Minggu, 31 Mei 2026
light_mode

Konsumsi Dalam Negeri Solusi Naikkan Harga Karet

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 15 Okt 2019
  • print Cetak

 

Karyawan penimbang karet alam di Madina. foto : Lokot Husda Lubis

JAKARTA Mendongkrak konsumsi di dalam negeri menjadi fokus bahasan di Kemenko Perekonomian, Senin (14/10/2019) untuk menaikkan harga karet alam.

Konsumsi dalam negeri yang bisa menggunakan karet alam meliputi aspal jalan raya, pembuatan traffic cone, bantal rel kereta api hingga dock fender dan masih banyak lagi.

Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menggelar rapat koordinasi (rakor) itu melihat komoditas karet masih sulit keluar dari kemerosotan harga di tingkat internasional.

Harga karet di pasar ekspor masih fluktatif pada kisaran USD 1,3 per Kg. Harga ini cukup rendah dan otomatis juga menekan harga di tingkat petani. Untuk mendongkrak harga, maka harus ada peningkatan konsumsi dalam negeri.

Direktur jenderal (dirjen) perhubungan darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Budi Setiyadi mengungkapkan dalam rapat tersebut semua kementerian diminta untuk meningkatkan konsumsi karet alam dalam negeri. Guna mendongkrak harga karet di tingkat petani.

“Harga karet itu dipermainkan bukan oleh dalam negeri tapi global, oleh negara-negara lain. Ya memang jalan keluarnya sekarang adalah karet yang produksi karet banyak ini yang dari petani itu banyak dipakai di dalam negeri supaya mendongkrak harga,” kata dia saat ditemui usai rapat, di Kemenko Perekonomian, Senin.

Di kemenhub sendiri, lanjutnya, salah satu upaya menggenjot konsumsi karet tersebut telah dilakukan melalui revisi regulasi yang semula hanya memperbolehkan penggunaan karet sintetis ditambah juga dengan karet alam.

Dirjen Budi merinci, salah satu penggunaan karet diantaranya adalah untuk aspal jalan raya, pembuatan traffic cone, bantal rel kereta api hingga dock fender pelabuhan dan masih banyak lagi.

Hal ini diperkirakan akan mendongkrak konsumsi karet secara signifikan sebab yang menggunakan alat-alat tersebut bukan hanya di kantor pusat melainkan sampai dengan dinas perhubungan di tingkat provinsi hingga kabupaten kota. Belum lagi penggunaan serupa di kementerian-kementerian lainnya.

“Nah tinggal sekarang berapa kebutuhannya itu nanti akan kita coba dikalkulasi berapa kebutuhan,” ujarnya.

Selain itu, dia menjelaskan kerjasama dengan pelaku industri juga perlu dilakukan. Sebab hal ini tentu akan butuh investasi yang cukup besar untuk memproduksi barang-barang tersebut.

“Saya udah pada tahapan ini, sore ini saya mau bicara dengan pabrik yang tertarik untuk menginvestasikan uangnya untuk bikin pabrik itu. Saya ketemu juga dengan badan litbang karet di Bogor karena setiap produksi ini harus melalui proses penelitian,” ujarnya.

“Jadi di satu sisi regulasi sudah mendukung, pelaku industri kita dorong tinggal kemudian berapa kebutuhan sehingga pelaku industri ini jadi tertarik untuk menggunakan itu untuk memproduksi,” tutupnya.

Sebagai informasi, sebelumnya pemerintah Indonesia telah menerapkan skema pembatasan ekspor karet alam atau Agreed Export Tonnage Scheme (AETS) untuk mendongkrak harga di pasar internasional pada periode April hingga Juli tahun ini.

Pembatasan ekspor ini disetujui negara anggota International Tripartite Rubber Council (ITRC), yakni Thailand, Malaysia, dan Indonesia untuk menyikapi harga karet yang terus mengalami penurunan. Karena ada pembatasan ekspor maka konsumsi dalam negeri harus ditingkatkan.

Sumber: Merdeka.com

Editor : Dahlan Batubara

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ini Alasan Prabowo Menarik Diri dari Proses di KPU

    Ini Alasan Prabowo Menarik Diri dari Proses di KPU

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2014
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Prabowo Subianto membeberkan alasan pihaknya menarik diri dari Pilpres 2014. Pasca 9 Juli lalu, tim Prabowo-Hatta telah mencermati proses pelaksanaan Pilpres yang dilaksaknan Komisi Pemilihan Umum. Hasilnya proses tersebut dinyatakan cacat. "Pilpres cacat, banyak hak demokrasi WNI yang hilang," tegas Prabowo di Rumah Polonia, Jakarta, Selasa (22/7). Alasan lainnya Prabowo-Hatta menganggap KPU bermaslah, tidak demokratis […]

  • Hasil Rekap Suara Nasional Pemilihan Legislatif

    Hasil Rekap Suara Nasional Pemilihan Legislatif

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2014
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    Berikut hasil rekap suara nasional Pemilihan Legislatif 9 April 2014: Dalam keputusan bernomor 411.KPTS/KPU/2014 itu menyatakan bahwa suara sah pada Pemilu 9 April itu sebanyak 124.972.491 suara (100 persen). 8402812 11298957 8480204 23681471 18432312 14760371 12728913 9481621 8157488 6579498 1825750 1143094 6,72% 9,04% 6,79% 18,95% 14,75% 11,81% 10,19% 7,59% 6,53% 5,26% 1,46% 0,91% Sebanyak 10 […]

  • Harga Beras di Madina Bertahap Naik

    Harga Beras di Madina Bertahap Naik

    • calendar_month Jumat, 16 Feb 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – 2 Pekan terakhir harga beras naik bertahap di kios pengecer di Kabuparen Mandailing Natal ( Madina ) . Indikasi kenaikan tersebut merupakan dampak dari Gabah yang mulai menyusut. Nisah salah seorang pengecer di kelurahan Pidoli, Kecanatan Panyabungan Jum’at 16/2/2024 mengatakan kenaikan beras mencapai Rp.5000/ karung ukuran 30kg, dan Rp.2000 untuk karung […]

  • Lagi, Puskesmas Patiluban Mudik Adakan Imunisasi Gratis

    Lagi, Puskesmas Patiluban Mudik Adakan Imunisasi Gratis

    • calendar_month Jumat, 11 Mar 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Untuk mengantisipasi virus polio pada anak di daerah Natal dan sekitarnya, Puskesmas Patiluban Mudik kembali mengadakan imunisasi gratis, Kamis (10/03/2011) di Pasar I dan II Natal, Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal. Kepala Puseksemas Sri Windunmai yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, imunisasi dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus polio bagi bayi ada di Natal. Manfaat imunisasi sangat […]

  • Dinasti dan Aji Mumpung Politik Demokrasi Kapitalis

    Dinasti dan Aji Mumpung Politik Demokrasi Kapitalis

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh : Nahdoh Fikriyyah Islam Dosen dan Pengamat Politik Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI Perjuangan akhirnya angkat bicara soal pemberian “tiket” kepada putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming Raka di Pemilihan Walikota (Pilwalkot) Solo yang disebut-sebut bagian dari dinasti politik. Pencalonan Gibran telah melalui proses politik elektoral sejak di internal PDI Perjuangan dan […]

  • Bupati akan Pertemukan PT SMGP dan Kades Sibanggor Julu

    Bupati akan Pertemukan PT SMGP dan Kades Sibanggor Julu

    • calendar_month Selasa, 13 Sep 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina), Jafar Sukhairi Nasution menyatakan Pemda Madina akan mempertemukan pihak PT SMGP dengan kepala Desa Sibanggor Julu. Itu dikatakan Sukhairi kepada Mandailing Online dan Start News di Panyabungan, Selasa (13/9/2022) menyikapi polemik beredarnya balasan surat PT Sorik Marapai Geothermal Power (SMGP) kepada kepala Desa Sibanggor Julu yang belakangan […]

expand_less