Kamis, 22 Okt 2026
light_mode

Empat Penambang Emas di Hutabargot Tewas Keracunan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Senin, 9 Mei 2011
  • print Cetak


Panyabungan,

Biarkan alam yang menjawab. Mungkin kata-kata itulah yang tepat terkait keberadaan tambang emas ilegal di Kecamatan Hutabargot, Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Keberadaan tambang emas ilegal kian hari kian tidak terkoordinir. Tinggal menunggu waktu terjadinya bencana?

Sebenarnya, tanda-tanda bencana sudah mulai tampak. Seperti baru-baru ini, empat penambang dari Jawa, meninggal dalam lubang tambang diduga karena keracunan. Sementara jumlah yang luka-luka atau patah tulang, sudah banyak. Belum lagi dampak yang ditimbulkan mesin galundung (mesin pemisah emas dari batu) yang memakai bahan merkuri. Seperti diketahui, merkuri sangat berbahaya untuk kesehatan.

Sejak tambang emas ilegal di Hutabargot beroperasi, masyarakat tampaknya tidak lagi memikirkan dampak lingkungan yang ditimbulkan merkuri. Bahkan sebagian lahan pertanian dan perkebunan sudah rusak. Ada yang rusak akibat limbah merkuri, ada pula yang rusak karena tidak diurus si empunya lagi.

Kejadian-kejadian yang terjadi di lokasi tambang emas ilegal adalah contoh kecil bahwa alam sudah mulai jenuh melihat ulah manusia yang telah merusak lingkungannya tanpa memikirkan akibatnya. Kemungkinan korban-korban lain akan berjatuhan, hanya menunggu waktu saja.

Belum lagi akhir-akhir ini di lokasi tambang, situasinya semakin memanas. Perkelahian antara penambang kerap terjadi, karena masyarakat yang datang menambang merasa bahwa tambang emas liar yang ada di Bukit Sarahan Kecamatan Hutabargot, tidak ada yang memiliki dan tidak mempunyai badan hukum.

Pantuan wartawan, sudah hampir semua elemen masyarakat di Madina mendukung tambang emas ilegal. Mereka mendukungnya demi mendapat keuntungan yang banyak, tanpa memikirkan bahaya.

Terlihat di lokasi tambang emas, sudah banyak tanah-tanah longsor, karena tidak adanya aturan untuk membuat lubang sehingga tanah diperbukitan mulai labil. Tidak tertutup kemungkinan akan terjadi longsor.

Jadi untuk mengantisipasi ini semua dan agar tidak akan ada lagi korban jiwa yang berjatuhan, perlu peran aktif Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, harus sesegera mungkin mengkoordinir ataupun menertibkan tambang emas liar tersebut sebelum alam yang akan menjawabnya.

Pemerintah jangan hanya melarang dengan mengeluarkan surat perintah tanpa ada aksi turun ke lapangan. Kalau tidak ditertibkan sesegera mungkin, tidak tertutup kemungkinaan korban akan terus bertambah. (BS-026)
Sumber : beritasumut

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • USB STAIN Madina Jadi UKM Terdepan dan Terpopuler Bagi Kalangan Mahasiswa

    USB STAIN Madina Jadi UKM Terdepan dan Terpopuler Bagi Kalangan Mahasiswa

    • calendar_month Jumat, 6 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Terbentuk sejak 2018 di STAIN Madina UKM Unit Seni dan Budaya (USB) STAIN Madina selenggarakan Dies Natalis Ke-VI (enam). Sebagai Organisasi kemahasiswaan internal kampus yang bergerak di bidang Seni dan Budaya USB jadi salah satu UKM tertua di STAIN Madina. “Meski, baru berusia 6 tahun USB tak hanya menampilkan eksistensinya saja […]

  • Belum jadi Bupati Madina, Hari ini Harun Mustafa Usulkan 3 Proyek Strategis lewat Komisi V DPR-RI

    Belum jadi Bupati Madina, Hari ini Harun Mustafa Usulkan 3 Proyek Strategis lewat Komisi V DPR-RI

    • calendar_month Rabu, 30 Okt 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): Perjuangan membangun Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terus diupayalan calon bupati madina nomor urut 1 Harun Mustafa Nasution. kali ini lewat Musa Rajekshah anggota komisi V DPR-RI, Harun Mustafa mengusulkan program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3TGAI) untuk Kabupaten Madina. ” hari ini pak Musa Rajekshah selaku anggota […]

  • Mitigasi Iklim Pesisir, Komunitas PINARA Ajak Warga Ubah Limbah Sabut Jadi Cocopeat

    Mitigasi Iklim Pesisir, Komunitas PINARA Ajak Warga Ubah Limbah Sabut Jadi Cocopeat

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      NATAL (Mandailing Online) — Ancaman perubahan iklim di wilayah pesisir membutuhkan tindakan nyata yang berkesinambungan dimulai dari tingkat lokal. Menjawab tantangan tersebut, Komunitas PINARA (People, Innovation, Nature Awareness, and Renewable Action) kembali melangkah melalui praktik lapangan pembuatan cocopeat dari limbah sabut kelapa bersama kaum muda dan perempuan pesisir di Desa Buburan, Kecamatan Natal, Kabupaten […]

  • Insentif Guru Ngaji Tunggu Cair Dana Desa

    Insentif Guru Ngaji Tunggu Cair Dana Desa

    • calendar_month Selasa, 26 Apr 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Parlin Lubis menerangkan saat ini pencarian dana desa masih dalam tahap proses. “Sampai hari ini sudah ada 71 desa (dari total 377 jumlah desa di Madina) yang bisa mencairkan dan ini sudah disampaikan kepada Bupati. Untuk desa lainnya masih proses dan kita juga masih terus bekerja,” […]

  • Hutagodang Muda dan Hutabargot Lombang Raih Predikat Desa Cantik Terbaik se- Sumut

    Hutagodang Muda dan Hutabargot Lombang Raih Predikat Desa Cantik Terbaik se- Sumut

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN BARAT (Mandailing Online) – Dua desa di Mandailing Natal (Madina) meraih predikat Desa Cantik Terbaik 1 se-Sumatera Utara tahun 2024. Desa Cantik singkatan dari Desa Cinta Statistik. Program yang dimotori Badan Pusat Statistik (BPS) secara nasional. Desa Hutagodang Muda Kecamatan Siabu memperoleh predikat Desa Cantik Utama Terbaik 1 se-Sumatera. Desa Hutabargot Lombang Kecamatan Hutabargot […]

  • Batu Tunggal Telan Korban Jiwa

    Batu Tunggal Telan Korban Jiwa

    • calendar_month Senin, 18 Feb 2019
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIABU (Mandailing Online) – Objek wisata Batu Tunggal menelan korban jiwa, Senin (18/2/2019). Seorang remaja bernama Muhammad Hilis (15) tenggelam saat mandi di objek pemandian Batu Tunggal yang berada di Kelurahan Simangambat, Kecamatan Siabu, Mandailing Natal. Malam ini korban disemayamkan di rumah duka Desa Hutapuli. Desa Hutapuli bertetangga dengan Kelurahan Simangambat. Berdasar informasi yang diperolah […]

expand_less