Selasa, 21 Apr 2026
light_mode

Rekaman Suara "Osama" Ancam Prancis Pemerintah Prancis menanggapi ancaman ini dengan sangat serius.

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 28 Okt 2010
  • print Cetak

Stasiun televisi berita Al-Jazeera, Rabu 27 Oktober 2010, menyiarkan rekaman seseorang, yang diduga adalah suara Osama bin Laden, pemimpin jaringan teroris al-Qaeda.

Dalam rekaman tersebut, bin Laden memperingatkan pemerintah Prancis menarik tentaranya dari Afghanistan dan mencabut larangan pemakaian burqa.

“Jika kalian ingin menindas kami dan berpikir bahwa kalian berhak melarang wanita mengenakan burqa, berarti kami juga berhak untuk mengusir tentara pendudukan kalian dari tanah kami dan menebas leher mereka semua,” ujar rekaman suara itu seperti yang juga dilansir dari laman stasiun televisi CNN.

“Satu-satunya cara untuk mengamankan negara dan tetap menjaga keamanan kalian adalah dengan menarik semua ketidakadilan dan pembatasan yang kalian terapkan kepada orang-orang kami, dan yang terpenting adalah menarik semua tentara kalian dari perang hina Bush di Afghanistan,” lanjut rekaman itu.

Rekaman tersebut hanya terdiri dari suara saja, tanpa rekaman visual. Belum ada bukti kuat yang menunjukkan bahwa rekaman itu adalah benar-benar suara Osama bin Laden. Namun, para ahli intelijen AS mengatakan bahwa belum pernah ada rekaman palsu suara bin Laden sebelumnya.

“Jika kalian membunuh kami, kalian juga akan kami bunuh. Jika kalian memenjarakan kami, kalian akan kami penjarakan, dan jika kalian mengancam keamanan kami, kami juga akan mengancam keamanan kalian. Pelaku ketidakadilan adalah penjahat yang sebenarnya,” lanjut rekaman tersebut.

Belum ada komentar lansung dari pemerintah Prancis, namun pengamat teror CNN, Paul Cruickshank, mengatakan bahwa pemerintah Prancis akan menanggapi ancaman ini dengan sangat serius.

Anggota parlemen Prancis dari partai UMP, Lionel Lucas, mengatakan bahwa pemerintah sudah seharusnya menanggapi ancaman ini dengan serius dan tidak menyerah pada teroris.

“Jika kita lemah, maka kita akan semakin rapuh dan semakin menjadi sasaran dari teroris ini. Jadi kita harus tetap tegas dan ketegasan terkadang sulit dan menyakitkan,” ujar Lucas pada siaran radio RTL.

Saat ini, Prancis memang tengah bersiaga menghadapi ancaman serangan teror. Warna merah yang tercantum pada tingkat ancaman teror di Prancis adalah yang kedua tertinggi.

Sebelumnya, menara Eiffel telah dievakuasi dua kali dalam sebulan terakhir karena ancaman bom melalui telepon. Serangan terorisme yang diduga sedang dirancang untuk menyerang Eropa, disinyalir akan serupa dengan serangan teror di Mumbai pada 2008 lalu yang menewaskan lebih dari 100 orang. (umi)
Sumber :VIVAnews

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sepekan Ajaran Baru, Pedagang  Kebutuhan Sekolah Kebanjiran Omset

    Sepekan Ajaran Baru, Pedagang Kebutuhan Sekolah Kebanjiran Omset

    • calendar_month Selasa, 18 Jul 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online ) Meski telah sepekan tahun ajaran baru telah berjalan, para pedagang alat tulis dan buku tetap kebanjiran omset, sejumlah toko buku dan alat tulis di kota Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal ( Madina ) terlihat ramai pembeli, omset pedagang pun meningkat drastis. Nur Aini Lubis salah seorang grosir buku dan alat tulis […]

  • BNPB : Setidaknya 60 Rumah Rusak Ringan Akibat Gempa Sidimpuan

    BNPB : Setidaknya 60 Rumah Rusak Ringan Akibat Gempa Sidimpuan

    • calendar_month Sabtu, 15 Jul 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      JAKARTA (Mandailing Online) – Berdasar data sementara BNPB, setidaknya 60 rumah warga rusak ringan akibat gempa 5,5 SR yang mengguncang Sidimpuan dan sekitarnya, Sumatera Utara, Jum’at (14/7/2017). “Jumlah keseluruhan rumah yang rusak akibat bencana gempa pagi tadi ada 60 unit. Ke-60 unit rumah ini tersebar di Kota Padangsidempuan dan Tapanuli Selatan,” kata Kepala Pusat […]

  • SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan Buka Pendaftaran Siswa

    SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan Buka Pendaftaran Siswa

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Mulai tanggal 11 Juni 2015, SMP Muhammadiyah 31 Panyabungan, Mandailing Natal mulai  menerima pendaftaran peserta didik baru untuk tahun pelajaran 2015-2016. “Bagi para orang tua sisiwa yang ingin mendaftarkan anaknya ke sekolah ini silahkan mendaftarkannya ke gedung SMP Muhammadiyah di Desa Gunung Tua Panggorengan, Kecamatan Panyabungan,” ujar Sahrial Alamsyah, Kepala SMP […]

  • Hartono Tenang Setelah Kembali ke Islam

    Hartono Tenang Setelah Kembali ke Islam

    • calendar_month Selasa, 17 Des 2013
    • account_circle Redaksi Abdul Holik
    • 0Komentar

    Acara di radio membuatnya tertarik mempelajari Islam lebih dalam. Hartono (25 tahun) lahir dari keluarga Islam. Namun, ia besar tanpa pendidikan agama. Hal ini membuat jiwanya kosong. Ia mengaku selama itu ia tak pernah mendalami Islam secara sungguh-sungguh. “Saya blank sama sekali tentang Islam,” ujarnya kepada Republika lewat sambungan telepon, pekan lalu. Ia merasa pemahaman […]

  • Ada Anggaran Empat Pilar di 377 APBDes 2024 di Madina

    Ada Anggaran Empat Pilar di 377 APBDes 2024 di Madina

    • calendar_month Jumat, 17 Mei 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN ( Mandailing Online) : Sosialisasi Jaksa Garda Desa nampaknya ditunda pelaksanaannya oleh sejumlah Desa di Kabupaten Mandailing Natal ( Madina) penundaan sosialisaai itu kuat dugaan karena jadwal pelaksanaan bocor ke wartawan. Diketahui ada alokasi APBDes tahun 2024 untuk 4 pilar. 4 pilar itu adalah Wesbang, Penyuluhan hukum, Jaksa Garda Desa dan Sosialisasi Perangkat Desa. […]

  • Ribuan Karyawan Mengamuk dan Bakar Perusahaan di Batam

    Ribuan Karyawan Mengamuk dan Bakar Perusahaan di Batam

    • calendar_month Selasa, 20 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BATAM: Ribuan karyawan subkontrak PT Nexus Engineering Kawasan Industri Kabil Kota Batam mengamuk dan membakar perusahaan tempat mereka bekerja, Selasa sekitar pukul 08.30 WIB. Menurut salah seorang karyawan, Niko, kejadian tersebut dipicu salah seorang karyawan dipukul oleh oknum diduga anggota TNI yang bertugas diperusahaan, karena karyawan yang belum diketahui namannya itu salah parkir. “Ribuan karyawan […]

expand_less