Jumat, 17 Apr 2026
light_mode

Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Biarkan alam yang menjawab. Mungkin kata-kata itulah yang tepat terkait keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keberadaan tambang emas ilegal kian hari kian tidak terkoordinir. Tinggal menunggu waktu terjadinya bencana?

Sebenarnya, tanda-tanda bencana sudah mulai tampak. Seperti baru-baru ini, empat penambang dari Jawa, meninggal dalam lubang tambang diduga karena keracunan. Sementara jumlah yang luka-luka atau patah tulang, sudah banyak. Belum lagi dampak yang ditimbulkan mesin galundung (mesin pemisah emas dari batu) yang memakai bahan merkuri. Seperti diketahui, merkuri sangat berbahaya untuk kesehatan.

Sejak tambang emas ilegal di Hutabargot beroperasi, masyarakat tampaknya tidak lagi memikirkan dampak lingkungan yang ditimbulkan merkuri. Bahkan sebagian lahan pertanian dan perkebunan sudah rusak. Ada yang rusak akibat limbah merkuri, ada pula yang rusak karena tidak diurus si empunya lagi.

Kejadian-kejadian yang terjadi di lokasi tambang emas ilegal adalah contoh kecil bahwa alam sudah mulai jenuh melihat ulah manusia yang telah merusak lingkungannya tanpa memikirkan akibatnya. Kemungkinan korban-korban lain akan berjatuhan, hanya menunggu waktu saja.

Belum lagi akhir-akhir ini di lokasi tambang, situasinya semakin memanas. Perkelahian antara penambang kerap terjadi, karena masyarakat yang datang menambang merasa bahwa tambang emas liar yang ada di Bukit Sarahan Kecamatan Hutabargot, tidak ada yang memiliki dan tidak mempunyai badan hukum.

Pantuan wartawan, sudah hampir semua elemen masyarakat di Madina mendukung tambang emas ilegal. Mereka mendukungnya demi mendapat keuntungan yang banyak, tanpa memikirkan bahaya.

Terlihat di lokasi tambang emas, sudah banyak tanah-tanah longsor, karena tidak adanya aturan untuk membuat lubang sehingga tanah diperbukitan mulai labil. Tidak tertutup kemungkinan akan terjadi longsor.

Jadi untuk mengantisipasi ini semua dan agar tidak akan ada lagi korban jiwa yang berjatuhan, perlu peran aktif Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, harus sesegera mungkin mengkoordinir ataupun menertibkan tambang emas liar tersebut sebelum alam yang akan menjawabnya.

Pemerintah jangan hanya melarang dengan mengeluarkan surat perintah tanpa ada aksi turun ke lapangan. Kalau tidak ditertibkan sesegera mungkin, tidak tertutup kemungkinaan korban akan terus bertambah. (BS-026)
Sumber : beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mantan Kepala Kemenag Madina Ditahan Kejatisu

    Mantan Kepala Kemenag Madina Ditahan Kejatisu

    • calendar_month Rabu, 24 Feb 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menahan mantan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumut, Iwan Zulhami (IZ) dan Zainal Arifin (ZA), mantan Plt Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Mandailing Natal. Penahanan keduanya dilakukan Selasa (23/2/2021) petang, dalam kasus dugaan suap jabatan di Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Utara (Sumut). Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar […]

  • Soal Panyabungan Macet, Akibat Keterbatasan Terminal

    Soal Panyabungan Macet, Akibat Keterbatasan Terminal

    • calendar_month Selasa, 12 Jun 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kemacetan di depan Pasar Baru Panyabungan, diduga akiat lemahnya Pemkab Madina melakukan penertiban angkutan umum yang parkir di badan jalan. “Tiap hari itu bang, angkutan umum parkir di badan jalan. Ya, macetlah. Kayaknya Pemkab tak berani sama pengusaha angkutan,” kata Leman Lubis, warga Panyabungan kepada Mandailing Online, Selasa (12/6/2018). Jalan raya […]

  • Menyongsong Kehadiran Bandara Mandailing Natal

    Menyongsong Kehadiran Bandara Mandailing Natal

    • calendar_month Selasa, 4 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Zainuddin JR Lubis Praktisi Komunikasi Publik/Pemerhati Kab Madina Pembangunan Bandar Udara Mandailing Natal berlokasi di Kecamatan Bukit Malintang di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) Sumut akan dapat menarik perhatian terutama kalangan investor yang hendak menanamkan modal di Kabupaten ini. Kehadiran bandara itu sudah lama diidam-idamkan Pemkab Madina demikian dengan masyarakatnya. Apalagi bandara itu nantinya dapat memperpendek […]

  • Jelang Ramadan, Pedagang dan Pembeli Daging Sepi

    Jelang Ramadan, Pedagang dan Pembeli Daging Sepi

    • calendar_month Rabu, 17 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Satu hari menjelang puasa Ramadan, harga daging di Panyabungan dan Kotanopan sebesar Rp.120.000 per kilo gram. Pantauan Mandailng Online di pasar baru Panyabungan dan pasar Kotanopan, Rabu (17/6) posisi pukul 13.10 WIB, harga daging kerbau dan lembu sebesar  Rp.120.000 per kilo gram, tulang sup sebesar Rp.80.000 per kilo gram. Sedangkan kikil […]

  • Madina Persiapkan MTQ Tingkat Kabupaten

    Madina Persiapkan MTQ Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXIV tingkat kabupaten. Berlangsung dari 21 hingga 24 Februari 2025, dan menjadi bagian dari peringatan HUT ke-26 Madina serta persiapan menyambut bulan suci Ramadan. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Madina, Bahrudin Juliadi, mengatakan bahwa MTQ merupakan agenda tahunan untuk menanamkan nilai-nilai […]

  • Imran Khaitamy Siap Calon Bupati Madina

    Imran Khaitamy Siap Calon Bupati Madina

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Menjelang Pilkada Madina, muncul nama Imran Khaitami Daulay, SH yang siap maju sebagai calon bupati Madina. “Bila masyarakat meminta dan Allah menghendaki, kenapa tidak, saya siap,” kata Imran di Panyabungan, Madina sebagaimana dikutip MohgaNews, Rabu (3/7/2019). Imran adalah mantan ketua DPRD Mandailing Natal (Madina) periode 2009-2014. Juga pernah menjabat Ketua […]

expand_less