Kamis, 15 Okt 2026
light_mode

Provinsi Kalimantan Utara Disahkan

  • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
  • calendar_month Kamis, 25 Okt 2012
  • print Cetak

Resmi jadi provinsi ke-34. Bersamaan dengan empat kabupaten baru.

Sidang paripurna terakhir Dewan Perwakilan Rakyat yang dilakukan pada Kamis, 25 Oktober 2012 ini, lebih ramai dari biasanya. Bukan karena dipenuhi anggota dewan, tapi ada ratusan masyarakat adat yang memenuhi bangku balkon ruang sidang paripurna.

Kebanyakan dari mereka, mengenakan baju tradisional masing-masing. Mereka, datang untuk menyambut pengesahan lima Rancangan Undang-Undang Pembentukan Daerah Otonom Baru yang disahkan hari ini.

Dengan disahkannya RUU DOB ini, Indonesia akan memiliki satu provinsi dan empat kabupaten baru. Satu provinsi yang baru disahkan menjadi daerah otonom adalah provinsi Kalimantan Utara.

Sementara empat kabupaten baru itu adalah Kabupaten Pangandaran di Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Pesisir Barat di Provinsi Lampung, Kabupaten Manokwari Selatan di Provinsi Papua Barat dan Kabupaten Pegunungan Arfak di Provinsi Papua Barat.

“Apakah RUU pembentukan daerah otonomi baru dapat disetujui menjadi Undang-Undang?” tanya Marzuki Alie sebagai pimpinan rapat kepada anggota dewan yang hadir. “Setuju” kata anggota dewan serempak.

Pernyataan persetujuan ini, disambut gembira oleh masyarakat adat yang menyaksikan secara langsung rapat paripurna ini. “Hidup komisi II,” sesekali terdengar teriakan dari sudut balkon. “Hidup Marzuki Ali,” masyarakat yang lain juga menimpali, di tengah-tengah keriuhan yang terjadi.

Masyarakat adat dari Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan, mengaku mereka sengaja datang ke Jakarta untuk menghadiri sidang paripurna ini. Uniknya, sebagian masyarakat adat dari bagian Papua Barat itu sengaja mengenakan pakaian tradisional koteka dengan mahkota manik-manik yang dibuat dari bulu burung Cendrawasih lengkap dengan body painting warna-warni di sekujur tubuh.

Sekretaris Tim Pemekaran Pegunungan Arfak Bob Retuadan menyatakan kegembiraannya atas pemekaran wilayah ini. Pasalnya, setelah delapan tahun berjuang akhirnya Pegunungan Arfak menjadi kabupaten sendiri.

“Kami sudah berjuang sejak delapan tahun lalu, tapi selalu menemui kendala. Kami menjadi korban perubahan Undang-undang Otonomi Daerah dan moratorium pemekaran wilayah,” kata Bob.

Bob menjelaskan keinginan menjadikan pegunungan Arfak sebagai daerah otonom ini bermula dari minimnya pembangunan yang terjadi di pelosok Papua Barat.

Sedikitnya masyarakat yang tinggal di sana seakan membuat pemerintah tidak menjadikan wilayah Pegunungan Arfak dan Manokwari Selatan sebagai prioritas. Penduduk Pegunungan Arfak hanya berjumlah 37.000 orang dan penduduk Manokwari Selatan berjumlah 32.000 orang.

“Sebagian besar penduduknya tinggal di hutan-hutan dan tidak ada pembangunan di sana. Kami harapkan dengan pemekaran wilayah ini, Pegunungan Arfak bisa mendapatkan perhatian lebih dan bisa mengembangkan wilayahnya sendiri,” kata Bob.

Sementara, Ketua Komisi II DPR bidang pemerintahan, Agun Gunanjar, menjelaskan bahwa selama ini Pegunungan Arfak sama sekali tidak mendapatkan perhatian. “Saat komisi II melakukan kunjungan kerja ke sana, sulit sekali ditembus. Bahkan harus menggunakan alat-alat berat untuk menembus masyarakatnya,” kata Agun.

Agun meminta agar pemekaran wilayah tidak hanya dilihat dari segi biaya. “Jangan lihat ini akan memboroskan biaya, di awal mereka memang membutuhkan uluran tangan kita. Tetapi apakah mereka bukan manusia? Mereka manusia, masyarakat Indonesia yang juga butuh perhatian negara ini,” kata Agun.

Sementara, anggota Komisi III bidang hukum, Nudirman Munir juga memberikan masukan kepada pemerintah agar daerah otonomi yang baru itu lebih fokus pada pembangunan disektor maritim. Pasalnya, Nudirman melihat dari daerah yang dimenjadi otonom baru, lebih banyak di daerah pesisir.

“Pada umumnya daerah-daerah otonomi baru berhubungan dengan kelautan, saya memberi masukan untuk membentuk sektor ekonomi di sektor maritim, untuk membentuk dermaga-dermaga, sehingga tak membangun sektor darat terus menerus yang justru menjadi pemborosan dan kurang bermanfaat,” kata Nudirman. © VIVA.co.id

  • Penulis: Dahlan Batubara (Redaksi)

Rekomendasi Untuk Anda

  • SI BELE-BELE

    SI BELE-BELE

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2013
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    Pala muli eme di Huta Namale, dung salose sude mardege dohot mamiari eme, tarida mei alak huta i udur-udur mamorsan karung ni eme. Dung lopeh manarui eme, marayak ariannai male muse mei simanare. Adope, mangan bubur cacak ma jolo le so ro gogoi mulak muda manarui eme. Dung salose karejo sude, laos muli tu huta […]

  • Tambang Emas Ilegal di Sininjom MBG Terus Beroperasi. Sulitnya Akses Lokasi Diduga Disengaja Pelaku Untuk Menghindari Petugas

    Tambang Emas Ilegal di Sininjom MBG Terus Beroperasi. Sulitnya Akses Lokasi Diduga Disengaja Pelaku Untuk Menghindari Petugas

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    Muara Batang Gadis ( Mandailing Online) : Aktifitas tambang emas ilegal dengan menggunakan alat berat dikawasan hutan taman nasional batang gadis tepatnya di siulangaling sininjom, Desa Ranto Panjang, Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal terus beroperasi. Sulitnya jangkauan kelokasi mungkin menjadi salah satu cara pelaku melakukan aktifitas penambangan di lokasi secara bebas. Sumber Mandailing […]

  • Duo Sutan, Duo Pahlawan Nasional

    Duo Sutan, Duo Pahlawan Nasional

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    (Masih Sekitar Polemik Strategi Pengusulan Pahlawan Nasional)   Oleh: Muhammad Ludfan Nasution Pegiat di Mandailing Epicentrum   Saya menyampaikan apresiasi kepada Bung Moechtar Nasution atas esainya yang merespons tulisan kami mengenai perjuangan Gerep Institute mengusulkan Willem Iskander dan Sutan Takdir Alisjahbana sebagai Pahlawan Nasional. Bagi saya, esai tersebut bukan gangguan terhadap perjuangan ini. Sebaliknya, ia […]

  • Capaian PAD Madina Diakhir Tahun Masih 72,30 Persen

    Capaian PAD Madina Diakhir Tahun Masih 72,30 Persen

    • calendar_month Selasa, 28 Nov 2023
    • account_circle Muhammad Hanapi
    • 0Komentar

    PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Di Bulan November ini, Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru mencapai Rp. 91.352.353.95,06 miliyar atau 72,30 persen. Kondisi ini akibat banyaknya masyarakat yang menunda pembayaran pajak demikian hal dengan pajak perusahaan. “Berdasarkan laporan terakhir pada Jum’at 24/11 realisasinya masih 72,30 %. Insya Allah kami akan mengejar maksimal 90% atau dikisaran Rp.110 […]

  • Dahler Lubis Dilantik Jadi Pjs Bupati Madina

    Dahler Lubis Dilantik Jadi Pjs Bupati Madina

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2020
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

    MEDAN (Mandailing Online) – Gubernur Sumatra Utara, Edy Rahmayadi melantik Dahler Lubis sebagai Pjs Bupati Mandailing Natal (Madina). Pelantikan Dahler itu bersamaan dengan pelantikan/pengukuhan 10 Pejabat Sementara (Pjs) Bupati/Wali Kota di Sumut, berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Jumat (25/09/2020). Pengukuhan turut disaksikan Sekdaprov Sumut, R Sabrina, dan sejumlah pejabat […]

  • OTP Gheothermal Bantu Kejuaraan Bulu Tangkis Madina

    OTP Gheothermal Bantu Kejuaraan Bulu Tangkis Madina

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2015
    • account_circle Dahlan Batubara (Redaksi)
    • 0Komentar

      PANYABUNGAN (Mandailing Online) – Kejuaraan bulu tangkis beregu memperebutkan Piala Bupati Madina Tahun 2015 berlangsung dari tanggal 5 hingga 7 Juni lalu di gedung PB Mutiara, Panyabungan III.  Peserta yang mengikuti ajang pertandingan ini berasal dari 23 kecamatan. Kejuaraan ini mempertandingkan pola beregu putera bebas (minimal 6 orang per regu) dengan format 3 ganda. […]

expand_less