Sabtu, 11 Apr 2026
light_mode

PBB Akui Negara Palestina

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Sabtu, 1 Des 2012
  • print Cetak


Ramallah, (MO)- Warga Palestina, Jumat (30/1), meluapkan kegembiraan setelah Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mengesahkan status Palestina sebagai negara merdeka.
Keputusan Majelis Umum yang bersejarah Kamis malam untuk menerima “Palestina” sebagai satu negara pengamat bukan anggota, mengabulkan tuntutan kemerdekaan atas 4,3 juta warga Palestina yang tinggal di Tepi Barat, Jerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Israel masih menduduki dua wilayah tadi dan melanjutkan pembatasan akses menuju Gaza, yang dikuasai oleh kelompok militan Hamas

Dengan meraih persetujuan pada forum dunia itu, warga Palestina berharap hal ini dapat membuat sulit Israel untuk melawan tekanan dunia untuk membahas perbatasan atas masa depan Palestina berdasarkan pada garis yang Israel kuasai sebelum merebut Tepi Barat, Jerusalem Timur dan Gaza pada 1967.

Pengakuan secara besar-besaran internasional atas hak Palestina menjadi sebuah negara – hanya sembilan dari 193 negara anggota Majelis Umum yang memilih menentang opsi tersebut – memberikan mereka harapan bahwa haluan berpihak pada mereka.

“Kami merasa senang menjadi sebuah negara, meski hanya sebuah nama,” kata pegawai negeri Mohammed Srour (28), mengibarkan bendera di antara kerumunan lebih dari 200 orang di alun-alun kota Ramallah, Tepi Barat.

“Mimpi paling indah setiap manusia adalah memiliki negara merdeka, terutama bagi kami warga Palestina yang tinggal di bawah pendudukan sejak lama.”

Sementara itu,pesawat-pesawat tempur Israel terus berputar di udara di atas pusat Gaza, Palestina kendati telah dicapai gencatan senjata.

“Manuver pesawat militer Israel setiap saat selalu mengawasi seluruh wilayah Jalur Gaza,” kata Ibrahim Dally, warga Gaza, di Kota Gaza, Jumat.

“Israel memang selalu mengkhianati perjanjian dan tidak peduli gencatan senjata,” ujar Ibrahim, merujuk pada gencatan senjata Israel-Hamas yang dimediasi Mesir baru-baru ini.

Wilayah Gaza-Tepi Barat merupakan hasil dari pembagian wilayah antara Palestina-Israel secara sangat tidak adil di masa penjajahan Inggris.

Israel kemudian memproklamirkan kemerdekaannya di atas Palestina pada 1948.(AP/echo/Ant)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kepsek SDN 209 Tidak Masuk

    Kepsek SDN 209 Tidak Masuk

    • calendar_month Jumat, 30 Sep 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    *Warga Desa Batahan Kotanopan Datangi Komisi 1 DPRD Madina PANYABUNGAN : Tiga (3) 0rang warga Desa Batahan Kecamatan Kotanopan Kabupaten Mandailing Natal yang terdiri dari  Kepala Desa Samuel Lubis, Sekdes Adolan Lubis dan Tokoh masyarakat Samsul Bahri , Selasa ( 27-9) Mendatangi Ruang Komisi 1 DPRD Madina untuk Memohon agar Komisi 1 yang membidangi Pendidikan […]

  • DPRD: Segera tetapkan jadwal pencoblosan

    DPRD: Segera tetapkan jadwal pencoblosan

    • calendar_month Selasa, 4 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN – Seluruh Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD ) Mandailing Natal, untuk segera menetapkan jadwal serta dimulainya tahapan, lanjutan pelaksanaan Pencoblosan ulang Pemilukada di Kabupaten Mandailing Natal. Hal tersebut karena telah tercantumnya mata anggaran Pencoblosan ulang Pemilukada Madina pada APBD Madina tahun anggaran 2011. Hal tersebut disampaikan seluruh Fraksi di DPRD Madina […]

  • Ratu Safiatuddin dalam Catatan Sejarah Aceh

    Ratu Safiatuddin dalam Catatan Sejarah Aceh

    • calendar_month Rabu, 6 Jul 2022
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Penobatan Ratu Safituddin sebagai Sultanah Kerajaan Aceh menuai polemik, tetapi putri Sultan Iskandar Muda ini bisa melaluinya dengan baik, hingga 35 tahun pemerintahannya ia berhasil membangun Aceh dari berbagai sisi. PJ Veth, profesor etnografi dan geografi, Leiden University, Belanda, sangat tertarik dengan kepemimpinan perempuan di Aceh, terutama pemerintahan Ratu Safiatuddin. Ia menyebutnya sebagai pemerintahan yang […]

  • Lizzy Anjorin Bermimpi Menjadi Muslim

    Lizzy Anjorin Bermimpi Menjadi Muslim

    • calendar_month Senin, 4 Nov 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Diva Nigeria Lizzy Anjorin memutuskan menjadi Muslim. Sejak kecil ia sudah kagum terhadap ajaran Islam, ia pun diam-diam mempelajarinya lantaran ayahnya seorang Kristen. “Di hati saya, hanya ada Islam. Ibuku seorang Muslim, saya selalu bermimpi, suatu hari akan memeluk Islam,” kata dia. “Hari itu telah datang, dan inilah saya, Alhamdulillah,” kata dia. Setelah menjadi Muslim, […]

  • Warga KPM Rela Antri Berjam Jam Demi Jatah Beras 10 kg

    Warga KPM Rela Antri Berjam Jam Demi Jatah Beras 10 kg

    • calendar_month Selasa, 26 Sep 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Warga Keluarga Penerima Manfaat ( KPM ) di Kota Panyabungan rela antri berjam jam demi jatah beras premium di Kantor Pos Panyabungan Selasa 26/9/2023. Setiap KPM akan dapat jatah 10 kg beras jenis premium dari Pemerintah yang disalurkan lewat Kantor Pos. Ada 5 Kecamatan warga KPM yang akan dilayani Kantor Pos […]

  • Ketua PP Madina: Jika Tak Punya Itikad Baik, PT Rendi Silahkan Angkat Kaki

    Ketua PP Madina: Jika Tak Punya Itikad Baik, PT Rendi Silahkan Angkat Kaki

    • calendar_month Minggu, 5 Nov 2017
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) : Permasalahan lahan warga SP 1 dan SP 2 Tran Singkuang Kecamatan Muara Batang Gadis, Madina yang ditengarai diserobot PT. Rendi Permata Raya terus menuai sorotan. Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten ‎Madina, Syahriwan Nasution ‘Kocu’ kepada wartawan, Sabtu (4/11/2017) menghimbau PT. Rendi mengembalikan lahan yang dituntut warga. “Tetapi, jika perusahaan itu tidak […]

expand_less