Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Pemkab Harus Jago Lobi Dana Pusat

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 12 Feb 2011
  • print Cetak


Bangun Jalan dan Bandara
MADINA;

Anggota DPRD Mandailing Natal dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Hj Riadoh Rangkuti menilai, banyak pembangunan di kabupaten tersebut terkendala oleh ketiadaan anggaran. Oleh sebab itu Pemkab Madina diimbau untuk terus melobi dana ke pemerintah pusat.
”Kalau dilihat kondisi Jalinsum terutama di Bukit Malintang, itu sangat memprihatinkan. Lihat saja, jalan sepanjang 7 kilometer dipenuhi lubang besar sehingga tak sedikit yang menjadi korban lakalantas. Jadi sudah sepantasnyalah Pemkab jago melobi dana ke pusat mengingat jumlah APBD yang minim dan tidak memungkinkan untuk menampung dana perbaikan apalagi untuk membangunnya,” kata Hj Riadoh kepada METRO, Jumat (11/2).
Diutarakan Riadoh, salah satu bukti bahwa daerah tersebut maju ditunjukkan dengan bagusnya jalur transportasi dalam hal ini infrastruktur jalan raya, serta yang menyangkut fasilitas umum. Sementara di Kabupaten Madina masih jauh, karena banyak kendala dalam pembangunannya.
Saat disinggung rencana pembangunan bandara di Kecamatan Bukit Malintang, sehingga pesawat Merpati dengan penumpang 35 orang nantinya bisa mendarat, Riadoh sangat mendukungnya. Sebab, menurutnya, bandara saat ini sangat dibutuhkan warga Madina, apalagi ada beberapa perusahaan besar yang beroperasi di Madina. Namun, Riadoh mengeluhkan pembangunan bandara yang sampai sekarang masih hanya pembangunan jalan hotmix sepanjang satu kilometer.
Oleh karena itu, untuk mewujudkan pembangunan seperti bandara dan jalan tersebut, Pemkab harus mampu melobi pemerintah pusat agar ditampung di dana alokasi khusus (DAK) atau dana alokasi umum (DAU). Karena, jika hanya berharap dari anggaran daerah saja, pembangunan bandara diyakini tak akan selesai.”Kalaupun bisa selesai itu dalam waktu yang panjang, dan APBD tahun ini saja tak ada yang dialokasikan untuk dana pembangunan bandara itu,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Bappeda Madina, Drs H Imran Nasution MM didampingi Kabid Fisik, Jufri Antoni kepada METRO belum lama ini menjelaskan, pembangunan bandara di Madina merupakan suatu hal yang cukup penting bagi kemudahan transportasi baik bagi pemerintah ataupun masyarakat. Namun, rencana pembangunan bandara masih mengalami kendala di bidang alokasi anggaran.
Di mana anggaran yang telah dikucurkan Pemkab Madina sejak tahun 2007 hingga saat ini mencapai sekitar Rp1,3 miliar. Dana tersebut dibagi kedalam dua kegiatan yakni Rp495 juta untuk rencana induk atau master plant, sedangkan untuk biaya studi kelayakan menelan biaya kurang lebih Rp800 juta.
”Rencana pembangunan bandara ini sejak tahun 2007. Saat itu kita lakukan studi kelayakan dan hasilnya kita ajukan ke Departemen Perhubungan. Kemudian tahun 2008 masuk ke tahap ekspos provinsi atau kajian provinsi atas rencana pembangunan bandara. Tahun 2009, kita memeroleh persetujuan izin lokasi, di mana lokasi yang kita pakai adalah lahan milik Disbun Sumut, dan saat ini masih ditanami karet oleh warga. Itupun karena kita belum memasuki Detail Enginering Design (DED),” terang Imran.
Dijelaskannya, kendala yang ada saat ini adalah belum tertampungnya anggaran untuk DED, di mana untuk memastikan berapa besaran biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan fisik harus mengacu kepada DED tersebut. Untuk menyelesaikan DED, dikatakan Imran, biaya yang harus dipenuhi sekitar Rp1 miliar. ”Kendala saat ini belum tertampung anggaran untuk DED,” sebut Imran.
Lokasi bandara direncanakan seluas kurang lebih 45 hektare. Dari jumlah luas ini masih ada sebagian milik masyarakat sekitar. Rencananya, run way atau landasan pacu seluas 900 meter hingga 1 kilometer. Kapasitas pesawat yang bisa diakomodasi di bandara ini yakni pesawat jenis M 50 atau sejenis Merpati dengan muatan kurang lebih 35 orang.
”Direncanakan pesawat yang ditampung adalah jenis M 50. Namun, untuk awalnya mungkin sejenis Susi Air itu atau dengan kapasitas 12 orang,“ pungkasnya. (wan)
Sumber : Metro Tabagsel

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKM Konversikan Kebudayaan Mandailing ke Industri

    KKM Konversikan Kebudayaan Mandailing ke Industri

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Dosen di Universitas Utrecht, Blanda Dr.Hayyan Ul Hag SH, LL.M menyatakan Kampoeng Kaos Madina (KKM) memiliki peran mengkonversi kebudayaan Mandailing ke dunia industri. “Saya terkesan melihat kesungguhan dan komitmen yang diperlihatkan Sobir Lubis dari Kampoeng Kaos Madina yang nota bene seorang pengusaha, tetapi memiliki perhatian serius dalam pengembangan kebudayaan,” katanya usai […]

  • Harimau Sumatera Mendekati Pemukiman di Tambangan

    Harimau Sumatera Mendekati Pemukiman di Tambangan

    • calendar_month Kamis, 15 Mar 2018
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

      TAMBANGAN (Mandailing Online) – Seekor diduga Harimau Sumatera berkeliaran di sekitaran pemukian 3 desa Kecamatan Tambangan, Mandailing Natal sejak Rabu (14/3/2018). Jejak kaki harimau itu menimbulkan ketakutan di kalangan warga Desa Tambangan Jae, Tambangan Tonga dan Desa Simangambat sejak Rabu hingga Kamis terutama bagi warga yang hendak ke kebun dalam aktifitas menyadap karet. Informasi […]

  • Komisi I Pertanyakan Kemitraan dengan Dinas Pendidikan

    Komisi I Pertanyakan Kemitraan dengan Dinas Pendidikan

    • calendar_month Rabu, 16 Feb 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Komisi I DPRD Mandailing Natal (Madina) mempertanyakan fungsi kemitraan dengan Dinas Pendidikan yang terkesan mengabaikan keberadaan lembaga legislatif. Hal ini menyikapi tidak adanya pemberitahuan dari Dinas Pendidikan kepada Komisi I terkait diberlakukannya PTM terbatas di Madina. Padahal kebijakan ini berhubungan erat dengan masyarakat. Anggota Komisi I Rahmat Risky Daulay mengatakan terkait […]

  • Danrem 023/KS Instruksikan  Prajurit Tanam Cabai di Polybag

    Danrem 023/KS Instruksikan Prajurit Tanam Cabai di Polybag

    • calendar_month Kamis, 26 Jan 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Danrem 023/KS Kolonel Inf Richard TH Tampubolon menginstruksikan kepada seluruh prajurit di jajarannya menanam cabai di pekarangan rumah maupun di wilayah perkantoran memakai polybag. Hal tersebut disampaikan Richard TH Tampubolon melalui Kapenrem Mayor Arm Ojak Simarmata kepada wartawan, Kamis (26/1/2016) dalam mensiasati lonjakan harga cabai. Jika seluruh prajurit yang ada di […]

  • Gula Aren Sipapaga Tembus Pasar Sumut

    Gula Aren Sipapaga Tembus Pasar Sumut

    • calendar_month Senin, 24 Jun 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 2Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Gula aren buatan Desa Sipapaga, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) sudah lama menembus pasaran di kawasan Sumatera Utara. Kepala Desa Sipapaga, Zulkarnaen Nasution, SP, Senin (24/6) menyatakan, para pedagang pengumpul selalu datang menjemput langsung ke desa itu. Sehingga para pengrajin gula aren di desa ini tak repot-repot mencari pembeli. “Biasanya […]

  • Episode Baru Tahun Keempat Arab Spring

    Episode Baru Tahun Keempat Arab Spring

    • calendar_month Selasa, 31 Des 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Musthafa Luthfi (kolumnis hidayatullah.com, tinggal di Yaman) MENJELANG tutup tahun 2013 Masehi ini boleh dikatakan bahwa kawasan Timur Tengah (Timteng) memasuki episode baru pasca Arab Spring yang mamasuki tahun keempat dengan masih diwarnai ketidakmenentuan di negara-negara Arab yang “disinggahi“ musim semi tersebut. Isyarat episode baru itu dapat dilihat terutama dari perkembangan baru krisis nuklir […]

expand_less