Minggu, 19 Apr 2026
light_mode

Jembatan Gantung Tak Kunjung Selesai Puluhan Tahun Warga Bulu Mario Gunakan Rakit

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Jumat, 3 Feb 2012
  • print Cetak


Panyabungan. Warga Desa Tor Banua Raja (Bulu Mario) dan Sopo Sorik, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) puluhan tahun masih menggunakan rakit untuk menyeberangi Sungai Batang Gadis menuju Jalan Lintas Sumatera dalam rangka melakukan aktivitas.
Nur Asiyah Nasution (39), warga Desa Bulu Mario mengatakan, sebenarnya ada jembatan gantung pundasi beton dibangun. Namun sudah puluhan tahun tak kunjung selesai. Untuk melakukan aktivitas keluar desa mereka terpaksa menggunakan rakit dengan tarif Rp 1000 per orang, belum termasuk barang seperti kenderaan.

“Pemerintah daerah seharusnya memperhatikan kondisi sarana penyeberangan tersebut demi untuk menunjang peningkatan ekonomi rakyat. Apalagi sejumlah desa di seberang Sungai Batang Gadis tersebut adalah pemasok kelapa, coklat dan buah pisang yang selama ini mengalami penurunan harga akibat sarana transportasi yang memakan biaya,” sebutnya.

Diakuinya, ada jalan alternatif menuju Kecamatan Hutabargot dan Naga Juang, namun cukup jauh. Jika kita berjalan kaki sekitar 1 jam.

Marwan Siregar, anggota BPD Sopo Sorik menuturkan, desanya tertinggal akibat kurang diperhatikan pemerintah daerah. Selain jembatan gantung yang tak kunjung selesai, jalan menuju desa tersebut juga masih tanah. Apabila turun hujan jalanan sangat lincin.

“Kepada siapa sebenarnya kita harus mengadu. Setiap musrembang kecamatan dan reses DPRD selalu saja masalah jalan dan jembatan tersebut kita sampaikan, namun sampai sekarang tidak ada tindaklanjutnya,” keluhnya.

Plt Kadis PU Madina, Nasrin Lubis, mengatakan, jalan menuju desa tersebut sudah menjadi program kita tahun ini. Soal jembatan gantung masih dalam pembahasan, sehingga tahun depan ditampung di APBD.

“Kita juga sudah melirik perkembangan kemajuan di dua desa seberang Sungai Batang Gadis tersebut, sehingga kita akan membuka jalan lintas barat melewati sejumlah kecamatan lainnya di seberang Sungai Batang Gadis. Apalagi perluasan pemukiman sudah kita yakini akan lebih berkembang di daerah tersebut,” katanya.
(henri.medanbisnis)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rakornas Produk Hukum Daerah Dihadiri Bupati Madina

    Rakornas Produk Hukum Daerah Dihadiri Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    KENDARI (Mandailing Online) – Bupati Mandailing Natal (Madina) H. Saipullah Nasution mengikuti rapat koordinasi nasional (rakornas) Produk Hukum Daerah (PHD) di Kendari, Sulawesi Tenggara. Seluruh kepal daerah turut hadir dalam kegiatan ini. Dalam acara yang berlangsung selama tiga hari, 26-28 Agustus 2025, Bupati Saipullah hadir bersama Ketua DPRD Erwin Efendi Lubis, Sekretaris Dewan Afrizal Nasution, […]

  • Tak Mau Kehilangan Momen Bersejarah, Wabup Atika Kunjungi PRDT

    Tak Mau Kehilangan Momen Bersejarah, Wabup Atika Kunjungi PRDT

    • calendar_month Senin, 14 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    TAMBANGAN (Mandailing Online) – Tak mau kehilangan momen bersejarah, Wakil Bupati Mandailing Natal (Madina) Atika Azmi Utammi Nasution mengunjungi Pekan Raya Durian Tambangan (PRDT) pada hari kedua pelaksanaan di Desa Laru Baringin, Tambangan, Minggu (13/2) kemarin. Selain momen bersejarah karena ini untuk pertama kalinya digelar PRDT, kegiatan ini juga menjadi momen untuk lebih mengenal berbagai […]

  • Warga : Kolam SMGP Tidak Ada Pagar

    Warga : Kolam SMGP Tidak Ada Pagar

    • calendar_month Minggu, 30 Sep 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      SIBANGGOR (Mandailing Online) – Warga Desa Sibanggor Jae umumnya menyalahkan pihak PT.SMGP terkait tewasnya dua remaja di kolam milik perusahaan itu. Itu diungkapkan warga serta kerabat keluarga korban kepada sejumlah wartawan yang melayat ke kediaman keluarga korban, Minggu (30/9/2018). Kedua korban dimakamkan di desa itu sekitar pukul 10.00 WIB di komplek perkuburan desa. Masing-masing […]

  • Jangan Salahgunakan Proses Marpangir

    Jangan Salahgunakan Proses Marpangir

    • calendar_month Selasa, 26 Jul 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIPIROK- Bagi umat Islam sudah menjadi kebiasaan atau tradisi menggelar mandi taubat atau Marpangir istilah di wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Namun, entah apa yang terjadi atau mungkin dampak kemajuan zaman atau semakin menurunnya akidah dan akhlak umat sehingga akhir-akhir ini banyak ditemui tradisi marpangir terkesan mengarah pada hura-hura bahkan […]

  • Jalinsum Titik Kotanopan Kembali Dapat Dilalui

    Jalinsum Titik Kotanopan Kembali Dapat Dilalui

    • calendar_month Kamis, 8 Nov 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Jalinsum titik Desa Lumban Pasir, Kecamatan Kotanopan yang terputus sekitar 100 meter diterjang Sungai Batang Gadis KOTANOPAN (Mandailing Online) – Jalan negara di di titik Desa Lumban Pasir, Kotanopan, Mandailing Natal kembali dapat dilalui kenderaan, melaui jalur alternatif, Kamis sore (8/11/2018). Badan jalan alternatif ini bersebelahan dengan jalan yang hanyut. Badan jalan negara atau Jalan […]

  • Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 1)

    Bahasa Mandailing, Sastra Klasik Hingga Masa Kolonial (bagian 1)

    • calendar_month Jumat, 14 Jan 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Ragam Bahasa Berdasar klasifikasi bahasa yang ditawarkan Slamet Mulyana, Bahasa Mandailing termasuk rumpun bahasa Austronesia. Z. Pangaduan Lubis ada mengemukakan bahwa di dalam bahasa Mandailing terdapat lima ragam bahasa yang masing-masing kosakatanya berbeda satu sama lain yaitu: Hata somal yaitu ragam bahasa yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hata andung yaitu ragam bahasa sastra yang dipakai dalam tradisi mangandung […]

expand_less