Rabu, 15 Apr 2026
light_mode

Hanya Kalimantan aman gempa di Indonesia

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Selasa, 10 Jul 2012
  • print Cetak

peta gempa

JAKARTA – Jika Anda ingin selamat dari gempa, cari daerah yang tidak tertutupi tinta hijau neon pada peta ini. Sayang, sebagian besar wilayah Indonesia hampir hilang tertutup tinta hijau pada peta wilayah gempa sejak 1898 ini. Pulau Kalimantan masih bisa terlihat jelas dengan beberapa titik kecil hijau.

Peta ini menunjukkan lokasi gempa terbesar yang menggoncang sejak 1898. Wilayah sekitar Samudra Pasifik menjadi daerah paling berbahaya. Secara keseluruhan, ada 203.186 titik daerah rawan di penjuru dunia.

Peta berwarna neon dibuat sebagai bagian dari proyek pemetaan oleh manager IDV Solutions, John Nelson. Dia bekerja untuk pembuat piranti lunak visualisasi data, IDV Solutions. Perancang peta asal Michigan, Amerika Serikat ini menjelaskan prosesnya dalam blog IDV.

“Saya menelusuri sumber umum resiko yang dapat terjadi dan menampilkannya melalui peta tematik. Jadi, peta gempa hanya persoalan waktu,” tulisnya seperti dilansir dari Daily Mail.

“Di peta ini, data dari NCEDC.org, USGS, dan Universitas California Berkeley dibagi berdasarkan besarnya gempa. Hasilnya ditempelkan pada gambar Visual Bumi dari NASA. Semuanya dikemas ke dalam proyeksi Times dan berpusat pada bagian paling menarik,” imbuhnya.

Peta gempa Nelson memuat gempa hebat San Francisco, AS yang membunuh 3.000 orang. Bencana tahun lalu di Christchurch, Selandia Baru yang membunuh 185 orang juga sudah dimuat.

Selain gempa, Nelson juga membuat peta jejak setiap tornado di AS selama enam dekade. Dia menggunakan skala Fujita atau skala F yang digunakan untuk mengukur tornadi berdasar tingkat kerusakan pada bangunan dan vegetasi.

Nelson akan mengembangkan versi terbaru dan interaktif yang memuat data 2012. Anda bisa menyaring data pada peta berdasarkan kekuatan, tahun, lokasi, musim, dan faktor lainnya.

Sedikitnya ada 13 wilayah yang paling rawan diayun gempa teknonik bahkan tsunami, karena berada pada pertemuan lempeng Indo-Australia, Lempeng Eurasia dan Lempeng Pasifik.

Pakar Geologi dari Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI), Lono Satrio mengatakan, wilayah itu secara geologis berada pada lempeng-lempeng yang membentuk yang membentuk zona gempa bumi. “Dinamika lempeng-lempeng tersebut membentuk zona gempa,” katanya.

Wilayah yang rawan gempa adalah Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku dan Papua.

Sementara Kalimantan, lanjut Satrio, masih tergolong wilayah aman dari gempa bumi.

Dia menambahkan, gempa bumi terjadi berawal dari gerakan lempeng benua yang mengalami perlambatan akibat gesekan dari selubung bumi, sehingga menyebabkan penumpukan energi di zona tumbukan (subduksi) dan zona patahan yang menimbulkan tekanan, tarikan dan geseran.

Pada saat elastisitas lempeng terlampaui, maka terjadilah patahan batuan yang diikuti oleh lepasnya energi secara tiba-tiba. “Proses ini menimbulkan getaran partikel ke segala arah yang disebut gelombang gempa bumi,” sebut Lono.

Menurutnya, bencana gempa tidak dapat dicegah dan diprediksi namun kita hanya bisa menghindari jatuhnya korban jiwa dengan melakukan mitigasi. Mitigasi gempa bisa dilakukan dengan membuat bangunan tahan gempa, tak mendirikan bangunan di atas atau bawah tebing.

Penting bagi Pemerintah juga untuk membuat Rancangan Tata Ruang dan Wilayah yang mempertimbang aspek kebencanaan, menyelenggarakan pendidikan dini tentang gempa, bencana dan bahayanya serta menyiapkan jalur evakuasi.

Lono melanjutkan, saat terjadi gempa, masyarakat yang berada di tempat-tempat umum yang ramai seperti di mal, bioskop atau hotel jangan pernah membuat kepanikan namun pilihlah cara menyelamatkan diri yang benar.

Sementara Kepala Badan Meteorologi Klimotologi dan Geofisika (BMKG) Aceh Besar, Mata Ie Syahnan mengatakan, intensitas gempa di Aceh cukup tinggi. “Dalam sehari rata-rata terjadi tiga sampai lima kali gempa, tapi banyak yang tidak merasakan,” kata dia. “Gempa ini tergolong gempa mikro, kekuatannya hanya di bawah 3 SR.”(okz)

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • Biografi Adnan Buyung Nasution

    Biografi Adnan Buyung Nasution

    • calendar_month Selasa, 24 Sep 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 1Komentar

    BIOGRAFI Adnan Buyung Nasution adalah pria kelahiran Jakarta, 20 Juli 1934, yang dikenal sebagai seorang advokat handal, pendiri Lembaga Bantuan Hukum Jakarta, dan juga pernah menjabat sebagai anggota DPR/MPR. Tidak banyak yang tahu bahwa nama tengah Buyung sebenarnya adalah Bahrum. Pada akta kelahirannya, namanya tercatat sebagai Adnan Bahrum Nasution. Namun, Buyung menamai dirinya sebagau Adnan […]

  • Ketua DPRD Madina Minta PT Jakon  Toleransi Kaum Ibu Pengumpul Batu di Pidoli

    Ketua DPRD Madina Minta PT Jakon  Toleransi Kaum Ibu Pengumpul Batu di Pidoli

    • calendar_month Selasa, 14 Feb 2023
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina), Sumut Erwin Efendi Lubis meminta PT Jaya Kontruksi memberikan toleransi kepada kaum ibu pengumpul batu di Podoli Dolok, Panyabungan. Permintaan Erwin tercuat dalam pertemuan dengan Manajer Operasional PT Jaya Kontruksi (Jakon), Ferry Firnanda di Panyabungan, Selasa (14/2/2022), terkait kebijakan perusahaan yang menghentikan pembelian batu mangga […]

  • Sejarah Pembentukan TAMAN NASIONAL BATANG GADIS

    Sejarah Pembentukan TAMAN NASIONAL BATANG GADIS

    • calendar_month Rabu, 15 Des 2010
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Usulan pembentukan TNBG secara formal diajukan kepada Menteri Kehutanan melalui Surat Bupati Madina No.522/982/Dishut/2003 tertanggal 8 April 2003 dan kepada Gubernur Propinsi Sumatera Utara No.522/1837/Dishut/2003 tertanggal 16 September 2003 dan No.522/2036/Dishut/2003 tanggal 29 Oktober 2003. Usulan ini mendapatkan dukungan positif dari pemerintah pusat maupun pemerintah propinsi. Dengan banyaknya dukungan dari berbagai elemen masyarakat, Gubernur Propinsi […]

  • PKS Raker Kemenangan Sukhairi-Atika

    PKS Raker Kemenangan Sukhairi-Atika

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – DPD PKS Kabupaten Madina melakukan Rapat Kerja mengusun program aksi pemenangan pasangan Sukhairi-Atika. Sejumlah 11 program aksi dirancang dan disusun di Raker itu. Raker (Rapat Kerja) yang berlangsung di aula Hotel Madina Sejahtera, Panyabungan, Sabtu (25/7/2020) dihadiri pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Madiba dan Dewan Pimpinan Kecamatan PKS se-Madina. Raker itu […]

  • Messi terbaik saat ini

    Messi terbaik saat ini

    • calendar_month Selasa, 5 Feb 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    BELO HORIZONTE, (MO) – Gelandang Atletico Mineiro, Ronaldinho (32), menilai penyerang Barcelona, Lionel Messi, adalah pemain terbaik saat ini, tetapi hal itu mungkin akan berubah. “Messi selama tiga atau empat tahun terakhir adalah yang terbaik di dunia. Ia telah berada pada level konsistensi yang menurutku tak pernah terjadi sebelumnya,” ujar Ronaldinho. “Neymar masih muda dan […]

  • 3 Kandidat Bertarung Rebut Ketua BEM di BLU-STAI Madina

    3 Kandidat Bertarung Rebut Ketua BEM di BLU-STAI Madina

    • calendar_month Kamis, 27 Jan 2011
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Sebanyak tiga kandidat, masing-masing Nisman, Jureid, dan M Ihsan Matondang, akan bertarung merebut kursi ketua BEM Badan Layanan Umum Sekolah Tinggi Agama Islam Mandailing Natal, pada pemilihan rakyat, Sabtu (29/1). Ketiga kandidat dan pasangannya sudah menerima nomor urut. Untuk nomor urut 1 dipegang Nisman-Hamidun Ari, pasangan nomor urut 2 Jureid-Sartika Nasution, disusul M Ihsan Matondang- […]

expand_less