Selasa, 1 Sep 2026
light_mode

Terisolir, Kaum Ibu Desa Batahan Hanya Dua kali Setahun Melihat Pasar

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 9 Mei 2014
  • print Cetak

KOTANOPAN (Mandailing Online) – Berkunjung ke pasar Kotanopan bagi kaum ibu di Desa Batahan Kecamatan Kotanopan, Mandailing Natal (Madina) adalah kesempatan langka.

Pasalnya angkutan umum hanya sekali dalam seminggu mesuk ke desa ini kaibat parahnya infrastruktur jalan. Perongkosan pun sangat mahal, 50.000 rupiah per orang.

Ditengah kemiskinan, uang 50.000 adalah nilai yang sangat mahal sehingga kaum ibu pun harus mengurungkan niat berbelanja membawa anak-anak ke pasar Kotanopan.

Itu adalah salah satu gambaran kehidupan di desa yang sangat terisolir di Madina itu. Kenderaan roda 4 jarang masuk desa ini sehingga hasil perkebunan warga sulit dipasarkan.

Jarak antara Desa Batahan dengan pasar Kotanopan hanya sekitar 9 kilometer, tetapi harus ditempuh dengan waktu 6 jam naik mobil angkutan pedesaan.

Ironisnya, jika musim hujan kenderaan roda empat tidak akan masuk ke desa mereka, sedangkan untuk kenderaan roda dua harus ekstra hati-hati. Bahkan dibeberapa titik harus didorong.

Harga-harga kebutuhan pokok menjadi mahal akibat biaya pengangkutan yang sangat mahal.

“Oleh karenanya kami memohon sangat agar Pemkab Madina membangun jalan ke desa ini,” kata Kepala Desa Batahan, Samwel kepada wartawan, Jum’at (9/5/2014).

Katanya, kondisi jalan menuju desa mereka selama ini masih sama dengan puluhan tahun lalu, sehingga mobil angkutan pedesaan hanya satu kali dalam seminggu dengan perongkosan Rp.50 ribu per orang.

“Makanya kaum ibu belum tentu itu 6 bulan sekali turun gunung ke pasar Kotanopan, akibat parahnya jalaur jalan yang hanya berjarak 9 Km dari desa Pagar Gunung, namun waktu melewatinya 6 jam,” katanya.

Diungkapkannya, jumlah kepala keluarga di Desa Batahan mencapai 75 KK hidup dari perkebunan.

Peliput : Maradotang Pulungan
Editor : Dahlan Batubara

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pilkada “Restoratif”: Raih “Emas”, Buang Cemas! (Bagian 2-selesai)

    Pilkada “Restoratif”: Raih “Emas”, Buang Cemas! (Bagian 2-selesai)

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2024
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: M Ludfan Nasution Era Otda Keadaan pada awal Era Otda (Otonomi Daerah) pun nampaknya tak jauh berbeda. Para keturunan raja yang menyebut diri sebagai “anak ni raja, anak ni namora” muncul dan mendapat peran kunci. Klaim wilayah untuk memekarkan kawasan Mandailing, Tanah Ulu (Muarasipongi) dan pesisir Natal pun menuntut pengakuan dan penguatan dari tokoh-tokoh […]

  • RAPBD Madina 2020 Turun dari 2019

    RAPBD Madina 2020 Turun dari 2019

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Rancangan APBD Madina TA 2020 diajukan sebesar Rp 1.667.753.177.436. Angka ini menurun dari Tahun Anggaran 2019 yang sebesar Rp 1.698.320.475.820. Pengajuan RAPBD 2020 disampaikan Bupati Madina, Dahlan Hasan Nasution di Rapat Paripurna DPRD Madina, Selasa (17/12/2019). Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Madina, Erwin Efendi Lubis. PENDAPATAN Angka Rp 1.667.753.177.436 […]

  • Pemimpin Madina Sibuk Memikirkan Diri Sendiri

    Pemimpin Madina Sibuk Memikirkan Diri Sendiri

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pengamat politik Madina, Amin Daulay mengungkapkan bahwa saat ini kondisi politik Mandailing Natal (Madina) mengarah pada situasi chaos. Elit politik masing-masing memikirkan diri sendiri. Rakyat menjerit atau menderita dibiarkan saja. Jika ada rakyat yang berteriak, maka yang dicari adalah dalangnya, bukan substansinya. Bupati dan DPRD-nya sibuk dengan diri sendiri. Semua […]

  • Menghitung Detak Jantung Bandara Madina

    Menghitung Detak Jantung Bandara Madina

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Epicentrum   Apakah ATR Wings Air bakal menggeser Capung Susi Air? Jawabannya, tergantung pada siapa yang menjadi penumpangnya – pelanggan, dan berapa lama jantung JBAH Nasution berdetak dan memberi ruang lega bagi moda darat – tak jadi korban euforia aviasi semusim? Kabar bahwa Lion Air Group melalui Wings Air akan membuka […]

  • Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

    Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

    • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan, Biarkan alam yang menjawab. Mungkin kata-kata itulah yang tepat terkait keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keberadaan tambang emas ilegal kian hari kian tidak terkoordinir. Tinggal menunggu waktu terjadinya bencana? Sebenarnya, tanda-tanda bencana sudah mulai tampak. Seperti baru-baru ini, empat penambang dari Jawa, meninggal dalam lubang tambang diduga karena […]

  • Jembatan Gantung Tak Kunjung Selesai Puluhan Tahun Warga Bulu Mario Gunakan Rakit

    Jembatan Gantung Tak Kunjung Selesai Puluhan Tahun Warga Bulu Mario Gunakan Rakit

    • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    Panyabungan. Warga Desa Tor Banua Raja (Bulu Mario) dan Sopo Sorik, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) puluhan tahun masih menggunakan rakit untuk menyeberangi Sungai Batang Gadis menuju Jalan Lintas Sumatera dalam rangka melakukan aktivitas. Nur Asiyah Nasution (39), warga Desa Bulu Mario mengatakan, sebenarnya ada jembatan gantung pundasi beton dibangun. Namun sudah puluhan […]

expand_less