Minggu, 20 Sep 2026
light_mode

Bandara AH Nasution: Momentum Kebangkitan Tabagsel Menuju Daerah Maju

  • account_circle Irwan Daulay
  • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
  • print Cetak

Oleh: Irwan Daulay
Pemerhati Ekonomi & Pembangunan

 

Pesawat Wings Air mendarat di Bandara Abdul Haris Nasution, Jum’at (1/8/2026). Ini penerbangan perdana pesawat jenis ATR tersebut untuk rute Medan (KNO) – Madina (AHN).

 

 

 

Pembangunan Bandara AH Nasution merupakan salah satu tonggak sejarah penting bagi Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel). Gagasan awal bandara ini dirancang oleh Bapak Amru Daulay sebagai upaya membuka keterisolasian wilayah Tabagsel melalui konektivitas udara dengan berbagai daerah di Indonesia, bahkan ke luar negeri. Bandara ini juga diharapkan menjadi pintu gerbang bagi kemudahan mobilitas masyarakat, termasuk untuk perjalanan ibadah haji dan umrah, dunia usaha, pendidikan, kesehatan, serta sektor pariwisata.

Gagasan besar tersebut kemudian diwujudkan melalui kerja keras Bapak Dahlan Nasution dengan dukungan penuh Bapak Darmin Nasution dan Bapak Todung Mulya Lubis. Pada masa kepemimpinan Bupati Sukhairi Nasution, pembangunan fisik bandara berhasil dirampungkan hingga 100 persen, dan pada masa Bupati saat ini bandara mulai dioperasikan. Keberhasilan ini patut diapresiasi sebagai hasil estafet kepemimpinan yang menunjukkan bahwa pembangunan daerah memerlukan kesinambungan, bukan sekadar keberhasilan satu periode pemerintahan.

Namun, pengoperasian bandara bukanlah tujuan akhir, melainkan langkah awal dari pembangunan yang lebih besar. Tahapan berikutnya adalah menyusun rencana pengembangan jangka panjang agar Bandara AH Nasution mampu didarati pesawat bermesin jet berbadan sedang hingga berbadan lebar. Untuk itu diperlukan perpanjangan dan peningkatan kualitas runway, penyempurnaan fasilitas navigasi penerbangan, terminal, kawasan logistik, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Irwan Daulay

Bandara ini juga harus terhubung dengan sistem transportasi darat yang terintegrasi sehingga dapat berfungsi sebagai pusat konektivitas (hub) bagi wilayah Tabagsel di Sumut, Sumatera Barat dan sebagian Provinsi Riau. Mobilitas orang dan barang yang semakin cepat akan menurunkan biaya logistik, meningkatkan daya saing investasi, serta memperluas akses pasar bagi hasil pertanian, perkebunan, pertambangan, dan industri pengolahan.

Karena itu, salah satu proyek strategis yang layak diperjuangkan kepada Pemerintah Pusat adalah pembangunan jalur kereta api lintas Pantai Barat yang menghubungkan Labuhanbatu–Tabagsel–Pariaman dan terintegrasi dengan Bandara AH Nasution. Di samping itu, percepatan pembangunan jalan Panyabungan Timur–Padang Lawas serta Panyabungan–Muara Batang Gadis juga menjadi kebutuhan mendesak untuk membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Namun pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa infrastruktur saja tidak otomatis melahirkan kemajuan ekonomi. Jalan, pelabuhan, bandara, dan rel kereta api hanya akan menjadi pengungkit apabila diikuti dengan strategi industrialisasi dan investasi yang jelas. Karena itu, para kepala daerah di Tabagsel perlu menyusun Business Plan bersama sebagai peta jalan pembangunan kawasan ekonomi regional.

Tabagsel memiliki modal yang sangat besar. Wilayah ini kaya akan komoditas pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan, pertambangan, energi, serta memiliki potensi pariwisata alam dan budaya yang belum tergarap optimal. Letaknya juga sangat strategis sebagai penghubung Pantai Barat Sumatera dengan jalur ekonomi Sumatera bagian timur. Jika seluruh potensi tersebut diintegrasikan melalui kawasan industri, pusat logistik, hilirisasi komoditas, dan pengembangan UMKM modern, maka Tabagsel berpeluang menjadi salah satu koridor pertumbuhan ekonomi baru di Pulau Sumatera.

Keberhasilan itu tentu memerlukan perencanaan yang visioner, melibatkan para ahli, akademisi, dunia usaha, dan pemerintah secara terpadu. Pemerintah daerah juga harus mampu menciptakan iklim investasi yang sehat melalui penyederhanaan perizinan, kepastian hukum, keamanan berusaha, penyediaan lahan industri, utilitas yang memadai, serta dukungan sumber daya manusia yang kompeten.

Dengan pendekatan tersebut, pemerintah daerah tidak lagi hanya bergantung pada APBD maupun Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat. APBD seharusnya diposisikan sebagai pemicu (trigger) untuk menarik investasi swasta, BUMN, dan investor internasional. Daerah-daerah maju di dunia umumnya bertumbuh karena mampu menggerakkan investasi produktif, bukan semata-mata mengandalkan belanja pemerintah.

Seluruh prasyarat menuju daerah maju sesungguhnya telah dimiliki Tabagsel: sumber daya alam yang melimpah, posisi geografis yang strategis, jumlah penduduk dan sumber daya manusia yang memadai, serta kini didukung oleh keberadaan Bandara AH Nasution. Yang dibutuhkan adalah keberanian menyusun visi besar, konsistensi menjalankan pembangunan lintas periode, dan semangat bekerja keras secara bersama-sama.

Apabila seluruh kekuatan tersebut mampu dikelola secara profesional dan berkelanjutan, maka Bandara AH Nasution bukan sekadar fasilitas transportasi udara, melainkan akan menjadi simbol kebangkitan ekonomi Tabagsel dan pintu masuk lahirnya pusat pertumbuhan baru di Pulau Sumatera. ***

  • Penulis: Irwan Daulay
  • Editor: Dahlan Batubara

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tuslah Angkutan Lebaran Tak Diberlakukan

    Tuslah Angkutan Lebaran Tak Diberlakukan

    • calendar_month Kamis, 18 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN, – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (pemprovsu) tidak memberlakukan tarif tuslah atau pembayaran/tarif tambahan pada angkutan arus mudik dan balik lebaran 2013 tetapi mengacu pada tarif atas dan bawah. “Tidak ada tuslah, tetapi mengacu pada ketentuan tarif atas dan bawah yang sudah ditentukan Pemerintah,”kata Kepala Dinas Perhubungan Sumut Anthony Siahaan di Medan, kemerin. Untuk tarif […]

  • Pemenang Pilkades Silogun Berpotensi Dihadang Cacat Syarat

    Pemenang Pilkades Silogun Berpotensi Dihadang Cacat Syarat

    • calendar_month Kamis, 22 Des 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemenang pemilihan kepala desa (Pilkades) Silogun, Kecamatan Pakantan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumut ditengarai cacat administrasi pendaftaran bakal calon kepala desa, karena tidak memiliki Surat Keterangan Bebas Temuan (SKBT) dari Inspektorat. Dokumen SKBT tersebut merupakan salah satu syarat administrasi yang harus dipenuhi petahana untuk mendaftar sebagai calon kepala desa. Hal itu […]

  • Ketika Poda Na Lima Menjadi Etika Ekonomi Syariah

    Ketika Poda Na Lima Menjadi Etika Ekonomi Syariah

    • calendar_month Kamis, 3 Sep 2026
    • account_circle Jureid
    • 0Komentar

        Oleh: J U R E I D Dosen Prodi Ekonomi Syariah STAIN Mandailing Natal   Kita sedang hidup dalam ekonomi yang semakin cepat. Pedagang berjualan melalui WhatsApp dan media sosial, pembayaran berpindah dari uang tunai ke QRIS, produk lokal dipasarkan melalui platform digital, dan UMKM didorong untuk naik kelas. Hampir setiap hari kita […]

  • Ganja, Anggur, Fiqih

    Ganja, Anggur, Fiqih

    • calendar_month Minggu, 2 Feb 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

        Oleh : Dahlan Batubara   Tanaman ganja harusnya bukan haram. Sebagaimana tanaman aren bukan tanaman haram. Pun singkong tidak haram. Buah anggur juga bukan haram. Tanaman ganja dibutuhkan dunia farmasi sebagai obat penyakit ganas, antara lain : kanker, parkinson, multiple sclerosis, efilepsi, arhtritis. Juga untuk kosmetik. Dari 1262 senyawa di dalam tanaman ganja, […]

  • Mantan Anggota DPRD Nyalon Kepala Desa

    Mantan Anggota DPRD Nyalon Kepala Desa

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2015
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

      SIDIMPUAN – Samiun Siregar, mantan Anggota DPRD Psp periode 2009-2014, maju menjadi salah satu peserta/calon Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Desa Pudun Jae, Kecamatan Psp Angkola Julu. Hal itu terlihat dari hasil pendaftaran calon Pilkades serentak 2015. “Pilkades sudah hangat di sini (Desa Pintu Langit Jae,red). Apalagi dengan hadirnya mantan anggota DPRD sebagai […]

  • Silangitkoi Pengejawantahan Green Economy

    Silangitkoi Pengejawantahan Green Economy

    • calendar_month Jumat, 4 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Silangitkoi merupakan pengejawantahan dari green economy seperti yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada pertemuan Group of Twenty (G20) beberapa waktu lalu. Hal itu disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumatera Utara (Sumut) H. Ivan Iskandar saat berkunjung ke Silangitkoi Hutasiantar, Panyabungan, Jumat (4/2). “Saya melihat apa yang dilakukan oleh owner […]

expand_less