sumut itu yakni, Surianto, Hengky Suwongso dan Wenan. Ketiganya […]

expand_less