Sabtu, 5 Sep 2026
light_mode

Masyarakat Sepakbola Aceh Tolak Nurdin Halid

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Rabu, 23 Feb 2011
  • print Cetak


Para pengunjukrasa mengusung poster Nurdin Halid dalam aksi unjukrasa di Bundaran Simpang Lima Banda Aceh, Selasa (22/2).

Banda Aceh,

Insan sepakbola Aceh melakukan aksi unjukrasa menuntut penolakan Nurdin Halid sebagai calon ketua PSSI yang akan digelar di Bali, Maret mendatang.

Aksi yang berlangsung di Bundaran Simpang Lima, Banda Aceh, Selasa (22/2), menuntut Nurdin Halid dan konco-konconya mundur dari kepengurusan PSSI karena dinilai telah mencoreng citra PSSI dan dinilai sangat tidak layak lagi memimpin PSSI priode 2011-2015.

Dalam aksi yang mendapat pengawalan dari aparat kepolisian ini, pengunjuk rasa yang juga meminta seluruh rakyat Indonesia untuk mendukung perubahan di tubuh PSSI yang telah terkontaminasi dengan kepentingan politik.

“Kami meminta seluruh pecinta sepakbola di tanah air menentang Nurdin Halid yang jelas-jelas telah mencoreng citra sepak bola di Tanah Air. Sepak bola telah dijadikan ajang politik untuk kepentingan kelompok tertentu,” teriak Oki Tiba sekalu koordinator aksi.

Dalam peryataan sikapnya, Masyarakat Aceh Pecinta Sepakbola juga menolak Nurdin Halid dan antek-anteknya dari bursa pencalonan ketua umum dan pengurus PSSI yang baru. Massa juga mendesak PSSI untuk melaksanakan kongres pemilihan ketua umum dan pengurus PSSI secara fair tanpa politik uang demi kemajuan sepakbola di Tanah Air.

“Tuntutan kami terhadap perubahan di tubuh PSSI adalah harga mati dan terus berjuang demi kemajuan sepabola Indonesia,” ujar Oki.

Masyarakat pencinta bola Aceh ini juga menyadari, kalau revolusi di tubuh PSSI bukanlah pekerjaan yang mudah, karena hampir seluruh organ PSSI baik di pusat maupun di daerah, termasuk di Aceh telah menjadi bagian dari mafia sepakbola yang memang sudah merajalela.

Sinyalir kalangan pencinta bola di Aceh ini sangat beralasan, pasalnya pengurus provinsi (Pengprov) PSSI Aceh tetap menjagokan Nurdin Halid sebagai Ketum PSSI priode empat tahun mendatang karena dinilai masih cocok dan layak pimpim PSSI.

Ketua Pengprov Aceh Zainuddin Hamid menilai sosok Nurdin hingga saat ini masih dibutuhkan untuk memikirkan perkembangan sepakbola di Indonesia. bahkan, Zainuddin optimistis Nurdin bakal mendapat dukungan dari pemilik suara dalam kongres PSSI di Bali pada 26 Maret mendatang.

“Kami akan tetap memberikan suara dan kepercayaan kepada Nurdin Halid untuk memimpin PSSI,” tegas Zainuddin yang akrab disapa Let Bugeh Senin.

Let Bugeh mengakui, memang belakangan ini PSSI di bawah kepemimpinan Nurdin Halid mendapat kritikan dari berbagai pihak, tapi saya menganggap sebagai hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Memimpin sebuah organisasi olah raga diperlukan sosok yang loyal dan pekerja keras. (irn)
Sumber : Analisa

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Game Bass Juara Festival Band Kajari Panyabungan Cup I

    Game Bass Juara Festival Band Kajari Panyabungan Cup I

    • calendar_month Senin, 25 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Grup Band Game Bass akhirnya keluar sebagai juara I Festival Band Kajari Panyabungan Cup I 2010, Jumat-Sabtu (22-23/10/2010) di areal parkir Pasar Baru Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Sedangkan posisi kedua ditempati Grup Band Base, Grup Band Ri Et On posisi III dan Grup Band The Finegeers juara favorit. Untuk gitaris terbaik jatuh gitaris Grup The […]

  • Kemauan Politik Untuk Kopi Mandailing

    Kemauan Politik Untuk Kopi Mandailing

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      Ratusan sudah nama “Mandheling Coffee” diproduksi puluhan negara dan menjadi salah satu bubuk kopi bergengsi di dunia internasional. Nomenclatur “Mandheling Coffee” pada merek dagang kopi di pasar internasional telah menobatkan nama Mandailing sangat terkenal di dunia. Tetapi, kopi Mandailing justru saat ini nyaris tak terlihat di tanah Mandailing. Kebun-kebun kopi rakyat di Mandailing surut […]

  • Atraksi Kudo Kepang

    Atraksi Kudo Kepang

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Beberapa orang pemain “Kudo Kepang” atau Kuda Kepang memeperagakan atraksi ketika ambil bagian pada karnaval peringatan HUT RI ke-70 di Jl.Willem Iskander, Panyabungan, Mandailing Natal. Grup Kuda Kepang ini merupakan binaan etnis Jawa yang tergabung dalam organisasi Pujakesuma di Mandailing Natal. Etnis Jawa banyak bermukim di tanah Mandailing sejak lama. Mereka merupakan salah satu etnis […]

  • Pemuda Desa Pidoli Lombang Libatkan diri Cari Pelaku Perkosaan Terhadap Warganya

    Pemuda Desa Pidoli Lombang Libatkan diri Cari Pelaku Perkosaan Terhadap Warganya

    • calendar_month Minggu, 10 Nov 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Panyabungan ( Mandailing Online ): kasus perkosaan yang dialami SN ( 20 ) warga desa pidoli lombang, Kecamatan Panyabungan Kota, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) masih terus jadi tanda tanyak Pasalnya dari 4 orang yang terlibat dari  pengakuan korban. Baru 1 orang yang diamaankan kepolisian dari Polres Madina yakni inisial I bekerja sebagai tenaga […]

  • Abaikan LHP Ombudsman, Kuasa Hukum Somasi DPRD dan Ancam Bongkar Dugaan Suap Seleksi KPID Sumut

    Abaikan LHP Ombudsman, Kuasa Hukum Somasi DPRD dan Ancam Bongkar Dugaan Suap Seleksi KPID Sumut

    • calendar_month Senin, 25 Apr 2022
    • account_circle Roy Adam
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online)  – Kuasa Hukum 8 Calon Komisioner KPID Sumut 2021-2024 Ranto Sibarani menyomasi DPRD Sumut terkait belum dilaksanakanya tindakan korektif atas Laporan Akhir Hasil Pemeriksaan (LAHP) Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut. Surat somasi ditujukan kepada Ketua DPRD Sumut Baskami Ginting c/q Ketua Komisi A DPRD Sumut Hendro Susanto. “Padahal surat monitoring kepada keduanya […]

  • Naskah Deklarasi “Batang Pungkut Green Conservation”

    Naskah Deklarasi “Batang Pungkut Green Conservation”

    • calendar_month Selasa, 5 Okt 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Bismillahirrahmanirrahim Sesungguhnya kami menyadari bahwa lingkungan hidup adalah warisan yang paling berharga untuk generasi yang akan datang, oleh karena itu kami berkomitmen untuk menjaganya. Kami menyadari bahwa dampak negatif pertambangan lebih besar dari pada dampak positifnya terhadap masyarakat dan lingkungan hidup, oleh karena itu kami menolak pertambangan khususnya di wilayah Kabupaten Mandailing Natal. Kami menghormati […]

expand_less