Rabu, 19 Agu 2026
light_mode

Bandara AH Nasution: Momentum Kebangkitan Tabagsel Menuju Daerah Maju

  • account_circle Irwan Daulay
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • print Cetak

Oleh: Irwan Daulay
Pemerhati Ekonomi & Pembangunan

 

Pesawat Wings Air mendarat di Bandara Abdul Haris Nasution, Jum’at (1/8/2026). Ini penerbangan perdana pesawat jenis ATR tersebut untuk rute Medan (KNO) – Madina (AHN).

 

 

 

Pembangunan Bandara AH Nasution merupakan salah satu tonggak sejarah penting bagi Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Gagasan awal bandara ini dirancang oleh Bapak Amru Daulay sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah Tabagsel melalui konektivitas udara dengan berbagai daerah di Indonesia, bahkan ke luar negeri. Bandara ini juga diharapkan menjadi pintu gerbang bagi kemudahan mobilitas masyarakat, termasuk untuk perjalanan ibadah haji dan umrah, dunia usaha, pendidikan, kesehatan, serta sektor pariwisata.

Gagasan besar tersebut kemudian diwujudkan melalui kerja keras Bapak Dahlan Nasution dengan dukungan penuh Bapak Darmin Nasution dan Bapak Todung Mulya Lubis. Pada masa kepemimpinan Bupati Sukhairi Nasution, pembangunan fisik bandara berhasil dirampungkan hingga 100 persen, dan pada masa Bupati saat ini bandara mulai dioperasikan. Keberhasilan ini patut diapresiasi sebagai hasil estafet kepemimpinan yang menunjukkan bahwa pembangunan daerah memerlukan kesinambungan, bukan sekadar keberhasilan satu periode pemerintahan.

Namun, pengoperasian bandara bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal dari pembangunan yang lebih besar. Tahapan berikutnya adalah menyusun rencana pengembangan jangka panjang agar Bandara AH Nasution mampu didarati pesawat bermesin jet berbadan sedang hingga berbadan lebar. Untuk itu diperlukan perpanjangan dan peningkatan kualitas runway, penyempurnaan fasilitas navigasi penerbangan, terminal, kawasan logistik, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Irwan Daulay

Bandara ini juga harus terhubung dengan sistem transportasi darat yang terintegrasi sehingga dapat berfungsi sebagai pusat konektivitas (hub) bagi wilayah Tabagsel di Sumut, Sumatera Barat dan sebagian Provinsi Riau. Mobilitas orang dan barang yang semakin cepat akan menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing investasi, serta memperluas akses pasar bagi hasil pertanian, perkebunan, pertambangan, dan industri pengolahan.

Karena itu, salah satu proyek strategis yang layak diperjuangkan kepada Pemerintah Pusat adalah pembangunan jalur kereta api lintas Pantai Barat yang menghubungkan Labuhanbatu–Tabagsel–Pariaman dan terintegrasi dengan Bandara AH Nasution. Di samping itu, percepatan pembangunan jalan Panyabungan Timur–Padang Lawas serta Panyabungan–Muara Batang Gadis juga menjadi kebutuhan mendesak untuk membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Namun pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa infrastruktur saja tidak otomatis melahirkan kemajuan ekonomi. Jalan, pelabuhan, bandara, dan rel kereta api hanya akan menjadi pengungkit apabila diikuti dengan strategi industrialisasi dan investasi yang jelas. Karena itu, para kepala daerah di Tabagsel perlu menyusun Business Plan bersama sebagai peta jalan pembangunan kawasan ekonomi regional.

Tabagsel memiliki modal yang sangat besar. Wilayah ini kaya akan komoditas pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, pertambangan, energi, serta memiliki potensi pariwisata alam dan budaya yang belum tergarap optimal. Letaknya juga sangat strategis sebagai penghubung Pantai Barat Sumatera dengan jalur ekonomi Sumatera bagian timur. Jika seluruh potensi tersebut diintegrasikan melalui kawasan industri, pusat logistik, hilirisasi komoditas, dan pengembangan UMKM modern, maka Tabagsel berpeluang menjadi salah satu koridor pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatera.

Keberhasilan itu tentu memerlukan perencanaan yang visioner, melibatkan para ahli, akademisi, dunia usaha, dan pemerintah secara terpadu. Pemerintah daerah juga harus mampu menciptakan iklim investasi yang sehat melalui penyederhanaan perizinan, kepastian hukum, keamanan berusaha, penyediaan lahan industri, utilitas yang memadai, serta dukungan sumber daya manusia yang kompeten.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah tidak lagi hanya bergantung pada APBD maupun Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. APBD seharusnya diposisikan sebagai pemicu (trigger) untuk menarik investasi swasta, BUMN, dan investor internasional. Daerah-daerah maju di dunia umumnya bertumbuh karena mampu menggerakkan investasi produktif, bukan semata-mata mengandalkan belanja pemerintah.

Seluruh prasyarat menuju daerah maju sesungguhnya telah dimiliki Tabagsel: sumber daya alam yang melimpah, posisi geografis yang strategis, jumlah penduduk dan sumber daya manusia yang memadai, serta kini didukung oleh keberadaan Bandara AH Nasution. Yang dibutuhkan adalah keberanian menyusun visi besar, konsistensi menjalankan pembangunan lintas periode, dan semangat bekerja keras secara bersama-sama.

Apabila seluruh kekuatan tersebut mampu dikelola secara profesional dan berkelanjutan, maka Bandara AH Nasution bukan sekadar fasilitas transportasi udara, melainkan akan menjadi simbol kebangkitan ekonomi Tabagsel dan pintu masuk lahirnya pusat pertumbuhan baru di Pulau Sumatera. ***

  • Penulis: Irwan Daulay
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koperasi Merah Putih Sudah Terbentuk di 133 Desa/Kelurahan Madina

    Koperasi Merah Putih Sudah Terbentuk di 133 Desa/Kelurahan Madina

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut terus bergerak dalam percepatan pembentukan Koperasi Merah Putih (KMP) di desa dan kelurahan sesuai amanah Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2025. Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah, Muktar Afandi Lubis, S.Sos, MM, Kamis (8/5/2025) menyatakan dari total  377 desa dan 27 kelurahan di Madina, saat […]

  • Bupati Diminta Sosialisasikan Dana Pendidikan

    Bupati Diminta Sosialisasikan Dana Pendidikan

    • calendar_month Senin, 13 Feb 2012
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Panyabungan (MO) – Bupati Madina, Hidayat Batubara didesak untuk mensosialisasikan dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah untuk tingkat SLTA serta bantuan bagi pelajar yang masuk ke perguruan tinggi yang ditampung di APBD Madina tahun 2012. Sebab, pasca pengesahan APBD, masyarakat luas belum banyak mengetahui kebijakan di sektor pendidikan tersebut. Program ini merupakan salah satu kebijakan bupati […]

  • Tournament Bupati Cup I 2023 Madina Resmi Dibuka

    Tournament Bupati Cup I 2023 Madina Resmi Dibuka

    • calendar_month Senin, 3 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

      PANYABUNGAM( Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) HM Jafar Sukhaeri Nasution resmi buka tournamen Sepak Bola Bupati Cup I tahun 2023 yang diadakan di Lapangan Yonif 123 Kompi Senapan B Mangga Dua, Desa Parbangunan Kecamatan Panyabungan. Senin (3/7/2023) Dalam sambutannya Bupati Madina memberikan support bagi para pemain yang akan bertanding kali ini. Bupati […]

  • Dinas Ketahanan Pangan Madina Konsisten di Asta Cita Prabowo

    Dinas Ketahanan Pangan Madina Konsisten di Asta Cita Prabowo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) konsisten melaksanakan program ketahanan pangan sesuai Asta Cita Presiden RI Prabowo. Juga sesuai visi dan misi Bupati Madina Saipullah Nasution dan Wakil Bupati Atika Azmi Utammi Nasution. Salah satu program yang bergulir adalah Gerakan Pangan Murah (GPM). “​Untuk Dinas Ketahanan Pangan, apa yang menjadi […]

  • Bensin Habis, Pemkab Madina Tenang Saja

    Bensin Habis, Pemkab Madina Tenang Saja

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2014
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemkab Mandailing Natal (Madina) nampaknya tak banyak bergerak alias tenang-tenang saja menyikapi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di Panyabungan. Padahal, berdasar pengakuan para pengendara di Panyabungan, ketersendatan BBM sudah mulai sejak 31 Desember 2013 lalu. Hingga Kamis siang (9/1/2014) Bagian Perekonomian Pemkab Madina hanya menyatakan masih akan mengawasi. “Ini […]

  • Greget Sergai Hari Ini: Tiga Arah Isu Merujuk ke Duet Wijaya–Tambunan

    Greget Sergai Hari Ini: Tiga Arah Isu Merujuk ke Duet Wijaya–Tambunan

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Oleh: Tim Mandailing Episentrum* Ada yang menarik jika membaca denyut terakhir Serdang Bedagai hari ini. Kabupaten yang dulu lebih sering dikenali lewat hamparan sawah, jalur lintas timur, dan aroma agraris itu kini mulai bergerak ke arah baru: politik persepsi. Dan di tengah pusaran itu, satu hal tampak jelas: hampir semua arah isu akhirnya merujuk […]

expand_less