Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Konsumsi Dalam Negeri Solusi Naikkan Harga Karet

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Okt 2019
  • print Cetak

 

Karyawan penimbang karet alam di Madina. foto : Lokot Husda Lubis

JAKARTA Mendongkrak konsumsi di dalam negeri menjadi fokus bahasan di Kemenko Perekonomian, Senin (14/10/2019) untuk menaikkan harga karet alam.

Konsumsi dalam negeri yang bisa menggunakan karet alam meliputi aspal jalan raya, pembuatan traffic cone, bantal rel kereta api hingga dock fender dan masih banyak lagi.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi (rakor) itu melihat komoditas karet masih sulit keluar dari kemerosotan harga di tingkat internasional.

Harga karet di pasar ekspor masih fluktatif pada kisaran USD 1,3 per Kg. Harga ini cukup rendah dan otomatis juga menekan harga di tingkat petani. Untuk mendongkrak harga, maka harus ada peningkatan konsumsi dalam negeri.

Direktur jenderal (dirjen) perhubungan darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi mengungkapkan dalam rapat tersebut semua kementerian diminta untuk meningkatkan konsumsi karet alam dalam negeri. Guna mendongkrak harga karet di tingkat petani.

“Harga karet itu dipermainkan bukan oleh dalam negeri tapi global, oleh negara-negara lain. Ya memang jalan keluarnya sekarang adalah karet yang produksi karet banyak ini yang dari petani itu banyak dipakai di dalam negeri supaya mendongkrak harga,” kata dia saat ditemui usai rapat, di Kemenko Perekonomian, Senin.

Di kemenhub sendiri, lanjutnya, salah satu upaya menggenjot konsumsi karet tersebut telah dilakukan melalui revisi regulasi yang semula hanya memperbolehkan penggunaan karet sintetis ditambah juga dengan karet alam.

Dirjen Budi merinci, salah satu penggunaan karet diantaranya adalah untuk aspal jalan raya, pembuatan traffic cone, bantal rel kereta api hingga dock fender pelabuhan dan masih banyak lagi.

Hal ini diperkirakan akan mendongkrak konsumsi karet secara signifikan sebab yang menggunakan alat-alat tersebut bukan hanya di kantor pusat melainkan sampai dengan dinas perhubungan di tingkat provinsi hingga kabupaten kota. Belum lagi penggunaan serupa di kementerian-kementerian lainnya.

“Nah tinggal sekarang berapa kebutuhannya itu nanti akan kita coba dikalkulasi berapa kebutuhan,” ujarnya.

Selain itu, dia menjelaskan kerjasama dengan pelaku industri juga perlu dilakukan. Sebab hal ini tentu akan butuh investasi yang cukup besar untuk memproduksi barang-barang tersebut.

“Saya udah pada tahapan ini, sore ini saya mau bicara dengan pabrik yang tertarik untuk menginvestasikan uangnya untuk bikin pabrik itu. Saya ketemu juga dengan badan litbang karet di Bogor karena setiap produksi ini harus melalui proses penelitian,” ujarnya.

“Jadi di satu sisi regulasi sudah mendukung, pelaku industri kita dorong tinggal kemudian berapa kebutuhan sehingga pelaku industri ini jadi tertarik untuk menggunakan itu untuk memproduksi,” tutupnya.

Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah Indonesia telah menerapkan skema pembatasan ekspor karet alam atau Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) untuk mendongkrak harga di pasar internasional pada periode April hingga Juli tahun ini.

Pembatasan ekspor ini disetujui negara anggota International Tripartite Rubber Council (ITRC), yakni Thailand, Malaysia, dan Indonesia untuk menyikapi harga karet yang terus mengalami penurunan. Karena ada pembatasan ekspor maka konsumsi dalam negeri harus ditingkatkan.

Sumber: Merdeka.com

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penuntasan Desa Terpencil Harus Prioritas Bupati Madina Terpilih

    Penuntasan Desa Terpencil Harus Prioritas Bupati Madina Terpilih

    • calendar_month Kamis, 10 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PAKANTAN (Mandailing Online) : Bupati terpilih di Pilkada 2015 diminta memprioritaskan penuntasan jalan ke desa-desa terpencil dan terisolir di Mandailing Natal (Madina). Hal itu di katakan Amiruddin (45), salah seorang warga Pakantan kepada wartaewan pekan lalu di Kotanopan. “Kita berharap bupati madina terpilih nanti harus punya program penuntasan jalan ke desa-desa terpencil. Kalau bisa, […]

  • Kontrol Harga Karet, Pasar Khusus Dibangun

    Kontrol Harga Karet, Pasar Khusus Dibangun

    • calendar_month Jumat, 13 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MADINA- Untuk menstabilkan harga jual karet di Kabupaten Mandailing Natal, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pasar Madina tahun ini akan membuka pasar khusus untuk penampungan karet. Ini mengingat kondisi harga karet yang selalu ditentukan oleh para toke, sehingga petani kesulitan dalam menawar harga yang lebih menguntungkannya. Kadis Perindustrian Perdagangan Koperasi (Perindagkop) dan Pasar Madina Drs […]

  • Presiden Undang Dua Orang Guru Madina Ikuti HUT RI di Jakarta

    Presiden Undang Dua Orang Guru Madina Ikuti HUT RI di Jakarta

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dua orang guru SD dari Mandailing Natal (Madina) akan mengikuti HUT RI di Istana Negara Jakarta atas undangan Presiden SBY pada 17 Agustus mendatang. Nama kedua guru itu masing-masing Ismar AMPd, guru SD Negeri 347 Kecamatan Batahan dan Annaita Siregar S.Pd.SE guru di SD 352 Bintungan Bejangkar II Kecamatan Batahan. Kepastian […]

  • ‘Bom Thamrin’ Merugikan Islam dan Kaum Muslim

    ‘Bom Thamrin’ Merugikan Islam dan Kaum Muslim

    • calendar_month Jumat, 22 Jan 2016
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pada Kamis 14 Januari 2016 sekitar jam 10.40 telah terjadi serangkaian ledakan dan tembakan di Menara Cakrawala dan Pos Polisi di Jalan MH Thamrin, Jakarta. Peristiwa yang lantas disebut ‘Bom Thamrin’ ini telah mengakibatkan delapan orang tewas. Empat di antara yang tewas dipastikan oleh kepolisian sebagai pelaku. ‘Bom Thamrin’ itu juga menyebabkan lebih dari 20 […]

  • Arus Listrik Selalu Rendah, Kawasan Tambangan Mengeluh

    Arus Listrik Selalu Rendah, Kawasan Tambangan Mengeluh

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Kawasan Kecamatan Tambangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) telah lama mengeluhkan rendahnya voltase tegangan listrik, terutama sejak pukul 18.00 hingga pukul 21.30 WIB. “Jika sore hari mulai magrib hingga pukul 10 WIB, voltase selalu turun. Bola-bola lampu tidak terang menyala” kata Erwin Lubis kepada Mandailing Online, Jum’at (13/3/2015). Dampak rendahnya voltase […]

  • Ti Aisah Ritonga Lulusan SMP Negeri I Siabu

    • calendar_month Selasa, 4 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Anggota DPRD Sumut, Ti Aisah Ritonga ternyata lulusan SMP Negeri I Siabu, Mandailing Natal (Madina) sebelum melanjutkan ke SLTA. Itu diketahui setelah Ti Aisyah mengunjungi sekolah ini, Selasa (4/6/2013) di sela acara reses ke kawasan Tapanuli Bagian Selatan. Dia angkatan 1982 di SMP ini. Kunjungan ini juga sebagai ajang silaturrahmi ke […]

expand_less