Sabtu, 29 Agu 2026
light_mode

Kemauan Politik Untuk Kopi Mandailing

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 26 Mar 2015
  • print Cetak

 

Ratusan sudah nama “Mandheling Coffee” diproduksi puluhan negara dan menjadi salah satu bubuk kopi bergengsi di dunia internasional. Nomenclatur “Mandheling Coffee” pada merek dagang kopi di pasar internasional telah menobatkan nama Mandailing sangat terkenal di dunia.

Tetapi, kopi Mandailing justru saat ini nyaris tak terlihat di tanah Mandailing. Kebun-kebun kopi rakyat di Mandailing surut seiring keluarnya Belanda dari Indonesia. 

Tidak demikian di tanah Toba kawasan Siborong-borong hingga Lintong Nihuta, atau Gayo di  Aceh Tengah. Daerah-daerah itu hingga kini masih eksis berbudidaya kopi, sehingga biji kopi mereka setelah di tangan eksportir, sebagiannya menjelma menjadi kopi Mandailing. 

Apa yang salah? Tak ada. Kita hanya terlalu lama tak bergerak dan tidur.Mandheling Coffee adalah peluang maha besar. Tanah Mandailing juga adalah tanah kopi. Yang diperlukan hanya mendorong rakyat untuk kembali bertanam kopi dan mendorong swasta melirik peluang ini.

Dorongan untuk menghidupkan kembali kejayaan kopi Mandailing yang pernah diraih pada era kolonial Belanda. Selain kaitannya dengan upaya pertumbuhan ekonomi daerah, juga agar kopi yang bermerek dagang Mandheling Coffee betul-betul berbahan baku dari tanah aslinya, tanah Mandailing.

Kita sangat salut dengan upaya Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Madina yang sudah menyelesaikan grand desaign pengembangan Kawasan Agroforestry Kopi Mandailing di Ulu Pungkut.

Sebuah desain yang berdimensi luas. Ada gagasan pemberdayaan masyarakat lokal, ada sisi agrowisata, ada nuansa kearifan lokal bagi pelestarian hutan, dan tentu peluang bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Tentu ini langkah awal. Juga bukan basa basi selama seluruh pihak turut menyingsingkan lengan bersama-sama mengeroyok merealisasikan gagasan ini.

HIPMI Madina sudah kepincut pada gagasan ini, karena selain akan banyak menyerap tenaga kerja juga keuntungan untuk daerah. Wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara akan masuk ke Madina.

“Label kopi Mandailing luar biasa terkenalnya di ratusan negara. Jika kita memiliki satu kecamatan yang memiliki kebun kopi yang tertata dan didesain sedemikian rupa, maka wistawan lokal dan internasional pasti datang,” kata Sekretaris HIPMI Madina, Dia Ulhaq.

Masalahnya sekarang, adakah kemauan politik dari DPRD dan terutama bupati? Ini penting mengingat aplikasi gagasan ini membutuhkan dana yang besar dan membutuhkan keterlibatan secara lintas sektoral.

Kita yakin, apabila kemampuan anggaran daerah terbatas untuk merealisasikan agroforestry ini, keterlibatan pihak swasta bisa menjadi solusi. Atau perusahaan daerah jika kelak berdiri, tak mustahil saham-saham swasta pasti masuk bagi proyek agroforestry ini.

Tentu semua sepakat bahwa kopi Mandailing termasuk salah satu potensi yang akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah jika dikembangkan sebagaimana Asisten Residen Mandailng Angkola, Phillipus Godon membuka dan mengembangkan kebun kopi rakyat di tanah Mandailing era 1840-an. Mari. (Dahlan Batubara)

 

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bapenda Raih Juara Umum, Pemkab Madina Serahkan Hadiah Lomba Inovasi Daerah 2025

    Bapenda Raih Juara Umum, Pemkab Madina Serahkan Hadiah Lomba Inovasi Daerah 2025

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle webmaster
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Bertempat di Aula Bupati, Komplek Perkantoran Payaloting, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menggelar acara puncak penyerahan hadiah Lomba Inovasi Daerah tahun 2025 pada Senin (2/2/2026). Acara ini menjadi momentum penting dalam mengapresiasi kreativitas serta terobosan inovatif yang lahir dari masyarakat dan perangkat daerah. Lomba yang diinisiasi oleh Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) berkolaborasi dengan […]

  • Komisi III DPRD Madina Diminta Awasi 4 Proyek di Panyabungan Timur

    Komisi III DPRD Madina Diminta Awasi 4 Proyek di Panyabungan Timur

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN TIMUR (Mandailing Online) – Komisi III DPRD Mandailing Natal (Madina) diminta segera meninjau beberapa proyek fisik tahun 2015 ini di Kecamatan Panyabungan Timur bersumber dana dari APBD Madina. Tinjauan Komisi III itu sangat diperlukan agar ada pengawasan sejak dini terhadap pelaksanaan pekerjaan proyek. Sejumlah warga menduga pihak pemborong dan pejabat pemerintah bersekongkol merendahkan mutu […]

  • Kader AMPI Sorot Sosialisasi Proyek SMGP dengan Kadin Madina

    Kader AMPI Sorot Sosialisasi Proyek SMGP dengan Kadin Madina

    • calendar_month Rabu, 7 Apr 2021
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kader AMPI Mandailing Natal meyoroti kegiatan Sosialisasi Persyaratan Vendor Lokal Sebagai Rekanan PT.SMGP kepada Kadin Mandailing Natal di Bagas Nagodang, Panyabungan, Selasa (6/4/2021). Materi sosialisasi menyangkut hal-hal persyaratan teknis dan administratif bagi para pengusaha lokal dibawah naungan Kadin (Kamar Dagang dan Industri) untuk menjadi perusahaan rekanan  menggarap proyek-proyek di PT SMGP. […]

  • Pernikahan Beda Agama Legal, Tuntunan Agama Diabaikan Negara?

    Pernikahan Beda Agama Legal, Tuntunan Agama Diabaikan Negara?

    • calendar_month Sabtu, 8 Jul 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Oleh: Dewi Soviariani Pemerhati Umat “Amin kita sama, tapi iman kita berbeda”, begitu kira-kira semboyan generasi milennial dan generasi z dalam mewacanakan kehidupan mereka dalam bingkai liberalisasi beragama. Bebasnya interaksi pergaulan lawan jenis menempatkan hubungan perasaan pada batasan yang sudah melewati rambu rambu akidah. Tak sedikit dari milenial maupun gen z menyatukan perbedaan keyakinan tersebut […]

  • Toke Kulit Manis Tewas Dilinggis

    Toke Kulit Manis Tewas Dilinggis

    • calendar_month Selasa, 29 Jan 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    SIDIMPUAN, (MO) – Toke atau pengumpul kulit manis, Sugeng Rajamin (24), ditemukan tewas di dalam saluran air di pinggir Jalan Abdul Haris Nasution, Kelurahan Batunadua Julu, Kecamatan Padangsidimpuan (Psp) Batunadua, Kota Psp, Minggu (27/1) sekitar pukul 10.00 Wib. Diduga, korban tewas akibat dihantam linggis. Informasi yang dihimpun wartawan dari Polres Tapsel, kemarin menyebutkan, sesuai laporan […]

  • SMK Namira Husada Kembangkan Tortor Mandailing

    SMK Namira Husada Kembangkan Tortor Mandailing

    • calendar_month Sabtu, 17 Agt 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Didorong keinginan berpartisipasi mengembangkan kesenian Mandailing, SMK Kesehatan Namira Husada Madina menseriusi kesenian tarian tortor. SMK yang berlokasi di Gunungtua, Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) ini aktif menggiatkan tor-tor terhadap pelajarnya. Bahkan, mereka juga sudah sering diundang memeriahkan berbagai kegiatan seremoni di Madina. “Mereka turut meriahkan tamu dari manca negara saat […]

expand_less